author-banner
Ana Queen
Author

Novels by Ana Queen

Bertransmigrasi Menjadi Tokoh Utama Novel Tragedi

Bertransmigrasi Menjadi Tokoh Utama Novel Tragedi

Bagi Elana, gaun pengantin putih yang dikenakannya terasa seperti kain kafan. Daripada harus menikahi pria tua yang mempunyai banyak istri— pilihan sang paman, Elena lebih memilih mengakhiri hidup yang seperti neraka baginya. Akhir yang tragis? Harusnya begitu. ​Tapi takdir punya selera humor yang aneh. ​Elena terbangun di atas ranjang sutra, bukan di kamar mayat. Sialnya, ia bukan lagi Elena, melainkan Clarissa Sinclair —tokoh protagonis dari novel yang baru saja ia baca semalam sehari sebelum pernikahan. Menurut plot asli, Clarissa ditakdirkan mati tragis di tangan tunangannya sendiri. ​Berbekal pengetahuan cerita, Elena bertekad mengubah nasibnya. Pertemuannya dengan sang tokoh figuran yang dingin dan kejam membuatnya menyusun rencana baru. Namun, kematian kedua dalam dunia novel menghampiri. Akankah kali ini ia benar-benar mati atau terbangun kembali di tubuh aslinya?
Read
Chapter: Kenapa kalian begitu tegang?
Tidak ada seorang pun yang berani mengucapkan sepatah kata setelah pertanyaan Clarissa menggantung di udara.Eleanor masih terpaku di tempatnya. Wajah angkuh itu terlihat pucat. Jemarinya bergetar, sementara pikirannya dipenuhi penyesalan.Sebastian yang menyadari keadaan itu segera melangkah maju. "Clarissa."Suaranya terdengar lebih lembut dari biasanya. "Kau salah mengerti."Clarissa mengangkat wajahnya perlahan. Matanya yang memerah menatap Sebastian dengan penuh harap."Salah mengerti?"Sebastian mengangguk cepat."Ya. Maksud Eleanor bukan seperti yang kau bayangkan.""Lalu seperti apa?"Sebastian menarik napas panjang. Dalam hitungan detik, dia memaksa otaknya mencari alasan yang paling masuk akal.“Saat malam pertunangan itu ... Eleanor memang mencariku."Tatapan Clarissa tidak beralih sedikit pun. Menunggu alasan Sebastian selanjutnya."Eleanor sedang mengalami kepanikan. Dia terlalu banyak minum hingga emosinya tidak stabil. Saat itu dia menangis dan meminta bantuanku.""It
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: Apa yang kalian lakukan?
“Bukankah Paman juga lebih berani sekarang? Sejak kapan kaki paman sudah sembuh?” Clarissa menatap Gideon dengan senyum mengejek. “Jangan berpura-pura lugu di depanku, Clarissa. Dan … berhenti memanggil aku dengan sebutan itu. Jika tidak ….” “Jika tidak ….” Clarissa mengulang ucapan pria itu dengan alis yang berkerut. Pria itu menghela napas kasar. “Lupakan!” Dia tahu gadis di hadapannya saat ini sudah tidak bisa dikendalikan lewat ancaman. Clarissa yang sekarang begitu sangat berani. Ancaman baginya bukan untuk ditakuti tetapi untuk tantang. Gideon melangkah mendekat hingga hanya menyisakan beberapa langkah di antara mereka."Clarissa. Percayalah padaku.""Dengan cara apa? Dengan terus merahasiakan semuanya dariku?"Tatapan Gideon tetap tenang. "Ada hal-hal yang belum boleh kau ketahui.""Kenapa?""Karena waktunya belum tiba."Clarissa tertawa pelan, tetapi tawanya terdengar hambar."Jawabanmu selalu sama.""Belum waktunya. Percaya padaku.""Lalu aku harus menunggu sampai kapa
Last Updated: 2026-07-11
Chapter: Paman
Ucapan sederhana itu membuat dada Sebastian terasa semakin sesak.Namun, dia tetap menganggukkan kepala.Clarissa kemudian memasangkan cincin itu ke jari manis Sebastian.Tepuk tangan kembali menggema lebih meriah dari sebelumnya."Selamat kepada pasangan malam ini!" seru pembawa acara.Tepuk tangan memenuhi aula.Kilatan kamera seolah tak berhenti mengabadikan setiap detik momen tersebut.Di mata seluruh tamu, malam itu adalah malam yang sempurna.Malam ketika dua keluarga besar resmi dipersatukan dalam sebuah ikatan pertunangan.Tidak ada yang mengetahui bahwa di balik senyum para tokoh utama, tersimpan sebuah rahasia yang sewaktu-waktu dapat menghancurkan semuanya.Clarissa tersenyum sambil menatap cincin di jarinya. Senyum yang lebih mirip seperti sebuah seringai tipis. Kenapa semua malah jadi seperti ini? Suara musik dari aula pesta perlahan memudar, berganti dengan keheningan yang menyelimuti seluruh mansion. Para tamu mulai berpamitan, sementara para pelayan sibuk memberesk
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Pesta Pertunangan
Andreas tidak langsung menjawab.Beberapa saat kemudian, dia berkata lirih, "Keduanya."Pria paruh baya itu menghela napas."Biarkan pertunangan tetap berlangsung. Setelah acara selesai, kita akan mencari jalan keluar secara kekeluargaan."Audrey memandang pria di hadapannya cukup lama.Sebagai seorang ibu, dia sangat kecewa pada Sebastian. Namun, sebagai Nyonya keluarga Sterling, keputusan gegabah hanya akan menyeret kedua keluarga ke dalam kehancuran."Baik." Satu kata itu akhirnya keluar."Tapi dengarkan baik-baik, Andreas."Nada suara Audrey berubah dingin."Ini kesempatan terakhir. Jika Sebastian kembali mengkhianati Clarissa ... atau jika Eleanor kembali mendekati putraku …."Audrey menatap Andreas."Aku sendiri yang akan membatalkan pertunangan itu di depan semua orang."Andreas mengangguk pelan. "Itu tidak akan terjadi."Namun jauh di lubuk hatinya, pria itu tidak benar-benar yakin.Sebab untuk pertama kalinya, dia merasa putri bungsunya bukan seorang gadis penurut yang bisa d
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Keputusan Mutlak
Audrey memijat kepalanya yang mulai terasa pusing. Kekacauan ini benar-benar menguras pikiran dan emosi. Wanita paruh baya itu merasa dilema dengan keputusan apa yang harus diambilnya. Satu sisi dia sangat menyayangi Clarissa dan berharap gadis itu benar-benar menjadi menantunya. Namun, di sisi lain juga tidak mungkin membohongi Clarissa. Sudah cukup selama kebohongan yang ditutupi oleh keluarga besarnya selama ini, Audrey tidak mungkin menambah kekecewaan itu lagi. “Kita tidak bisa membatalkan pertunangan ini begitu saja, Kak. Ini menyangkut nama besar dua keluarga.” Gideon berucap dengan tenang namun tegas. Ketiganya menoleh dengan ekspresi yang berbeda. Sebastian dengan perasaan lega. Audrey dengan rasa tidak percaya. Elena dengan rasa kecewa yang kentara. “Apa maksudmu, Gideon?” “Kita tetap lanjutkan acara pertunangan ini. Clarissa tidak boleh tahu kekacauan malam ini.” Gideon berucap tegas tanpa ingin dibantah sedikitpun. “Gideon ….” Audrey sekali lagi melayangkan tatapa
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Tertangkap Basah
​Sementara itu, di aula utama. Audrey yang sedang berbincang dengan beberapa tamu penting mulai memperhatikan sekitar, mencari keberadaan Clarissa dan Sebastian. Pembawa acara sudah mengumumkan jika acara inti pertukaran cincin akan dimulai dalam waktu dua puluh menit lagi, tetapi dua bintang utama dalam acara itu malah tidak terlihat ada di aula. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi itu menghela napas lega saat melihat keberadaan adik satu-satunya sedang mendekat ke arahnya. “Saya permisi menemui adik saya dulu. Silakan nikmati pesta ini.” Audrey tersenyum hangat, pamit pada beberapa tamu. “Silakan, Nyonya Audrey.” Audrey juga berjalan mendekat ke arah sang adik. “Gideon, apa kau melihat Sebastian dan Clarissa? Acara inti sebentar lagi akan dimulai, tapi aku tidak melihat mereka,” imbuh Audrey setengah berbisik pada adiknya. “Perasaanku tidak enak” sambungnya sembari mengedarkan pandangan menyapu area aula. “Aku mendapat laporan
Last Updated: 2026-07-07
You may also like
The Boss wants me
The Boss wants me
Romansa · SILAN
25.4K views
Mantan Istri
Mantan Istri
Romansa · Dewanu
25.4K views
Jerat Hasrat Mr. Presdir
Jerat Hasrat Mr. Presdir
Romansa · Baby Yangfa
25.3K views
DIKIRA PENJUAL NASI KUNING
DIKIRA PENJUAL NASI KUNING
Romansa · NawankWulan
25.3K views
Another Choice Mr. Wijaya
Another Choice Mr. Wijaya
Romansa · nura0484
25.3K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status