Kesayangan Tuan Muda

Kesayangan Tuan Muda

last updateLast Updated : 2026-04-19
By:  Arjunakelana849Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
4views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Rumah tangga yang dibangun Almirzha Yuwana atau Eca berada di ujung tanduk. Pernikahannya selama lima tahun dengan Kumara Liantika karena perjodohan bisnis kedua keluarga menjadi tekanan untuk keduanya. Eca dituntut untuk segera melahirkan pewaris. Namun, Kumara tidak bisa mewujudkannya dengan rahasia yang ditutup Eca rapat. Karena tekanan keluarga, Kumara memaksa Eca untuk hamil apapun caranya. Eca menuruti keinginan Kumara. Diawali dengan menjalankan perintah, Eca menjalin hubungan dengan Danan Yudhistira, asisten Kumara bahkan dalam kehidupan pribadinya. Eca menyadari kesepakatannya dengan Danan telah berubah menjadi cinta terlarang yang indah. Eca juga tak ingin keputusannya menjadi penyesalan terbesar di hidupnya. Bagimana kelanjutan kisah Eca dan Danan? Apakah Kumara merelakan Eca dan Danan bersama?

View More

Chapter 1

Bab 1

“Gila kamu, Mas!” desis wanita berambut panjang yang masih mengenakan piyama tidur dan duduk di tepian ranjang.

“Kamu sudah gila,” ucap wanita itu kembali dengan menekan setiap kata yang diucapkannya. “Kita memang menikah karena perjodohan dan tanpa cinta, tapi aku tidak akan mengkhianati ikatan ini, Mas.”

Sang suami yang duduk di sampingnya pun mendesah pelan. Tangannya mengacak kasar rambut yang tak sepenuhnya rapi. Ada rasa frustasi yang coba diungkapkannya.

“Aku hanya memintamu untuk hamil, Eca. Aku bahkan sudah merelakanmu untuk hamil anak orang lain, setelahnya kita akan merawat anak itu. Apa aku perlu untuk mencarikan kamu lelaki itu?”

“Sudah kubilang aku tidak mau, Mas. Itu sama saja dengan aku selingkuh.”

“Lalu aku harus bagaimana, Eca?” tanyanya lemah. “Aku tidak tahu lagi bagaimana harus menjawab pertanyaan orang tua kita. Apalagi orang tuaku terus mendesak hanya karena aku anak tunggal.”

“Aku mengerti mereka memaksamu untuk memiliki keturunan karena mereka membutuhkan pewaris untuk Keluarga Liantika dan Taka Grup. Namun, bukan begini juga caranya. Aku yakin masih ada cara lain yang bisa kita lakukan.”

“Apalagi, Ca? Kita sudah menikah selama lima tahun. Usaha apalagi yang kurang kita lakukan untuk memiliki anak. Kita sudah melakukan banyak program kehamilan, bayi tabung, ibu pengganti, dan semuanya gagal,” kata Kumara lirih.

“Mas, kita harus tetap optimis,” sahut Almirzha mencoba menguatkan suaminya. “Kita akan terus mencoba. Teknologi kedokteran semakin maju, pasti ada satu cara yang bisa kita coba.”

“Mau coba apalagi? Semuanya sudah kita coba. Berapa kali kita melakukan bayi tabung dan tidak ada yang berhasil? Bukan hanya di dalam negeri, bahkan kita telah pergi ke luar negeri. Aku tidak mau mendengar tekanan dari para orang tua lagi, Ca,” jelas Kumara.

“Kita bisa melakukannya lagi, Mas,” tegas Almirzha.

“Aku tidak akan melakukannya lagi.”

Almirzha menoleh pada Kumara sesaat setelah mendengar perkataan pria itu yang terkesan pasrah.

“Mengapa, Mas?”

“Apa kamu tidak mendengar perkataan mereka, para dokter itu? Mereka sudah mengatakan bahwa kita tidak akan bisa memiliki anak. Aku mandul, Eca. Dengan usaha kita selama ini, itu sudah membuktikan mustahil bagi kita untuk memiliki anak. Aku hanya ingin menyelamatkan kita berdua dari keluarga kita. Kamu akan hamil anakmu sendiri, lalu kita akan merawatnya dan membesarkannya berdua. Para orang tua juga tidak akan tahu apa yang terjadi.”

“Itu ide gila dari seseorang yang seharusnya disebut suami,” tandas Almirzha.

“Kamu akan melakukannya, Eca. Kamu akan hamil dengan siapapun dan lelaki manapun itu yang membuatmu nyaman. Dan fakta bahwa aku mandul dan siapa ayah dari bayimu akan menjadi rahasia kita berdua,” tegas Kumara tak ingin berbantah.

“Sudah kubilang aku tidak mau, Mas,” sahut Almirzha dengan nada yang mulai meninggi kembali. “Aku tidak akan pernah mengkhianati pernikahan ini.”

Kumara terdiam, tak membalas ucapan Almirzha beberapa saat.

