author-banner
Misya Lively
Misya Lively
Author

Novel-novel oleh Misya Lively

Kesepakatan Hati: Ibu Pengganti Untuk Anak CEO

Kesepakatan Hati: Ibu Pengganti Untuk Anak CEO

Kanaya diliputi perasaan bersalah tatkala tak mampu membiayai pengobatan ibunya. Biaya yang begitu besar dan donor yang langka, membuat kesempatannya untuk menyelamatkan ibunya kian menipis. Sampai akhirnya, sebuah penawaran sebagai ibu pengganti dari keluarga yang menginginkan anak pun datang kepadanya. Dengan hadiah yang begitu besar, Kanaya dapat menyelamatkan ibunya dengan mengambil tawaran itu. Namun, keputusannya itu justru membuatnya terjebak dalam pusaran cinta tersembunyi dengan Bastian, pria yang menyewa rahimnya, dan anak yang Kanaya kandung. Dan, pada titik tertentu, Kanaya mengambil keputusan yang mengubah hidupnya sepenuhnya. Dapatkah mereka berdua bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih atau memang cinta tak harus memiliki?
Baca
Chapter: Extra Bab 9
“Freya,” ucap Bastian dengan senyum di wajahnya. “Freya Jacinta Dwipangga.” Miranda dan Ayunda saling bertukar pandang sebelum tersenyum dan mengangguk. “Freya. Nama yang Indah,” gumam keduanya menyetujui. Hari itu semua yang ada di Alpine Nest menyambut baik kehadiran bayi mungil bernama Freya Jacinta Dwipangga. Begitu pula Kenzo yang begitu senang ketika diperbolehkan melihat langsung adiknya itu. Mulai hari itu, ia telah menjadi seorang kakak. Apalagi, adiknya itu hadir sebagai hadiah ulang tahun terindah baginya. Keluarga besar Dwipangga hari itu sangat berbahagia. Bukan hanya karena ulang tahun pertama Kenzo, namun juga hadirnya Freya dalam keluarga mereka. Berita kelahiran Freya langsung tersebar ke seantero Emerald City, meskipun sosok bayi tersebut masih dirahasiakan dan belum di perlihatkan kepada publik. Publik ikut merasa senang dan tidak sabar untuk segera melihat sosok putri keluarga Dwipangga yang diberitakan memiliki paras yang rupawan. Berita persalinan K
Terakhir Diperbarui: 2025-01-31
Chapter: Extra Bab 8
“Ama… Ama.. atit?” tanya Kenzo pada Haidar, kakeknya. Tampak ia mengkhawatirkan mamanya.Apalagi ia melihat Papanya begitu panik saat membawa mamanya pergi masuk ke dalam ruangan dengan kolam besar yang ada di dekat mereka. Haidar tersenyum dan menggeleng. Ia berusaha untuk tidak tampak gelisah atau khawatir. “Mama tidak sakit, tapi saat ini sedang melahirkan adiknya Kenzo,” terangnya pada cucu kesayangannya itu.“Kenzo di sini dulu ya sama Kakek. Nanti kalau adik sudah keluar dari perut mama, Kenzo bisa ketemu sama adik.” Haidar pun duduk dan memangku Kenzo di sofa.Kanaya sudah pernah menceritakan pada Kenzo mengenai adik bayi yang ada di dalam perutnya, sehingga Kenzo tidak terlalu bingung atau panik saat mengetahui Kanaya akan melahirkan. “Sini, Kenzo boboan di sini.” Haidar menepuk ruang kosong diantara dirinya dan Azhar, agar cucunya itu bisa beristirahat dan tidur. Ia tahu Kenzo tidak akan mau pergi tidur ke kamarnya mengetahui mamanya tengah melahirkan adiknya.Akan tetapi
Terakhir Diperbarui: 2025-01-31
Chapter: Extra Bab 7
Ardyan dan Aliya telah menikah sejak 6 bulan yang lalu, dan sekarang kandungan Aliya telah menginjak 3 bulan.Mereka berdua memang tidak menunda kehamilan dan berharap segera diberikan keturunan. Selain itu, Ardyan juga sudah berusia lebih dari 30 tahun, sehingga dia tidak ingin lagi menunda.Dan meskipun kehamilan Aliya masih muda dan belum terlihat benar, namun jika diperhatikan dengan seksama, akan terlihat benjolan kecil di perutnya.Saat ini, Aliya masih bekerja di LiveTV, namun ia tidak lagi bekerja di lapangan untuk mencari berita setelah mengetahui kehamilannya. Ia memilih bertugas di dalam studio untuk sementara waktu. Sedangkan Ardyan, dia masih menjalani hari-harinya sebagai the best neurosurgeon di Emerald City, sekaligus Direktur Emerald Restorative Centre, Rumah Sakit terbesar dan tercanggih di Emerald City.“Bagaimana kehamilanmu kali ini? Ah, Kenzo pasti senang sekali akan segera memiliki seorang adik!” Aliya memegang perut besar Kanaya dan mengelusnya.“Untuk yang
Terakhir Diperbarui: 2025-01-31
Chapter: Extra Bab 6
Acara ulang tahun berlangsung dengan sangat meriah. Anak-anak panti yang diundang untuk datang tampak sangat senang. Berbagai macam permainan, hiburan bahkan hadiah-hadiah yang dibagikan membuat mereka tertawa sepanjang acara.Tamu undangan lainnya, keluarga, dan kerabat yang membawa anak-anak mereka juga menikmati acara itu. Mereka membawa berbagai macam hadiah, dari mainan anak-anak yang sangat populer dan diminati, hingga hadiah yang bernilai fantastis.Berbagai macam hidangan disajikan. Dari mulai hidangan berbentuk lucu bertemakan kerajaan untuk anak-anak hingga hidangan estetik dan lezat dari chef terkemuka yang menggunakan bahan-bahan berkualitas premium.Dan Kenzo, bocah berulang tahun yang memiliki paras rupawan perpaduan antara Kanaya dan Bastian, menjadi pusat perhatian di acara itu. Tidak hanya parasnya, tingkah polah anak berusia 1 tahun itu selain menggemaskan juga telah membuat decak kagum tamu undangan. Di usia yang masih sangat kecil, Kenzo telah menunjukkan sikap
Terakhir Diperbarui: 2025-01-31
Chapter: Extra Bab 5
Hari itu, di Alpine Nest ramai dengan banyak orang yang datang. Azhar, Haidar, Miranda, Ayunda, Laila, dan Fadly—sepupu Kanaya. Tidak lupa Alea, Fariz dan Clara juga sudah hadir di sana.Mereka semua datang untuk menghadiri ulang tahun pertama Kenzo yang hanya dihadiri oleh orang-orang terdekat, keluarga dan teman serta anak yatim yang sengaja diundang untuk memeriahkan acara itu.Acara dilangsungkan di halaman belakang rumah mereka, dengan mengusung tema Royal Prince. Sesuai dengan tema, maka di dekat danau itu dibangun sebuah miniatur kastil kerajaan, dengan dekorasi balon dan hiasan lainnya yang berwarna emas, biru dan putih.Makanan yang dihidangkan pun dibuat sesuai tema. Mewah, namun dengan bentuk yang lucu dan menggemaskan sesuai dengan usia baby Kenzo yang baru berulang tahun pertama.“Apa semua sudah siap? Di mana Kenzo?” Kanaya baru selesai berpakaian, dan ia memastikan kembali persiapan mereka untuk acara itu.Ia dan Bastian juga ikut mengenakan kostum Royal King dan Queen
Terakhir Diperbarui: 2025-01-31
Chapter: Extra Bab 4
“Bos, itu orangnya!” Seorang pria dengan banyak tato di tangannya melapor pada seorang pria yang duduk di dalam sebuah mobil SUV.Jendela mibil SUV itu diturunkan dan tampaklah wajah seorang pria. Dia mengenakan jaket hitam dan kaca mata hitam. Rambut panjangnya yang diikat ke belakang, dicepol kecil dibagian atas, sehingga menampakkan potongan rambut pendek undercut dibagian bawah yang rapi.Pria itu membuka kaca matanya dan melihat ke luar pada sosok dua orang pria yang sedang berdiri membelakangi mereka yang berjarak cukup jauh. Kedua orang itu berpakaian parlente, kemeja rapi dengan sepatu kulit yang mengkilap.“Hanya berdua saja?” tanya Jono—pria berjaket hitam di dalam mobil.“Hanya mereka dan supir di dalam mobil.” Anak buah Jono menunjuk sebuah mobil Mercedes Benz S class berwarna hitam terparkir di ujung bagian jalan itu.Jono tidak mengetahui siapa orang itu. Mereka berpenampilan rapi dan parlente, namun mereka berdua bukan berasalah dari Emerald City.Jono memberi isyarat
Terakhir Diperbarui: 2025-01-24
Kesepakatan Hati: Terjebak Pelukan Sang Mantan

Kesepakatan Hati: Terjebak Pelukan Sang Mantan

Diperalat dan dianggap remeh oleh Eric Wijaya—tunangannya, Cora Aleyna sangat kecewa dan sakit hati. Dia berniat menghalangi rencana Eric kemenangkan kompetisi dan mendapatkan keuntungan dari desain satu set perhiasan yang dicuri darinya. Namun siapa sangka dalam usahanya mencari seorang sponsor, Reno—CEO misterius yang mensponsorinya adalah orang yang memiliki masa lalu yang rumit dengannya! Dapatkah Cora mengambil kembali haknya yang telah diambil darinya? Lalu bagaimana dengan Reno—sang mantan, yang kembali dalam hidupnya? Dapatkah ia menjalaninya tanpa terjebak pesona pria itu?
