Chapter: Bab 13“Nyonya Besar,” sahut Danan seraya membungkuk hormat. Wanita paruh baya dengan rambut yang masih legam mendekati Eca. Matanya melirik tajam pada Danan, sang asisten. “Apa kamu tidak punya pekerjaan?” tanya wanita itu kembali sembari meraih piring dan sendok dari tangan Danan. “Maaf, Nyonya Besar, Tuan Kumara meminta saya mengantar makanan untuk Nyonya Eca,” jawab Danan tegas. “Pergilah! Lain kali kamu harus tahu batasanmu,” ucap Nyonya Renita seakan sengaja mengusir sang asisten. Lelaki yang telah menemani Kumara cukup lama itu tak segera beranjak. Wajahnya menunduk tetapi matanya melirik pada istri tuannya yang bersandar di ranjang. Seakan paham dengan pemikirannya, Danan membungkukkan badan seraya berpamitan pada Nyonya Renita. Sebelum benar-benar meninggalkan ruangan tersebut, Danan terhenti di depan pintu memperhatikan interaksi ibu dan menantu di sana. Walaupun Danan memahami interaksi mereka tak sehangat dulu, namun lelaki itu juga tidak bisa berbuat banyak. Mendapatkan ta
Última atualização: 2026-07-31
Chapter: Bab 12“Jangan bercanda, Eca! Apa dia bukan anakku?” tanya Kumara dengan nada yang mulai meninggi.“Kamu bisa memikirkannya sendiri, Mas, apakah dia anakmu atau bukan,” terang Eca tanpa memberikan kejelasan.Tangan Kumara terayun ke atas. Namun, belum sampai pria itu melakukan sesuatu, dering ponsel di saku jas menghentikan aksinya. Setelah membaca nama penelepon, Kumara menggeser tombol hijau. Dahinya berkerut sempurna mendengar penjelasan dari seberang. Dia pun berjanji akan segera datang sebelum memutus panggilan.“Eca, Sayang, aku tidak akan mempermasalahkan tentang ayah biologis anak di dalam perutmu. Yang pasti, aku bahagia karena akan menjadi ayah dan kita akan menjadi orang tua. Aku berjanji akan membahagiakan kalian. Istirahatlah, aku harus ke kantor!” ucap Kumara seakan tak mempermasalahkan percakapan mereka sebelumnya.Sebelum meninggalkan ruangan, Kumara mencium kening Eca. Lelaki itu tak melepaskan senyuman di wajahnya. Eca hanya membalas senyuman tersebut dengan wajah dingin.
Última atualização: 2026-06-04
Chapter: Bab 11“Nyonya,” teriak salah satu pelayan yang menghampiri Eca.Pelayan paruh baya itu menepuk bahu Eca pelan. Wajahnya menyiratkan kasihan pada sang majikan. Wanita paruh baya itu juga menopang tubuh Eca yang mulai melemah di kamar mandi ruang tidurnya.Eca menepuk dadanya perlahan. Tubuhnya terlihat lemah. Ditambah dengan wajah yang begitu pucat. Eca hanya menurut ketika pelayan memapah tubuhnya yang mulai meluruh. Wanita itu juga membiarkan pelayan untuk menyelimuti tubuhnya. Eca hanya memejamkan matanya mencoba meredam segala rasa di tubuhnya.“Nyonya, apa perlu saya buatkan sesuatu?” tanya pelayan paruh baya itu.“Aku tidak ingin sesuatu, Bi. Rasanya tidak nyaman sekali,” keluh Eca.“Badan Anda tidak panas, Nyonya. Apa yang Anda rasakan?” tanya Bibi pelayan kembali.“Kepalaku pusing sekali, Bi. Perutku juga tidak nyaman, rasanya mual,” jawab Eca lirih.“Anda sangat pucat, Nyonya. Jangan menolak! Saya akan membuatkan sesuatu untuk Nyonya,” sahut Bibi dengan nada khawatir.Belum sempat p
Última atualização: 2026-05-24
