เข้าสู่ระบบDunia Laura Samson runtuh saat putrinya sekarat dan meninggal karena kanker Leukimia. Yang lebih menghancurkan hatinya, suaminya Lucian Wilson tidak mau menemui putri mereka saat dia sekarat dan menuduh Amelia bukan putri kandungnya dan memberi Laura surat cerai. Lucian berselingkuh dengan adik perempuannya yang hamil dan mengirim seorang pembunuh untuk membunuhnya. Laura meninggal dengan luka tusukan di jantungnya namun dia terlahir kembali ke satu tahun yang lalu sebelum dia menderita tunarungu dan putrinya berusia dua tahun belum menderita leukimia. Laura bertekad untuk menyelamatkan putrinya dan membalas dendamnya pada Lucian dan adik perempuannya. Dia menemukan hal yang mengejutkan bahwa dia adalah anak perempuan keluarga Adams yang hilang dua puluh tahun lalu. Keluarga Adams adalah keluarga bergengsi dari generasi pendirian negara. Kakak Pertama, pengusaha muda dan milyarder terkenal di seluruh dunia: "Adik, biarkan kakak yang balas dendammu. Katakan siapa yang menyakitimu, kakak akan menghancurkan mereka dan membuat mereka miskin sampai tujuh turunan. Kakak kedua, jenderal militer termuda: “Kamu berada di bawah perlindungan tanpa batas, kemanapun kamu pergi, ada konvoi yang melindungimu dan menakuti penjahat.” Kakak Ketiga, dokter terkenal: “Kakak akan memastikan keponakan tercinta Amelia mendapat perawatan dan donor untuk kanker leukimia. Jika perlu, kami akan mendonorkan semua sumsum tulang belakang kami.” Dan orang tua yang paling mencintainya: "Tuan Putri, kekayaan seluruh keluarga Adams akan diberikan kepadamu. Kami akan memberikan seluruh dunia padamu bahkan memetik bintang-bintang di langit untukmu.” Identitas Laura anak angkat keluarga Samson dan ditindas oleh adiknya, direndahkan oleh keluarga mertua serta dikhianati oleh suaminya, bangkit kembali menjadi Tuan Putri keluarga Adams yang bergengsi. Dia akan membalas dan suami yang mengkhianatinya, membuatnya berlutut dan mengemis untuk kembali padanya.
ดูเพิ่มเติมPernikahan Tristan Adams akan diadakan seminggu setelah lamaran itu diterima. Tidak ada yang menyangka bahwa pernikahan antara Tristan Adams, putra sulung dari keluarga paling disegani di Capital dan Mia, seorang wanita biasa dengan dua anak kecil akan terjadi begitu cepat dan begitu megah.Gedung pernikahan yang disewa adalah aula tertua dan termewah di pusat kota, dihiasi ribuan bunga putih dan lilin-lilin kristal yang berkilauan. Tamu-tamu berdatangan dari berbagai penjuru negeri. Politikus, artis, konglomerat, dan bahkan duta besar asing turut hadir.Media massa berlomba memberitakan pernikahan itu sebagai “Cinderella Abad Ini".Namun di tengah keramaian dan sorotan lampu kamera, Mia merasa seolah sedang berjalan dalam mimpi yang tak dia pahami. Semua terasa asing. Gaun putih yang membalut tubuhnya terasa berat.Senyum yang dia paksa tunjukkan pada tamu-tamu seperti topeng yang menutupi kegelisahan dalam hatinya. Ketika pesta usai dan Mia mulai menyadari semua ini bukan khayalan, d
“Aku ingin kamu menjadi istriku, Mia.”Mia terkejut bukan main. “Apa?”“Menikahlah denganku.”"Permainan apa lagi ini?" tanya Mia seraya menarik tangannya dari genggaman Tristan.Tristan menggeleng pelan. "Maaf, Mia ... aku belum sempat membeli cincin untuk melamarmu. Tapi setidaknya, aku harus mengungkapkan keinginanku sekarang."Si kembar yang baru keluar dari kamar mereka tampak kegirangan melihat Tristan berlutut di hadapan ibunya.“Paman melamar Mama?” tanya Alana dengan suara polos.Tristan menoleh dan tersenyum tipis, lalu berkata pelan, “Mulai sekarang, jangan panggil aku ‘Paman’ lagi. Panggil aku Papa.”Alana dan Alister saling berpandangan sebentar sebelum dengan riang meneriakkan, “Papa!”Mia terpaku. Jantungnya berdegup keras di dada. Ada haru yang merayap di hatinya saat mendengar suara si kembar memanggil Tristan seperti itu. Namun rasa tidak percaya jauh lebih kuat. Dia merasa seperti sedang dipermainkan.“Tuan Tristan,” katanya pelan, menatap pria itu dengan pandangan
Mia keluar dari kamar si kembar dan mendapati Tristan duduk di sofa ruang tamu. Dia menghela napas pelan."Kenapa masih di sini?" tanyanya dingin."Aku mau mengantar anak-anak ke sekolah," jawab Tristan tenang."Tidak perlu. Aku bisa mengantar mereka sendiri."Tristan bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekat ke arah Mia. Sorot matanya terlihat sendu. “Mia ... biarkan aku melakukan sesuatu untuk mereka."Mia hampir saja meloloskan tawa mendengar ucapan Tristan. "Jadi sekarang kamu ingin menjadi sosok ayah yang baik untuk mereka? Ke mana saja kamu selama ini?" sindirnya."Okay, kita bicarakan ini sekarang, ya?"Mia mengangkat tangannya pertanda dia tidak ingin mendengar apapun yang diucapkan oleh Tristan. Kekesalannya semakin menjadi-jadi. Kenapa baru sekarang saat dirinya sudah ingin melupakan semua yang terjadi antara dirinya dengan pria itu."Kamu pergi saja, Tuan Tristan ... kami tidak membutuhkanmu di sini," ucap Mia.Saat itu bel apartemen berbunyi. Mia segera menuju ke pintu
Mia membuka mata pagi itu saat sinar mentari muncul dari sela-sela gorden kamar dan menyentuh wajahnya. Dia menguap sebentar, lalu beranjak dari atas tempat tidur.Ingatan tentang Tristan yang tertidur di depan pintu apartemennya seketika menyelinap di kepalanya. Ah, mungkin saja Tristan sudah pergi, pikirnya.Saat memeriksa ke kamar si kembar, bibir Mia mengulas senyum tipis. Kedua buah hatinya itu masih tertidur pulas. Tentu saja, karena hari masih terlalu pagi. Mia memang selalu bangun lebih cepat karena harus mengurus keperluan si kembar untuk sekolah.Mia menyambar satu kantong sampah yang hendak dikeluarkan dari apartemen. Saat membuka pintu, pandangannya tertuju pada sosok pria tampan yang tertidur pulas di dekat pintu."Astaga," gumamnyaJadi Tristan semalaman tidur di sini?!Mia menggeleng pelan. Tentu saja dia tidak bisa ke mana-mana karena mabuk berat. Ada rasa iba menggelitik dalam hatinya saat melihat Tristan yang tertidur pulas.Bayangkan, seorang CEO perusahaan ternama
“Selamat datang, Tuan Muda.”Seorang pelayan menyambut Tristan dan Mia saat mereka masuk ke dalam mansion,Ini bukan pertama kali Mia datang berkunjung tapi selalu kagum melihat kemewahan mansion keluarga Adams dan merasa rendah diri berada di tempat ini.“Ayo masuk.” Tristan meletakkan tangannya d
Tristan menunjukkan ponselnya dan menjawab dengan acuh tak acuh."Menjawab telepon." Dia melirik perut Laura yang sudah tampak besar."Perutmu semakin besar, sebaiknya kamu jangan terlalu banyak bergerak. Bagaimana kamu bisa ke mana-mana dengan perut besar itu?"Laura tertawa kecil mengusap perutny
Mia melirik para tetangga yang berbisik-bisik setelah mendengar ucapan Abraham"Tristan Adams? CEO Adams Group itu?""Nona Muda itu berhubungan dengan Tuan Adams?"Mia tidak ingin ada rumor lagi tentang dirinya dan Tristan, terutama setelah ada kabar tentang wanita simpanan Tristan."Ayah, kau yaki
Mia menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya membuka pintu.Dia menatap Abraham dan para tetangga yang menatapnya dengan tatapan menghakimi.“Mia ….” Abraham terlihat lega melihat putrinya dan berpura-pura meneteskan air mata.“Mia, ayah sangat merindukanmu. Mengapa kamu tidak mau bertemu—““Ada












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็นเพิ่มเติม