Baca
Chapter: Bab 233 Tinggal Satu Puzzle Kecil
Dielusnya perlahan pundak Cora, sementara tangan lainnya memegangi kepala istri yang tengah menangis dalam pelukannya. “Sayang…kamu harus kuat. Mama dan Papamu akan mendapatkan keadilan, karena sekarang kita tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kita punya bukti…” ucap Reno pelan di telinga Cora. “Rita Wijaya tidak akan bisa lolos kali ini…”Tarikan nafas Cora tersendat dan dia berusaha berhenti menangis, meski sulit.Ia melepaskan pelukan Reno dan menatapnya dari jarak yang cukup dekat sebelum mengangguk dan mencoba tersenyum.Setelah saling menatap dengan penuh pengertian, mereka kembali menoleh ke arah Awan yang berdiri dengan dibantu anak buah Jay.“Kamu tahu apa yang kalian lakukan salah, dan akibatnya terhadap kehidupan keluarga yang kalian renggut,” ujar Reno mengingatkan Awan dengan keras. “Dan konsekuensi dari perbuatan kalian, kalian semua harus bersaksi dengan sebenarnya—persis seperti yang kamu katakan saat ini.”Awan mengangguk pasrah dan tidak membantah. Dia benar-benar me
Terakhir Diperbarui: 2026-01-28
Chapter: Bab 232 Tak Pantas Meminta Maaf
“Saya mengatakan ini bukan untuk membela diri. Saya tahu saya salah, dan saya hanya ingin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi …” Apakah Reno dan Cora percaya atau tidak, Awan sudah berusaha menjelaskan.“Tapi kalian menerima uang itu…” Reno terus menggali kejadian saat itu. Ia memanfaatkan rasa bersalah Awan untuk mendapatkan pengakuan jujur pria itu.Raut wajah Awan semakin rumit. Dia terlihat menanggung beban, rasa bersalah, penyesalan sekaligus rasa malu. “Kami memang menerima uang itu…” ucapnya dengan tertunduk“Seharusnya kami menolaknya. Tetapi saat itu kami hanyalah anak kampung yang miskin dan bodoh. Kami belum pernah melihat atau memegang uang 50 juta. Dan bagi kami uang itu banyak sekali. Dan karena kebodohan dan ketamakan, kami menerima pekerjaan itu…” ujar Awan dengan suara berat dan terisak— karena penyesalan yang mendalam.“Kenapa kalian tidak memberitahu penyidik kalau kalian dibohongi oleh Bu Rita untuk melakukan hal itu.”“Kami tidak berani…” jawab Awan dengan
Terakhir Diperbarui: 2026-01-28
Chapter: Bab 231 Kebohongan Rita
“Hentikan mobil!”Mobil yang dikendarai Rendy segera berhenti dengan decitan keras mendengar perintah Reno.“Rekam ini!” perintah Reno pada Rendy.Lalu ia menurunkan jendela di sisinya dan menatap pria yang berdiri dengan nafas terengah-engah di samping mobil yang mereka tumpangi.“Itu benar…” ujar Awan sambil menatap ke dalam mobil SUV mewah yang baru saja dikejarnya, sehingga membuat Reno mengerutkan kening.“Perempuan di foto itu—dia yang membayar kami,” ucap Awan dengan ekspresi yang bercampur aduk.“Perempuan yang mana?” Reno ingin Awan lebih spesifik menerangkan.“Perempuan di Dermaga itu—Rita Wijaya.” Awan bersaksi tanpa ragu.Mendengar itu, Cora menahan nafasnya. Tangannya meremas baju yang ia kenakan. Rita Wijaya, dia benar-benar tega melakukan hal sekeji itu.Dari ujung matanya, Reno melihat tangan Cora yang mengepal. Buku-buku jarinya memutih karena begitu eratnya. Refleks ia meraih tangan Cora, melonggarkan genggaman itu. Sebagai gantinya Reno menggenggam tangan Cora.P
Terakhir Diperbarui: 2026-01-28
Chapter: Bab 230 Aku Telah Gagal?
Keempat orang itu beradu tatap. Mulai gontai dengan pendirian mereka masing-masing.Reno berjalan ke samping, dan berhenti di depan Sugi. “Apa kalian tahu, selama kalian menjalani masa hukuman, “Ibu” itu hidup bergelimang harta, makan enak, hidup tenang tanpa seorang pun tahu kejahatan yang telah dia lakukan?!”Reno sengaja menggunakan kata “ibu” untuk menunjukkan bahwa ia telah mengetahui siapa yang menyuruh mereka, sekaligus memancing mereka untuk mengakui siapa orang yang menyuruhnya.Reno bisa merasakan keempat orang itu mulai goyah. Sambil tersenyum sinis, Reno bergeser ke arah Pendi. Namun sebelum Reno sempat berbicara, Cora mendahuluinya.“Apakah kalian tahu apa yang aku alami karena kejadian itu?” Ia menatap mereka satu per satu dengan kedua mata yang penuh luka.“Karena kejadian itu, aku kehilangan kedua orang tuaku, dan aku… hidup sebatang kara di dunia ini,” ujar Cora dengan suara yang berat dan parau karena emosi yang berkecambah di hatinya.“Karena kejadian itu, aku keh
Terakhir Diperbarui: 2026-01-24
Chapter: Bab 229 Bukan Kecelakaan
Ada yang menunjuk Cora dengan tangan bergetar, ada yang membelalakkan mata dengan syok, dan bahkan melonjak terkejut. Semua reaksi itu menunjukkan jika mereka terkejut melihat wajah yang mirip dengan Lucy. Apakah orang yang sedang mabuk bisa mengingat wajah seseorang? Ini membuktikan bahwa mereka tidak benar-benar mabuk saat kejadian itu.Cora lanjut berjalan hingga berhenti di depan mereka. “Kamu—anak kecil itu, bukan? A-anak perempuan yang—diselamatkan Agus? Anak perempuan—Wijaya?!” Awan menyadarinya begitu dia memperhatikan usia perempuan di hadapannya.Ketiga temannya sontak memperhatikan Cora dengan seksama. “Kamu memang anak perempuan itu!” Pendi ikut membenarkan.“Kalian sudah mengetahui kalau dia adalah Darra—anak perempuan keluarga Wijaya yang seharusnya ikut tenggelam bersama kapal yang kalian tabrak…” ujar Reno sambil berjalan mendekat dan berhenti di samping Cora. “Apa ada yang ingin kalian sampaikan kepadanya?” Keempat orang itu langsung menunduk sambil diam-diam sali
Terakhir Diperbarui: 2026-01-24
Chapter: Bab 228 Para Pelaku
“Selidiki semua lalu lintas dana yang keluar masuk melalui Joko dan kerabat dekatnya setelah kejadian tabrakan kapal itu,” perintah Reno kepada Rendy setelah ia dan Cora kembali ke dalam mobil.“Baik Pak—”“Tidak, tunggu dulu… Mungkin sebaiknya kita memulainya dengan rekening Bu Rita!” Tiba-tiba Reno berubah pikiran dan memotong ucapan Rendy. Ia lalu menoleh kepada Cora. “Bagaimana menurutmu, Sayang?”Cora duduk di samping Reno, di kursi belakang sebuah mobil SUV mewah, sedang menatap amplop putih yang di pegangnya. Amplop itu bukan sembarang amplop. Amplop itu berisi surat yang Agus Pram tulis untuk kakaknya—Awan.Cora tidak tahu apa isi surat itu, namun Agus mengatakan kepadanya untuk meminta Awan segera membacanya begitu menerima surat itu.Ia menyetujuinya karena mempertimbangkan kondisi kesehatan Agus yang sangat memprihatinkan. Jika ia menolaknya, Ia tidak tahu apakah Agus akan punya kesempatan untuk bisa menulis surat atau bertemu kembali dengan kakaknya itu.Oleh karena itu
Terakhir Diperbarui: 2026-01-23
Satu Malam, Dua Rahasia: Lelaki Dingin Itu Ayah Anakku

Satu Malam, Dua Rahasia: Lelaki Dingin Itu Ayah Anakku

Satu malam—dan hidup Iris Villar tak lagi sama. Pria yang meniduri dirinya ternyata CEO tempat ia magang! Iris mati-matian menutupi aib itu, sampai kenyataan kembali menghantam ketika sosok tersebut justru muncul di tempat yang tak pernah ia duga!
