author-banner
althenasin
Author

Novels by althenasin

Permainan Kultivasi Terlarang

Permainan Kultivasi Terlarang

Ia mati karena pengkhianatan— dan terbangun sebagai villainess paling dibenci di dunia kultivasi, wanita yang ditakdirkan mati di tangan pahlawan. Untuk bertahan hidup, ia diberi satu pilihan gila: Seduction Survival System. Gagal menggoda? Mati. Terlalu berhasil? Dibunuh karena dianggap berbahaya. Dan targetnya… adalah pria yang paling membencinya. Namun semakin ia berpura-pura mendekat, semakin sang pahlawan kehilangan kendali— melindunginya diam-diam, cemburu tanpa alasan… dan tak bisa melepaskannya. Di antara kebencian, obsesi, dan permainan berbahaya ini— ia mulai menyadari satu hal: Ia bukan villainess sebenarnya. Ia hanyalah pion… dalam konspirasi sekte yang jauh lebih gelap. Sekarang, ia harus memilih— tetap bermain untuk bertahan hidup… atau menghancurkan semua yang pernah menjadikannya musuh.
Read
Chapter: (5) Menyelinap di Antara Bayang
Sistem keamanan Sekte Awan Langit tidak diciptakan untuk orang yang memiliki user manual-nya di dalam otak. Liora tahu itu. Saat jarum jam spiritual di pusat menara lonceng berdenting tiga kali, Liora sudah memanjat keluar dari celah kecil jendela penjara bawah tanah—lubang pembuangan kotoran yang menurut ingatan villainess asli, adalah rahasia yang ia gunakan untuk melarikan diri saat remaja. Tubuhnya yang mungil, meskipun lemah karena kehilangan darah tadi sore, bergerak seperti bayangan yang luput dari pantauan patroli murid malam. [DENG—! Notifikasi Sistem: Buff 'Shadow Step' diaktifkan! Menguras 50 poin energi spiritual tersisa. Sisa energi: 5%. Peringatan: Jika energi habis di area terbuka, nyawa Anda adalah taruhannya!] "Cukup diamlah, Sistem," bisik Liora sambil menempelkan punggungnya pada dinding paviliun utama. Napasnya memburu, uap tipis keluar dari bibirnya yang pucat. Jantungnya berdegup lebih kencang dari ketukan gendang perang. Kenapa dia ada di sini? Malam ini? S
Last Updated: 2026-05-02
Chapter: (4) Luka Yang Direncanakan
Suara gemerincing logam beradu dengan lantai marmer yang sunyi, namun bagi Kaizen Rhuan, suara pecahan keramik vas di belakangnya itu terdengar seperti lonceng kematian bagi ketenangannya sendiri. Ia tidak berbalik. Matanya masih terpaku pada kabut di balik jendela paviliun, sementara tangannya mencengkeram ambang jendela hingga kayu kokoh itu mengeluarkan bunyi decit tertekan. Di luar pintu, langkah kaki Liora yang tertatih-tatih terdengar menjauh, menyisakan jejak yang tidak seharusnya ada di sana. Kaizen berbalik dengan satu sentakan cepat. Wajahnya yang biasanya tenang kini didera oleh gurat kebingungan yang tertahan. Ia melihat tetesan darah yang mulai mengering di atas lantai putih suci paviliunnya—tetesan yang menolak untuk ia abaikan. Ini bukan lagi soal pengkhianatan atau doktrin sekte. Ini adalah gangguan fisik yang merusak ritme pikirannya. "Cih, tipu daya rendah," desis Kaizen pada diri sendiri. Ia melangkah mendekati serpihan keramik itu dengan perasaan mendidih. Ia ta
Last Updated: 2026-05-02
Chapter: (3) Aroma Teh Di Paviliun Dingin
Kabut pagi di Sekte Awan Langit tidak pernah terasa bersahabat. Bagi Liora, udara itu lebih mirip cengkeraman tangan es yang siap meremas tenggorokannya. Ia berjalan melintasi lorong batu dengan pakaian tahanan yang masih berbau jerami busuk. Namun, aura yang ia bawa kali ini berbeda. Ia tidak lagi menunduk seperti anjing yang menanti cambuk; kepalanya tegak, punggungnya lurus. Ia memanfaatkan satu celah hukum sekte: sebagai tunangan formal yang belum dicabut statusnya secara resmi oleh Dewan Tetua, ia memiliki hak untuk meminta 'Pertemuan Pembersihan Jiwa' di Paviliun Dingin sebelum eksekusi berlangsung.Sistem, dalam wujud statis yang menyebalkan, terus memberi instruksi di sudut matanya.[DENG—! Misi Baru: Seduction Level 1: Vulnerability. Tampilkan sisi rapuh Anda untuk memicu konflik internal pada Target.]Liora tidak menanggapi. Ia sedang fokus menata napas. Di hadapannya, gerbang kayu ek yang dipahat rumit itu terbuka perlahan, menampakkan sosok Kaizen Rhuan yang sedang duduk b
Last Updated: 2026-05-02
Chapter: (2) Kontrak Bertahan Hidup
Dinding penjara bawah tanah Sekte Awan Langit terasa seolah memakan sisa-sisa kehangatan tubuh Liora. Udara di sini lembap, berbau amis tanah basah dan besi berkarat. Tidak ada kemewahan paviliun sutra yang biasa ditinggali Liora, sang villainess yang angkuh. Yang ada hanyalah tumpukan jerami busuk dan rantai besi yang melilit pergelangan tangannya ke dinding batu. Liora meringkuk di sudut, menatap tangannya yang kini penuh memar dan goresan akibat diseret oleh para penjaga. Rasa sakit itu nyata. Kedinginan itu nyata. Dan suara bising yang tak berhenti berdering di kepalanya—Sistem—juga terlalu nyata untuk diabaikan. [DENG—! Notifikasi Sistem!] [Selamat, Host! Kamu berhasil menunda hukuman mati pertama dengan tindakan "Pelukan Penuh Derita". Nilai Seduction untuk sementara stagnan di angka 0.01%. Waktu tersisa hingga eksekusi ulang: 23 jam 45 menit.] "Pelukan penuh derita?" Liora mendesis ke arah ruang kosong, suaranya parau. "Lo gila ya? Itu bukan teknik rayuan, itu tindakan
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: (1) Ujung Pedang dan Suara Mekanis
Dingin. Itulah hal pertama yang merasuki kesadaran Liora. Rasa dingin yang bukan sekadar menusuk kulit, melainkan seolah ingin membekukan sumsum tulangnya. Saat ia mencoba membuka mata, kelopak matanya terasa berat, seakan direkatkan oleh salju yang mencair dan darah yang mengering. Pandangannya kabur, hanya menangkap hamparan warna putih perak di bawahnya. Salju. Ia berlutut di atas salju. "Bangun, pengkhianat! Jangan pura-pura mati sekarang!" sebuah tendangan mendarat di bahu kirinya. Liora terjerembap ke samping. Wajahnya mencium permukaan salju yang kasar dan perih. Otaknya berdenyut kencang, memutar ingatan yang terasa asing tapi nyata. Nama-nama, tempat, dan sejarah ribuan tahun mengalir masuk ke kepalanya dalam hitungan detik. Sekte Awan Langit. Liora, sang tunangan pahlawan yang tidak berguna. Dan hukuman mati karena pengkhianatan yang bahkan tidak ia pahami. "Heh, lihat dia. Di mana aura angkuh yang biasanya dia pakai saat menghina murid-murid luar?" suara cemoohan t
Last Updated: 2026-04-29
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status