Chapter: Bab 61 ( Happy Ending )Noah yang mencoba menghapus air matanya datang ke kamar Daniel dan melihat sahabatnya itu membuka mata. Tangan Noah memegang erat tangan sahabatnya itu dan duduk di sebelah Daniel. “Hai, Dan, kenapa kamu sangat ceroboh dan bodoh mengikuti balapan motor itu?”“Maafkan aku, Noah,” suara Daniel terdengar lirih dan terbata.“Tidak apa-apa, aku memaafkan kamu. Daniel apa kamu sudah tau jika Mara sedang mengandung bayi kalian?”“Benarkah?” tampak air mata Daniel keluar dari tepi matanya. “Noah aku minta tolong sama kamu untuk menjaga Mara dan bayiku, mungkin aku tidak bisa menjaganya, aku sudah tidak kuat.”Seketika Noah menangis mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu. “Aku tidak mau, kamu yang akan menjaga Mara dan bayi kalian, Dan.”Daniel tersenyum kemudian dia menutup kedua matanya rapat dan tangannya terlepas dari genggaman Noah. Tangis Noah langsung pecah di sana, bah
Terakhir Diperbarui: 2021-12-10
Chapter: Bab 60 ( Melanggar Janji )Malam itu di arena balap motor terdengar suara yang sangat ramai, bahkan lebih ramai melebihi hari biasanya karena banyak sekali orang dari kota lain datang untuk memeberi dukungan kepada pembala motor idolanya. Di area itu sudah benar-benar dinyatakan aman dan tidak akan ada petugas yang akan membubarkan acara balap motor itu karena mereka telah memberi uang kepada beberapa petugas agar acara mereka bisa berlangsung dengan baik.Mara dan Cilla berada di rumah sakit untuk menjaga Daniel, dan Noah tidak mau kalau mereka berdua ada di sana. “Balapan motor kali ini agak berbeda dengan balapan motor seperti biasanya. Noah akan mendapatkan lawan yang sangat kuat, aku dengar orang yang di minta Bruno untuk mengikuti balap motor kali ini adalah pembalap motor yang tidak pernah kalah di kotanya, bahkan dia sering menjadi juara di kota lain. Dia juga terkenal kejam pada lawannya saat mereka bertanding,” jelas Cilla.Mara yang mendengarnya tampak sangat khawatir pada
Terakhir Diperbarui: 2021-12-10
Chapter: Bab 59 ( Pilihan yang Sulit)Malam ini Noah dan Cilla menginap di rumah sakit karena malam ini juga dokter akan melakukan tindakan operasi pada Daniel. Beberapa jam mereka menunggu, tapi belum ada pemberitahuan tentang keadaan Daniel.“Noah, apa kamu tidak mau menghubungi Mara dan memberitahu tentang keadaan Daniel? Kamu harus memebritahunya bagaimanapun juga.”“Iya, aku akan segera menghubunginya.” Noah segera mengambil ponselnya. Mara tampak kaget dan shock mendengar apa yang terjadi dengan kekasihnya. Mara bergegas berangkat ke rumah sakit.Tidak lama dokter keluar dari dalam ruang operasi. Noah segera menemui dokter itu dan terlihat dari raut wajahnya tampak menyiratkan suatu kabar yang tidak baik.“Dok, bagaimana keadaannya?”Dokter itu menepuk pundak Noah. “Teman kalian mengalami koma, dan semoga saja dia bisa melewati masa kritisnya.Seketika tubuh Noah tampak gontai, dia hampir saja jatuh mendengar apa yang barusan dikat
Terakhir Diperbarui: 2021-12-10
