LOGINSatu malam—dan hidup Iris Villar tak lagi sama. Pria yang meniduri dirinya ternyata CEO tempat ia magang! Iris mati-matian menutupi aib itu, sampai kenyataan kembali menghantam ketika sosok tersebut justru muncul di tempat yang tak pernah ia duga!
View MoreIris POV"Aku… baik-baik saja…." ucapku berusaha menenangkan diri."Iris, apa kam kurang sehat?" Easton bertanya, tampak khawatir.Aku menggeleng, tidak ingin dia khawatir. "Aku hanya sedikit—gugup.” Akhirnya aku mengakui sambil terkekeh canggung. Namun begitu, degup di dadaku masih berdetak cukup kencang."Don't be." Dia tersenyum. "Mereka hanya orang yang sedang bekerja. Tidak perlu merasa takut." Easton menenangkanku, mempererat rangkulannya."Walaupun mereka terus bertanya, mencoba mengorek banyak hal, tetapi mereka tidak bisa memaksa. Mereka punya kode etik yang membatasi ruang gerak mereka.""Kalau kamu tidak ingin mengatakan apa-apa, maka jangan katakan apa-apa. Okay?" Easton menundukkan kepalanya sedikit sehingga wajahnya sejajar denganku."Aku belum pernah mengalami hal ini (berjalan di red carpet)," ucapku jujur.Easton tertawa. "Sama saja rasanya.""Tidak sama!" seruku menyanggahnya.Dia mencubit daguku dengan gemas. "Bukannya kamu sudah tau kalau akan ada banyak r
Iris POVPintu ruangan kerja Easton sedikit terbuka. Namun aku hanya mendengar suaranya saja, tidak ada suara orang lain. Sepertinya dia tengah berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon."Yes, I'm dead serious. Harus ada jalan keluar yang efektif secepatnya. Aku tidak ingin menunggu terlalu lama." Easton berkata, menimpali ucapan lawan bicaranya.Aku membuka pintu perlahan dan melihatnya telah berpakaian rapi menggunakan setelan jas hitam. Dia berdiri membelakangiku, menghadap dinding kaca floor to ceiling sambil memegang handphone di telinga kanannya."Jadikan ini prioritas dan pergunakan segala sumber daya yang ada. I'm counting on you, Anton."Aku tidak ingin mengganggunya, sehingga aku masuk dan tidak memberitahukan kehadiranku.Aku berjalan perlahan memasuki ruangan kerja itu, berniat untuk duduk menunggunya di sofa santai yang berada di dekat rak buku. Namun sayang, niat baikku itu tidak terlaksana dengan baik karena aku tidak sengaja menyenggol salah satu buku d
Iris POV Aku mengambil satu langkah ke depan, memperpendek jarak antara kami. "Mr. Sinclair. Jadi… semua itu karena kamu—cemburu padaku?" Aku sengaja memanggilnya seperti cara aku memanggilnya kala itu. Easton menatapku. Easton yang dulu akan menjaga gengsinya dan akan berdalih. Tetapi kali ini dia mengangguk, "Itu benar…" "Mr. Sinclair—" "Aku tidak akan menjawab apa pun sebelum kamu menjawab pertanyaanku. Kenapa kamu melakukan itu (dansa dengan Oliver)?" Easton memotong ucapanku dan mendesakku menjawab pertanyaan sebelumnya. "It's just a dance. Terkadang tidak perlu alasan apa pun untuk melakukannya. Semua orang di sana berdansa. They—went all out (totalitas tanpa menahan diri)." Aku masih tidak mau mengakui alasan sebenarnya aku berdansa erotis. Jujur, alasan aku belum bisa mengatakan apa yang sebenarnya kurasakan, karena aku masih ragu dengan apa yang akan terjadi dengan hubungan kami ke depannya.Jika hubungan ini mempunyai masa depan, maka kai masih punya banyak wa
Iris POVSore hari sebuah gaun datang, bersama dengan sepasang sepatu heels, sebuah tas, gelang dan anting.Easton menyiapkan itu semua untuk date pertama kami—menghadiri acara Fashion Show Giani. Gaun itu adalah koleksi Giani dari beberapa tahun yang lalu. Modelnya tidak terbuka, tidak memperlihatkan belahan dada, dan bagian punggung tertutup oleh bahan lace hitam yang samar.Dan meski terlihat sopan, warna dan modelnya tidaklah sederhana. Gaun itu bergaya bold—dramatic monochrome.Easton mengatakan karena kami akan menghadiri fashion show Giani, selain mengenakan pakaian yang stand out, kami juga harus menghargai Giani dengan mengenakan salah satu koleksi milik desainer tersebut. Sedangkan salah satu alasan Easton memilih model "sopan" adalah karena ia tidak ingin pria lain menatap dengan lancang pada apa yang menjadi miliknya.Aku memutar bola mata pada pernyataan terakhirnya itu."Aku bukan barang Easton…" ledekku karena dia meng-klaim aku adalah miliknya."You're not." Dia












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore