author-banner
AriNovani
AriNovani
Author

Novelas de AriNovani

Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku

Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku

Akibat kecelakaan maut, Arunika terbangun di dalam dunia novel yang sangat ia benci. Jiwanya tersesat ke dalam tubuh Lilia—seorang istri lemah yang hidupnya habis hanya demi mencari perhatian sang suami dingin yang toxic. Namun, Arunika bukanlah Lilia. Di hadapan suami menyebalkan yang kini berdiri nyata di depannya, Arunika menolak untuk mengemis cinta lagi. Jika takdir tokoh ini berakhir tragis, maka Arunika akan mengambil alih pena itu dan menulis ulang akhir ceritanya sendiri!
Leer
Chapter: Bab.12 -Lilia yang Baru
Malam semakin larut. Lilia duduk sendirian di balkon kamar, memandangi langit berawan. Udara membawa wangi tanah basah sisa hujan sore tadi.Nathan melangkah perlahan, berdiri di ambang pintu balkon. Tatapannya jatuh pada punggung Lilia yang tampak rapuh namun tegar di bawah lampu temaram."Lilia," panggilnya lirih.Lilia menoleh sekilas. "Ada apa?" suaranya datar, tanpa emosi."Boleh aku bicara?"Lilia mengangguk tanpa menatap. Nathan maju beberapa langkah hingga berdiri di hadapan istrinya."Maafkan aku, Lilia," ucap Nathan akhirnya, suaranya pelan nyaris tenggelam dalam angin malam."Maaf?" Lilia tersenyum miring. "Semudah itu?"Lilia menyandarkan tubuh pada pagar balkon, menatap Nathan dengan mata dingin yang berkaca-kaca. "Aku gak akan pernah lupa semua yang kamu lakukan padaku, Nath. Terutama pada kedua anakku."Nathan menunduk, kehilangan kata."Aku ingin cerai," ucap Lilia tegas."Nggak. Kita gak akan cerai!" balas Nathan cepat dengan suara goyah.Lilia menatapnya lekat. "Lalu
Última actualización: 2026-05-21
Chapter: Bab.11 -Rasa Sakit Yang Sama
Sore pun tiba. Kali ini Nathan pulang sekitar pukul empat sore. Namun karena jalanan macet dan harus mengantar Stevia dulu, dia baru tiba di apartemen selingkuhannya itu pukul enam sore.“Nath, jangan pergi dulu. Temani aku sebentar di sini,” rengek Stevia manja, menahan tangan Nathan.“Huh... Stevia, mengertilah. Aku harus pulang. Aku lelah,” keluh Nathan, suaranya berat.“Tapi—”“Stevia,” potong Nathan tajam. “Aku mohon, mengertilah. Atau kita akhiri saja hubungan ini!”“Enggak! Aku gak mau. Kamu kan janji mau nikahin aku!” seru Stevia panik.Nathan menarik napas kasar, lalu memalingkan wajah tanpa sanggup menanggapi. “Sudahlah, turun. Aku harus pulang,” ujarnya datar.Setelah Stevia turun, Nathan langsung menancap gas. Kini, yang tersisa di dadanya hanya sesal dan penat.Sementara itu di rumah Chandrawinata, suasana jauh berbeda. Lilia tengah sibuk di dapur menyiapkan makan malam untuk kedua anaknya. Tadi, Kael dan Ivy tiba-tiba meminta mie goreng pakai telur dan sosis.Lilia terse
Última actualización: 2026-05-20
Chapter: Bab.10 -Akhir dari sebuah Drama
Nathan melangkah ke ruangannya dengan napas memburu. Wajahnya pucat pasi. Di dalam, ia melihat Angel dan Stevia sudah sibuk mengemasi barang-barang mereka. Keputusan Darian sudah mutlak: Angel tetap menjadi sekretaris, sementara Stevia "dibuang" ke bagian Humas.Stevia melirik kesal ke arah Darian. Pandangannya menajam, terutama pada Yuda, asisten pribadi ayahnya yang berdiri mematung memantau setiap pergerakannya tanpa ekspresi.Brak!Pintu terbuka keras, suara hentakan itu memecah keheningan. Darian menatap tajam ke arah sumber suara, dan mendapati Nathan berdiri di ambang pintu."Papi," ucap Nathan cepat sambil melangkah ke depan, suaranya serak."Aku mohon, Pi... jangan seperti ini," lanjutnya memelas. "Maafkan aku. Aku akan memperbaiki semuanya, hubungan ku dengan Lilia, dengan anak-anak... aku janji."Darian menatap putra sulungnya dalam diam. Tatapan yang dulu penuh kasih kini berubah dingin, nyaris tanpa ampun."Untuk apa?" suaranya datar, menusuk. "Kau pikir Lilia masih mau m