Baca
Chapter: Bab 54 Kamu Tidak Yakin
Author POVPeristiwa itu terjadi di hotel milik Timothy. Hanya karyawan hotel itu yang memiliki akses untuk masuk ke dalam kamar atau bersentuhan langsung dengan botol wine itu sebelum ia mengkonsumsinya.“Aku pun tidak tahu Easton. Tebakanku, kamu mungkin korban salah target. Maksudku, mungkin wine dengan obat perangsang itu mungkin ditujukan untuk orang lain, namun justru terkirim ke kamarmu. Karena malam itu, ada beberapa kamar yang memesan Pinot Noir.”Easton menatap Timothy, tidak yakin untuk percaya pada penuturannya. Tidak sengaja? Apakah itu mungkin?“Easton, kamu tidak berpikir kalau aku dan Regina yang meracunimu kan?” tanya Timothy sambil menatap balik Easton.Lama mereka saling tatap sampai akhirnya Easton menggeleng. “Of course not. You didn't have any reason to do that, did you?”“No, of course not!” Timothy menjawab dengan cepat.“Look Easton, Aku tahu hal itu kelihatan tidak masuk akal. Dan aku sangat menyesal hal itu terjadi di hotelku. Tapi terus terang, aku tidak ta
Terakhir Diperbarui: 2026-02-14
Chapter: Bab 53 Welcoming Gift
Author POV“Hei, Easton!” Timothy dan Damon langsung menyapa dan menyalami Easton begitu ia datang.“Easton, I’m glad you’re here! Sejk kepindahanmu, kami ingin mengajakmu ke sini. Tapi kamu selalu sibuk…” Damon langsung menariknya ke arah sofa setengah lingkaran yang ada di booth itu. “Sorry to disappoint you guys, but I have to work to survive, unlike you trust fund kids…” Easton merasa sedikit rileks berada diantara teman-temannya. Ia menimpali mereka dengan sedikit gurauan mengenai kelebihan mereka sebagai trust fund kids.Trust fund kids adalah orang yang terlahir di keluarga kaya, yang diberikan warisan dan dukungan finansial yang solid dari keluarganya. Tidak seperti Timothy dan Damon yang terlahir dari keluarga kaya dan mewarisi jabatan pimpinan perusahaan dari orang tua, Easton harus memulai usahanya dari nol.Segala yang Easton dapatkan hari ini adalah jerih payah dan keringat yang ia keluarkan sendiri.Timothy dan Damon tidak tersinggung dengan ucapan Easton. Mereka justr
Terakhir Diperbarui: 2026-02-14
Chapter: Bab 52 Clubbing
Author POVEaston melirik telepon genggam di atas meja dan meraihnya. Namun saat ia mencari nomor Iris, ia tidak menemukannya. Easton baru menyadari, ia tidak menyimpan nomor telepon Iris! Damn it! Umpatnya dalam hati dengan sedikit rasa penyesalan. Tidak dipungkiri, ia tahu persis mengapa ia tidak pernah menanyakan nomor gadis itu pada Vincent.Well, Ia tidak pernah mengira jika ia akan membutuhkannya.Siapa yang akan meyangka jika ia—CEO SDP Corp., akan menghubungi Iris—seorang karyawan magang?Easton hendak menanyakan nomor Iris kepda Vincent, namun sebelum ia sempat men-dial nomor Vincent, ia mengurungkannya.Tidak, ia tidak bisa melakukan itu, batinnya sambil menatap layar telepon. Rasa gengsi menahannya, namun rasa ingin tahu dan tak nyaman itu masih ada, menggelitik dengan perlahan menyisakan keraguan.Lalu, Easton teringat sesuatu. Dan tangannya mulai membuka sebuah aplikasi media sosial.Instagram, dan ia mengetik nama Iris.Easton ingat, siang tadi Iris sempat mengirimka
Terakhir Diperbarui: 2026-02-12
Chapter: Bab 51 Friday Night
