Chapter: Bab 22. Sang GodmotherMalam itu, panti asuhan yang awalnya ramai dengan suara anak-anak, perlahan kembali tenang setelah makan malam selesai, hanya suara jangkrik dan kodok yang terdengar bersahutan dari luarSuara sendok yang beradu dengan mangkuk sudah menghilang. Anak-anak yang lebih kecil satu per satu masuk ke kamar mereka, sementara para pengurus mulai membereskan ruang makan.Begitu kesibukan itu selesai, Sebastian tiba-tiba meraih pergelangan tangan Elisa yang sudah siap masuk kamar untuk tidur karena tubuhnya merasa lelah setelah seharian membantu di kuil dan panti asuhan."Ikut aku, El, Niel.""Hah? Mau ke mana?" Elisa mengernyit, tidak mengerti."Rapat darurat, ayo," ajaknya sambil menoleh ke arah Niel.Niel yang sedang menyapu lantai langsung menegakkan badan."Rapat?""Ya. Cepat."Melihat wajah serius Sebastian, Niel segera meletakkan sapunya lalu mengikuti Sebastian sudah berjalan terlebih dulu. Elisa pun mengikuti keduanya.Tidak lama kemudian, ketiganya sudah berada di gudang makanan di bel
Last Updated: 2026-06-21
Chapter: Bab 21.. Ambisi"Kita akan ke mana lagi, Nona?" tanya Enni sambil berusaha menyamakan langkah mereka. Ariana memiliki kebiasaan berjalan cepat, mengingat di kehidupannya yang dulu dia harus mengejar waktu kereta pagi untuk pergi ke kampusnya. Gadis itu sesekali terlihat merapikan jubahnya yang tertiup angin, lalu berbelok arah menuju kereta mereka yang terparkir agak jauh dari alun-alun. "Tentu saja menemui Niel. Aku ingin melihat perkembangan anak itu." Pintu kereta kuda dibuka oleh kusir, tetapi gadis kecil itu naik tanpa menyentuh tangan siapa pun yang hendak membantu. Seorang ksatria yang mengawalnya buru-buru menarik kembali tangannya yang sudah terulur. Ariana pura-pura tidak melihat. 'Siapa tahu tangan yang diulurkan padaku itu habis ngupil atau garuk-garuk pantat. Who know, kan?' Memikirkan kemungkinan itu saja membuat bahunya bergidik. Gadis itu kadang sedikit phobia dengan kuman kalau sedang tidak memakai sarung tangan. Tidak semua orang bisa menyentuhnya, kalau ada orang ya
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: Bab 20. Terbawa Alunan MusikSetelah merasa kenyang, Ariana dan Enni kembali berbaur dengan para jemaat dan pergi menuju tempat selanjutnya. "Waah, ramai sekali, apa ada festival?Kok aku tidak tahu ya?" Ariana berjinjit, hingga penutup kepalanya hampir lepas. "Memang tidak ada jadwal festival Nona, saya juga penasaran ada apa ini," jawab Enni yang sama-sama berjinjit. "Oh, kalau gitu kita harus mencari tahu En, ayoo ...." Gadis 10 tahun itu menarik lengan pelayannya dan mulai menyelinap di antara kerumunan. "Permisi, air panas, air panas," teriak Ariana hingga orang-orang secara refleks memberi mereka jalan. "Ah, sampai depan juga hehe ...." Gadis itu terkekeh tanpa rasa bersalah. Orang-orang yang menyadari sudah dibohongi, hanya menggelengkan kepala melihat kenakalan kedua anak itu. Alun-alun tampak riuh dengan alunan musik dari petikan gitar yang bersahutan dengan tepukan tangan berirama orang-orang sekitar. Kerumunan itu tampak melingkar, kaki-kaki menghentak tanah, berirama. Di tengah-tengah
Last Updated: 2026-06-18