Chapter: Bab 10“Eca, Sayang, kamu yakin dengan yang kamu katakan?” tanya Mika sangat pelan hingga nyaris seperti gumamam.“Yakin sekali,” jawab Eca seraya mengangguk mantab.“Eca, Sayangku, Teman terbaikku, apakah kamu masih ingat terakhir kali kamu pergi ke sana?” sahut Mika merayu Eca.“Mika,” ucap Eca sambil memegang pundak temannya. “Berdo’alah itu tidak akan terjadi! Jadi, kita pergi sekarang!”“Sekarang jam berapa, Ca? Belum buka tempat itu,” ucap Mika sembari melepaskan kedua tangan Eca.“Jangan bercanda! Tempat itu milik suamimu, artinya kamu bisa masuk kapan saja,” kata Eca pura-pura marah.Benar-benar tak ingin dibantah, Mika membawa Eca ke tempat tujuannya. Mereka sampai di tempat tujuan ketika matahari telah berada tergelincir ke arah barat. Mika dan Eca berjalan di belakang karyawan yang memandu mereka menuju ruang pribadi. Tak ingin berdiri terlalu lama, Eca langsung duduk begitu pintu ruang pribadi itu tertutup. Mika hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu. Namun, m
Última atualização: 2026-05-21
Chapter: Bab 9“Tidak ada apa-apa, Nyonya Besar. Nyonya Eca hanya meminta saran dari saya tentang suatu hal sebelum disampaikan pada Tuan Kumara. Kalau begitu, saya permisi Nyonya Besar dan Nyonya,” jelas Danan pada wanita paruh baya tersebut.Danan menundukkan kepala tanda hormat pada wanita paruh baya yang kini berdiri di hadapannya tersebut. Wanita itu juga membalas Danan dengan menganggukkan kepala. Setelah menjabat tangan wanita tersebut, Danan benar-benar meninggalkan rumah Kumara dan Eca. “Danan sangat mengerti pada Mas Kumara, Ma, karena itu aku minta sarannya dulu sebelum mengajukan pada Mas Kumara,” kata Eca turut menjelaskan dengan khawatir berharap sang mertua tidak mendengar sedikitpun pembicaraannya dengan Danan.Eca berdiri menyambut wanita paruh baya yang sedang berjalan ke arahnya. Wanita yang sebagian rambutnya telah mulai memutih tersebut masih tampak anggun. Pakaiannya yang sederhana tampak berkelas menunjukkan asal kastanya. Di jari dan pergelangan tangan serta lehernya melingk
Última atualização: 2026-05-13
Chapter: Bab 8“Foto siapa ini? Aku tidak mengenalnya,” elak Kumara. “Aku lebih tidak mengenal lagi siapa dia,” kata Eca sembari duduk di pinggir ranjang setelah terlepas dari Kumara.Kumara pun berlutut di hadapan Eca. Lelaki itu berharap dia mampu meredakan emosi Eca. Cukup lama keduanya terdiam dalam posisi yang sama. Hingga akhirnya, Almirzha meminta Kumara untuk bangun. Tanpa menunggu, Kumara memeluk Eca erat. Keduanya pun berpelukan menuntaskan emosi hingga Kumara membimbing Eca duduk.“Aku berani bersumpah, Sayang, aku tidak mengenal wanita itu,” ucap Kumara sebelum Eca bersuara.“Baiklah, aku masih percaya padamu, Mas. Lalu, bagaimana wajahmu bisa babak belur seperti ini?” tanya Eca perlahan.“Kesalahpaham. Rudi memperhatikanmu, dan aku tidak suka itu,” jelas Kumara.Eca menghembuskan napas. Kejadian ini bukan hanya sekali terjadi. Tetapi, beberapa kali telah terjadi.“Sudahlah, Mas, ayo istirahat! Aku lelah, pusing, dan ingin istirahat,” ucap Eca kemudian.Kumara memeluk Eca sebelum memej
Última atualização: 2026-05-12