Author POVTidak ada yang mau bekerja lembur pada friday night. Hampir semua orang bersegera pergi begitu jam pulang kantor—entah pulang ke rumah untuk bertemu keluarga, atau dating, atau pergi hangout dengan teman—or get wasted.Dan Emberly berharap malam ini ia bisa menghabiskannya bersama Easton, bahkan jika memungkinkan sepanjang weekend!Emberly merasa hubungannya dan Easton harus segera naik ke level berikutnya. Dengan adanya Iris di lingkungan yang sama dengannya dan Easton, Emberly tidak boleh membuang lebih banyak waktu dan membiarkan kesempatan yang dimilikinya menjadi sia-sia.Ia harus mengambil inisiatif lebih berani dan tidak boleh memberi Iris kesempatan untuk merebut Easton darinya.Sambil menaruh kopi di meja Easton—dengan sengaja meyentuh bahu Easton dalam prakteknya, ia berkata dengan lemah lembut, “Tapi ini friday night, Easton. Apa kamu tidak mau—keluar? Semua orang di kantor sudah pergi.” Mencium aroma parfum Emberly yang tajam membuat Easton refleks menjauh. Ia
Terakhir Diperbarui: 2026-02-12
Chapter: Bab 50 Dinner With Oliver
Author POVDiam-diam Iris menghela nafas. Membayangkan ia dan Easton menganggap satu sama lain sebagai saudara tiri adalah ide yang masih terasa asing bagi dirinya. Apalagi Easton dengan gamblang pernah menolak mengakuinya sebagai saudara tiri. Saat ini, ia mungkin bisa mencari jalan untuk meminta Easton menerima pengunduran dirinya, dan membiarkan hubungan mereka tetap seperti saat ini—dua orang asing yang berada dalam situasi tidak mengenakkan karena keadaan.Namun saat teringat wajah sedih Harlan ketika Easton menolaknya di kantor, serta wajah Mamanya ketika mereka tengah membicarakan Easton beberapa waktu yang lalu, ia tidak bisa-tidak melakukan apa-apa.Mungkin, dengan ia bertahan bekerja magang, ia bisa melakukan sesuatu untuk membantu mengurai benang kusut diantara Easton dan kedua orang tuanya.Tanpa disadari, Iris mendesah pelan, mengetahui pasti hal itu tidaklah mudah. Akan tetapi, demi orang tuanya, ia rela mencoba.Kemungkinan terburuknya jika ia gagal adalah mengulang m
Terakhir Diperbarui: 2026-02-12
Chapter: Ba 49 Saudara Tiri
Author POV“Jadi aku pernah mendapat panggilan gawat darurat, dan itu terjadi lewat tengah malam…” Oliver mulai bercerita sambil menyantap makan malamnya.Ia dan Iris sedang berada di salah satu restoran Urban Palate yang terletak di salah satu jalan protokol kota Aetherfield.Sekitar setengah jam yang lalu mereka bertemu di restoran itu dan Oliver, yang memang gemar mengobrol, menceritakan Iris beberapa pengalaman yang pernah dia alami selama menjadi dokter.“Hem, what happened?” tanya Iris merespon cerita itu.“Saat itu ada kecelakaan mobil yang berisi satu keluarga, dan membutuhkan penanganannya ekstra, sementara dokter jaga malam saat itu tidak cukup untuk meng-handle pasien,” ujar Oliver menjelaskan situasi saat itu.“That’s too bad…” Iris menyayangkan kejadian itu. “Tapi aku yakin kamu pasti berangkat ke rumah sakit…” sambing Itis sambil tersenyum.“I did,” jawab Oliver setelah ia menelan makanan yang dikunyahnya. Lalu ia lanjut bercerita. “Masalahnya, saat itu aku sedang pulan
Terakhir Diperbarui: 2026-02-09
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status