Chapter: Bab 249 Fragrant HarbourCora menatap keluar jendela dengan senyum di wajahnya pada pemandangan bukit dan hutan pohon pinus yang membentang di halaman belakang Alpines Nest—rumah keluarga Bastian Dwipangga."Aunty!" Dari belakang, Kenzo berlari ke arahnya. Cora menoleh dan tersenyum melihat bocah berusia 4 tahun itu berlari ke arahnya. Ia berjongkok dan langsung memeluk bocah itu. "Kenzo... kesayangan Aunty..." "Aunty, mama bilang kalau Aunty mau pulang. Apa betul?" tanya Kenzo sambil menatap dan merangkul leher tante favoritnya itu."Ho-oh," Cora bergumam sambil mengangguk mengiyakan. "Aunty harus pulang karena ada yang Aunty dan Uncle Reno harus kerjakan.""Tapi Aunty, kita belum jalan-jalan sama Milo dan Buttercup." Kenzo merajuk, berharap tante cantik itu tinggal lebih lama di rumah mereka."Mungkin nanti ya ganteng, Aunty dan Uncle nanti ke sini lagi." Cora mengecup pipi bocah menggemaskan itu. Ia pun sebenarnya masih ingin berada di sana, namun banyak hal yang harus mereka selesaikan di Fragrant
آخر تحديث: 2026-07-08
Chapter: Bab 248 Kegaduhan Di Ruangan CEOMelihat wajah-wajah tegang mereka, Indra sebenarnya ingin tertawa dan memberitahu mereka bahwa sebenarnya ia hanya menjalankannya tes kehamilan. Namun setelah berpikur kembali, ia tidak melakukannya.Alih-alih, ia melirik Cora dan mengulum senyum menyadari Cora pun tidak memberitau mereka perihal tujuan tes lab itu.Indra menghela nafas dengan sedikit mendramatisir. "Baiklah, kalau kalian ingin mengetahuinya... aku akan membukanya sekarang."Indra lalu mengangkat amplop di tangannya lebih tinggi sambil melirik semua yang ada di sana."Ndra, buka saja!" Bahkan Bastian tidak sabar menunggunya."Oke... Oke..." Indra membuka amplop dan membaca kertas yang ada di dalamnya.Tiba-tiba saja wajah Indra berubah muram, dan dia berdiam cukup lama menatap kedua kertas hasil tes di tangannya."Indra, apa hasilnya?! Kenapa diam saja?!" Reno cemas dan tidak sabar.Kenapa wajah Indra seperti itu? Apakah istrinya baik-baik saja?Apa hasil tesnya? Indra masih tidak bersuara. Wajahnya murung saat
آخر تحديث: 2026-04-18
Chapter: Bab 247 Tes LabBastian dan Reno saling bertukar pandang. Pada akhirnya Bastian yang angkat bicara. Mengenai siapa saja yang terlibat dalam penyelidikan yang ia lakukan di Emerald City adalah sepenuhnya tanggung jawabnya."Ini mungkin kesalahan tidak sengaja yang kubuat..." ujar Bastian setelah menghela nafas.Namun Reno segera menimpali. "Bas, ini bukan kesalahan. Tidak ada yang mengetahui jika Ezra adalah Darrel.""Apa maksudmu ini kesalahanmu?" tanya Indra semakin penasaran. Kenapa Bastian justru menyalahkan dirinya?"Saat Reno meminta bantuanku untuk menyelidiki tabrakan kapal Aphrodite, aku memang tidak melibatkan Ezra," ucap Bastian menerangkan."Kami sibuk dengan pekerjaan, jadi aku mendelegasikan penyelidikan itu langsung kepada Jay.”“Jay yang menghandle semuanya, dan Informasi langsung ditujukan padaku. Sementara Ezra, dia hanya mengetahui secara garis besar bahwa aku dan Reno sedang menyelidiki silsilah keluarga Cora--istri Reno," tambah Bastian memperjelas pemaparannya."Ini masuk a
آخر تحديث: 2026-04-18
Chapter: Bab 246 Kehangatan Kakak-Adik"Ardy, Bas, Naya, apa yang kalian lakukan di sini?" Indra terkejut melihat Bastian, Kanaya dan Ardyan--salah satu sahabat Bastian juga, datang ke kantor itu.Bastian berjalan sambil menggandeng tangan Kanaya. "Reno yang memberitahukanku apa yang terjadi," jawab Bastian, lalu pandangan matanya bergulir kepada asisten pribadinya.Merasakan tatapan mata Bastian tertuju padanya, Ezra sontak berdiri. Bagaimanapun ia adalah asisten pribadi Bastian. Sudah kebiasaannya jika Bastian datang ia akan berdiri menyambutnya. "Boss, saya..."Bastian menghampiri asistennya itu. Ia memegang pudak Ezra dengan peuh perhatian. "Jadi benar yang dikatakan Reno? Bahwa kamu adalah Darrel--kakak Cora yang selama ini mereka cari?" Bastian memastikan berita yang didengarnya kepada yang bersangkutan secara langsung.Ezra telah bekerja pada Bastian lebih dari 5 tahun lamanya. Ezra adalah orang yang penting baginya. Selain sebagai asisten pribadi, Ezra adalah juga tangan kanan dan orang kepercayaan Bastian nom
آخر تحديث: 2026-04-18
Chapter: Bab 245 Trauma"Bisakah kalian menceritakan padaku apa yang terjadi?" Cora menatap Reno dan Ezra bergantian.Reno menatap Ezra, seperti tengah meminta ijin. Dan setelah Ezra memberinya anggukan, barulah Reno merangkul istrinya dan duduk bersamanya."Jadi begini ceritanya..." Reno mulai bercerita."Aku dan Rendy pergi menemui Ibu Amelia--istri dari almarhum Pak Tama dikediamannya. Dan beliau menerima kami dengan sangat hangat.""Setelah berbicara panjang lebar mengenai tujuan kami datang ke sana, Ibu Amelia akhirnya menunjukkan kami foto Darrel." Reno menatap Ezra yang juga tengah mendengarkan ceritanya dengan seksama."Aku dan Rendy terkejut karena ternyata Darrel yang kita cari ternyata adalah Fahreza Pratama.”“Sayang, selama ini kita tidak mendeteksi identitas Ezra sebagai Darrel karena..." Reno menjeda ucapannya.Namun sebelum Reno sempat meneruskannya, Ezra mendahului."...karena aku tidak secara resmi diadopsi oleh mereka."Semua yang ada di sana sontak menatap Ezra, merasakan celekit di
آخر تحديث: 2026-04-12
Chapter: Bab 244 Darra Adikku…Ezra berhenti bergerak. Untuk beberapa saat ia terdiam membeku.Lalu perlahan ia menurunkan tangannya yang gemetar dan menoleh ke samping, ke arah suara itu.Ekspresi wajah Ezra sangat berbeda. Ketenangan dan kontrol diri yang dia miliki sebagai tangan kanan seorang Bastian Dwipangga seakan hilang saat itu.Ketakutan, kesedihan dan penyesalan yang mendalam tampak dalam tatapan matanya.Akan tetapi saat kedua mata itu bertemu dengan sepasang mata foxy yang hadir dalam benaknya, tatapan mata itu melembut, dan diganti dengan kerinduan yang mendalam.Airmata mengalir dari dudut matanya saat dengan bergetar dia meyebut, “Darra adikku…”Seketika itu juga ia dan Cora saling berpelukan. Airmata jatuh menetes di pipi keduanya dengan begitu deras.“Maafkan Kakak, Darra… maafkan Kakak…” Ezra tidak henti mengucapkan kalimat penyesalan yang mendalam sembari ia memeluk Cora.Ia memeluknya dengan sangat erat, khawatir ini semua hanya mimpi—tidak nyata. Dan adik kecilnya akan kembali menghilang jika
آخر تحديث: 2026-04-03
Chapter: Bab 173 Doing It Last NightIris POV"Apakah kamu berhasil mengejarnya? Apa dia mengatakan siapa yang menyuruhnya?" Aku kembali bertanya dengan penasaran.Vincent menghela nafas. "Sayang sekali, untuk saat ini kami belum berhasil menangkapnya. Tetapi jangan kuatir, rekaman CCTV sudah kami kantongi, dan—jika benar ada sesuatu di dalam botol ini…" Vincent mengangkat botol wine di tangannya. "Hanya masalah waktu sampai kita mendapatkan pelakunya."Aku menyayangkan pelayan itu berhasil melarikan diri. Seandainya dia tertangkap, saat ini Easton sudah mengetahui siapa yang berniat mencelakainya. Selain itu, dia juga tidak punya alasan untuk mengatakan aku hanya mengada-ada, dan sengaja menemuinya di kamar ini untuk tidur dengannya."Mr. Bennet, kamu harus mencari orang itu sampai dapat. Dia sudah meracuni Easton dengan obat itu!" Aku berkata dengan rasa geram pada siapa pun orang yang berada di balik rencana itu.Apa jadinya kalau aku tidak ada semalam? Bagaimana Easton akan menyalurkan hasratnya? Bukankah obat se
آخر تحديث: 2026-07-31
Chapter: Bab 172 A WasteIris POV"Saya akan memeriksa botol ini, Tuan. Dan hasilnya secepatnya akan saya serahkan kepada Tuan Hawkins." Suara Vincent terdengar saat aku keluar dari kamar mandi. Asisten Easton itu berbicara sambil memungut botol wine dengan sebuah sapu tangan. Aku tidak menduga Vincent datang sepagi ini, terlebih saat aku masih ada di kamar. Akan tetapi sudah terlambat untuk menghindarinya.Asisten Easton itu sudah melihatku. Sekarang dia pasti mengetahui jika aku dan Easton telah tidur bersama. Apa yang akan terjadi padaku nantinya? Apa yang Vincent pikirkan terhadapku? Dan apakah dia juga mengetahui kalau aku dan Easton adalah saudara tiri? Tiba-tiba saja pikiran-pikiran itu berkelebat dan aku menjadi sangat gugup. "Selamat pagi, Miss Villar," sapa Vincent dengan mengangguk sopan. Dia tidak terlihat terkejut atau heran, dan tidak juga melihatku dengan tatapan menghakimi. Seakan melihatku bersama Easton di kamar ini adalah hal yang biasa.Reaksinya sangat biasa. Dan aku sedikit merasa
آخر تحديث: 2026-07-31
Chapter: Bab 171 SoreIris POVHal pertama yang kulihat saat membuka mata adalah Easton, serta tangan kekarnya yang bertengger di pinggangku. Aku tidak terkejut dengan keberadaannya ataupun keadaan kami pagi ini—yang terlihat sangat intim.Tidak seperti beberapa hari yang lalu, kali ini aku terbangun dengan kesadaran penuh akan apa yang terjadi malam sebelumnya.Bagaimana mungkin aku bisa lupa?Aku menggelengkan kepala mengingat apa yang Easton lakukan semalam. Dia "menghukumku" hanya karena aku pergi menghadiri acara perusahaan bersama Oliver. Tidak hanya itu, dia juga meminta lagi dan lagi."Ah…" Aku mendesah teringat stamina dan "kegarangan" Easton semalam.Jika saja Easton tidak terpapar zat per*ngsang itu, mungkin aku sudah menyuruhnya berhenti. Dia benar-benar membuatku kelelahan dan kewalahan sepanjang malam."Auuu…" Rasa nyeri dan pegal-pegal di sekujur tubuhku membuatku meringis saat aku mencoba bergerak, merubah posisiku dari berbaring menyamping menghadap Easton. Pandangan mataku tu
آخر تحديث: 2026-07-24
Chapter: Bab 170 Kamar 1015Easton POV Dini hari saat aku menatap langit-langit di kamar 1015 Hotel Amadea. Iris tidur di sampingku. Wajahnya tampak lelah, tetapi bukan lelah yang terlihat kusam dan tidak segar. Melainkan lelah yang tampak seperti kehabisan energi namun wajahnya bersinar bahkan merona karena intesitas stimulasi yang diterima. Aku tersenyum. Aku yang membuatnya kelelahan. Aku yang membuat tubuhnya overstimulated sepanjang malam, hingga tidak sanggup lagi beranjak dari ranjang ini. Ranjang hotel yang menjadi tempat terakhir "punishment-ku" padanya setelah kami melakukannya berulang kali di berbagai sudut kamar. Malam ini, heaven sedang berpihak padaku. Saat kupikir aku tidak akan bertemu lagi dengannya, dia justru datang mencariku. Aku terkekeh dan melirik botol wine yang tergeletak di lantai—entah sejak kapan botol wine itu terjatuh dan hanya meninggalkan sebagian isinya. Mungkin kami berdua tidak sengaja menyenggolnya saat tengah menikmati "kebersamaan" kami. Iris datang untuk memb
آخر تحديث: 2026-07-23
Chapter: Bab 169 Surga DuniaAuthor POVTangan Emberly berhenti di udara. Suara otoratif itu terdengar familiar, membuat jantung Emberly berhenti berdetak. Ia menoleh ke belakang dan melihat Vincent berjalan mendekatinya. "Mr. Bennet, anda di sini… Saya—hanya ingin menemui Mr. Sinclair," ujarnya langsung merubah ekspresi wajah, menutupi kegeraman di hatinya."Mr. Sinclair—sedang tidak bisa diganggu," ucap Vincent tanpa sedikitpun melihat ke arah pintu kamar Easton. Dia justru menatap Emberly dengan penuh selidik. "Untuk apa kamu menemui Mr. Sinclair? Bukankah Mr. Sinclair sudah menyuruhmu kembali lebih dulu?" Apa yang dikatakan Vincent memang benar. Saat acara inti selesai, Easton memang mengatakan kepadanya bahwa dia tidak bisa pulang bersama Emberly karena ada hal yang harus dilakukannya—salah satunya pertemuan bisnisnya dengan De Luca, dan menyuruhnya pulangdengan mobil perusahaan.Namun sialnya, Vincent ada saat Easton mengatakan hal itu padanya."Ya, aku tahu," Emberly segera menjawab, menutupi kege
آخر تحديث: 2026-07-14
Chapter: Bab 168 Halusinasi?Author POV"Sudah kamu lakukan?" Emberly bertanya dengan suara pelan, nyaris seperti berbisik. Ia berdiri di salah satu sudut di ruangan Ballroom Hotel Amadea. Di tangannya ia memegang sebuah telepon genggam yang ditempelkan ke telinga."Jangan kuatir, pesananmu sudah diantarkan ke kamar seperti yang kamu katakan," ujar laki-laki di ujung sambungan telepon itu."Kamu yakin tidak ada orang lain yang tahu mengenai hal ini?" tanya Emberly sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan ballroom—sekali lagi mengecek keberadaan Easton di ruangan itu. Jika perhitungannya benar, seharusnya pertemuan Easton dan Lorenzo berakhir saat ini. Sebab, klien mereka-Lorenzo harus segera kembali ke kotanya. Jika Easton tidak terlihat di ruangan itu, artinya Easton masih berada di kamar hotel."Jangan kuatir nona, hanya kami berdua yang mengetahui. Begitu Tuan Sinclair meminum wine itu, Tuan muda itu akan menjadi milik Nona!" Laki-laki itu menjawab dengan tertawa."Bagus!" Emberly tersenyum me
آخر تحديث: 2026-07-13
Chapter: Extra Bab 9“Freya,” ucap Bastian dengan senyum di wajahnya. “Freya Jacinta Dwipangga.” Miranda dan Ayunda saling bertukar pandang sebelum tersenyum dan mengangguk. “Freya. Nama yang Indah,” gumam keduanya menyetujui. Hari itu semua yang ada di Alpine Nest menyambut baik kehadiran bayi mungil bernama Freya Jacinta Dwipangga. Begitu pula Kenzo yang begitu senang ketika diperbolehkan melihat langsung adiknya itu. Mulai hari itu, ia telah menjadi seorang kakak. Apalagi, adiknya itu hadir sebagai hadiah ulang tahun terindah baginya. Keluarga besar Dwipangga hari itu sangat berbahagia. Bukan hanya karena ulang tahun pertama Kenzo, namun juga hadirnya Freya dalam keluarga mereka. Berita kelahiran Freya langsung tersebar ke seantero Emerald City, meskipun sosok bayi tersebut masih dirahasiakan dan belum di perlihatkan kepada publik. Publik ikut merasa senang dan tidak sabar untuk segera melihat sosok putri keluarga Dwipangga yang diberitakan memiliki paras yang rupawan. Berita persalinan K
آخر تحديث: 2025-01-31
Chapter: Extra Bab 8“Ama… Ama.. atit?” tanya Kenzo pada Haidar, kakeknya. Tampak ia mengkhawatirkan mamanya.Apalagi ia melihat Papanya begitu panik saat membawa mamanya pergi masuk ke dalam ruangan dengan kolam besar yang ada di dekat mereka. Haidar tersenyum dan menggeleng. Ia berusaha untuk tidak tampak gelisah atau khawatir. “Mama tidak sakit, tapi saat ini sedang melahirkan adiknya Kenzo,” terangnya pada cucu kesayangannya itu.“Kenzo di sini dulu ya sama Kakek. Nanti kalau adik sudah keluar dari perut mama, Kenzo bisa ketemu sama adik.” Haidar pun duduk dan memangku Kenzo di sofa.Kanaya sudah pernah menceritakan pada Kenzo mengenai adik bayi yang ada di dalam perutnya, sehingga Kenzo tidak terlalu bingung atau panik saat mengetahui Kanaya akan melahirkan. “Sini, Kenzo boboan di sini.” Haidar menepuk ruang kosong diantara dirinya dan Azhar, agar cucunya itu bisa beristirahat dan tidur. Ia tahu Kenzo tidak akan mau pergi tidur ke kamarnya mengetahui mamanya tengah melahirkan adiknya.Akan tetapi
آخر تحديث: 2025-01-31
Chapter: Extra Bab 7Ardyan dan Aliya telah menikah sejak 6 bulan yang lalu, dan sekarang kandungan Aliya telah menginjak 3 bulan.Mereka berdua memang tidak menunda kehamilan dan berharap segera diberikan keturunan. Selain itu, Ardyan juga sudah berusia lebih dari 30 tahun, sehingga dia tidak ingin lagi menunda.Dan meskipun kehamilan Aliya masih muda dan belum terlihat benar, namun jika diperhatikan dengan seksama, akan terlihat benjolan kecil di perutnya.Saat ini, Aliya masih bekerja di LiveTV, namun ia tidak lagi bekerja di lapangan untuk mencari berita setelah mengetahui kehamilannya. Ia memilih bertugas di dalam studio untuk sementara waktu. Sedangkan Ardyan, dia masih menjalani hari-harinya sebagai the best neurosurgeon di Emerald City, sekaligus Direktur Emerald Restorative Centre, Rumah Sakit terbesar dan tercanggih di Emerald City.“Bagaimana kehamilanmu kali ini? Ah, Kenzo pasti senang sekali akan segera memiliki seorang adik!” Aliya memegang perut besar Kanaya dan mengelusnya.“Untuk yang
آخر تحديث: 2025-01-31
