Chapter: Chapter 6. Ferandha Benar-benar Sudah Tiada"Kita keliling rumahnya besok aja, saya mendadak enggak enak badan jadi ingin istirahat," ucap Zio sebelum berlalu dari hadapan semua orang.Mendengar hal itu, Fera jadi khawatir pada Zio. Gadis itu jadi bertanya-tanya, kenapa Zio bisa tiba-tiba enggak enak badan? Apakah setelah mendengar kabar duka itu, pria itu jadi sedih dan langsung tidak enak badan.Fera memilih kembali ke kamar saja, begitu juga yang lain. Hima, Franda dan Rion malam ini memang menginap di kediaman Syailendra.Di dalam kamarnya Fera termenung, ia pun tidak baik-baik saja setelah mendengar bahwa gadis yang memiliki nama yang persis seperti namanya telah meninggal dunia karena kecelakaan.Ratih masuk ke kamar Fera, Fera sengaja tidak menutup pintu karena tahu Ratih akan segera datang ke kamarnya."Mana perekam suaranya?" Ratih langsung memberikan apa yang Fera minta."Tadi aman 'kan saat kamu taruh dan ambil perekam suaranya nggak ada curiga?" tanya Fera.
Dernière mise à jour: 2026-06-11
Chapter: Chapter 5. Drama Adeeva"Ayo kita makan, ngobrolnya nanti aja," titah Arlen selaku tertua di antara mereka.Adeeva kebetulan duduk di samping kanan Fera, tiba-tiba menyenggol Fera yang sedang mengambil mangkuk berisi kuah panas. Kuah panas itu malah tumpah di baju Adeeva."Aduh panas!" teriak Adeeva langsung bangkit dari kursinya. Melihat baju Adeeva terkena kuah panas, jelas semua orang jadi panik. Tak terkecuali Zio, tetapi Darren yang terlihat lebih panik. "Pelayan ambilkan kain cepet!"Pelayan yang mendengar perintah dari Tuan Mudanya, langsung bergegas mengambilkannya dan memberikannya pada Darren. Darren langsung membantu membersihkan baju Adeeva yang terkena kuah panas. "Ayo kita ke rumah sakit," ajak Darren."Enggak usah, aku udah gak papa. Paling melepuh dikit doang kok," balas Adeeva. Dengan emosi memuncak, Darren menghampiri Fera. Pria itu menampar Fera dengan keras."Darren!" teriak Metha, Arlen bahkan Zio.Fera yang berada di tubuh Zella, memegang pipinya yang baru saja ditampar oleh Darren. Pad
Dernière mise à jour: 2026-06-09
Chapter: Chapter 4. Bertemu Dengan Zella"Ada yang perlu saya bantu, Nona? Jika tidak, saya akan segera pergi dari kamar Nona." Ratih berkata setelah bangkit dari ranjang Zella."Tunggu, sebentar." Fera bingung, cara ia mengatakannya. Tadi ia sudah menolak makanannya, sekarang ia lapar apalagi makanannya terlihat sangat menggiurkan.Ratih menurut, ia menunggu perintah dari sang Nona. "Bawa sini makanannya, biar saya makan saja. Obatnya sekalian."Ratih tersenyum kecil, ia langsung mengambilkan nampan berisi makanan serta obatnya. Nampan tadi ditaruh di nakas oleh Ratih. "Nona makanannya sudah dingin, bagaimana jika makanannya saya ambilkan yang baru saja.""Tidak usah, saya mau itu saja." Mau tidak mau, Ratih memberikannya makannya. Sepertinya mendengar jawaban dari Ratih, membuat tenaganya terkuras habis. Hingga membuat Fera kelaparan.***Seorang gadis cantik sedang berada di sebuah taman yang sangat indah, ia melihat ke sekeliling untuk mengagumi pemandangan yang ada di hadapannya."Indah sekali, sebenarnya aku ini sedang
Dernière mise à jour: 2026-06-09
