Chapter: Bab 6 Dikejar Pak Robert, Elia MenghilangElia menaiki tangga dengan memegang setumpuk kertas PO. Untuk sementara ini, dia berhasil kabur dari Jon yang sepertinya sudah mengendus sebuah fakta tentang dirinya dan Dave. Dari itu, Elia mulai menimbang akan memberitahunya dalam waktu dekat. Saat akhirnya melintasi ruangan Dave menuju ruangan sebelahnya, Elia menoleh dan mencoba melihat ke dalam. Untunglah vertical blind tidak menutupi bagian pintu, Elia jadi bisa melihat jelas sosok Dave di balik meja, sedang menulis. Dan bagai saling memiliki telepati, Dave terlihat mengangkat wajah, dan lalu melambai pada Elia, disertai senyuman hangat. Elia sangat peka dengan situasi, tidak berani membalas senyuman dan lambaian Dave. Hanya sedikit mengangguk tanpa berhenti. Dan, semoga saja CCTV yang menyoroti koridor ini tidak termasuk pantauan bos Anita, harapnya.Tiba di ruangan Pak Robert, Elia melangkah masuk setelah mengetuk pintunya. Seperti biasa, wajah pria paruh baya itu berbinar saat melihat sosok Elia. “Akhirnya, saya bisa
Terakhir Diperbarui: 2026-09-16
Chapter: Bab 5 Cara Elia Berkomunikasi Dengan Dave Di KantorElia sedang menuju toilet di ujung koridor dekat tangga.Saat melintasi ruang finance, Lukas berlari menghampirinya.“Elia, nanti aku tunggu di lobi, ya!”Elia berhenti. Ia terpaksa menanggapinya agar pria itu tidakjadi mengancamnya. “Memangnya kamu mau traktir aku makan apa, Lukas?” Sambilbicara, Elia sengaja melirik ke arah ruang finance. Amel tampakmengacungkan tinju dari balik kaca, cemburu melihat Elia menanggapi Lukas, priapujaannya.“Steak saja, El.” Lukas tersenyum. “Mau, ya?”“Siang-siang makan steak? Hebat, sudah mirip orangbule,” canda Elia, berharap Lukas sedikit segan.“Sekali-kali, El.” Lukas menurunkan suaranya. “Sahamku naik.Dapat sedikit uang.”“Oh, selamat ya,” ucap Elia. “Tapi jangan steak deh,Luk. Simpan uangmu. Nasi padang saja, aku lagi ingin makan itu.”“Kenapa menu sederhana, El?” Lukas mengeluh. “Atau, ramensaja. Mau, ya?”“Ya sudah, ramen saja. Tapi Jon boleh ikut, ya?” Eliasengaja mengajak Jon agar Lukas tidak menganggap makan siang ini sebagaikenc
Terakhir Diperbarui: 2026-09-07
Chapter: Bab 4 Status Atasan Dan Bawahan Resmi DimulaiElia tahu Dave yang bertanggung jawab dan disiplin pastitiba di kantor lebih awal. Maka, mulai hari ini, ia akan datang beberapa menitmenjelang pukul delapan agar tidak berpapasan dengan pria itu. Artinya, saat Elia melangkah di koridor, Dave sudah beradadi ruangannya, tepat di atas ruang Elia.Elia baru beberapa langkah lagi menuju ruangannya ketikaseseorang menabrak pundaknya dengan keras.“Aduh,” Elia mengaduh.“Biarin, siapa suruh jalannya seperti keong,” cetus sipelaku sinis, terus melangkah ke ruangan di ujung tanpa menoleh.Perempuan bertubuh montok itu, Amel, memang selalu mencaricelah untuk menjatuhkan Elia.“Elia, kamu tidak apa-apa?” Lukas yang wangi berjalanmendekat. Ia juga baru datang, masih menenteng tas. “Aku lihat dari jauh siAmel sengaja menubruk kamu.”“Biasalah, pagi-pagi cari perkara,” jawab Elia sambilmendorong pintu ruangannya.“Siang ini makan bersamaku, ya, El. Aku traktir,” ajakLukas. Pria itu lumayan tampan dan trendy, namun wajahnya berkesanlici
Terakhir Diperbarui: 2026-09-07
Chapter: Bab 3 Perasaan Itu Akan Selalu AdaElia duduk di sofa kulit bermodel kotak yang sudah tua,mungkin seumuran dengannya. Ia melamun.“Elia.”Itu suara Dave memanggilnya tadi, sebelum Bu Anita datangdan mengacaukan segalanya dengan pidato serta ultimatumnya.“Iya, Dave,” sahut Elia, menyingkirkan kunciran rambutnya kebelakang.“Kamu tahu kasus Pak Indra?”Elia sedikit kecewa karena Dave malah membahas soal itu,bukan tentang mereka. Tangannya berhenti memasukkan barang-barang milik PakIndra ke dalam kardus, lalu ia beranjak mendekati meja. Dave duduk di sana,membolak-balik halaman sebuah buku.“Kurang jelas juga,” jawab Elia. “Aku cuma mendengar rumorbahwa dia sering mendapat bonus dari supplier yang dia pesan sendiri.”“Oh, bagaimana dia memesannya? Bukannya harus menggunakan POdari kamu?”“Dia bisa membuat PO sendiri.” Elia tersenyum. “Lagi pula,segala hasil akhir ada di tangannya, Dave. Jadi, bisa saja dia bermain curang.Kamu jangan lakukan hal seperti itu, ya. Bisa fatal kalau ketahuan bos. Dikantor pusat, ka
Terakhir Diperbarui: 2026-09-07
Chapter: Bab 2 Fakta MencengangkanDave duduk diam di meja kerja barunya. Elia telah kembali keruangannya setelah membantu merapikan barang peninggalan Pak Indra. Perasaannya pada Eliaternyata masih ada. Dulu, saat ayahnya memaksanya pindah ke Jakarta, ia resah.Ia harus berpisah dengan Elia, adik kelas yang disukainya, padahal baruberencana menyatakan cinta."Jangan beritahu apa-apa padanya, Dave," pesanibunya kala itu. "Kita pindah untuk menghindari orang, alias kabur. Mamasudah pesan ke sekolah agar tidak membocorkan kepindahanmu.""Jadi, aku pergi begitu saja, Ma?""Iya, Nak. Kalian masih muda. Perasaan itu akanberubah. Elia pun mungkin akan melupakanmu."Dugaan ibunya salah. Elia tidak pernah melupakannya. Akujuga mau, Elia, batin Dave pilu. Tapi kita tidak bisa sebebas itu.Baru saja Dave memejamkan mata, ponselnya berdering. Tanpamelihat layar, ia tahu siapa peneleponnya. "Pengacau datang,"gumamnya sinis.Elia masuk ke ruang rapat yang dipenuhi staf, duduk di sisikiri. Ia berseberahan dengan Dave yang
Terakhir Diperbarui: 2026-09-07
Chapter: Bab 1 Pertemuan KembaliElia baru tiba di kantor dan sedang menuju ruangannya. Saat melintasi ruang tunggu bersekat kaca, ia melihat seorang pria duduk menelepon. Sekilas, wajah itu terasa familiar. Sambil terus mengingat-ingat, Elia masuk ke ruangan. Rekan terbaiknya, Jon, menyambutnya dan memberitahu bahwa pria di ruang tunggu itu mungkin staf baru. Jon yang menyuruh pria itu duduk di sana. Setelah meletakkan tas, Elia kembali menuju ruang tunggu. Rasa penasarannya semakin membuncah. Begitu melihat wajah pria itu dengan jelas, ingatan itu kembali. Seketika, jantungnya berdebar kencang. “Maaf, Anda mengingatkanku pada seseorang yang aku kenal. Namanya Dave,” ucap Elia blak-blakan. Ruangan itu tidak terlalu besar, hanya berisi satu set sofa dan meja, dilengkapi vertical blind yang tidak ditutup rapat. Pria berkemeja navy dan celana panjang hitam itu tampak terkejut. “Ya, saya juga bernama Dave.” “Jadi benar kamu, Dave?” Elia balik bertanya, mulai gugup. Ia tak lagi bersikap formal, seakan bertemu teman l
Terakhir Diperbarui: 2026-09-07