author-banner
Kirana Larasati
Kirana Larasati
Author

Novels by Kirana Larasati

Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar

Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar

Rosalynd Von Shanza terpaksa melangkah masuk ke dalam istana Kerajaan Blackwood. Ia hadir bukan membawa ambisi, melainkan sebagai korban pengkhianatan Permaisuri Cassandra Von Shanza. Terdesak tekanan Ibu Suri yang menuntut hadirnya ahli waris, Rosalynd dipaksa menjadi selir bagi Kaisar Kenneth Blackwood. Di balik kemegahan dinasti modern yang dingin, Rosalynd tidak akan tinggal diam sebagai bidak. Jika Permaisuri Cassandra mengira ia akan tunduk, ia salah besar. Pembalasan dendamnya baru saja dimulai.
Read
Chapter: Bagian 132
Pertanyaan beracun yang baru saja dilontarkan Rosalynd seolah mengena di lubuk hati Kenneth paling dalam. Di bawah pendar lampu kamar VIP yang temaram, ia mematung sejenak. Tenggorokannya mendadak seperti ada sekat yang membatasi masuknya oksigen ke paru-paru nya. Mengakui kenyataan pahit bahwa janin di rahim istrinya telah dikeluarkan secara paksa hanya akan memperkeruh suasana dan memperlambat pemulihan fisik wanitanya. Kenneth menelan mentah-mentah semua kepedihan yang menyiksa nya. Ia memejamkan netranya sejenak, menetralkan rahangnya yang sempat mengeras, kemudian kembali memasang wajah dingin dan tak tersentuh oleh seorang penguasa tertinggi di kekaisaran. "Silahkan pikirkan apa pun yang ingin kamu pikirkan, Sayang," sahut Kenneth dengan suara nya yang sangat datar, rendah dan menyembunyikan kehancuran di hatinya. "Namun, saat ini kamu tidak diizinkan untuk keluar dari kamar ini." Tegasnya. Rosalynd menatap suaminya dengan tawa kecil yang terdengar sangat dingin dan hampa. Sa
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Bagian 131
Suara dentuman pintu yang beradu dengan bingkai nya bergema keras, disusul dengan bunyi jait besi yang terkunci rapat dari luar atas isyarat absolut sang pemimpin tertinggi Blackwood. Keheningan seketika menyelimuti seluruh ruangan pribadi Paviliun Mawar, mengubah suasana di antara keduanya. Secara kasar, Rosalynd menghempaskan cengkeraman Kenneth dari bahunya. Langkahnya mundur beberapa langkah kedepan dan menatap pria jangkung di hadapannya dengan netranya yang berkaca-kaca menahan amarah dan kekecewaan. "Anda selalu saja seperti ini. Kenapa Tuan?!" pekik Rosalynd dengan suaranya yang terdengar bergetar memecah kesunyian kamar. "Mengapa setiap kali saya meminta penjelasan dan menuntut kejujuran, Anda selalu saja mengurungku, membentak ku dan bersikap seolah-olah saya adalah tahanan yang tidak berhak mengetahui apapun?!" Kenneth tak bergeming. Ia kaku di tempatnya. Sepasang netra kelabu nya menatap lurus pada wanitanya yang kini dipenuhi aura penolakan yang terlihat. Batin Kennet
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Bagian 130
Suasana di aula tengah Paviliun Mawar berubah menjadi sangat dingin dan mencekam. Keheningan yang dibuat para pelayan terasa begitu mencekik indra penciuman Rosalynd. Dua netra nya yang indah menyipit tajam dan menatap lurus ke arah kepala pelayan Paviliun yang masih terdiam dengan wajah seputih kertas di dekat pilar. Rosalynd mendekati beberapa pelayan yang masih mematung. "Kenapa kalian diam saja? Aku hanya bertanya, dimana Lily pelayan pribadiku. Kenapa wajah kalian seolah-olah baru melihat hantu?" selidik Rosalynd dengan rendah dan tajam.Kepala pelayan itu bergetar. Ia meremas ujung apron yang ia kenakan dengan jemarinya yang memucat, mencari cara untuk kembali berbohong. "Mo—mohon ampun, Selir Rosalynd. Li—Lily. Di—dia sedang tidak berada di sini karena—""Berani berbohong padaku, aku akan memecat kalian semua dan mengirim kalian ke tiang gantung hari ini juga! Aku tau bagaimana Lily. Dia tidak akan meninggalkan Paviliun ini tanpa seizin ku. Apalagi, dia tau kalau aku sempat di