Chapter: Chapter 3. Orang Kepercayaan ZellaFera kini hanya bisa meratapi nasibnya, semua yang terjadi tidak dapat dipercaya oleh akal pikirannya. Bagaimana tidak, ia kecelakaan dikira tidak akan meninggal dunia menyusul kedua orang tuanya. Akan tetapi, dirinya malah masuk ke dalam novel.Banyak pertanyaan dibenak Fera, mengenai alasan terjadi transmigrasi pada dirinya. Apa yang harus ia lakukan setelah menjadi Zella? Sedangkan Fera tahu, di dalam novel Zella adalah tokoh antagonis yang dibenci oleh semua orang termasuk keluarganya sendiri. Terlihat dari sikap Darren dan Shaka tidak senang atas sadarnya Zella.Sebelum memutuskan untuk melakukan apa, Fera ingin mencari tahu apa yang terjadi pada Zella sampai gadis itu tidak sadarkan diri. Hingga saat membuka mata, jiwa orang lain yang ada di dalam tubuh Zella. Orang itu adalah Fera.Terdengar suara ketukan berulang, membuat Fera yang sedang berpikir mendadak hilang konsentrasinya."Masuk," ujar Fera malas.Masuklah seorang gadis muda dengan pakaian pelayan sambil membawa makana
Dernière mise à jour: 2026-06-08
Chapter: Chapter 2. Grizella Lucelia SyailendraTerdengar suara berisik, hingga membangunkan seorang gadis cantik. Dengan perlahan ia membuka matanya, gadis itu terkejut melihat sekelilingnya. Dirinya merasa begitu asing dengan tempatnya berada, bahkan dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya."Kenapa aku di sini? Bukannya aku sudah mati?" tanya gadis itu dari dalam hati."Nona Grizella sudah bangun? Nona butuh sesuatu?" tanya para perempuan berseragam seperti pelayan, sepertinya mereka ada pelayan. Beberapa pelayan tampak pergi dari ruangan itu. Gadis itu tampak memegang kepalanya yang mendadak terasa pusing, ia masih sangat bingung dengan apa yang terjadi padanya."Akhirnya lo bangun juga, Zella. Gue kira lo nggak akan bangun lagi, mungkin kita semua akan tenang jika hal itu terjadi," kata seorang pria yang baru masuk ke dalam ruangan itu di susul oleh beberapa orang."Zella? Siapa Zella, aku Fera," ujar gadis itu berbicara di dalam hati."Jaga bicara kamu, Darren! Kamu nggak seharusnya berbicara seperti itu sama adik kita,
Dernière mise à jour: 2026-06-08
Chapter: Chapter 1. Feranda CarissaSeorang gadis cantik, terlihat tengah mengkhayal di dalam kamarnya. Sampai suara ketukan pintu terdengar begitu nyaring, hingga khayalannya langsung buyar."Ganggu orang lagi mengkhayal aja," keluh gadis itu yang tidak lain adalah Ferandha Carissa. Ferandha atau kerap disapa Fera adalah seorang artis papan atas."Fera bangun! Enggak liat udah jam berapa?" Talia– Asisten Fera berteriak sambil terus mengetuk pintu kamar majikannya."Apa sih Tal! Gue udah bangun kali, lo lagi ngapain sih ketuk-ketuk gitu. Padahal lo bisa tinggal masuk ke kamar gue kayak biasanya, toh gue nggak kunci kamar," balasnya dengan jengah."Lupa gue, Fer. Gue kira kamarnya lo kunci kayak kemarin. Lo juga sih, Fer. Enggak liat jam apa gimana? Sekarang udah pukul berapa, lo itu harus syuting tau nggak sih. Kalau udah bangun, harusnya lo udah siap di depan tinggal berangkat. Enggak perlu gue teriak-teriak panggilin lo. Atau lo lupa ada syuting hari ini?"Talia memang Asisten Fera, tetapi Fera tidak menganggapnya seb
Dernière mise à jour: 2026-06-08