LOGINMantan suami Shelly adalah pria yang dingin dan tanpa perasaan. Siang hari, dia menjadi sekretaris. Malam hari, dia menjadi istri. Selama dua tahun pernikahan, dia tidak pernah mendapatkan sedikit pun ketulusan dari Jeffry. Hari saat teman masa kecilnya kembali, mereka berdua pun menandatangani surat perceraian dengan damai. Siapa sangka, setengah tahun kemudian … Shelly tiba-tiba hamil. Mantan suami yang sudah dia cintai diam-diam selama bertahun-tahun itu tentu sudah tidak dia butuhkan lagi! Tanpa ragu, dia memutuskan kabur sambil membawa anak dalam kandungannya! Mantan suaminya mengumumkan hubungan dengan Elora Laurent, si teman masa kecil? Tidak ada hubungannya dengan dia! Mantan suaminya melamar Elora? Dia bahkan mengirim ucapan selamat, semoga bahagia selamanya dan segera dikaruniai anak! Namun siapa sangka …. Pria yang dikabarkan akan menikah dengan Elora, justru muncul di depan ruang bersalin pada hari dia melahirkan dan memohon untuk rujuk! Shelly langsung menggeleng. “Pak Jeffry, anak ini benar-benar bukan milik kamu!” Jeffry Anderson menjawab tanpa ragu, “Walaupun bukan milikku … aku tetap menginginkannya!”
View More“Hanya … sekadar bertanya.”Bagi Joycelin, menyelidiki keberadaan Shelly selama enam bulan saat dia tidak berada di kantor pusat bukanlah hal yang mudah. Semua harus dilakukan secara diam-diam.Ketika dia mendengar hari ini Shelly pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Harrison, dia segera datang untuk mencari tahu.“Tidak terlalu dekat,” jawab Shelly dengan jujur. “Jangan lupa, dia itu musuh bebuyutan kakakmu.”Jika dia terlihat terlalu akrab dengan Harrison, tentu akan menimbulkan kesalahpahaman.Joycelin mengangguk pelan. “Oh, begitu. Aku cuma tanya sekilas, jangan dimasukkan ke hati.”Mata Shelly yang jernih menatapnya, seolah menunggu pertanyaan lanjutan. Namun, Joycelin justru berdiri sambil berkata, “Aku belikan makan siang untukmu dulu. Tunggu di sini!”“Eh ….” Shelly hendak menghentikannya, tetapi tidak bisa. Joycelin berlari pergi dengan cepat, bahkan lebih gesit dari seekor kelinci.Dalam perjalanan membeli makan siang, Joycelin menelepon Nenek Mina.“Dia bilang tidak terlalu
Pukul sebelas tepat, Shelly kembali ke perusahaan sesuai jadwal. Belum sempat menangani tumpukan dokumen di mejanya, dia sudah diajak oleh Jeffry untuk menghadiri wawancara terkait kerja sama antara Grup Dominion dan Keluarga Laurent.Sejak awal hingga akhir proyek tersebut, Shelly terlibat langsung dalam setiap prosesnya. Dia telah menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan untuk wawancara dan setiap kali Jeffry membutuhkannya, dia dengan sigap menyerahkan berkas yang tepat. Jika ada bagian yang terlewat, dia segera mengingatkan dengan suara pelan.“Pak Jeffry, terlihat bahwa Anda begitu memperhatikan kerja sama dengan Keluarga Laurent, ini menunjukkan bahwa hubungan Anda dengan Nona Elora sangat stabil. Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa pertunangan kalian berdua dibatalkan secara mendadak. Apakah Anda bersedia menjelaskan alasannya?”Setelah pembahasan pekerjaan selesai, para wartawan mulai mengalihkan pertanyaan ke kehidupan pribadi Jeffry.“Kami hanya bertengkar,” jawab Jeffry
Dengan Harrison yang kini dicopot dari jabatannya, dia tidak lagi mampu membayar denda pelanggaran kontrak. Akibatnya, Shelly pun tidak dapat meninggalkan Grup Dominion.Wajahnya yang halus dan ekspresif membuat perasaannya mudah terbaca. Garis rahang Jeffry tampak tegas, sementara ujung lidahnya menekan bagian dalam pipinya. Sekilas dia terlihat tenang, namun sebenarnya menyimpan gejolak emosi yang kuat.“Sepertinya Bu Shelly sangat mengkhawatirkan Harrison. Kalau begitu, pergilah mewakili Grup Dominion untuk menjenguknya di rumah sakit. Pergi lebih awal dan kembali sebelum rapat pukul sebelas,” ujar Jeffry.Saat itu, Shelly tiba-tiba menyadari Harrison dan Jeffry telah bertemu. Rekaman suara yang dia terima adalah percakapan di antara mereka dan itu terjadi semalam.“Kenapa?” Jeffry berdiri tegak dengan kedua tangan di saku celana, menatapnya dari atas dengan sorot mata tajam. “Bu Shelly tidak bersedia?”Nada suaranya membuat Shelly sulit menebak apakah Jeffry benar-benar ingin dia p
Awalnya, Shelly masih mempertimbangkan apakah dia perlu meminta bantuan Harrison. Namun sekarang, dia tidak perlu berharap lagi, jalan itu telah tertutup.Pagi itu, Shelly tampak diliputi banyak pikiran. Wajahnya terlihat pucat dan tidak bersemangat.“Kak Shelly.”Tania memanfaatkan kesempatan saat mengantarkan dokumen untuk bergosip, “Kakak tahu kenapa Livia dipecat?”Shelly menarik kembali pikirannya yang melayang dan menggeleng pelan. “Aku tidak tahu.”“Livia menulis di grup pribadi Departemen Sekretaris bahwa Kak Shelly yang hasut Pak Jeffry untuk memecatnya. Dia juga bilang Kak Shelly menjadi orang ketiga di antara Pak Jeffry dan Nona Elora, serta merusak hubungan mereka!”Tania tentu saja tidak mempercayai tuduhan tersebut. Dia bahkan sempat membela Shelly di dalam grup, tetapi karena Livia adalah admin grup, Tania langsung dikeluarkan.“Tapi anggota grup itu kebanyakan teman dekat Livia. Mereka percaya ucapannya dan sebarkan rumor ke mana-mana.”Sejak kabar pembatalan pertunanga
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.