Chapter: Bab 5“Nyonya,” sapa Danan pada wanita anggun yang tengah membaca buku di halaman belakang rumah yang dapat dikatakan mewah.Eca tak segera menjawab sapaan Danan. Wanita itu mengangkat wajahnya sekilas, memandang pada asisten sang suami dengan sinis. Tanpa menjawab, dia kembali fokus pada buku yang ada di tangannya.“Nyonya, Tuan meminta saya untuk menjemput dan mengantar Anda ke tempat yang telah disiapkan Tuan,” ujar Danan menjelaskan tujuan kedatangannya.“Mengapa tidak Mas Kumara sendiri yang datang?” tanya Eca tanpa mengangkat kepala.“Tuan sedang ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan, Nyonya,” jawab Danan sambil menundukkan kepala.“Alasan klasik,” gumam Eca sembari menutup buku dan berdiri. “Siapa yang menyiapkan tempat? Mas Kumara atau kamu?” tanya Eca dengan sinis dan menatap Danan tajam.“Saya yang menyiapkan atas perintah Tuan Kumara,” jawab Danan merendah.Eca menyunggingkan bibirnya mendengar jawaban Danan. “Terserahlah, kalian sama-sama laki-laki,” kata Eca pelan.“Nyonya,”
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: Bab 4Eca dan Danan menoleh bersamaan pada pelayan yang baru datang. Terlihat jelas wajah mereka yang tegang.“Tidak ada apa-apa, Bi,” jawab Eca dengan suara tegas. “Mulailah bekerja! Sebaiknya segera, karena aku sudah sangat lapar.”“Tapi di meja sudah ada makanan, Nyonya,” sahut seorang pelayan lain yang berada di belakang.“Aku tidak berselera,” tegas Eca. Mendengar jawaban itu, Danan menyapu wajah Eca. Di wajah lelaki itu tergambar pertanyaan bercampur kecewa.“Apakah ada yang ingin kamu sampaikan Danan?” tanya Eca tanpa menurunkan nada suaranya.“Tidak, Nyonya. Saya permisi,” jawab Danan sambil memutar tubuh dan berjalan keluar.“Tunggu,” ucap Eca dengan nada tinggi. “Bawa makananmu atau buang!”Danan menghentikan langkahnya dan seketika berbalik. Tangannya dengan cepat membereskan dan membawa makanan yang sempat diberikan pada Eca.“Jangan pernah menyia-nyiakan makanan, Nyonya!” ucap Danan sambil berjalan keluar.Tak lama kemudian, Eca dapat mendengar deru mobil meninggalkan halaman
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: Bab 3Mata wanita itu belum sepenuhnya terbuka, namun tangannya sudah memukul-mukul kepala pelan. Eca juga melenguh pelan tanpa mengubah posisi. Keterkejutan terlihat jelas di matanya kala menatap langit-langit kamar. Seingatnya semalam dia minum di club hingga mabuk bersama temannya. “Kepalaku sakit dan pusing. Apa ini pengaruh minuman semalam?” gumam Eca.Wanita itu menghembuskan napas panjang karena merasa bersalah setelah benar-benar tidak ingat siapa yang membawanya pulang. Namun, matanya seketika membola melihat lengan yang polos. Eca dengan cepat membuka selimutnya. Wanita itu hampir berteriak mendapati dirinya yang tak memakai pakaian di bawah selimut. Eca menutup matanya. Di wajahnya yang terpejam tergambar penyesalan yang begitu dalam. “Sudah sepantasnya, seharusnya aku tidak mabuk semalam. Ini ulah siapa?” tanya Eca seiring air mata yang mulai meleleh dari kedua matanya.Merasakan pergerakan dari sampingnya, Eca pun menoleh. Matanya semakin terbuka mendapati seorang lelaki yang
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: Bab 2“Apa?” teriak Eca yang tenggelam ditelan suara musik yang berdentum keras.“Kamu, ya, suami kaya raya, tajir, hidup enak, masih saja mangajakku ke klub. Tumben juga kamu ngajak ke sini, sejak menikah kamu ga pernah mau diajak ke klub,” seru Mika tak kalah keras dari Eca.“Suntuk,” jawab Eca lugas seraya menyesap minuman di tangannya.“Yaelah, Neng. Duit kamu banyak, ngapain habiskan di sini? Mending habisin tu duit suamimu di mall.”“Males, aku sudah punya semua barang di mall ,” jawab Eca.“OK, terserah kamu saja lah. Yang pasti kalau kamu mabuk, aku akan telepon suamimu itu.”Eca manggut-manggut menanggapi Mika. Dia seakan tidak peduli dengan ucapan temannya. “Lagian kamu suntuk kenapa, Ca? ““Keluarga sudah maksa kita untuk segera punya anak. Tapi sampai saat ini aku belum hamil juga,” jawab Eca. “Duit kalian banyak, asal datang ke dokter kelar itu masalah. Dokter jago bikin pasien punya anak banyak, Ca di dunia ini. Kalau ga percaya dokter lokal, pergi gih ke luar negeri. Duit b
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: Bab 1“Gila kamu, Mas!” desis wanita berambut panjang yang masih mengenakan piyama tidur dan duduk di tepian ranjang.“Kamu sudah gila,” ucap wanita itu kembali dengan menekan setiap kata yang diucapkannya. “Kita memang menikah karena perjodohan dan tanpa cinta, tapi aku tidak akan mengkhianati ikatan ini, Mas.”Sang suami yang duduk di sampingnya pun mendesah pelan. Tangannya mengacak kasar rambut yang tak sepenuhnya rapi. Ada rasa frustasi yang coba diungkapkannya.“Aku hanya memintamu untuk hamil, Eca. Aku bahkan sudah merelakanmu untuk hamil anak orang lain, setelahnya kita akan merawat anak itu. Apa aku perlu untuk mencarikan kamu lelaki itu?”“Sudah kubilang aku tidak mau, Mas. Itu sama saja dengan aku selingkuh.”“Lalu aku harus bagaimana, Eca?” tanyanya lemah. “Aku tidak tahu lagi bagaimana harus menjawab pertanyaan orang tua kita. Apalagi orang tuaku terus mendesak hanya karena aku anak tunggal.”“Aku mengerti mereka memaksamu untuk memiliki keturunan karena mereka membutuhkan pewa
Last Updated: 2026-04-19