Chapter: Extra Bab 6Acara ulang tahun berlangsung dengan sangat meriah. Anak-anak panti yang diundang untuk datang tampak sangat senang. Berbagai macam permainan, hiburan bahkan hadiah-hadiah yang dibagikan membuat mereka tertawa sepanjang acara.Tamu undangan lainnya, keluarga, dan kerabat yang membawa anak-anak mereka juga menikmati acara itu. Mereka membawa berbagai macam hadiah, dari mainan anak-anak yang sangat populer dan diminati, hingga hadiah yang bernilai fantastis.Berbagai macam hidangan disajikan. Dari mulai hidangan berbentuk lucu bertemakan kerajaan untuk anak-anak hingga hidangan estetik dan lezat dari chef terkemuka yang menggunakan bahan-bahan berkualitas premium.Dan Kenzo, bocah berulang tahun yang memiliki paras rupawan perpaduan antara Kanaya dan Bastian, menjadi pusat perhatian di acara itu. Tidak hanya parasnya, tingkah polah anak berusia 1 tahun itu selain menggemaskan juga telah membuat decak kagum tamu undangan. Di usia yang masih sangat kecil, Kenzo telah menunjukkan sikap
آخر تحديث: 2025-01-31
Chapter: Extra Bab 5Hari itu, di Alpine Nest ramai dengan banyak orang yang datang. Azhar, Haidar, Miranda, Ayunda, Laila, dan Fadly—sepupu Kanaya. Tidak lupa Alea, Fariz dan Clara juga sudah hadir di sana.Mereka semua datang untuk menghadiri ulang tahun pertama Kenzo yang hanya dihadiri oleh orang-orang terdekat, keluarga dan teman serta anak yatim yang sengaja diundang untuk memeriahkan acara itu.Acara dilangsungkan di halaman belakang rumah mereka, dengan mengusung tema Royal Prince. Sesuai dengan tema, maka di dekat danau itu dibangun sebuah miniatur kastil kerajaan, dengan dekorasi balon dan hiasan lainnya yang berwarna emas, biru dan putih.Makanan yang dihidangkan pun dibuat sesuai tema. Mewah, namun dengan bentuk yang lucu dan menggemaskan sesuai dengan usia baby Kenzo yang baru berulang tahun pertama.“Apa semua sudah siap? Di mana Kenzo?” Kanaya baru selesai berpakaian, dan ia memastikan kembali persiapan mereka untuk acara itu.Ia dan Bastian juga ikut mengenakan kostum Royal King dan Queen
آخر تحديث: 2025-01-31
Chapter: Extra Bab 4“Bos, itu orangnya!” Seorang pria dengan banyak tato di tangannya melapor pada seorang pria yang duduk di dalam sebuah mobil SUV.Jendela mibil SUV itu diturunkan dan tampaklah wajah seorang pria. Dia mengenakan jaket hitam dan kaca mata hitam. Rambut panjangnya yang diikat ke belakang, dicepol kecil dibagian atas, sehingga menampakkan potongan rambut pendek undercut dibagian bawah yang rapi.Pria itu membuka kaca matanya dan melihat ke luar pada sosok dua orang pria yang sedang berdiri membelakangi mereka yang berjarak cukup jauh. Kedua orang itu berpakaian parlente, kemeja rapi dengan sepatu kulit yang mengkilap.“Hanya berdua saja?” tanya Jono—pria berjaket hitam di dalam mobil.“Hanya mereka dan supir di dalam mobil.” Anak buah Jono menunjuk sebuah mobil Mercedes Benz S class berwarna hitam terparkir di ujung bagian jalan itu.Jono tidak mengetahui siapa orang itu. Mereka berpenampilan rapi dan parlente, namun mereka berdua bukan berasalah dari Emerald City.Jono memberi isyarat
آخر تحديث: 2025-01-24