LOGINDiperalat dan dianggap remeh oleh Eric Wijaya—tunangannya, Cora Aleyna sangat kecewa dan sakit hati. Dia berniat menghalangi rencana Eric kemenangkan kompetisi dan mendapatkan keuntungan dari desain satu set perhiasan yang dicuri darinya. Namun siapa sangka dalam usahanya mencari seorang sponsor, Reno—CEO misterius yang mensponsorinya adalah orang yang memiliki masa lalu yang rumit dengannya! Dapatkah Cora mengambil kembali haknya yang telah diambil darinya? Lalu bagaimana dengan Reno—sang mantan, yang kembali dalam hidupnya? Dapatkah ia menjalaninya tanpa terjebak pesona pria itu?
View MoreDielusnya perlahan pundak Cora, sementara tangan lainnya memegangi kepala istri yang tengah menangis dalam pelukannya. “Sayang…kamu harus kuat. Mama dan Papamu akan mendapatkan keadilan, karena sekarang kita tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kita punya bukti…” ucap Reno pelan di telinga Cora. “Rita Wijaya tidak akan bisa lolos kali ini…”Tarikan nafas Cora tersendat dan dia berusaha berhenti menangis, meski sulit.Ia melepaskan pelukan Reno dan menatapnya dari jarak yang cukup dekat sebelum mengangguk dan mencoba tersenyum.Setelah saling menatap dengan penuh pengertian, mereka kembali menoleh ke arah Awan yang berdiri dengan dibantu anak buah Jay.“Kamu tahu apa yang kalian lakukan salah, dan akibatnya terhadap kehidupan keluarga yang kalian renggut,” ujar Reno mengingatkan Awan dengan keras. “Dan konsekuensi dari perbuatan kalian, kalian semua harus bersaksi dengan sebenarnya—persis seperti yang kamu katakan saat ini.”Awan mengangguk pasrah dan tidak membantah. Dia benar-benar me
“Saya mengatakan ini bukan untuk membela diri. Saya tahu saya salah, dan saya hanya ingin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi …” Apakah Reno dan Cora percaya atau tidak, Awan sudah berusaha menjelaskan.“Tapi kalian menerima uang itu…” Reno terus menggali kejadian saat itu. Ia memanfaatkan rasa bersalah Awan untuk mendapatkan pengakuan jujur pria itu.Raut wajah Awan semakin rumit. Dia terlihat menanggung beban, rasa bersalah, penyesalan sekaligus rasa malu. “Kami memang menerima uang itu…” ucapnya dengan tertunduk“Seharusnya kami menolaknya. Tetapi saat itu kami hanyalah anak kampung yang miskin dan bodoh. Kami belum pernah melihat atau memegang uang 50 juta. Dan bagi kami uang itu banyak sekali. Dan karena kebodohan dan ketamakan, kami menerima pekerjaan itu…” ujar Awan dengan suara berat dan terisak— karena penyesalan yang mendalam.“Kenapa kalian tidak memberitahu penyidik kalau kalian dibohongi oleh Bu Rita untuk melakukan hal itu.”“Kami tidak berani…” jawab Awan dengan
“Hentikan mobil!”Mobil yang dikendarai Rendy segera berhenti dengan decitan keras mendengar perintah Reno.“Rekam ini!” perintah Reno pada Rendy.Lalu ia menurunkan jendela di sisinya dan menatap pria yang berdiri dengan nafas terengah-engah di samping mobil yang mereka tumpangi.“Itu benar…” ujar Awan sambil menatap ke dalam mobil SUV mewah yang baru saja dikejarnya, sehingga membuat Reno mengerutkan kening.“Perempuan di foto itu—dia yang membayar kami,” ucap Awan dengan ekspresi yang bercampur aduk.“Perempuan yang mana?” Reno ingin Awan lebih spesifik menerangkan.“Perempuan di Dermaga itu—Rita Wijaya.” Awan bersaksi tanpa ragu.Mendengar itu, Cora menahan nafasnya. Tangannya meremas baju yang ia kenakan. Rita Wijaya, dia benar-benar tega melakukan hal sekeji itu.Dari ujung matanya, Reno melihat tangan Cora yang mengepal. Buku-buku jarinya memutih karena begitu eratnya. Refleks ia meraih tangan Cora, melonggarkan genggaman itu. Sebagai gantinya Reno menggenggam tangan Cora.P
Keempat orang itu beradu tatap. Mulai gontai dengan pendirian mereka masing-masing.Reno berjalan ke samping, dan berhenti di depan Sugi. “Apa kalian tahu, selama kalian menjalani masa hukuman, “Ibu” itu hidup bergelimang harta, makan enak, hidup tenang tanpa seorang pun tahu kejahatan yang telah dia lakukan?!”Reno sengaja menggunakan kata “ibu” untuk menunjukkan bahwa ia telah mengetahui siapa yang menyuruh mereka, sekaligus memancing mereka untuk mengakui siapa orang yang menyuruhnya.Reno bisa merasakan keempat orang itu mulai goyah. Sambil tersenyum sinis, Reno bergeser ke arah Pendi. Namun sebelum Reno sempat berbicara, Cora mendahuluinya.“Apakah kalian tahu apa yang aku alami karena kejadian itu?” Ia menatap mereka satu per satu dengan kedua mata yang penuh luka.“Karena kejadian itu, aku kehilangan kedua orang tuaku, dan aku… hidup sebatang kara di dunia ini,” ujar Cora dengan suara yang berat dan parau karena emosi yang berkecambah di hatinya.“Karena kejadian itu, aku keh






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore