Chapter: Bagian 193Suasana di dalam Balai Obat terasa begitu berat dan hening setelah kepergian para prajurit kota. Ruangan kayu itu seolah-olah menguap dan tersapu oleh ketegangan muncul di antara mereka. Rosalynd mematung di tempatnya berdiri. Netranya yang sembab menatap telapak tangan Raymond yang masih terulur di depannya. Janji manis yang diucapkan Raymond malam itu sarat dengan pesan rahasia bersimbol lilin hitam di kotak kayunya."Terima kasih, Tuan Raymond," bisik Rosalynd dingin. Ia sengaja melangkah mundur satu tapak untuk menjauh dari jangkauan Raymond. "Tapi, saya pikir. Saya membutuhkan waktu untuk sendiri saat ini. Pekerjaan di Balai Obat sudah selesai untuk pagi ini."Raymond menatap jemarinya yang terulur tanpa sambutan. Pangeran muda itu menarik tangannya pelan. Sambil mengepalkan telapak tangannya di samping paha. Ada rasa pening dan nyeri yang menikam dadanya seolah melihat dinding pertahanan Rosalynd kembali berdiri."Baiklah, Lyra. Aku pamit dulu. Tapi tolong ingat satu hal." Pesa
Last Updated: 2026-08-16
Chapter: Bagian 192Hangatnya sinar mentari pagi menyelinap masuk melalui celah jendela Balai Obat dan menembus meja racikan yang biasanya membawa kehangatan. Namun, suasana pagi itu dirasa cukup berbeda. Ada jarak yang tak kasat mata yang mendadak menjembatani keduanya. Rosalynd merapikan botol-botol ekstrak herbal dengan jemarinya yang masih terasa dingin. Lingkaran hitam tipis terbentuk di bawah matanya karena tidak tidur semalaman. Surat berstempel lilin hitam itu telah disembunyikan rapat-rapat di dasar kotak kayu rahasianya, namun pesan peringatan di dalamnya bergema dan meracuni pikirannya tanpa ampun.Brak!Suara pintu kayu di buka pelan dan membuat Rosalynd tersentak kaget. Raymond mendekat dengan senyuman hangat yang biasanya ia sunggingkan. Pangeran muda itu kembali mengenakan kemeja linen dan membawa aroma Cendana yang sangat familiar untuk Rosalynd."Selamat pagi, Nona Guru." Sapa Raymond lembut sambil meletakkan sekeranjang roti segar di atas meja. "Selamat pagi, Tuan Raymond," balas Rosa
Last Updated: 2026-08-15
Chapter: Bagian 191Pendar ribuan lentera di langit perlahan menghilang dan digantikan oleh ketenangan malam pesisir Verona yang syahdu. Gelak tawa warga dermaga mulai meredup, menyisakan deru ombak dan desir angin malam yang berhembus lembut menerpa wajah Rosalynd. Raymond berjalan pelan bersisian dengan Rosalynd dan mengantarnya kembali menyusuri jalanan setapak menuju Balai Obat. Tangan mereka tidak saling bertaut, namun jarak di antara keduanya sangat dekat dan hangat.Sampai depan pelataran Balai Obat yang diterangi lentera minyak kecil, Rosalynd menghentikan langkahnya. Ia membalikkan badannya dan menatap lurus ke dalam iris hazel milik Raymond."Terima kasih untuk malam ini, Tuan Raymond. Jujur, selama bertahun-tahun dalam pelarian, aku selalu dihantui oleh ketakutan dan bayang-bayang masa lalu. Namun, malam ini di bawah cahaya lentera bersama mu—untuk pertama kalinya aku merasa benar-benar hidup kembali." bisik Rosalynd tulus.Raymond tertegun. Kata-kata jujur yang keluar dari bibir Rosalynd seo
Last Updated: 2026-08-15
Chapter: Bagian 190Malam pembersihan itu langsung cepat dan sunyi. Tanpa sedikit pun gejolak yang di sadari oleh warga pesisir, ancaman mata-mata Blackwood telah dimusnahkan sepenuhnya dari Verona. Kota bawah tanah terbangun dalam kedamaian, seolah siap menyambut puncak perayaan yang paling ditunggu-tunggu. Menjelang senja, langit di atas pelabuhan Verona berubah menjadi jingga keunguan yang memukau. Suara petukan kecapi di sepanjang jalan dan gelak tawa riang warga mulai memadati sepanjang garis pantai. Di dalam Balai Obat, Rosalynd berdiri di depan cermin kayu kecil. Hari ini, ia menanggalkan pakaian kerjanya yang kusam dan mengganti nya dengan gaun kain linen sederhana berwarna biru muda lembut khas pesisir. Rambut kepangnya dibiarkan terurai rapi dan syal kain yang ditata Raymond kemarin malam melingkar manis di lehernya. Suara ketukan pelan di pintu depan membuat jantung Rosalynd berdesir. Ketika Rosalynd membuka pintu, Raymond sudah berdiri tegap di pelataran. Pangeran muda itu mengenakan keme
Last Updated: 2026-08-14
Chapter: Bagian 189Rosalynd mematung di pelataran Balai Obat, ia kehilangan seluruh kata-kata akibat godaan Raymond yang menghantam jantungnya telak. Rona merah di pipinya kian menjalar hingga ke ujung telinga. Tak sanggup menatap netra hazel Raymond lebih lama lagi, Rosalynd berbalik cepat sambil mendekap kuat keranjang buah pemberian Raymond."L—lebih baik kita masuk dan menikmati sarapan ini sebelum dingin, Tuan Raymond," ketus Rosalynd terburu-buru. Ia berusaha mengalihkan pembicaraan demi menyelamatkan harga dirinya yang sudah hilang.Raymond terkekeh pelan. Suara tawa nya yang renyah mengiringi langkah kaki mereka masuk ke dalam Balai Obat.Di meja makan sederhana, mereka duduk berhadapan. Rosalynd memotong roti gandum hangat menjadi dua bagian dan menyodorkan salah satu pada Raymond. Momen sarapan pagi itu berlangsung begitu tenang. Rosalynd menyantap rotinya lahap, sementara Raymond lebih banyak memperhatikan gadis di depannya dengan pandangan kasih sayang yang hangat di matanya."Lyra," panggi
Last Updated: 2026-08-14
Chapter: Bagian 188Selepas malam yang manis itu, sinar matahari mulai menyusup halus di sela-sela jendela kayu Balai Obat dan mengusir sisa-sisa embun bekas hujan deras semalam. Cahaya keemasan itu jatuh tepat di atas meja racikan dan memantulkan pendar tipis pada dua cangkir porselen yang sudah kosong. Rosalynd terbangun dengan perasaan yang berbeda dari biasanya. Ada rasa tenang yang tak biasa menyelimuti perasaannya. Ketika ia melangkah keluar dari kamarnya dan merapikan Balai Obat, netranya tak sengaja tertuju pada cangkir teh bekas Raymond semalam, kemudian menyentuh syal kain di lehernya.'Dia sudah menyadarinya.' batin Rosalynd pelan.Raymond tau betul bahwa "Lyra" adalah Rosalynd. Namun, pria itu memilih untuk berpura-pura menyembunyikan kebenaran nya itu dari dunia dan berdiri di sisinya hanya memastikan bahwa dirinya tetap aman serta dapat tersenyum bebas. Perhatian yang sangat tulus itu perlahan-lahan meruntuhkan rasa waspada nya yang selama ini membelenggu nya.Belum sempat Rosalynd selesai
Last Updated: 2026-08-13