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Bagian 129
"Keluar, Kaelion!" bentak Kenneth. Suara sang Kaisar yang terdengar menggelegar seketika memotong kalimat Kaelion dengan kasar dan menyisakan gema yang menakutkan di ruang rawat. Kenneth mencengkeram kerah seragam Kaelion dan menyeretnya keluar dengan napas yang memburu hebat. Pintu geser otomatis tertutup rapat dengan bunyi klik yang tajam dan meninggalkan Rosalynd yang kaget di atas ranjang. Di kamar, jantung Rosalynd berpacu kencang karena kebingungan. Firasat buruk yang mendadak hadir di pikirannya. Hanya butuh waktu dua menit bagi Kenneth untuk membuat rahangnya kembali normal sebelum melangkah masuk ke dalam kamar rawat Rosalynd. Rosalynd langsung menatap suaminya dengan pandangan yang menuntut penjelasan. "Kenapa Anda membentak Komandan Kaelion segitunya? Dan—apa yang sebenarnya ingin disebarkan oleh Permaisuri Agung tentang saya?" cecar Rosalynd menuntut kejujuran. Kenneth menahan napasnya sejenak. Pria itu dengan cepat memasang topeng tenangnya, kemudian mendekat dan dud
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bagian 128
Setelah ketegangan singkat yang terjadi diantara Gavin dan Kenneth, suasana kembali mencair. Pintu geser ruang rawat kembali terbuka perlahan, menampilkan Kepala Dokter Pribadi kekaisaran yang didampingi oleh dua asisten medis. Tentu saja, tiga orang itu berada di bawah sumpah setia divisi bayang atas perintah Kaelion, memastikan bahwa tidak akan ada informasi yang bocor tentang kehamilan maupun keguguran.Dokter senior itu membungkuk hormat pada Kenneth yang berdiri di sisi ranjang, kemudian mendekati Rosalynd untuk memeriksa tanda vital dan infus yang masih menempel di punggung tangan kurusnya. Rosalynd terlihat aktif menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh dokter. Setelah beberapa menit diagnosis dilakukan, dokter langsung mencatat resep di tablet yang ia bawa dan menatap Rosalynd sambil tersenyum lega."Syukurlah Selir. Kondisi fisik anda sudah pulih dengan baik." Ucapnya dengan suara mantap. "Sisa-sisa racun gas yang sempat mengganggu sistem pernafasan dan aliran darah
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bagian 127
"Ah, tidak apa-apa sayang. Kak Gavin memang sengaja menjenguk mu karena dia sangat khawatir padamu. Nah sekarang makan lah apel ini terlebih dahulu." elak Kenneth dengan suara yang sangat tenang sambil menyuapkan sepotong apel ke mulut Rosalynd. Rosalynd tersenyum singkat ke arah dua penguasa yang sedang berdusta di hadapannya. Ia mengunyah apel dengan pelan dan tak menyadari bahwa ada badai besar yang sedang terjadi di ruang rawatnya. Melihat adiknya yang mengunyah apel dengan patuh, ingin rasanya Gavin membunuh Kenneth saat itu juga. Dengan cepat, sang Jenderal mengulurkan tangannya dan mengambil alih piring buah dari genggaman Kenneth. "Biar Saya saja yang menyuapinya, Yang Mulia," ucap Gavin dengan suara yang sarat akan penekanan tersembunyi. Kenneth melepaskan piring porselen itu dengan senyum dingin yang terukir di sudut bibirnya. Ia kemudian mundur selangkah, bersedekap dan membiarkan iparnya menyuapi istrinya. Gavin menusuk sepotong apel baru kemudian menyuapkannya pada R
Last Updated: 2026-07-20
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status