Tumbal Ketujuh Obsesi Sang Nyai

Tumbal Ketujuh Obsesi Sang Nyai

last updateLast Updated : 2026-08-01
By:  Nyai@15Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
5 ratings. 5 reviews
100Chapters
2.5Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Warning!! Bacaan khusus dewasa. Banyak adegan di luar nalar dan bisa bikin ... mohon bijak dalam memilih bacaan. Demi menyelamatkan nyawa ibunya, Fatih menerima syarat, menikahi Laras, putri bisu pemilik pabrik gula terkaya di kota. Namun malam pertama pernikahan justru menyeretnya ke dalam mimpi buruk bersama siluman ular yang menginginkannya seutuhnya. Bahkan saat ia dinyatakan telah mati dan bangkit membawa kekuatan luar biasa, yang keluar dari tanda lahir berbentuk bulan sabit yang ada di bahu kanannya. Takdir tak berhenti mempertemukannya dengan wanita-wanita yang tak rela berbagi. Laras, istri pertamanya yang tulus mencintai dan akhirnya bersuara demi kebenaran. Fatimah, wanita yang setia merawat keluarganya dan menuntut haknya sebagai istri kedua. Ayunda, atasan yang ia selamatkan, lalu jatuh cinta hingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Dan Nyai, siluman penguasa alam gaib yang menganggapnya milik abadi dan tak segan-segan mengancam siapa pun yang berani mendekat. Fatih harus bertarung melawan para siluman yang menginginkan darahnya. Namun, pertarungan sesungguhnya justru jiwanya sendiri, di antara kelembutan, kesetiaan, obsesi, dan cinta yang saling bersaing memperebutkan dirinya. Di tengah banyaknya wanita yang bersedia berbagi cinta dan hidup bersamanya, siapakah yang akan ia pilih menjadi pelabuhan terakhir ... jika ia selamat dari takdir yang telah mencatat namanya sebagai tumbal ketujuh?

View More

Chapter 1

1. Kembali dari kematian

Sedari kecil, Fatih selalu merasa hidupnya sedikit berbeda.

Di bahunya terdapat tanda lahir berbentuk bulan sabit. Karena tanda itulah, guru silatnya melatihnya lebih keras daripada siapa pun. Saat anak-anak lain menghabiskan waktu bermain, Fatih menghabiskan harinya mempelajari berbagai jurus dan teknik bertarung.

Ia pernah bertanya kenapa harus berlatih sekeras itu. Namun gurunya hanya menjawab,

"Sembunyikan kekuatanmu. Jangan pernah menunjukkannya kepada siapa pun."

Fatih tidak pernah mendapat penjelasan lebih dari itu. Dan selama bertahun-tahun, ia memilih menurutinya.

Sampai hari itu tiba.

Bruk!

"Aww!" rintih Fatih saat keningnya membentur sesuatu yang keras. Jiwanya seperti baru kembali pada raganya.

Fatih mengusap dahinya yang terasa nyeri. Saat ia melihat telapak tangannya, tampak bercak darah di sana.

"Sial! Berdarah," rutuk Fatih, pelan.

Fatih mengerutkan keningnya, saat menatap sekeliling, ternyata dia berada di sebuah pemakaman. Lalu, tatapannya beralih ke batu nisan yang ada di hadapannya. Ia mengucek matanya beberapa kali, untuk memastikan penglihatannya tidak salah.

Namun, setelah melihatnya lagi, seketika mata Fatih terbelalak lebar dengan mulut menganga. Ia melihat jelas nama yang terukir di batu nisan itu.

"Fatih Alfa Rizky."

Tubuh Fatih mendadak menegang. Dengan napas memburu, ia membaca tulisan di bawahnya. Tahun kelahiran dan tanggal wafat.

Semuanya sama persis dengan identitas miliknya.

Degh!

Jantungnya berdetak kencang saat sadar ia jatuh di atas kuburan, dengan batu nisan atas nama dirinya.

Belum juga keterkejutannya hilang, samar-samar ia mendengar derap langkah dan obrolan orang-orang menjauh dari area pemakaman.

Tatapan Fatih beralih ke arah pintu keluar pemakaman. Ia melihat rombongan berpakaian serba hitam seperti habis mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir.

Fatih kembali melihat batu nisan yang bertuliskan namanya. Lalu, melihat tumpukan tanah merah di hadapannya yang terlihat baru ditimbun. Dan taburan bunga-bunganya masih terlihat segar.

"Apa aku sudah meninggal?" tanya Fatih, sambil menepuk-nepuk pipinya. "Ini pasti ada yang salah."

Fatih kembali melihat ke arah rombongan yang semakin menjauh. Tanpa pikir panjang, ia langsung berlari menyusul rombongan.

"Tunggu!"

Rombongan warga yang tengah berjalan, mendadak berhenti saat mendengar teriakkan Fatih. Mereka serentak menoleh ke arah sumber suara.

Tubuh mereka langsung membeku. Perlahan , mata mereka membelalak lebar dengan napas tertahan.

"Fa-Fatih!" gagap warga.

Fatih berlari semakin mendekat dengan penampilan kotor oleh tanah merah.

"Ha-hantu!" jerit warga, lari terbirit-birit ketakutan.

"Tolong! Jangan lari! Mana ibuku?!" teriak Fatih.

Saat semua warga lari menjauh. Tiba-tiba seorang gadis dengan selendang hitam menutupi kepalanya datang mendekati Fatih.

"A Fatih!"

Fatih menoleh. "Fatimah! Syukurlah, kamu tidak ikut lari bersama mereka. Mana ibuku, apa dia baik-baik saja?"

"Ini beneran Aa? Ya ampun ... Aa masih hidup?!" tanya Fatimah, menutup mulutnya tak percaya.

"Iya. Aku masih hidup."

Fatimah terlihat menitikkan air mata harunya.

"Ibu Aa ada di rumah, dia tidak sanggup berjalan ke sini."

Ustaz Hamdan yang merupakan ustaz setempat, datang menghampiri mereka.

"Kamu ... beneran Fatih?" tanyanya ragu.

"Iya, Pak Ustaz. Saya Fatih."

"Allohu Akbar! Sungguh Maha besar kuasamu, ya Allah ..." ujar Pak Ustaz, kagum.

Ustaz Hamdan pun segera memeriksa keadaan Fatih, untuk meyakinkan kalau dia benar-benar masih hidup.

Beberapa warga yang sudah menjauh, menghentikan langkahnya, lalu memperhatikan Fatih, masih dalam keraguan dan ketakutan.

Sebagian bapak-bapak yang masih membawa cangkul, langsung mendekati Fatih dengan langkah ragu.

"Tunggu Pak Ustaz, kami masih meragukan Fatih ini. Karena Pak Ustaz pun tahu, kan, kita baru saja menguburkan jenazahnya? Masa tiba-tiba dia bangkit dan hidup lagi?"

Fatih menggelengkan kepalanya. "Saya belum meninggal, Bapak-bapak. Saya masih hidup."

"Iya, Pak. Ini beneran A Fatih," tegas Fatimah meyakinkan.

"Kalau begitu, kita harus buktikan dulu. Bagaimana kalau kita gali lagi kuburan kamu?" usul salah satu warga.

Warga yang lain tampak saling pandang dengan teman di sampingnya, lalu mengangguk setuju.

"Iya. Sebaiknya begitu. Biar kami tidak dihantui ketakutan."

Ustaz Hamdan mengangguk. "Baiklah, ayo

kita ke pemakaman."

Semuanya mengangguk. Lalu melangkah kembali menuju pemakaman.

Fatimah berjalan di samping Fatih.

Tak berselang lama, mereka sampai di depan tumpukan tanah merah dengan nisan bertuliskan nama Fatih.

Bapak-bapak yang memegang cangkul, langsung menggali lagi kuburan yang baru mereka tutup.

Warga desa yang penasaran, perlahan mendekat, ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Semakin lama, galian tanah semakin dalam. Dan papan kayu penutup liang lahat mulai terlihat.

Bapak-bapak cepat mengangkat kayu-kayu itu, hingga menyisakan jenazah yang tadi diyakini jenazah Fatih, terbujur kaku di dalam lubang.

Semuanya menahan napas dengan raut wajah ketakutan. Namun, rasa penasaran mengalahkan segalanya.

Bapak-bapak mengangkat jenazah itu dengan hati-hati. Lalu mempersilahkan Pak Ustaz untuk membukanya.

"Silahkan, Pak Ustaz."

Ustaz Hamdan mengangguk dan segera berjongkok membuka tali pocong jenazah itu.

Seketika, suasana mendadak hening. Hanya hembusan angin sore yang menerpa daun-daun pohon bunga kenanga yang berjejer di pemakaman itu.

Semua mata warga tertuju pada satu titik, yaitu jenazah yang diyakini jenazah Fatih.

Begitu tali pocong terlepas. Pak Ustaz segera membuka kain kafan yang menutupinya.

Degh!

Semua warga langsung menutup mulut mereka yang hendak menganga.

"Innalilahi ..."

Mata mereka terbelalak saat melihat jenazah yang tadi mereka kubur dan mereka yakini jenazah Fatih, hanyalah batang pohon pisang yang dibungkus kain kafan.

Perlahan, tatapan mata warga tertuju pada Fatih.

"Apa jangan-jangan ... kamu korban pesugihan?" tanya seorang warga.

Degh!

"Pesugihan?" gumam Fatih, sambil mengerutkan keningnya.

Fatimah yang ada di sampingnya, segera menggenggam tangan Fatih.

"Tapi siapa yang berani menumbalkan si Fatih?" tanya salah satu warga.

Semua orang yang ada di sana tampak saling pandang, tidak ada yang berani menjawab.

Fatih juga terdiam. Ia mencoba mengumpulkan kembali ingatannya. Namun, Fatimah segera menarik tangan Fatih dan mengajaknya pulang ke rumah.

BERSAMBUNG

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

ZT Permana
ZT Permana
Ini kapan di lanjut ceritanya ya
2026-08-10 15:41:31
0
0
Nyai@15
Nyai@15
Genre horor ... tapi tidak seseram yang dibayangkan ... Yuk mampir, siapa tahu suka .........️
2026-07-12 22:12:05
0
0
Della APW
Della APW
Ceritanya unik bngt gk pasaran :O baru pertama kali tau harem x horor bisa digabung
2026-07-02 10:36:11
1
0
Kirrun kiyyun
Kirrun kiyyun
"Kau akan ku beri satu miliar, asal kau mau melayani aku dan buat aku hamil. Setelah itu, kau boleh pergi." Judul: PEMUDA YANG KUBAYAR ITU, CINTA TERLARANGKU
2026-06-27 22:52:13
2
0
Nyai@15
Nyai@15
selamat membaca, semoga menghibur ......
2026-06-07 12:43:04
3
0
100 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status