
The Peacemaker
Arga adalah pemuda biasa yang meninggal karena penggunaan teknologi oleh 7 penguasa untuk memajukan industri yang berefek pada kematian manusia tanpa masker pelindung.
Banyak orang yang meninggal termasuk ayah, ibu dan adik Arga dari keluarga miskin yang tak mampu membeli masker. Alam sekitar juga rusak.
Arga hidup kembali lewat reinkarnasi, dengan fisik berbeda tapi berjiwa pendendam yang sama.
Selain kematian Arga dan keluarga, ada juga kematian Sando kekasih Maya.
Maya dan Arga dendam dan membuat kerjasama untuk mencegah makin meluasnya kerusakan bumi akibat ulah 7 penguasa.
Karena saling membutuhkan, tumbuh cinta diantara keduanya. Tentu saja ini dilarang karena Maya sesungguhnya putri penguasa ke-7, Mr Albert.
Keadaan makin sulit waktu Sando hidup lagi lewat reinkarnasi. Maya jadi mendua hatinya, antara kembali ke Sando atau memilih Arga sebagai penyelamat harga dirinya dulu.
Siapakah yang akhirnya akan dipilih Maya dalam cinta segitiga ini? Bagaimana keseruan perjuangan mereka bertiga mengalahkan aliansi 7 penguasa? Akankah Arga tetap teguh sebagai manusia pilihan The Peacemaker?
Read
Chapter: Bab 117. Arga Menghilang"Tindakan yang tepat dan cepat di saat yang benar akan membawa ke kebaikan besar bagi semua."“Arga! Kau harus bisa! Demi kami!” Maya memekik, suaranya penuh air mata, ia mencoba meraih tangan Arga yang masih terlihat dari sela-sela reruntuhan. Ia merasakan keputusasaan dan ketakutan yang mencekik.Ia sudah sangat dekat dengan keselamatan, tapi Arga masih di sana, terjebak. Ia telah berjuang mati-matian, dan sekarang ia terperangkap karena balok itu. Maya merasakan hati kecilnya terkoyak.Ia tahu ia mencintai Sando, tetapi melihat Arga berjuang di ambang kematian di hadapannya, mempertaruhkan nyawa untuk mereka semua, membuat perasaannya kacau balau. Arga adalah pahlawannya, penyelamatnya.“Aku… aku akan coba dorong dari dalam!” Maya berkata, ia mundur sedikit, mencoba mencari tumpuan untuk mendorong balok yang menimpa Arga.“Jangan, Maya! Itu terlalu berat!&rd
Last Updated: 2026-01-12
Chapter: Bab 116. Terowongan Sempit"Terkadang keadaan darurat akan menerbitkan ide luar biasa yang hanya akan berlaku pada saat terbatas."“Di… di bawah sektor lima! Dekat dengan lokasi kita sekarang!” Maya membalas, ia kini merangkak dengan susah payah menuju panel kontrol lain yang lebih tersembunyi, yang untungnya masih utuh. Jemarinya gemetar, namun otaknya bekerja dengan kecepatan luar biasa, memindai skema yang ia ingat."Aku… aku akan coba mengaktifkan lampunya dari sini! Tapi ini akan butuh waktu!”“Berapa banyak waktu, Maya?!” Darren mengaum dari belakang, suaranya serak. Ia memeluk Ryan yang kini benar-benar tergeletak tak sadarkan diri, wajahnya membiru. “Ryan… dia tidak bisa bertahan lebih lama lagi!”Arga menoleh. Hatinya mencelos melihat sahabatnya. Racun itu bekerja cepat. Ia tahu itu. Ia mengalihkan pandangannya kembali ke Maya, yang kini terbatuk hebat, tetapi terus menekan
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Bab 115. Jebakan Terakhir Mr Albert"Sejatinya sejahat-jahatnya orang kejam, dia tak akan pernah tega mengancam kehidupan anaknya sendiri kecuali terdesak keadaan."“Tutup mulutmu, Albert!” Darren berteriak, ia berhasil bangkit dan mencoba menyeret Ryan menjauh dari Albert. Maya di belakang mereka, merangkak di antara puing-puing, berusaha mendekat.Arga mengabaikan Albert. Ia fokus pada panel. Jika Alan bisa mengalirkan daya, ia hanya punya sedikit waktu untuk membukanya sebelum jebakan gravitasi aktif.“Maya! Katakan padaku, di mana tepatnya jebakan gravitasi itu?!” Arga mendesak.Maya mencoba mengingat, otaknya bekerja keras di tengah kabut racun. “Di… di dekat ujung lorong, Arga! Ada… ada area kotak berwarna hitam! Itu… itu sensornya!”“Sensor!” Arga melihat ke depan. Memang ada sebuah area lantai yang tampak sedikit lebih gelap, sebuah ubin persegi yang mencolok.“Su
Last Updated: 2026-01-10
Chapter: Bab 114. Jebakan Racun"Dalam jiwa patriot sejati, tak ada kata menyerah sebelum benar-benar kalah." Jeritan alarm memekakkan telinga, bersahutan dengan dengungan maut penghitung waktu mundur yang terpampang jelas di panel kontrol yang remuk. 09:55… 09:54… Kabut kehijauan, racun kimia yang manis memabukkan, perlahan tapi pasti memenuhi bunker yang sudah seperti neraka itu. Paru-paru Arga terasa terbakar, setiap tarikan napas adalah perjuangan. Ia menatap Maya, Darren, dan Ryan yang masih tertindih, mata mereka memerah, batuk-batuk tak terkendali.“Maya! Om Darren! Ryan! Jangan… jangan hirup dalam-dalam!” Arga teriak, suaranya parau, melangkah tertatih mendekati mereka, berusaha mengabaikan Mr. Albert yang kini terkulai di dekatnya, terengah-engah dalam keputusasaan yang gila. “Kita harus keluar! SEKARANG!”Maya, meski wajahnya pucat pasi dan air mata mengalir dari matanya yang perih, memaksakan diri mengangkat kepalanya. “Pintu… pintu utama terkunci, Arga! Kuncian baja darurat! Kita tidak bisa… tidak bi
Last Updated: 2026-01-09
Chapter: Bab 113. Kartu As Berlapis Mr Albert"Salah satu kegagalan seorang pimpinan adalah saat ada pengkhianatan dari orang terdekat yang dilindunginya."Cahaya merah dari detonator kini berdenyut begitu cepat, menyilaukan mata, menelan semua harapan yang tersisa di dalam bunker yang remuk. Mr. Albert, dengan senyum bengisnya yang menyilaukan dalam kilatan cahaya neraka itu, mengangkat alat kebinasaan tersebut tinggi-tinggi.Arga mencoba bangkit dari puing-puing, kakinya tersandung. Setiap sendi tubuhnya terasa nyeri akibat pendaratan keras sebelumnya, namun adrenalin memompa darahnya dengan gila-gilaan.Ia melihat Maya dan Darren masih terperangkap di bawah balok beton, Ryan yang tergeletak lemah. Waktu terasa melambat, seolah alam semesta menahan napas.“Sando! Alan! Kalian dengar ini?!” Arga mengaum ke komunikatornya, mengabaikan rasa sakit yang menyayat.Ia tahu mereka pasti mendengar ledakan dan kehancuran. “Albert akan meledakkan semuanya! Ada
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: Bab 112. Detik-detik Kehancuran"Waktu singkat untuk berkorban tidak pernah cukup singkat untuk mengenang dan mengaguminya."“Sepuluh detik?!” Maya memekik.“Arga! Itu terlalu cepat! Kau akan… kau akan berada tepat di bawahnya!”“Tidak ada pilihan, Maya!” Arga berkata, suaranya dingin tapi penuh ketegasan. Ia menoleh ke komunikator. “Sando! Alan! Kalian dengar?!”Suara Sando dan Alan terdengar, sedikit putus asa. “Arga! Apa yang terjadi di dalam?! Hydra semakin cepat jatuh! Kami tidak bisa melakukan apa-apa dari sini! Perisai utamanya terlalu kuat!”“Aku tahu!” Arga berteriak. “Dengarkan baik-baik! Aku butuh kalian meluncurkan semua proyektil kalian ke sisi kiri Hydra! Fokus pada sisi kiri! Kita akan mencoba membelokkan jatuhnya sedikit saja, agar tidak menimpa kita persis di tengah bunker ini! Buat dia oleng!”“Sisi kiri?!” Alan bert
Last Updated: 2026-01-07
Menantu Paling Oke
Wisnu tak pernah bermimpi akan menjadi suami dari Sinta yang anak konglomerat nomer wahid di Jakarta, Hendra Wiguna.
Banyak kebencian yang ditujukan kepada dirinya yang hanya orang biasa, dari bibi dan paman, kakak, dan mama tiri Sinta
Wisnu tetap menghadapi semua hinaan dan sikap meremehkan itu dengan tegar. Sekaligus membalikkan keadaan dengan belajar dan bekerja keras. Bagi Wisnu cinta istrinya adalah kekuatannya.
Dengan banyak cinta dari Sinta, bantuan moril dari teman semasa kuliahnya dulu, Wisnu bangkit dan terus berjuang membuktikan diri bahwa dialah menantu paling oke!
morfeus author
(pic cover : canva premium)
Read
Chapter: Bab 92. Menantu Paling Oke "Alih peran dari seseorang yang dinafikkan kehadirannya, menjadi seseorang andalan tersayang, adalah jalan yang bukan mustahil. Karena dialah menantu paling oke." by Hendra. "Tidak sih, kukatakan aku ingin berinvestasi. Dan aku tertarik pada bisnis bidang pendidikan seperti keluargamu. Nah gak ada salahnya mencoba kan?" jelas Wisnu melindungi harga diri Kelvin. "Terimakasih, Wisnu. Kau memang benar-benar sebaik itu. Tak mau mengatakannya karena kau mau lindungi kehormatanku, kan? Memang niatmu berinvestasi dan ini artinya juga bantuan besar buat bisnisku. Aku mengerti dan berterimakasih sakali." Kelvin terisak dalam keharuan yang amat sangat. Kini makin pahamlah dirinya, Wisnu memang pantas untuk Sinta. Segala konsep kesombongan, the have yang harus menikahi sesama the have, dan konglomerat tak boleh menikahi kaum awam, semua menguap tak ada gu
Last Updated: 2021-09-10
Chapter: Bab 91. Musuh Pun Mengagumi "Akhirnya kadangkala prestasi tidak hanya diraih karena kerja keras dan cerdas, tapi juga faktor lucky, keberuntungan." by Wisnu. (2 TAHUN KEMUDIAN) Wisnu terkadang tak memahami jalan hidupnya yang sungguh berliku, walau sangat menarik, dan alhamdulillah dengan progress naik terus. It's an exciting life. Kini Wisnu menjabat sebagai CEO dari perusahaan kakeknya PG alias Phenomenon Group sudah 5 tahun. Seorang kakek yang bahkan belum pernah ditemuinya di dunia nyata. Kakek yang hanya dia kenal dari sebuah foto lama yang kusam dalam sebuah liontin wasiat neneknya. Kakek itu bernama Kakek Anom. Kakek Anom yang justru jadi akrab di hatinya, melalui kisah haru birunya yang diceritakan kembali kakek mertuanya, kakek kandung dari istrinya, Darmanto. Inilah kisah hidup Wisnu yang sungguh luar biasa. Kebetulan dan lua
Last Updated: 2021-09-09
Chapter: Bab 90. Hard Work Can't Hurt "Kerja keras itu tidak akan menyakitkan. Hanya capek yang bisa sembuh. Bermalas-malasan dan tanpa tujuanlah yang menyebabkan kita sakit permanen." by Hendra. "Hmm masak sih, temanmu sampai kena tipu kayak gitu, Sin? Kasihan banget ya. Eh ... trus si cowok kaya, sombong, tengil hmm ... maksudku si Kelvin, your forever admirer itu, gimana kabarnya? Sepertinya sumber beritamu akurat deh, Sayang?" tanya Wisnu kepada istri tersayangnya. "Banget! Si Dina kan pengamat sosmed banget. Mama sosialita dia, Mas. Lagian juga kan lakinya jadi polisi pangkat tinggi. Jadi mungkin dia dapat informasi tertentu, khusus dan rahasia yang orang biasa mungkin ga bisa akses." Sinta senyum-senyum sambil makan kwaci. Dia santai saja hari ini, karena anak-anak lagi ikut jalan-jalan sama kakek neneknya ke kebun raya Bogor. "Trus kalo Kelvin gimana?" des
Last Updated: 2021-09-09
Chapter: Bab 89. Saat Kesombongan Hadir "Khilaf itu biasa dan bisa dialami manusia, itu manusiawi, dan selalu ada jalan kembali memperbaikinya."by Wisnu. "Wah, lagi-lagi kamu menang, lho Didi sahabatku. Karena kamu sudah punya anak kedua, saat anak pertama usia 7 tahun. Sedangkan aku si kembar sudah usia 8 mau 9 tahun baru hamil 6 bulan hehe." Sinta merasa kalah dalam hal ini. Tak apalah. "Ah, kita dari dulu lucu bin unik bin norak ya, saingan eh soal anak hehe. Asyik tapi memang haha. Eh gimana kehamilanmu, Sinta? Lebih santai atau lebih payah dari dulu? Atau sama aja? Ga ada beda yang berarti gitu?" Didi melontarkan tanya yang lengkap dan detil euy. "Hehe biar hidup lebih hidup, Nek. Kehamilanku lebih santai, Di. Enak dan ga serewel dulu. Lebih santuy istilah sekarang. Ga ada juga drama-drama suami dan papaku jadi buciner sejati kaya kehamilan pertama dulu haha.
Last Updated: 2021-09-09
Chapter: Bab 88. Reuni Sixth "Bertemu teman lama seperti bertemu keluarga sendiri. Bertemu keluarga sendiri bahkan seperti bertemu kekasih jiwa sendiri. Seperti itulah kedekatan hati." by Wisnu "Kakek Darmanto sakit? Sakit apa Kek? Ini ada Wisnu datang. Pasti sakit kangen sama aku ya, Kek? Eh kegeeran aku hehe." "Iya Wisnu, kamu jarang kesini sih, jadinya kakek kesepian ga ada teman berhaha hihi. Tidak ada yang menghalau gabut kan jadinya." Kakek jadinya curhat. "Nah, Kakek makanya sering-sering nginep di rumah Wisnu dong. Kan dekat aja, Kek. Lagian Allen Allan juga pasti kangen kakek buyutnya."Ada sebulir bening mengintip di pojokan mata Wisnu, yang dihalaunya secepat mungkin sebelum ketahuan kakek. "Iya, nanti kakek nginep deh, kayak butuh banget gitu yak kamu. Ehm kalau lama boleh nggak?" Kakek yang tadi wajahnya pucat sekarang sudah agak memerah. Dia
Last Updated: 2021-09-09
Chapter: Bab 87. Kekuatan Cinta Sejati. "Cinta dan cinta, menjadi cerita berjuta-juta. Indahnya meraga sukma, perihnya tak mungkin terhindar." by Wisnu. "Gimana kabar Rara Riri, Bu? Ibu bapak sehat aja kan?" Wisnu bertanya penuh perhatian. "Rara Riri lagi sibuk kuliah aja, Nu. Juga persiapan, katanya mau kuliah kerja nyata semester depan. Ibu sih sehat saja, stabil. Bapakmu nih, jadi rada aneh." Ibu Sri jadi curhat ke anak sulungnya, mumpung si bapak lagi sibuk di kebun. "Aneh bagaimana, Buk? Bapak itu unik kali, Bu. Bukan aneh hehehe." Wisnu berusaha memperbaiki citra bapak idolanya. "Hehe iya memang unik bapakmu. Tapi bukan itu maksud ibu, Nak. Bapakmu itu kadang kalau soal makanan, bebas aja, loss gitu, Nu. Makanan nggak mau dibatasi, makan hanya makanan apa yang disukainya. Bapakmu nggak ingat umur. Umur sepuh k
Last Updated: 2021-09-09