Chapter: Bab 95Reyhan tidak sedikit pun mundur. Ketika adegan panas di layar TV itu terus berlanjut diiringi bisikan halus dari Valerie, pria itu sadar betul ke mana arah permainan yang sedang dimainkan oleh adik sepupu istrinya tersebut."Kamu kangen sama aku ya, Val?" pukas Reyhan dengan suara berat dan serak yang begitu santai, seolah-olah membaca seluruh pikiran gadis di sampingnya.Valerie tersentak pelan. Jantungnya berdegup kencang bagai dihantam palu, tapi kehebohan di dadanya berganti menjadi keberanian luar biasa. Dia memberanikan diri menatap lurus ke dalam manik mata Reyhan, menyunggingkan senyum manja yang sarat akan obsesi terselubung."Iya, Kak… Emangnya... Kakak nggak mau?" bisik Valerie halus, mengikis jarak di antara mereka hingga aroma parfumnya menguar kuat.Reyhan terkekeh rendah, sebuah kekehan dingin yang penuh teka-teki. Tangan kirinya perlahan terangkat, mendarat di sandaran sofa di belakang bahu Valerie, seakan mengunci posisi gadis itu.Namun, alih-alih melanjutkan ak
Terakhir Diperbarui: 2026-10-27
Chapter: Bab 94Tante Mia tersenyum puas melihat keraguan yang berhasil dia tanamkan di kepala Reyhan. Dengan langkah anggun yang penuh kepura-puraan, wanita paruh baya itu bangkit dari sofa, menyambar cangkir tehnya, lalu berbalik menuju kamar utama di lantai bawah."Tante tidur duluan ya, Rey. Jangan malam-malam tidurnya," pesan Tante Mia sebelum menghilang di balik pintu.Sepeninggal Tante Mia, keheningan kembali menguasai ruang tengah. Hanya pantulan cahaya biru dari layar televisi yang menerangi rahang tegak Reyhan. Jemarinya yang menggenggam remot, cengkramannya kian mengerat hingga buku-buku jarinya memutih.‘Kalau sampai Nadia hamil dengan selingkuhannya itu... gue nggak akan pernah maafin dia, Gue akan pastikan dia dan pria itu hancur sampai tak tersisa,’ batin Reyhan berbisik dingin. Tatapannya menajam bagai sembilu.Tak lama kemudian, suara gesekan sandal rumah di anak tangga memecah lamunan Reyhan.Valerie melangkah turun dengan perlahan. Dia mengenakan baju tidur satin yang kasual,
Terakhir Diperbarui: 2026-10-27
Chapter: Bab 93Nadia berjalan memasuki kamar utama dengan senyuman yang jauh lebih tenang di wajahnya. Rasa lega membuncah di dadanya karena Reyhan bersikap begitu manis dan perhatian padanya malam ini.Sementara itu, Reyhan yang baru saja selesai melepaskan jas kerjanya berbalik menghadap Nadia. Di dalam kepalanya, Reyhan sama sekali belum mengetahui kebenaran tentang kehamilan istrinya, dia hanya mengira mual-mual Nadia semalam murni disebabkan oleh gangguan pencernaan atau kelelahan biasa, meski instingnya tetap mendeteksi ada sesuatu yang disembunyikan wanita itu.Reyhan melangkah mendekati Nadia, menatap istrinya dengan sorot mata yang menyiratkan perhatian seorang suami."Gimana, Nad? Kamu udah pergi ke dokter tadi siang?" tanya Reyhan dengan nada suara yang tenang dan lembut.Nadia sempat menahan napasnya sepersekian detik mendengar pertanyaan itu. Namun, karena dia merasa aman dan Valerie telah berjanji untuk menutup mulut, Nadia langsung memasang ekspresi meyakinkan, menyembunyikan kep
Terakhir Diperbarui: 2026-10-26
Chapter: Bab 92Reyhan menghentikan jemarinya yang sedang memegang pena. Matanya menyipit tipis, membaca dengan cepat permainan Pak Danu yang sengaja menempatkan Maudy tepat di ring satu posisinya, sebuah langkah infiltrasi untuk mengawasi dan menjatuhkan Reyhan dari dalam.Namun, alih-alih panik atau menolak, Reyhan justru terkekeh rendah, mempererat perangkaian jebakannya sendiri."Oh ya? Pak Danu cepat juga ya ambil keputusan. Tapi baguslah kalau gitu... Jadi aku nggak perlu canggung lagi harus kerja bareng orang baru, kan?" pukas Reyhan dengan alis terangkat, berpura-pura terkejut sekaligus antusias.Maudy tersenyum makin lebar, merasa rencananya untuk menyusup ke dalam hidup dan pekerjaan Reyhan berjalan tanpa hambatan sedikit pun."Pasti, Rey. Aku bakal bantu semua urusan kamu... luar dan dalam,” bisik Maudy halus, menundukkan tubuhnya sedikit di tepi meja Reyhan.’Bagus, Maudy... masuklah lebih dalam ke lingkaran gue. Lo sama Pak Danu pikir lo berdua yang lagi mengendalikan permainan ini
Terakhir Diperbarui: 2026-10-26
