Chapter: 8. Pernyataan cinta FatimahFatih membeku mendengar pernyataan cinta Fatimah. Perlahan, ia memejamkan matanya.Gadis di hadapannya itu bukan orang lain. Fatimah adalah teman masa kecil yang selalu ada untuknya. Bahkan saat semua orang menjauh karena kondisi ibunya yang sakit-sakitan, Fatimah tetap setia membantu merawat sang ibu tanpa pernah mengeluh.Namun bayangan Laras tiba-tiba kembali memenuhi pikiran Fatih.Gadis bisu yang kini sah menjadi istrinya.Meski pernikahan itu terjadi karena syarat dari Bu Rosa atas pinjaman uang yang ia terima, Fatih sadar dirinya tetap seorang suami. Ia tidak seharusnya mengkhianati Laras.Apalagi saat mengingat malam pertama mereka. Malam ketika ia hampir merenggut mahkota gadis cantik itu.Fatih langsung membuka matanya. Dengan pelan, ia mendorong tubuh Fatimah agar sedikit menjauh."Maaf, Fat," ucapnya lirih. "Apa tidak sebaiknya kamu mencari lelaki yang lebih baik dariku? Lelaki yang sudah mapan dan bisa menjamin hidupmu nanti."Mata Fatimah membesar. Ia cepat menggelengkan
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: 7. Perlawanan Fatih"Apa kesalahanku, sehingga kalian terus mengejarku?!" tanya Fatih. Nyai tersenyum lagi. "Kamu itu persembahan untukku. Dan aku sangat tergila-gila padamu. Aroma tubuh dan darahmu sangat menggodaku, Fatih." Fatih mengerutkan keningnya. "Persembahan? Aku bukan persembahan," tegasnya, menatap tajam Nyai. "Aku tidak pernah ada urusan dengan siluman terkutuk seperti kalian!" Nyai tetawa pelan, wajah cantiknya sedikit memerah, membuat siapa pun yang belum tahu wujud aslinya pasti takjub akan kecantikan parasnya. Nyai mendekatkan wajahnya ke wajah Fatih, yang langsung menarik mundur wajahnya. "Kamu persembahan yang bertugas memuaskanku, Fatih. Sampai kapan pun kamu tidak bisa lepas dari tugasmu itu." Degh! Fatih tertegun mendengarnya. Tatapannya tajam menatap wajah Nyai yang terlihat terus menggodanya. Grep! Tangan Fatih mencengkram leher jenjang Nyai yang putih mulus dan sedikit berkeringat, membuatnya terlihat seksi. "Itu menurutmu. Tapi aku tidak akan pernah memenuhi tugas yang
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: 6. Kedatangan NyaiDegh!Ingatan Fatih langsung tersentak. Kesadarannya seperti kembali ditarik ke raganya sendiri yang sedang berjalan menuju rumahnya."A Fatih, kenapa?" tanya Fatimah, yang berjalan di samping Fatih, saat melihat Fatih tersentak kaget."O-oh, tidak apa-apa, Fatimah. Aku hanya ingin segera bertemu dengan ibu," elak Fatih, meski sedikit terbata.Beberapa saat kemudian, mereka tiba di rumah sederhana milik ibunya Fatih, Bu Asmah.Langkah Fatih terhenti, karena di depan rumahnya ternyata sudah dipenuhi warga.Beberapa ibu-ibu berdiri sambil berbisik-bisik.Anak-anak kecil bersembunyi di belakang orang tua mereka sambil mengintip takut.Sementara para Bapak-bapak tampak menatap Fatih dengan wajah tegang dan penuh rasa penasaran.Kabar tentang Fatih yang kembali hidup setelah dikuburkan rupanya sudah menyebar ke seluruh desa.Bisik-bisik warga langsung terdengar begitu Fatih muncul.Fatih menghela napas panjang. Ia sendiri masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Yang
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: 5. Wujud asli NyaiCahaya putih tiba-tiba memancar dari bahu kanan Fatih. Mata Nyai langsung terbelalak lebar.Senyumnya lenyap seketika.Ia buru-buru mengulurkan tangan untuk menyentuh cahaya tersebut, tetapi cahaya itu justru semakin terang dan semakin kuat, seolah memiliki kehidupan sendiri.Sreeeeettt!Brugh!"Argh!"Tubuh Nyai terpental keras ke belakang hingga menghantam dinding kamar, lalu ambruk di lantai. Nyai terlihat meringis kesakitan.Sementara Fatih sendiri seperti baru sadar dari pengaruh sihir. Ia menatap bahu kanannya yang masih bersinar terang, lalu memakai bajunya kembali."Tanda lahir ini ..." gumamnya pelan, lalu meraba bahunya. "Benar kata guru silatku, suatu saat, kekuatan dahsyat akan bangkit dari tanda lahir ini."Nyai perlahan mengangkat wajahnya. Tatapannya kini berubah tajam penuh keterkejutan."Siapa kamu?"Fatih cepat berdiri. "Seharusnya aku yang bertanya padamu, Nyai. Siapa kalian? Kenapa kalian membawaku ke tempat aneh ini?"Bukannya menjawab, wanita cantik itu malah ter
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: 4. Godaan NyaiGudang di hadapannya tidak gelap seperti ruangan pabrik lainnya. Justru sebaliknya. Puluhan lilin menyala mengelilingi ruangan, sesajen tersusun di atas nampan, sementara aroma kemenyan dan melati memenuhi udara. Di tengah ruangan, beberapa pria berpakaian hitam menabuh gamelan dengan wajah datar. Degh! Tubuh Fatih mematung. Selama bekerja di pabrik itu, ia tidak pernah melihat tempat seperti ini. Lantai marmer kuno dan tiang berukir emas membuat ruangan itu tampak seperti keraton tua. Namun perhatiannya segera tertuju pada seorang wanita cantik yang sedang menari di tengah ruangan. Selendang merahnya berputar mengikuti gerakan tubuhnya yang lentur, sementara senyum tipis dan tatapannya terus mengarah ke Fatih. Kulitnya putih bersih, kontras dengan kemban merah yang membalut tubuhnya, dan rambut hitam panjangnya menjuntai hingga pinggang. Fatih sampai terpaku beberapa saat. Namun ia segera mengingat Laras. Apa pun yang terjadi, ia sudah menikah. Fatih mundur satu langkah.
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: 3. Dunia lain di dalam gudangFatih tersentak. Alisnya langsung berkerut."Siapa yang mengetuk pintu?" gumamnya dengan napas yang masih belum sepenuhnya teratur.Grep!Tiba-tiba tangan Laras meraih lengan Fatih dengan erat.Fatih menoleh. Kepala Laras menggeleng pelan. Wajahnya yang tadi terlihat tenang kini berubah pucat. Ada kepanikan yang jelas terlihat di matanya. Seolah ia sangat takut pada orang yang berada di balik pintu itu.Fatih segera mengusap punggung tangan Laras dengan lembut untuk menenangkannya."Tenanglah," ucap Fatih pelan. "Biar aku buka dulu. Kamu tunggu di sini."Namun ketukan itu kembali terdengar. Kali ini lebih keras."Fatih! Fatih!" teriak seseorang dari luar.Fatih langsung mengenali suara itu.Bu Rosa. Ibu mertuanya.Dengan perlahan, Fatih melepaskan pegangan tangan Laras yang masih mencengkeram lengannya. Setelah memastikan Laras sedikit lebih tenang, ia segera berjalan menuju pintu kamar dan membukanya."Iya, Bu, ada apa?""Fat, ibu lupa tadi gerbang pabrik apa sudah digembok atau belu
Last Updated: 2026-06-04