FAZER LOGINSatu malam—dan hidup Iris Villar tak lagi sama. Pria yang meniduri dirinya ternyata CEO tempat ia magang! Iris mati-matian menutupi aib itu, sampai kenyataan kembali menghantam ketika sosok tersebut justru muncul di tempat yang tak pernah ia duga!
Ver maisIris POVKedua mata kami saling bertemu dan untuk beberapa detik, aku bisa melihat bahwa Easton pun terkejut dengan apa yang dikatakannya, sebelum dia mengalihkan pandangan dariku dan menarik tubuhnya sedikit, memberi sedikit ruang antara kami."Easton, apa yang kamu katakan? Kamu tidak bisa mengatakan hal seperti itu begitu saja!" ucapku setengah berbisik, tidak peduli dengan gestur tubuhnya yang canggung.Aku yang sebelumnya mencoba untuk tenang, saat ini justru merasakan sesuatu bergejolak di dada. Gejolak yang terlalu bercampur aduk hingga aku tidak bisa mengenali apa sebenarnya yang aku rasakan saat ini.Apakah senang, lega, kecewa, atau marah?Kenapa dia mengatakan bahwa dia adalah kekasihku padahal dia memiliki Emberly? Apakah dia two timer yang dengan lantang mengakui kami berdua adalah kekasihnya?Ekspresi wajah Easton tampak sulit dipahami, namun pada akhirnya dia merespon dengan memegang kedua lenganku. "Sudah kukatakan padamu, aku akan membuat segala sesuatunya menjad
Iris POVYa Tuhan, apa yg harus kulakukan? Aku begitu gugup dan panik.Jantungku berdebar kencang, dan kedua mataku melihat dengan horor pada daun pintu—yang memisahkan antara kami berdua dan mama."Iris, apa kamu baik-baik saja? Aku mendengar suara keras dari kamarmu." Mama kembali bertanya.Aku menutup mulut Easton dengan tanganku dan menggelengkan kepala menatapnya, mencegahnya mengeluarkan suara apa pun. Apa pun yang terjadi, Mama tidak boleh mengetahui Easton ada di dalam kamar ini bersamaku."I-I'm fine…" jawabku menekan kepanikan dalam diri sembari menurunkan kakiku dari pinggangnya."Honey, aku sangat kuatir. Apa kamu yakin kamu baik-baik saja?" Mama tampak tidak puas dengan jawabanku."Yes, Mom… I-I'm fine." mataku melihat ke sekeliling dan melihat sebuah foto frame tergeletak di lantai dekat dinding. Rupanya frame foto itu yang terjatuh oleh hentakan menggebu Easton. "Aku tidak sengaja menjatuhkan pigura foto." "Are… you sure?" Mama seperti tidak percaya begitu sa
Iris POVSeketika kunci di tanganku terjatuh—membuat suara dentangan yang cukup keras. Aku berbalik badan.Temaramnya lampu kamar tidak menghalangiku mencari pemilik suara familiar itu."Easton?" Mataku membelalak pada sosok yang duduk santai di kursi meja belajar. Di tangannya dia seperti memegang sebuah gelas beris minuman.Dia meletakkan gelas itu ke atas meja, sebelum beranjak berdiri dan berjalan ke arahku."Who else? Jangan katakan kamu mengharapkan orang lain yang berada di sini…"“I… I didn’t…” jawabku dengan gugup, menyadari tidak akan berakhir baik jika aku menjawab sedang mengharapkan laki-laki lain datang ke kamarku.Kamarku tidak sebesar kamar di apartemen miliknya. Dengan hanya beberapa langkah saja, Easton sudah berdiri di hadapanku.Barulah aku bisa melihat sosoknya dengan jelas. Saat ini, dia mengenakan celana jeans dan kaos t-shirt putih polos. Kemeja yang dikenakan saat datang petang tadi sudah dilepasnya."Easton, kamu—salah masuk kamar. Kamarmu ada di—sebela
Iris POV"Iris, Easton, kalian…?"Seketika tubuhku menegang mendengar suara Harlan.Sudah berapa lama dia ada di dapur? Apakah dia melihat aku dan Easton berciuman?Kedua mata Easton terkunci padaku. Sekejap dia pun tampak terkejut, namun dia segera tersenyum dan berbalik badan."Dad, aku sedang meminta Iris mencicipi kopi ini," ujar Easton dengan santai—tidak tampak jika dia baru saja terkejut. Lain halnya dengan Easton, aku tidak berani menatap Harlan dan berpura-pura menyiapkan kopinya di nampan."Is that so?" Harlan berjalan mendekat, melihat ke arahku seperti sedang mengkonfirmasi kebenaran ucapan Easton.Aku berdeham pelan, menekan kegugupanku. "Yes, Easton bilang kopi ini punya rasa—unik, dan memintaku mencobanya." Aku menyodorkan kepadanya kopi yang sudah jadi.Untungnya raut wajah Harlan langsung berseri melihat kopi itu. Dia meraihnya dan lagsung menghirup aromanya."Hmmm... wanginya sangat enak. Apakah rasanya seenak wanginya?" Dia bertanya padaku."It—taste good












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Classificações
avaliaçõesMais