Última actualización: 2026-05-18
Chapter: Bab.9 -Kejatuhan Nathan
Lilia baru saja selesai mandi. Ia mengenakan kemeja biru muda dan celana jins senada-penampilannya membuatnya tampak seperti gadis berusia delapan belas tahun. Sesaat, matanya melirik ke arah Nathan yang masih terlelap di sisi ranjang.Ia mengembuskan napas pelan. "Masih tidur juga," gumamnya, lalu memutuskan untuk tak mengusiknya.Pintu kamar tertutup pelan di belakangnya.Nathan yang mendengar suara itu justru membuka matanya. Ia menatap langit-langit kamar dengan ekspresi kesal pada dirinya sendiri."Apa yang kamu harapkan, Nath? Berharap dia membangunkan kamu, hah?" Senyum getir tersungging di bibirnya. Dulu, setiap kali Lilia membangunkannya, ia malah memarahinya."Sudahlah," desahnya pelan. "Lebih baik mandi, siapa tahu bisa menyegarkan kepala."Sementara itu, Lilia sudah tiba di kamar anak-anak. Kael dan Ivy rupanya sudah bangun, sibuk merapikan tempat tidur masing-masing. Senyum lembut terbit di wajah Lilia."Pintarnya anak Mommy," pujinya sambil mendekat."Sudah beres, sekara
Última actualización: 2026-05-18
Chapter: Bab.8 -Sesuatu yang Bergeser
Lampu kamar Stevia remang, hanya tersisa cahaya temaram dari lampu tidur di sudut ruangan. Udara dingin menembus jendela yang sedikit terbuka, membuat tirai bergerak pelan. Di sisi ranjang, Stevia meringkuk di dada Nathan, wajahnya tampak tenang dan penuh rasa puas.Namun, mata Nathan menatap kosong ke langit-langit. Napasnya berat, pikirannya berputar tanpa arah. Ia mencoba memejamkan mata, tapi bayangan wajah Lilia justru muncul begitu jelas di pelupuknya."Kenapa aku malah mikirin dia..." gumamnya dalam hati.Stevia bergerak kecil, tangannya bergerak di dada Nathan dan menggenggam baju tidurnya."Sayang, kok kamu belum tidur?" suaranya lembut, manja, nyaris berbisik."Belum," jawab Nathan singkat."Masih kepikiran kerjaan, ya?" tanya Stevia lagi sambil mengusap dada Nathan dengan ujung jarinya. "Kamu harusnya istirahat, besok kan sibuk."Nathan hanya mengangguk tanpa menatapnya. Gerakannya kaku, dingin. Stevia mengerutkan dahi - entah kenapa malam ini Nathan terasa jauh."Kamu kena
Última actualización: 2026-05-18
Chapter: Bab.7 -Aroma sup yang Mengubah suasana
Tak terasa malam pun tiba. Di dapur rumah besar itu, Lilia dan kedua anaknya tampak sibuk menyiapkan makan malam sederhana untuk mereka bertiga."Mommy, bial aku yang aduk," seru Ivy antusias, menatap panci berisi sup daging yang mengepul harum. Aroma bawang goreng dan seledri membuat gadis kecil itu menelan ludah.Lilia tersenyum kecil, lalu menyerahkan irus atau sendok sayur pada Ivy. "Hati-hati ya, jangan kena panasnya."Sementara itu, Kael sibuk di meja samping, menuang jus jeruk ke dalam tiga gelas.Beberapa pekerja yang lewat hanya bisa berhenti sejenak memperhatikan mereka. Untuk pertama kalinya, mereka melihat Nona Lilia masuk dapur-dan memasak-bersama anak-anaknya."Bi, Nona Lilia banyak berubah ya," bisik Bi Nuna pelan pada Bi Imas."Iya, aku juga lihat. Kemarin mereka habis belanja rame-rame," sahut Puput, pembantu muda yang baru beberapa bulan bekerja di rumah itu."Hush! Sudah, jangan banyak bicara. Cepat siapkan hidangan makan malam, sebentar lagi Nyonya dan Tuan turun,"
Última actualización: 2026-05-18
También te puede gustar
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status