“Aku bosan bertemu para dokter yang hanya mengatakan hal yang sama,” ucap Kumara seakan tak terpengaruh dengan kemarahan Almirzha.

“Bosan?” tanya Almirzha diiringi tawa hambar. “Lalu bagaimana denganku, Mas? Apa aku juga tidak boleh bosan dengan tuduhan dari orang tuamu? Mereka mengatakan aku istri yang belum sempurna karena belum memberikan keturunan. Bahkan sekarang mereka mulai mengatakan kemungkinan aku mandul. Aku yang harus menanggung keadaanmu, Mas. Apa kamu tidak memikirkan perasaanku, Mas?”

“Aku tidak memintamu untuk diam tentang keadaanku. Aku paham perasaanmu, Sayang, karena itu aku memberikan ide ini. Kita bisa menghapus semua perkataan negatif tentang kita berdua. Pahamilah itu, Sayang!” lanjut Kumara seraya memegang bahu sang istri.

“Aku tidak mengerti jalan pikiranmu, Mas,” kata Almirzha lirih.

“Kamu bisa memikirkannya terlebih dahulu, Sayang. Maaf, aku harus ke kantor sekarang.”

Kumara meraih kepala Almirzha dan mengecupnya. Tak lupa lelaki itu memeluk sang istri erat sebelum beranjak. Setelah merapikan pakaian dan rambutnya yang acak-acakan, Kumara meninggalkan Almirzha di kamar dengan segala kecamuk di pikirannya. 

Almirzha masih terdiam di ranjang dan tak berniat untuk mengantar sang suami hingga ke depan rumah. Pagi itu dia begitu enggan untuk beranjak setelah mendengar seluruh keinginan Kumara. Saat mendengar mobil Kumara yang melaju meninggalkan halaman rumah, Almirzha berteriak sekencangnya. Bahkan, wanita itu melempar vas bunga yang ada di nakas hingga hancur berkeping-keping. Almirzha pun beranjak memasuki kamar mandi. Tak lama kemudian dia meninggalkan kamar tidurnya tanpa merapikannya. 

“Nyonya,” sapa pelayan yang telah berdiri di ujung tangga lantai satu rumah itu.

“Rapikan kamar utama segera! Aku akan pergi. Kalau nanti siang Tuan pulang dan aku belum pulang, minta Tuan untuk makan siang sendiri!” perintah Almirzha yang dijawab dengan anggukan dan ucapan paham.

Tanpa menoleh lagi, Almirzha meninggalkan rumah mengendarai mobil merah kesayangannya. Dengan masih berbalut emosi, wanita itu melajukan kendaraan roda empatnya dengan kecepatan sangat tinggi. Wanita itu seakan tidak peduli dengan sekelilingnya ketika sedang meluapkan emosinya.

Beberapa jam kemudian, Almirzha tengah menikmati segelas minuman dingin dengan beberapa camilan di sebuah kafe yang tak begitu ramai pengunjung. Senyuman tersungging di bibir telah menggantikan wajah murkanya pagi tadi.

Senyum di wajah Almirzha hilang seketika saat sebuah sapaan terdengar di telinga.

“Nyonya, selamat siang!” Sapaan itu terdengar di telinga Almirzha bertepatan dengan hadirnya seorang pria di hadapannya.

“Nyonya,” kata pria itu kembali yang bertahan berdiri di hadapan Almirzha. “Tuan mengirimkan bunga dan hadiah untuk Anda.”

“Letakkan di meja, Danan!” perintah Almirzha tegas.

Danan pun meletakkan buket bunga dan hadiah itu di meja. 

“Terima kasih, Nyonya. Saya permisi, Nyonya, saya harus kembali ke kantor,” pamit Danan yang berbalik pergi tanpa menunggu jawaban Almirzha.

“Tunggu, Danan!” panggil Almirzha. “Siapa yang memilih bunga dan hadiahnya?”

Danan membalikkan badan sebelum menjawab pertanyaan Almirzha. “Saya hanya melaksanakan perintah Tuan untuk datang ke toko dan dan memberikan barang pesanannya pada Anda.”

“Yang kutanyakan bukan itu Danan, kamu tahu pasti apa yang aku tanyakan. Aku mau kamu menjawab dengan jujur walau aku tahu kamu asisten yang sangat setia.”

Danan terdiam. Dipandangnya wajah sang nyonya yang menunggu jawabannya. Lidahnya kelu untuk menjawab pertanyaan istri dari bosnya itu.

“Maaf, Nyonya,” jawab Danan sambil menunduk dalam.

“Kamu tidak perlu minta maaf. Pergilah, Danan, sampaikan terima kasihku pada Kumara!” sahut Almirzha.

Danan pun meninggalkan Almirzha di sana. Sebelum benar-benar meninggalkan kafe, Danan menoleh. Dilihatnya di sana sang nyonya tampak duduk tenang sambil menikmati minumannya, terlihat tak tertarik dengan bunga dan hadiah di hadapannya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status