Chapter: Bab 91Valerie menarik napas dalam-dalam, lalu memasang ekspresi ragu-ragu, sengaja dibuat seolah-olah dia luluh oleh permohonan tersebut, padahal dia sedang memegang kendali atas rahasia terbesar Nadia.Valerie membungkuk perlahan, melepaskan cengkeraman tangan Nadia dari mantelnya dengan gerakan dingin."Yaudah, Mbak... bangun. Aku diam… Aku nggak akan ngomong apa-apa ke Kak Reyhan atau ke siapa pun hari ini,” ucap Valerie dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, meski tatapan matanya menyiratkan peringatan keras.Wajah Nadia seketika berbinar di tengah air matanya. Rasa lega yang luar biasa langsung menyeruak di dadanya, mengira dia telah berhasil menyelamatkan diri dari jurang kehancuran."Beneran, Val? Kamu janji?" tanya Nadia memastikan, buru-buru berdiri sambil menyeka pipinya."Iya, aku janji. Tapi ingat omongan Mbak sendiri. Jangan sampai aku berubah pikiran waktu lihat Mbak terus-terusan nutupin kebohongan ini dari Kak Reyhan,” balas Valerie tenang, menyilangkan tangannya
Terakhir Diperbarui: 2026-10-25
Chapter: Bab 90"Gila kamu, Ris!" pekik Nadia tak percaya, menampar pipi Aris dengan keras.Di balik tiang beton, Valerie membeku total. Tangannya menutup mulutnya erat-erat, matanya membelalak lebar menyatukan setiap kepingan puzzle yang baru saja terkuak di depan matanya.’Mbak Nadia... hamil anak laki-laki itu?! Dia selingkuh di belakang Kak Reyhan... Kasihan Kak Reyhan selama ini dikhianati!’ batin Valerie berguncang hebat, jantungnya berdegup begitu kencang hingga terasa menyakitkan.Valerie dengan cepat merogoh ponselnya, mengarahkan kamera ke arah Nadia dan Aris yang masih berdebat emosional, lalu merekam momen krusial tersebut sebagai bukti yang tak tertembantahkan.Belum sempat Valerie menekan tombol rekam di layar ponselnya, ujung sepatunya tanpa sengaja menyenggol sebuah kaleng minuman kosong di balik tiang beton.Klang!Suara nyaring itu bergaung keras di area parkir basement yang sepi. Nadia dan Aris seketika menghentikan perdebatan emosional mereka dan menoleh serentak ke arah su
Terakhir Diperbarui: 2026-10-25
Chapter: Bab 67Satu minggu setelah momen lamaran yang mengharukan di teras belakang rumah orang tua Ana, Gery memutuskan bahwa langkah selanjutnya yang paling penting adalah membawa Ana ke hadapan sang ayah. Hubungan Gery dengan ayahnya, Pak Handoko, memang sempat menegang akibat keberadaan Ibu Mia, tapi setelah insiden serangan jantung tiga bulan lalu, prioritas Gery sepenuhnya berubah. Dia ingin ayahnya menyaksikan dan merestui kebahagiaan barunya sebelum waktu bergulir lebih jauh.Sore itu, langit Jakarta diselimuti mendung tipis yang membawa udara sejuk. Gery mengemudikan mobilnya dengan tenang menuju kawasan perumahan elite di daerah Kebayoran Baru, tempat kediaman utama Pak Handoko. Di kursi penumpang, Ana sesekali merapikan rok batik modern yang ia kenakan. Guratan gugup tidak bisa disembunyikan dari wajah cantiknya.Gery yang menyadari hal itu perlahan menurunkan kecepatan mobilnya, lalu tangan kirinya bergerak menggenggam jemari Ana yang terasa agak dingin."Tenang, Ana. Ayah saya suda
Terakhir Diperbarui: 2026-07-08
Chapter: Bab 66Hari-hari setelah malam lamaran itu berjalan dengan ritme yang jauh lebih tenang. Gery benar-benar membuktikan ucapannya dia tidak pernah mengungkit kembali soal cincin di dalam kotak beludru merah itu, juga tidak menunjukkan perubahan sikap yang membuat Ana merasa tertekan. Pria itu tetap menjadi Gery yang biasa, menjadi sosok pelindung yang hangat bagi Ana dan paman yang menyenangkan bagi Nia. Kebebasan yang diberikan Gery justru membuat batin Ana bekerja lebih aktif. Di bawah pendar lampu kamar tidurnya yang temaram setiap malam, setelah Nia terlelap di sampingnya, Ana sering kali termenung menatap langit-langit. Dia mengurai kembali setiap jengkal perasaannya. Ketakutan akan masa lalu itu memang masih ada, samar-samar menyelinap di sudut hati, tapi setiap kali bayangan Gery hadir, ketakutan itu perlahan terkikis oleh rasa aman yang teramat nyata. Hingga pada suatu akhir pekan, Ana memutuskan bahwa dia tidak boleh membiarkan pria sebaik Gery menunggu terlalu lama tanpa kepasti
Terakhir Diperbarui: 2026-07-03
Chapter: Bab 65Tiga bulan telah berlalu sejak keputusan resmi dari Pengadilan Agama mengetuk palu kebebasan bagi Ana. Waktu yang berjalan lambat itu digunakannya untuk menata kembali serpihan hidup, fokus mengasuh Nia, dan perlahan menyembuhkan trauma masa lalunya. Sepanjang waktu itu pula, Gery menjadi sosok yang konstan hadir, memberikan ketenangan tanpa pernah menuntut apapun sebagai balasan. Malam itu, Gery mengundang Ana untuk makan malam di sebuah restoran privat yang terletak di lantai atas salah satu gedung pencakar langit Jakarta.Setelah hidangan utama selesai dinikmati dan pelayan membawa pergi piring-piring kosong, suasana di meja mereka mendadak berubah menjadi lebih sunyi. Alunan musik instrumental yang samar di latar belakang menambah kesan intim yang kian terasa pekat. Gery membenarkan posisi duduknya, menatap Ana yang malam itu tampak sangat anggun dengan gaun berwarna biru dongker. Sepasang mata Gery yang biasanya memancarkan ketegasan seorang pebisnis, kini melunak sepenuhnya
Terakhir Diperbarui: 2026-07-03
Chapter: Bab 64Satu bulan sejak ketukan palu hakim di Pengadilan Agama, kehidupan Ana perlahan-lahan menemukan ritme barunya yang meneduhkan. Tidak ada lagi ketakutan malam hari, tidak ada lagi air mata tersembunyi di balik pintu kamar, dan yang paling penting, tidak ada lagi bayang-bayang kebohongan. Jiwanya yang sempat layu kini mekar kembali, terutama karena kehadiran sosok pria yang dengan sabar menemaninya menata ulang setiap serpihan hidup yang sempat porak-poranda.Hubungan Ana dan Gery bertransformasi dengan sangat alami. Tanpa ada ketergesaan, tanpa ada tuntutan. Gery selalu tahu cara menempatkan diri, dia menghormati ruang sendiri bagi Ana untuk menyembuhkan luka batinnya, namun ia selalu ada di sana setiap kali Ana membutuhkan bahu untuk bersandar.Sore itu, langit Jakarta tampak begitu bersih, dihiasi semburat warna jingga dan merah muda yang memanjakan mata. Gery mengajak Ana dan Nia untuk menghabiskan akhir pekan di sebuah taman bermain terbuka yang asri di kawasan Jakarta Selatan.
Terakhir Diperbarui: 2026-07-03
Chapter: Bab 63Hari yang paling dinantikan sekaligus mendebarkan itu akhirnya tiba. Dua minggu sejak mediasi yang alot dan penuh manipulasi dari pihak Raka, ruang sidang utama Pengadilan Agama Jakarta Selatan kembali menjadi saksi bisu dari akhir sebuah ikatan pernikahan.Pagi itu, udara di dalam ruang sidang terasa begitu dingin. Ana duduk di kursi penggugat dengan setelan blazer abu-abu yang rapi, memancarkan aura ketenangan dan ketegaran yang luar biasa. Di sampingnya, Pak Baskoro bersiap dengan tumpukan berkas pamungkas. Dan tepat di baris kursi penonton di belakangnya, sosok Gery duduk dengan setia. Kehadiran pria itu, dengan tatapan matanya yang teduh tapi kokoh, menjadi jangkar emosional yang membuat Ana tidak goyah sedikit pun.Di seberang ruangan, Raka duduk didampingi kuasa hukumnya. Tidak ada lagi sisa-sisa keangkuhan atau bujukan manis di wajahnya. Kerugian bisnis yang makin menggulung dan penolakan mutlak dari Ana selama dua minggu terakhir membuat pria itu tampak pasrah, meski gurat
Terakhir Diperbarui: 2026-07-02
Chapter: Bab 62Pagi hari harinya, setelah semalaman menemani Gery di rumah sakit hingga kondisi Pak Handoko benar-benar dinyatakan melewati masa kritis, Ana akhirnya melangkah pulang. Tubuhnya terasa begitu lelah, tapi pikirannya dipenuhi oleh rasa hangat yang aneh setelah momen kedekatan mereka di kantin semalam.Langkah kaki Ana melambat saat dia membuka pintu pagar rumah orang tuanya. Suasana teras tampak sepi, tapi begitu dia mendorong pintu depan yang tidak terkunci, sebuah pemandangan di ruang tengah seketika membuat langkahnya terhenti kaku.Di atas karpet bulu abu-abu, Raka sedang duduk bersila. Pria itu tampak sedang menyusun beberapa balok mainan kayu bersama Nia. Tawa melengking khas anak kecil memenuhi ruangan yang biasanya sunyi itu. Raka terlihat begitu telaten, mencium puncak kepala Nia setiap kali putri kecilnya berhasil menyusun balok dengan tinggi."Lihat, Ayah! Rumahnya sudah jadi besar sekali!" seru Nia dengan mata berbinar-binar, wajahnya memancarkan keceriaan yang sudah semi
Terakhir Diperbarui: 2026-07-01