Chapter: Bab 19. Ini EnakMengetahui nasib buruknya apabila masuk Imperial Akademi dan bertemu para protagonis novel. Ariana dengan berat hati memutuskan masuk Imperial akademi setahun lebih cepat dari para protagonis untuk menghindari keterlibatan dirinya dengan para tokoh utma."Aku hanya akan menonton dari pinggiran sambil makan popcorn." Gadis itu menopang dagu dengan tangannya."Ya kurasa targetku sekarang itu memproduksi popcorn," gumamnya sambil menatap pemandangan dari jendela kereta.Besok Ariana akan pergi ke akademi. jadi hari ini dia sengaja pergi ke desa terdekat untuk membeli beberapa barang dan mengintip anak-anak angkatnya di panti asuhan. Dia kepo dengan keseharian mereka, terutama Elisa, si tokoh utama wanita."Popcorn itu apa Putri?""Camilan yang terbuat dari jagung," jelas Ariana."Em, seperti jagung bakar gitu tetapi dalam versi kerupuknya," lanjutnya, tanpa menoleh. Dia sedang menghitung pohon pinus yang dilewati kereta kudanya."Kerupuk jagung?" Enni bengong karena tidak bisa membayang
Last Updated: 2026-06-16
Chapter: Bab 18. Perintah Absolut"Ria sayang, maaf ayah tidak bisa datang menghadiri pesta perpisahanmu besok." Sang kaisar menyandarkan punggungnya ke kursi sejenak. "Keadaan di perbatasan masih rumit. Tapi ayah janji akan menjengukmu di akademi begitu situasinya lebih tenang."Lingkaran hitam di bawah mata sang kaisar tampak semakin jelas saat wajahnya muncul di bola sihir, artefak sihir mirip video call pada smartphone. Seragam perang yang dikenakannya tampak kusut. Ada noda cairan hijau yang sudah mengering di beberapa bagian. Di belakangnya, obrolan Duke Batenberg dan para bawahannya terdengar samar."Tidak apa-apa, Ayah."Ariana mengangguk pelan. Hanya dengan melihat wajah kusut ayahnya, dia sudah bisa mengira aeberapa berat keadaan di sana."Tapi sudah berapa hari ayah tidak tidur?"Matanya menyipit menatap wajah pria tampan dengan rambut pirang dan mata emasnya itu.Sang kaisar berkedip."Itu ....""Jangan bohong."Pria itu langsung berdeham pelan."Ehem, sebenarnya, begini ...." Sang Kaisar tampak gugup,
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: Bab 17. Warisan."John!" teriak gadis kecil bergaun sederhana, melangkah di koridor menuju area latihan ksatria, sambil mengangkat tangan kanannya.Sebenarnya gaunnya tidak sesederhana itu sih, dia mengenakan gaun biru muda berpotongan sederhana dengan rok A line selutut dan lengan panjang yang sedikit melebar di ujungnya. Sekilas gaun itu tampak polos tanpa hiasan mencolok, tetapi kain sutra berkualitas tinggi yang digunakan memancarkan kilau lembut setiap kali terkena cahaya. Bordiran benang perak menghiasi kerah, manset, dan ujung rok dengan pola yang halus dan elegan. Sebuah sabuk tipis berwarna putih gading dengan gesper berukir lambang kekaisaran melingkar di pinggangnya, melengkapi penampilannya yang sederhana namun tetap memancarkan kemewahan khas keluarga kerajaan.Dia kurang nyaman dengan pakaiannya, tetapi hari ini dia harus menunjukkan wibawanya di depan para ksatria, bawahannya. Di sisi lain, seorang pemuda berambut pirang yang sedang memberi komando latihan pada para ksatria di Mansio
Last Updated: 2026-06-12
