author-banner
arjunakelana849
Author

Novels by arjunakelana849

Kesayangan Tuan Muda

Kesayangan Tuan Muda

Rumah tangga yang dibangun Almirzha Yuwana atau Eca berada di ujung tanduk. Pernikahannya selama lima tahun dengan Kumara Liantika karena perjodohan bisnis kedua keluarga menjadi tekanan untuk keduanya. Eca dituntut untuk segera melahirkan pewaris. Namun, Kumara tidak bisa mewujudkannya dengan rahasia yang ditutup Eca rapat. Karena tekanan keluarga, Kumara memaksa Eca untuk hamil apapun caranya. Eca menuruti keinginan Kumara. Diawali dengan menjalankan perintah, Eca menjalin hubungan dengan Danan Yudhistira, asisten Kumara bahkan dalam kehidupan pribadinya. Eca menyadari kesepakatannya dengan Danan telah berubah menjadi cinta terlarang yang indah. Eca juga tak ingin keputusannya menjadi penyesalan terbesar di hidupnya. Bagimana kelanjutan kisah Eca dan Danan? Apakah Kumara merelakan Eca dan Danan bersama?
Read
Chapter: Bab 16
“Ya, Nyonya,” kata Danan menjawab suara dari seberang.“Apa Mas Kumara ada di kantor?” terdengar suara Eca dari seberang.“Beliau baru saja pergi, Nyonya. Tuan mengatakan akan pulang,” jelas Danan sembari meninggalkan ruangan yang cukup besar dengan banyak furniture yang terbuat dari kayu alam.“Hmmm, baiklah, terima kasih,” ucap Eca dibalik benda pipih dalam genggaman Danan.“Nyonya, bolehkah saya bertanya?” tanya Danan pelan sembari memasuki ruang pribadinya dengan tangan kanan membawa berkas dari kantor Kumara.“Apa yang ingin kamu tanyakan, Danan?” tanya Eca “Nyonya, maaf saya lancang berkata, saya tetap akan bertanggung jawab pada kehamilan Anda,” ucap Danan yang kini berdiri menghadap jendela besar di ruangannya dengan lantang.Dahi Danan berkerut tatkala mendengar suara tertawa Eca melalui benda yang tertempel di telinga kirinya.“Nyonya, saya sungguh-sungguh,” kata Danan kembali penuh kesungguhan.“Apa kamu lupa, Danan? Kalau kamu lupa, aku akan dengan senang hati mengingatka
Last Updated: 2026-09-18
Chapter: Bab 15
Pertanyaan Eca masih terngiang di telinga pria dengan setelan jas itu hingga saat ini. Laksana suara yang mengikuti setiap langkah dan pergerakannya. Tidak bisa dihilangkan dengan mudah, bahkan menjadi begitu melekat. Aroma kopi yang menguar dari cangkir di meja pun tak mampu mengurai kekusutan di pikirannya. Bahkan, untuk sekedar menghilangkan gejolak di hati pun tak mampu.“Ada apa, Nan?” sapa pria muda yang kini duduk di depan Danan.“Puyeng,” jawab Danan setelah tepukan lelaki itu membawanya ke dunia nyata.“Kerjaan? Bos kamu lagi?” tanya pria itu kembali.“Pribadi,” sahut Danan. “Justin, aku menghamili perempuan.”“Apa?” teriak Justin yang membuat orang-orang di tempat tersebut menoleh padanya. “Bisa santai tidak?” tegur Danan dengan suara yang cukup pelan.“Membuat anak orang hamil itu berat, Nan,” ucap Justin setelah semua mata di ruangan itu kembali tertuju ke arah semula.“Aku tahu,” sahut Danan seraya menganggukan kepala.“Lalu, siapa perempuan itu? Dan, yang paling pentin
Last Updated: 2026-09-09
Chapter: Bab 14
Eca tersenyum tipis pada lelaki yang masih betah berdiri di dekatnya. Wajah lelaki itu tampak mengeras dan penasaran menunggu jawaban si wanita. Sayangnya, Eca tak merespon hal itu dan masih bertahan untuk tak menjawab pertanyaan Danan.“Duduklah, Danan! Apa kamu tidak lelah terus berdiri?” tanya Eca sembari mempersilakan Danan duduk.“Saya lebih baik berdiri, Nyonya,” jawab Danan tegas.“Aku tidak nyaman jika harus berbicara dengan orang yang berdiri di sampingku,” ucap Eca yang menyiratkan keinginannya tak ingin dibantah.“Baik, Nyonya,” sahut Danan kemudian.Danan pun akhirnya duduk di kursi yang tersedia. Dirinya dan Eca hanya dibatasi oleh meja pendek berisi makan siang dan buah yang tinggal separuh. Danan memperhatikan meja tersebut dengan seksama. Makanan dan buah yang ada di sana masih sama dengan barang yang diantarnya tadi pagi sesuai perintah Kumara. “Nyonya, tolong katakan pada saya yang sejujurnya!” pinta Danan pada wanita yang kini masih betah memperhatikan tanaman di h
Last Updated: 2026-08-08
Chapter: Bab 13
“Nyonya Besar,” sahut Danan seraya membungkuk hormat. Wanita paruh baya dengan rambut yang masih legam mendekati Eca. Matanya melirik tajam pada Danan, sang asisten. “Apa kamu tidak punya pekerjaan?” tanya wanita itu kembali sembari meraih piring dan sendok dari tangan Danan. “Maaf, Nyonya Besar, Tuan Kumara meminta saya mengantar makanan untuk Nyonya Eca,” jawab Danan tegas. “Pergilah! Lain kali kamu harus tahu batasanmu,” ucap Nyonya Renita seakan sengaja mengusir sang asisten. Lelaki yang telah menemani Kumara cukup lama itu tak segera beranjak. Wajahnya menunduk tetapi matanya melirik pada istri tuannya yang bersandar di ranjang. Seakan paham dengan pemikirannya, Danan membungkukkan badan seraya berpamitan pada Nyonya Renita. Sebelum benar-benar meninggalkan ruangan tersebut, Danan terhenti di depan pintu memperhatikan interaksi ibu dan menantu di sana. Walaupun Danan memahami interaksi mereka tak sehangat dulu, namun lelaki itu juga tidak bisa berbuat banyak. Mendapatkan ta
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: Bab 12
“Jangan bercanda, Eca! Apa dia bukan anakku?” tanya Kumara dengan nada yang mulai meninggi.“Kamu bisa memikirkannya sendiri, Mas, apakah dia anakmu atau bukan,” terang Eca tanpa memberikan kejelasan.Tangan Kumara terayun ke atas. Namun, belum sampai pria itu melakukan sesuatu, dering ponsel di saku jas menghentikan aksinya. Setelah membaca nama penelepon, Kumara menggeser tombol hijau. Dahinya berkerut sempurna mendengar penjelasan dari seberang. Dia pun berjanji akan segera datang sebelum memutus panggilan.“Eca, Sayang, aku tidak akan mempermasalahkan tentang ayah biologis anak di dalam perutmu. Yang pasti, aku bahagia karena akan menjadi ayah dan kita akan menjadi orang tua. Aku berjanji akan membahagiakan kalian. Istirahatlah, aku harus ke kantor!” ucap Kumara seakan tak mempermasalahkan percakapan mereka sebelumnya.Sebelum meninggalkan ruangan, Kumara mencium kening Eca. Lelaki itu tak melepaskan senyuman di wajahnya. Eca hanya membalas senyuman tersebut dengan wajah dingin.
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: Bab 11
“Nyonya,” teriak salah satu pelayan yang menghampiri Eca.Pelayan paruh baya itu menepuk bahu Eca pelan. Wajahnya menyiratkan kasihan pada sang majikan. Wanita paruh baya itu juga menopang tubuh Eca yang mulai melemah di kamar mandi ruang tidurnya.Eca menepuk dadanya perlahan. Tubuhnya terlihat lemah. Ditambah dengan wajah yang begitu pucat. Eca hanya menurut ketika pelayan memapah tubuhnya yang mulai meluruh. Wanita itu juga membiarkan pelayan untuk menyelimuti tubuhnya. Eca hanya memejamkan matanya mencoba meredam segala rasa di tubuhnya.“Nyonya, apa perlu saya buatkan sesuatu?” tanya pelayan paruh baya itu.“Aku tidak ingin sesuatu, Bi. Rasanya tidak nyaman sekali,” keluh Eca.“Badan Anda tidak panas, Nyonya. Apa yang Anda rasakan?” tanya Bibi pelayan kembali.“Kepalaku pusing sekali, Bi. Perutku juga tidak nyaman, rasanya mual,” jawab Eca lirih.“Anda sangat pucat, Nyonya. Jangan menolak! Saya akan membuatkan sesuatu untuk Nyonya,” sahut Bibi dengan nada khawatir.Belum sempat p
Last Updated: 2026-05-24
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status