เข้าสู่ระบบDalam novel aslinya, Valeriana de Vallas adalah wanita antagonis yang mati dipenggal karena meracuni kekasih Putra Mahkota. Suaminya, Duke Kael, pria yang diam-diam mencintainya, dituduh melakukan pemberontakan dan berakhir bunuh diri karena gagal melindungi Valeriana. Mengetahui akhir tragis itu, aku—Kirana, seorang gadis modern yang kini merasuki tubuh Valeriana—memutuskan satu hal: Persetan dengan Pangeran! Misi utamaku sekarang adalah pulang, memeluk suamiku yang tampan, dan mencegah kematiannya. Namun, mengubah takdir tidak semudah membalikkan telapak tangan. Saat aku mulai bersikap manis pada Kael dan menyelidiki dalang di balik “pemberontakan” itu, Pangeran Arthur malah mulai menaruh perhatian padaku. Bisakah aku sebagai Valeriana membersihkan nama Kael sebelum tanggal eksekusi tiba, sementara musuh dalam selimut mulai mengincar nyawanya?
ดูเพิ่มเติมTiga hari berlalu sejak pertemuan darurat di istana. Selama waktu itu, Kael hampir tidak pernah benar-benar beristirahat. Siang dan malam dihabiskannya bersama Kaisar serta para petinggi militer untuk menyusun strategi terbaik menghadapi serangan Kerajaan Ferros yang terus mendesak wilayah selatan. Setelah melalui berbagai perhitungan dan pertimbangan yang panjang, keputusan itu akhirnya diambil.Kael de Vallas akan kembali memimpin pasukan.Bukan sebagai Jenderal Kekaisaran.Melainkan sebagai Duke Vallas yang memilih mengangkat pedangnya sekali lagi demi melindungi rakyat Arcelia.Sebelum keberangkatannya, Kael memanggil seluruh penghuni utama Kediaman Vallas untuk berkumpul di ruang tamu. Lucas datang lebih dahulu, disusul Anna, kemudian Tabib Pym yang berjalan pelan dengan wajah yang tampak jauh lebih muram dibanding hari-hari sebelumnya.Setelah semua berkumpul, Kael berdiri di hadapan mereka dengan pakaian perang yang belum sepenuhnya dikenakan. Tatapannya menyapu satu per satu w
Malam berlalu dalam keheningan yang terasa terlalu rapuh untuk disentuh. Di dalam kamar utama Kediaman Vallas, cahaya remang dari lilin minyak menari pelan di dinding, sementara Valeriana sama sekali tidak mampu memejamkan matanya meski tubuhnya telah terasa begitu lelah.Di sisinya, Kael akhirnya tertidur setelah berhari-hari menahan begitu banyak beban di pundaknya. Napas pria itu terdengar dalam dan teratur, meskipun sesekali dahinya masih berkerut seolah bahkan di dalam tidurnya ia tetap memikirkan perang, kekaisaran, dan keluarga kecil yang begitu ingin ia lindungi.Valeriana memandang wajah itu cukup lama.Wajah yang selama ini selalu berdiri di hadapannya setiap kali bahaya datang. Wajah seorang pria yang tidak pernah ragu menjadikan dirinya sendiri sebagai perisai jika itu berarti Valeriana tetap aman.Perlahan, Valeriana mengangkat tangannya dan menyapu beberapa helai rambut Kael yang jatuh menutupi dahinya."Maafkan aku..." bisiknya sekali lagi. Bibirnya bergetar. "Aku tidak
Valeriana perlahan memejamkan matanya. Dadanya terasa semakin sesak setiap kali mengingat semua yang baru saja dikatakan Kael. Kini ia benar-benar memahami bahwa pria itu tidak sedang bimbang. Tidak sedang mencari alasan. Kael telah mengambil keputusan yang tidak akan berubah, bahkan jika seluruh kekaisaran datang berlutut memohon di hadapannya.Dan justru karena itulah, sebuah keputusan lain perlahan tumbuh di dalam hati Valeriana. Keputusan yang sejak tadi berusaha ia abaikan. Keputusan yang perlahan terasa semakin jelas.Ia menarik napas panjang sebelum akhirnya membuka matanya kembali. Bibirnya membentuk senyum yang begitu tipis, nyaris tidak terlihat, namun cukup untuk menyembunyikan gejolak yang sedang mengoyak hatinya."Suamiku..."Kael yang masih menggenggam tangannya langsung mengangkat wajah."Ada apa?"Valeriana menatapnya dengan lembut."Aku belum sempat memberitahumu sesuatu."Alis Kael langsung berkerut."Apa?""Tadi siang—" Valeriana berhenti sejenak, seolah sedang meng
Kael terdiam cukup lama setelah selesai menceritakan keadaan di wilayah selatan. Ruangan itu kembali tenggelam dalam keheningan yang berat, sementara suara kayu yang terbakar di dalam perapian sesekali terdengar berderak pelan, menjadi satu-satunya suara yang memecah kesunyian di antara mereka.Valeriana menundukkan pandangannya perlahan ke arah tangan mereka yang masih saling bertaut di atas selimut. Jari-jari Kael menggenggam tangannya begitu erat, hingga hampir terasa seolah pria itu takut dirinya akan menghilang jika ia melepaskannya walau hanya sesaat.Beberapa saat berlalu sebelum Valeriana akhirnya menarik napas panjang."Suamiku..."Kael mengangkat wajahnya perlahan. Entah mengapa, sejak mendengar suara itu, dadanya tiba-tiba terasa menegang oleh firasat yang tidak ia sukai."Aku ingin kau menerima permintaan Yang Mulia."Kalimat itu membuat sorot mata Kael berubah seketika."Apa?"Ia menatap istrinya seolah tidak yakin telah mendengar dengan benar. "Itu tidak mungkin, sayang.
Pria itu berhenti tepat di batas antara kerumunan bangsawan dan "zona konflik" tempat Kirana berdiri. Dia adalah Kael de Vallas, suami Valeriana asli. Jika ilustrasi novel menggambarkan Kael sebagai pria tampan, melihatnya secara langsung terasa seperti serangan jantung visual. Tubuhnya menjulang n
PRANG! Bunyi porselen mahal yang menghantam lantai marmer menggema nyaring, membelah keheningan sore. Pecahannya berhamburan, memantulkan sinar matahari layaknya serpihan berlian-indah namun berbahaya. Belum sempat gema itu hilang, jeritan melengking segera menyayat telinga. "KYAAAAA! Panas! Pan
Suasana meja makan terdiam sejenak. Para pelayan tampak ragu, melirik Kael untuk meminta izin. Kael, yang masih mencerna situasi, akhirnya mengangguk kaku. “Lakukan apa yang dia minta,” ucapnya datar. Dengan cepat, Hans dan para pelayan memindahkan peralatan makan perak ke sisi Kael. Kirana melang
Pangeran Arthur, yang semula sudah siap melontarkan kalimat sinis berikutnya, mendadak terdiam. Matanya membelalak. Kael, yang menangkap perubahan itu dari sudut matanya, seketika menegang. Apa yang akan Valeriana lakukan? Pikirnya panik. Apakah ia akan melempar sepatu ke Arthur? Atau meludahi Elena






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
คะแนน
ความคิดเห็นเพิ่มเติม