Chapter: 29. Terlalu Menyakitkan"Kapan kalian akan menikah?" Kakeknya Alex langung menodongkan pertanyaan yang membuat Ipeh shock. Gadis itu hanya bisa menelan ludah, matanya mencari-cari jawaban hingga bertemu dengan mata elang sang tunangan palsu. "Setelah Devi lulus kuliah, Kek," ujar Alex mantap, mendekati Ipeh dan duduk disampingnya, 'Ah, si raja tega bisa juga punya hati,' batin Ipeh saat Alex menyelamatkannya dengan jawaban tangkas yang tidak terpikirkan olehnya. Akan tetapi saat tiba-tiba tangan Alex menggenggam tangan Ipeh dengan lembut dan memberikan senyuman manis penggetar jiwa, gadis itu merasa tangannya tersengat listrik tidak kasat mata yang mengalir deras dalam darah Ipeh. 'Aduuh, ginjalku bergetar! Aku nggak tahan melihatnya! Aku butuh minum!' Setelah jantungnya menggila sejak digendong Alex dan diinterogasi oleh kakeknya Alex, kini ginjalnya benar-benar bergetar melihat senyuman malaikat milik Alex seakan pesona Alex menghisap semua kekuatan dan membuat tubuhnya kehilangan cairan. Dengan s
Last Updated: 2022-04-09
Chapter: 28. Ipeh Jadi Pusat PerhatianAlea semakin membenci Ipeh setelah mengetahui dirinya kalah dari seorang pengantar susu dan koran. Sementara itu, Ipeh yang telah selesai menceritakan pertemuan pertama dengan tunangan palsunya merasa lega karena para sesepuh keluarga Parker tidak ada yang komplain tentang apa yang dikatakannya. 'Semua yang aku katakan tidak sepenuhnya bohong, aku memang setiap hari mengantar susu dan koran ke rumahnya, terlepas dia melihatku atau tidak. Dia juga memang pernah jadi pembicara di kampusku dan fakta kalau dialah yang menolongku saat kecelakaan walaupun dialah penyebabnya. Dia juga yang menebusku di pelelangan walaupun dia penyebab aku dijual ke sana," ucap Ipeh di dalam hatinya. Dia menatap Alex sebelum menggerutu kembali di dalam hatinya. 'Entahlah dia itu sebenarnya Dewa Kesialan atau Dewa Keberuntunganku?' Ipeh mengakui di dalam hatinya walaupun Alex membuatnya masuk rumah sakit, tetapi karenanya, dia bisa mengenal orang-orang baik seperti Bibi Kesatu dan keluarganya Alex. Walaupun
Last Updated: 2021-12-04
Chapter: 27. Kebencian Alea'Mati, aku! Bagaimana kalau Kakeknya Alex tahu kalau aku ini tunangan palsu cucunya!' Ipeh menangis di dalam hati. "Kenapa ketakutan begitu? Kakek tidak akan melakukan hal-hal yang aneh padamu!" Kakeknya Alex tergelak karena merasa lucu dengan tingkah Ipeh. Saat semua orang berlomba-lomba berusaha mendekatinya dengan segala cara. Tunangan cucunya ini terlihat segan sejak pertama kali bertemu. "Hehe ...." Ipeh kembali tersenyum canggung. "Duduk di sini." Luis Parker, kakeknya Alex, menepuk-nepuk sofa kosong di sampingnya. "Baik, Kakek." Ipeh duduk perlahan di samping pria berusia enam puluh dua tahun yang masih terlihat gagah itu. Melihat perhatian semua orang tertuju pada Ipeh membuat Alea, sepupu Alex terlihat semakin mengeraskan wajahnya dan menggertakkan giginya. Biasanya semua perhatian dan pujian tertuju padanya, teapi sejak kabar munculnya tunangan kakak sepupunya terdengar orang tua dan kakeknya. Dia merasa tersisihkan. Alex pun beberapa kali membatalkan acara makan malam m