Chapter: Bab 58 ( Keadaan Daniel )“Halo, apa benar ini Noah?” suara seorang wanita yang terdengar sedih.“Iya, aku Noah. Ini siapa?”“Noah, perkenalkan aku Martha orang yang menjaga mama kamu selama ini. Mungkin kamu tidak mengenali, tapi mama kamu menyuruhku untuk meghubungin nomor kamu.”“Marta? Mamaku? Maaf, aku sudah tidak mau mengetahui hal apapun tentang mamaku.”“Jangan menutup teleponnya dulum Noah! Ada hal penting yang ingin aku bicarakan sama kamu.”“Aku sudah mengatakan jika aku tidak mau mendengkan hal apapun tentang mamaku. Aku sudah tidak peduli dengan apa yang dia lakukan.”“Mama kamu sedang sakit parah, Noah, dan dia dirawat di rumah sakit sudah beberapa bulan yang lalu,” ucap wanita itu cepat.Noah terdiam di tempatnya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh wanita diseberang telepon itu. “Terima kasih sudah memberitahuku.” Noah langsung menutup panggilan
Terakhir Diperbarui: 2021-12-10
Chapter: Bab 57 ( Suatu Berita )“Dia mengajak kamu bermain di mansionya?” Mara mengangguk perlahan dengan ragu-ragu. Lana menepuk jidatnya dengan malas.Mara memegang tangan Lana dengan menatapnya penuh harap. “Aku awalnya tidak menyerahkan diriku dengan begitu saja, Lana. Dia memaksaku dan ---.” Mara tertunduk diam.”“Dan apa, Mara?”“Dia orang pertama kali yang sudah mengambil hal berharga dalam hidupku, dan dari situlah aku merasa diriku sudah tidak berharga lagi. Kamu tidak tau betapa terpukulnya aku waktu itu, Lana, tapi aku tidak mau terpuruk terlalu lama. Om Max mengatakan akan mengatakan jika sebenarnya dia mencintaiku, dengan mamaku dia hanya kasihan dengan semua yang diceritakan oleh mamaku.”“Lalu dia memberitahu mama kamu?”“Awalnya aku melarangnya karena aku tidak mau membuat aku dan mamaku yang semula memiliki hubungan tidak baik menjadi tambah parah, jadi kita sembunyikan masalah ini.”
Terakhir Diperbarui: 2021-12-09
Chapter: Bab 56 ( Cerita Masa Depan )Acara pesta kelulusan malam itupun selesai. Kedua orang tua Lana pulang lebih dulu, di sana Noah dan Lana serta Mara dan kekasihnya Daniel masih berada di satu meja, mereka sedang saling bercerita satu sama lainnya.“Lana, kamu sendiri, setelah lulus ini mau kuliah atau akan menikah juga dengan Noah?” Mara menggoda Lana.Lana melihat ke arah kekasihnya yang tengah menghabiskan minumannya. “Aku sebenarnya ingin menikah dengan Noah, tapi sepertinya aku akan bersabar menunggu sampai Noah benar-benar siap segalanya untuk menikah denganku. Kamu tau sendiri, kan, jika Noah baru saja bekerja dan dia baru merintisnya, jadi kita tidak terlalu terburu-buru.” Lana memegang tangan Noah, Noah tersenyum pada kekasihnya itu.“Kalian mau minum lagi? Akan aku ambilkan minuman di sana. Dan, ayo ikut denganku mengambil minuman untuk para gadis kita.” Noah beranjak dan mengajak Daniel pergi ke stand minuman meninggalkan kedua gadis itu dudu
Terakhir Diperbarui: 2021-12-09

Tuan Lumpuh, I Love You
Jaden Luther—seorang direktur utama di perusahaan House Of Luther harus menerima jika dirinya ditinggal oleh tunangannya karena kakinya yang lumpuh akibat kecelakaan mobil yang menimpanya.
Setelah kejadian itu, Jaden berubah menjadi pria yang dingin dan temperamen, dia bahkan sampai membenci para wanita.
Naraya Agatha—seorang single parent yang hidup dengan seorang anak laki-laki dan ibunya. Sejak kematian suaminya, dia harus bekerja keras untuk mencukupi kehidupannya, ditambah lagi vonis kanker darah yang putranya alami. Demi mendapatkan biaya pengobatan itu, Nara pun rela melakukan apa saja.
Sampai akhirnya, Nara melamar pekerjaan sebagai pelayan pribadi untuk Jaden, karena saat itu, keluarga Jaden bingung harus menghadapi sikap tempramen dan arogan dari pria yang merupakan pewaris utama keluarga Luther itu.
Selama bekerja, kesabaran Nara dalam merawat Jaden ternyata membuat pria itu luluh dan jatuh cinta padanya.
Namun, sebuah rahasia terungkap, jika Nara adalah orang yang bertanggung jawab atas kecelakaan yang membuat Jaden lumpuh. Bagaimana akhir dari kisah mereka? Apakah Jaden bisa memaafkan Nara atau malah dendam itu membuat Jaden memilih untuk melupakan Nara?
Selamat membaca dan semoga suka ya, Kak.
Baca
Chapter: Bab 92 Kebahagiaan Mereka (Ending) Nara masih serius mendengarkan cerita dari Jaden tentang rencana Jaden memberi kejutan untuk Kalista dan Devon. Jaden juga bercerita jika dirinya tidak memperbolehkan Reno ataupun Nenek Miranti menghubungi Nara setelah acara itu. Jaden membutuhkan banyak waktu. Ada perasaan lega dan bahagia saat Nara mengetahui jika pria lumpuhnya yang kini sudah bisa berjalan itu tidak jadi menikah dengan Kalista. Nara tiba-tiba ditarik pinggangnya oleh Jaden dengan tangan yang masih bebas sampai wajah Nara sangat dekat dengan wajah pria itu. "Sekarang, apa kamu mau menikah denganku tidak?" "Apa? Aku?" Nara pun tentu saja tersentak kaget dengan pertanyaan dan gerakan Jaden yang tiba-tiba."Tentu saja, Nara! Aku ini ingin menjadi ayah sambung bagi Nio.""Em ...." Nara malah bingung sendiri. Nara bukannya bingung hanya saja dia masih benar-benar tidak percaya dengan semua ini."Kenapa kamu lelet sekali menjawabnya? Kalau orang bicara, kamu harus fokus mendengarnya!" omel Jaden.Kedua alis Nara malah
Terakhir Diperbarui: 2025-05-25
Chapter: Bab 91 Kejutan Tak DiinginkanDevon berdiri di antara kerumunan orang-orang yang hadir di acara akad nikah Jaden Luther dan Kalista. Pria itu tampak tersenyum miring saat mengakhiri panggilan teleponnya dengan Kalista. "Dev, kenapa kamu bisa datang ke sini? Apa kau dan si lumpuh itu sudah berteman lagi?" tanya Andrew yang tiba-tiba menghampiri temannya itu. Andrew tetap bersikap seolah-olah dia tidak terlalu akrab dengan Devon."Iya, aku dan si lumpuh itu kembali berteman dan aku senang sekali karena aku nanti bisa dengan mudah menghancurkannya sekali lagi. Kakak tirimu itu benar-benar pria yang sangat bodoh," umpat Devon lirih."Dia tidak hanya bodoh, tapi juga lumpuh." Andrew pun tersenyum miring.Reno yang berdiri tidak jauh dari sana, tampak geram melihat dua orang yang sedang berbicara itu. Meskipun dia tidak mendengar apa yang sedang dikatakan oleh Devon dan Andrew. Namun, Reno tahu, pasti dua orang itu memiliki niat jahat pada Tuna Muda Jadennya, mengingat, Reno sangat tahu apa yang sudah Devon dan Andrew
Terakhir Diperbarui: 2025-05-25
Chapter: Bab 90 Kamu Tetap MilikkuNara berjalan keluar menemui seseorang yang ingin bertemu dengannya. Saat berada di luar cafe. Tepatnya meja pelanggan yang ada di bagian halaman luar. Nara memindai pria yang berdiri tegap dengan membelakanginya. Kedua mata Nara tampak heran melihat penampilan pria yang saat ini mengenakan suit lengkap itu."Selamat pagi, maaf, apa Anda orang yang ingin bertemu dengan saya?" tanya Nara dengan sopan. "Ibu!" seru seseorang yang baru saja turun dari dalam mobil tepat di depan cafe miliki Nara."Nio? Kamu kenapa bisa ke sini? Ibu juga di sini?" Kedua mata Nara pun mendelik kaget. Dia sama sekali tidak menyangka akan melihat putranya dan ibunya di sini."Nio, jangan berlarian, Sayang!" pekik sang Nenek, tapi bocah tampan itu malah sudah menyambar pelukan di pinggang Nara.Nara yang masih berdiri di sana tampak tercengang, tapi tangannya membalas memeluk tubuh putranya. Bocah laki-laki itupun terlihat tidak melepaskan pelukannya. Dia seolah sangat bahagia bisa berada di tempat selain ruma
Terakhir Diperbarui: 2025-05-25
Chapter: Bab 89 Jatuh Cinta Itu Tidak MudahSudah hampir sebulan Nara berada di Belanda. Dia sengaja pergi di saat pria yang sangat dia cintai memilih untuk memiliki masa depan dengan wanita lain. Sakit? Tentu saja sangat sakit, oleh karena itu Nara memutuskan untuk pergi ke Belanda. Setidaknya di sana dia bisa menghabiskan waktu dengan putra yang baginya sebagai obat akan kesedihan yang sedang dia alami. "Ibu, kenapa kemarin malam aku lihat Ibu menangis dia sudut sofa? Apa ada yang membuat Ibu sedih?" tanya polos Nio yang sekarang sedang disuapo oleh Nara. "Ibu tidak apa-apa, Nio. Mungkin Ibu hanya sedih karena lusa Ibu harus pulang. Ibu harus bekerja juga soalnya." Nara sebenarnya berbohong pada putranya itu. Dia teringat kembali akan kebersamaannya dengan Jaden. "Ibu, kata dokter Nio sudah lebih baik dan beberapa bulan lagi, Nio sudah dibolehkan pulang jika keadaan Nio semakin membaik. Kita bisa tinggal bersama." "Iya, Sayang. Nio nanti menurut pokoknya dengan semua ucapan yang dokter suruh agar keadaan Nio semakin memba
Terakhir Diperbarui: 2025-05-25
Chapter: Bab 88 Ingin Bertemu Sekali LagiJaden yang sedang berada di dalam kantornya, tampak melihat beberapa berkas di tangannya. Dia terlihat sangat serius membaca setiap tulisan yang ada di sana. Tak lama pintu ruangannya di ketuk."Pak, ada yang ingin bertemu dengan Anda," ucap wanita dengan rambut sebahunya yang adalah sekretaris Jaden Luther.Pandangan Jaden seketika dialihkan pada pria yang baru saja memasuki ruangan itu. Pria dengan sorot mata nanar itu memandang Jaden Luther."Ada apa kau datang ke sini?" tanya Jaden dingin."Selamat, akhirnya kamu mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milikmu, Tuan Jaden Luther," ujar pria itu datar."Kalista maksudmu?" jawab Jaden dingin."Iya, kau dan dia akan menikah bukan? Aku menghubunginya, tapi dia marah padaku dan mengatakan sebentar lagi dia akan menikah denganmu."Jaden mendorong kursi rodanya berjalan mendekat ke arah Devon yang berdiri tepat di depannya. "Tentu saja, dia akan menjadi milikku seperti seharusnya. Namun, aku sama sekali tidak merasa menang karena
Terakhir Diperbarui: 2025-05-25
Chapter: Bab 87 Memilih Pergi Nenek Miranti sudah kembali ke rumahnya. Keadaan wanita tua itu sudah dinyatakan baik-baik saja. Nara sesuai janjinya akan pergi dan kembali pada kehidupannya seperti biasanya. Nenek dan Nara bisa bertemu hanya melalui telepon karena Jaden tidak ingin jika neneknya akan kenapa-napa karena terlalu dekat dengan wanita itu."Reno, bagaimana dengan persiapan hari pernikahannya?" tanya Jaden disela-sela makan malamnya bersama dengan para keluarganya.Reno yang berdiri di sana tampak melihat pada Nenek Miranti yang memperlihatkan wajah datarnya. Reno malas sebenarnya harus diminta mempersiapkan acara pernikahan Jaden dan Kalista. Dirinya seolah menjadi pengkhianat bagi Nara."Persiapannya sudah hampir seratus persen, Tuan Jaden.""Bagus kalau begitu." Wajah Jaden tampak puas."Apa kamu sudah benar-benar memikirkan masalah ini, Jaden?" tanya wanita tua itu lembut."Sudah, Nek. Aku ingin segera menikah dengan Kalista. Aku ingin menyelesaikan semuanya agar setelah ini kehidupanku jauh lebih te
Terakhir Diperbarui: 2025-05-25
Chapter: Bab 50. Mereka BertemuSuasana di lobi House Of Danner seketika membeku. Tatapan mata Lucas pun masih terlihat dingin. Raymond, yang tidak menyadari ada sesuatj di antara keduanya, tetap tersenyum ramah, tangannya masih terulur menunggu sambutan dari sang CEO baru.Lucas tidak membalas jabatan tangan Raymond. Alih-alih, matanya turun ke bawah, tertuju pada jemari Lana yang saling bertautan erat di depan tubuhnya. Lucas sekali lagi melihat pada cincin di jari manis Kanaya. "Lana?" Lucas mengulang nama itu dengan nada rendah, tapi terdengar dia merasa aneh. "Nama yang cantik. Singkat, padat dan terasa sangat asing."Lana merasakan lututnya lemas. Suara itu, suara yang dulu membisikkan kata cinta, namun sekarang suara itu terdengar begitu menyakitkan bagi Kanaya, dan entah kenapa, Kanaya langsung merasakan ketakutan bukan takut berhadapan dengan Lucas, tapi takut jika pria di depannya ini mengetahui tentang Hyden dan Hailey. "Ah, maaf Tuan Dinov," Raymond menyela, berusaha mencairkan suasana yang mendad
Terakhir Diperbarui: 2026-09-06
Chapter: Bab 49. Kehidupan Yang DiimpikanSaat ini, Kanaya atau sekarang dia lebih suka dipanggil Lana, ingin membesarkan kedua anaknya tanpa harus memohon apapun pada Lucas. Lana bahkan ingin menghapus nama Lucas dari hidupnya. "Kalian adalah hartaku yang paling berharga," bisik Lana sambil mencium kening kedua anak kembarnya yang kembali tertidur. "Mama tidak akan membiarkan ayah kalian mengetahui jika kalian ada di dunia ini. Dia telah membunuh nenek kalian, dan dia juga telah mencoba membunuh kalian sebelum kalian lahir."Lana menatap foto Lily yang terpajang di kamar si kembar. Lana ingin anak-anaknya mengetahui wajah nenek mereka yang sudah berani mengorbankan nyawanya supaya mereka bisa lahir ke dunia ini dengan selamat. "Mama, sekarang Mama bisa bertemu dengan Nenek Louisa dan Kakek. Kalian pasti bahagia di sana." Air mata Lana turun perlahan pada pipi. "Lana, maaf mengganggu." Suara Bibi Yaya ada di balik pintu. "Ini ada telepon dari Raymond." Bibi Yaya pun memberikan ponsel Lana. "Halo, Raymond." "Lana, aku a
Terakhir Diperbarui: 2026-08-14
Chapter: Bab 48. Identitas Baru"Lily!" Bibi Yaya yang tadi ikut menembak beberapa penjahat di sana, seketika membuang pistolnya dan menekan luka Lily dengan kuat. "Lukamu dalam. Lily, kita harus segera ke rumah sakit. Bibi Yaya mencoba membopong tubuh Lily, tapi langkah mereka terhenti saat mendengar suara mobil datang mendekat ke arah rumah. "Ke tempat rahasia, Bi!" seru Lily cepat. "Apa mereka datang lagi?" Kanaya panik, wajahnya pucat, tangannya memegangi perutnya yang seketika terasa sakit. "Bi, cepat!" teriak Lily. Mereka bertiga berjalan ke dalam rumah, menuju taman belakang. Bibi Yaya menyingkirkan beberapa tanaman, dan ternyata di tanah ada sebuah pintu kecil. Saat pintu dibuka, di bawahnya ada jalan kecil menuju ruang bawah tanah. "Masuk, Kanaya."Kanaya masuk diikuti oleh Bibi Yaya dan terakhir Lily. "Bawa Kanaya pergi, Bi," perintah Lily. Sebelum menutup pintu. Kedua mata Lily mengintip pada cela pintu.Terdengar ledakan yang sangat keras dari ruangan atas. Lily tadi melempar sebuah granat yang
Terakhir Diperbarui: 2026-08-08
Chapter: Bab 47. Penyerangan Di Rumah LilyLily segera menggandeng tangan Kanaya dan mengajaknya pergi dari sana. Lucas terdiam di tempatnya. Dia sebenarnya sedikit kaget melihat Kanaya bersama ibunya, tapi saat teringat pengkhianatan yang dilakukan oleh Kanaya, Lucas merasa, dua orang itu pantas bersama. "Wanita murahan," ucap Lucas lirih. "Ada apa, Lucas?" tanya wanita yang sedang duduk bersama Lucas. "Tidak ada apa-apa, Selena. Kita lanjutkan saja makan malamnya. Di dalam mobil, Lily meminta Kanaya untuk tidak menangis. Lily juga tidak mengenal wanita yang bersama dengan Lucas. "Dia benar-benar sudah melupakanku, Ma. Aku kira, dia masih sangat mencintaiku, tapi ternyata aku salah." Tangan Kanaya menghapus air matanya. Lily bingung harus mengatakan apa. Dia teringat akan pengkhianatan mendiang suaminya dan sahabatnya. Sekarang menantunya pun harus merasakan hal yang dia alalamai."Kanaya, di dalam perutmu, ada dua bayi yang membutuhkan ibunya yang kuat dan kamu jangan terlalu memikirkan tentang Lucas. Sekarang, hal ut
Terakhir Diperbarui: 2026-08-07
Chapter: Bab 46. ShockDinginnya aroma rumah sakit selalu berhasil menciutkan nyali Kanaya, namun rasa sakit yang melilit perutnya jauh lebih menakutkan daripada aroma obat-obatan di sekelilingnya.Lily terus menggenggam tangan menantunya itu, membisikkan doa-doa yang tidak putus, sementara Dokter Rose dengan sigap melakukan pemeriksaan darurat."Tenang, Kanaya. Tarik napas perlahan, jangan biarkan pikiranmu menguasai tubuhmu," instruksi Dokter Rose dengan nada tenang namun tegas.Setelah beberapa menit yang terasa seperti selamanya, kram di perut Kanaya mulai mereda. Dokter Rose melepaskan sarung tangan karetnya dan menatap Kanaya dengan tatapan yang sulit diartikan, campuran antara simpati dan kekaguman."Ini adalah tension cramp yang cukup hebat, Kanaya. Tubuhmu bereaksi terhadap trauma emosional yang kamu alami. Apa ada hal yang sudah terjadi?" tanya Rose pada Lily."Ibuku meninggal, Rose." "Oh Tuhan! Aku turut berduka, Lily. Kehilangan Nenek Louisa adalah pukulan besar, tapi kamu harus ingat, ada n
Terakhir Diperbarui: 2026-08-06
Chapter: Bab 45. Dua IblisBelum Lily berucap, tangannya segera ditarik menjauh dari Lucas oleh Deasy. "Lily! Apa-apaan kamu ini? Kenapa malah muncul lagi dihadapan Lucas? Dia itu sangat membencimu dan aku tidak mau dia sampai merasakan kesedihan seperti dulu." Deasy berbicara dengan suara lirih dan ditekankan. "Kau tahu, kan? Aku tidak menyakiti Lucas.""Iya, aku juga sudah berusaha selama ini untuk memberitahukan Lucas untuk tidak membencimu, tapi dalam pikirannya, Lucas sudah menganggap kamu wanita yang buruk karena meninggalkannya dan aku bingung harus menjelaskan bagaimana?""Deasy, aku hanya ingin bertemu ibuku yang kata Kanaya, dia sedang sakit parah di sini.""Apa? Kamu bertemu Kanaya?" Kedua alis Deasy mengkerut kaget."Iya, dan kamu tahu? Dia sedang mengandung anak dari Lucas. Kita akan segera memiliki cucu!" Lily tampak bahagia, hingga dia menggenggam tangan Deasy. "Kanaya hamil?""Iya, Deasy. Lucas harus mengetahui hal ini dan kesalahan pahaman antara mereka akan berakhir. Aku tidak mau Lucas mem
Terakhir Diperbarui: 2026-08-05