Last Updated: 2021-12-03
Chapter: 26. Makan Malam'Jadi, itu gadis tidak tahu diri yang sudah merebut perhatian Kak Alex dariku? Heh, ternyata gadis kampungan. Sebenarnya apa yang dilihat Kak Alex dari gadis miskin itu?Padahal aku jauh lebih cantik darinya!' Alea Dirja, sepupu Alex yang berusia enam belas tahun langsung memperlihatkan aura kebencian pada Ipeh. Seperti kedua orang tuanya, Alea, gadis yang jenius, dengan otak cemerlangnya, gadis itu bisa lompat kelas saat di sekolahnya dulu, dan berhasil menjadi mahasiswi kedokteran di usianya yang keempat belas tahun. Ipeh yang merasakan tatapan intens seseorang padanya, langsung menoleh ke arah Alea. Ipeh tersenyum padanya, tetapi hanya mendapatkan balasan tatapan tajam yang menghujam hatinya. 'Siapa dia? Kenapa dia terlihat membenciku? Apa salahku?' pikir Ipeh. Gadis itu terus memperhatikan Alea karena penasaran, tetapi suara Marco membuyarkan lamunannya. "Ini kursi rodanya, Tuan Muda." Marco mendorong kursi roda Ipeh ke hadapan Alex. Alex mengangguk lalu menurunkan Ipeh secara
Last Updated: 2021-12-02
Chapter: 25. Deal or No Deal!"Jemput? Memangnya aku mau pergi ke mana, Tuan Marco? Bukannya jadwal ganti perbanku masih lama." Ipeh mengerutkan keningnya. "Anda akan makan malam di rumah utama keluarga Parker dan bertemu Tuan Besar," jelas Marco to the point. "Hah?" Ipeh kebingungan. "Iya, Nona Devi diminta untuk berpura-pura menjadi tunangan Tuan Muda di hadapan Kakek dan keluarga beliau." Marco masih berada di depan pintu. "Hah?" Ipeh tertegun. "Nona Devi." Marco mengibaskan tangannya di depan wajah Ipeh. "Eh." Ipeh tersadar dan mengedip-ngedipkan matanya. "Anda baik-baik saja?" Marco menatap gadis cantik itu. "Oh ... emm ... saya baik. Masuk dulu, Tuan Marco, istirahat dulu. Anda pasti capek sudah mengantar Bibi Kesatu ke bandara. Silakan Anda makan siang dulu, sudah saya siapkan di ruang makan dan saya mau berganti pakaian dulu." Ipeh memundurkan kursi rodanya untuk memberi jalan pada Marco. "Ok." Marco mengangguk, dia memang merasa lapar. Saat Marco menikmati makan siangnya. Ipeh memilah-milah pakai
Last Updated: 2021-10-16
Chapter: 24. Malam Penculikan'Benarkah ada hubungan spesial antara Tuan Muda Alex dan Nona Devil?' tanya Marco di dalam hatinya. Sekretaris Alex itu mengingat kejadian di malam perculikan Ipeh.Kriiing ... kriiing ....Saat itu ponsel milik Alex berbunyi. Pria tampan yang sibuk bermain game di dalam mobil itu langsung menggeser icon hijau pada layar smartphonenya."Malam Kakek," sapa Alex dengan nada suara lembut penuh hormat."Lex, Kakek akan pulang besok. Kita makan malam di rumah utama. Jangan lupa bawa tunanganmu!" tegas Beliau tiba-tiba."Tunangan?" Alex terkejut. Matanya terbuka lebar dan keringat dingin pun mulai membasahi tangannya."Iya, jangan kamu kira kakekmu ini tidak tahu apa-apa. Bawa dia besok!" tegas Kakeknya Alex, Luis Parker."Itu, sepertinya ...." Alex ragu-ragu."Tidak ada alasan apapun! Bawa dia ke hadapanku besok!" Luis Parker tidak mau berkompromi, selama ini Alex sudah terlalu sering menolak perjodohan yang beliau atur untuk cucunya tersebut. Klik!"Ck, merepotkan!" Alex menghela napas pa
Last Updated: 2021-10-12