author-banner
Bidadari Angel
Author

Novels by Bidadari Angel

Jerat Cinta Sang Mantan

Jerat Cinta Sang Mantan

Pernikahan yang terbuat dari kebohongan meremukkan hati Gilsha, melemparkannya kembali ke pelukan Ethan yakni pria masa lalu yang pernah menolaknya, namun kini hadir dengan godaan intim yang tak sanggup ia tepis. Di bawah buaian sentuhan memabukkan dan ikatan pernikahan impulsif, Gilsha menyerahkan dirinya pada gairah Ethan, tanpa menyadari ada rahasia kelam berniat mengakhiri hidup yang siap menghancurkan pria itu. Namun, ketika kebenaran terbongkar dan Ethan memilih bersikap dingin, sebuah keajaiban tak terduga hadir di rahim Gilsha dan memaksa mereka mempertanyakan, akankah gairah yang terlanjur menjerat ini menjadi penyelamat atau justru kehancuran akhir cinta mereka?
Read
Chapter: Bab 7 Kehidupan Pernikahan
BEEP! BEEP! BEEP! Suara alarm digital yang berbunyi diatas nakas. Sebuah tangan terulur untuk mematikannya. Gilsha menguap pelan lalu bangun dari tidurnya. Ia menoleh kearayh samping dan mendapati sang suami tercinta yakni Nathan masih tertidur pulas. Gilsha menyelimuti tubuh Nathan sebelum ia memulai aktivitas paginya. Suaminya itu baru pulang dari luar kota tadi malam jadi mungkin masih capek. Jadi Gilsha memilih untuk turun dari tempat tidur sebisa mungkin tanpa suara. Dan menutup pintu kamar. Wanita berusia 28 tahun itu menghela nafas sebelum mengikat rambutnya dan berjalan ke arah dapur untuk memasak sarapan. Pernikahan mereka sudah menginjak usia 5 tahun, namun keduanya belum dikaruniai anak. Entah mengapa, padahal kata Dokter mereka berdua sama-sama normal dan subur. Mungkin bukan rejekinya. Nathan juga tidak pernah mengungkitnya serta berkata anggap saja mereka sedang diberi waktu untuk pacaran lebih lama. Dan Gilsha merasa sangat beruntung akan hal itu. Memilih
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Bab 6 Melangkah Maju
Semua langsung terdiam. Naveen yang tadinya santai berselonjor kini menurunkan kakinya dari meja, ekspresinya berubah kaku. Kavi yang biasanya ribut malah menahan napas, tak tahu harus berkata apa. Air mata Ethan jatuh membasahi jemarinya.Suara isakannya terdengar patah-patah. “Gue… harusnya dulu… gue gak—” Ia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya. Setiap kata seperti tersangkut di tenggorokan. Daniel hanya bisa menatapnya, tidak mencoba menenangkan secara paksa. Ia tahu, luka macam ini tidak butuh nasihat tapi cukup didengar. Apalagi lukanya masih sangat segar. Kavi menelan ludah. Untuk pertama kalinya, ia tak bisa bercanda. “Than, lo nggak sendiri,” ucapnya pelan. Suaranya rendah, tapi terdengar jelas. Namun Ethan tetap menunduk, terisak dan membiarkan perasaannya runtuh sepenuhnya malam itu. Tidak ada lagi gengsi, tidak ada lagi pura-pura. Hanya seorang pria yang akhirnya menangisi cinta yang dulu ia sia-siakan dan sekarang tak bisa ia miliki, bahkan dalam mimpi. Apakah
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab 5 Kehilangan
Ethan menegak whiskey di tangannya dengan sekali tegukan. Cairan itu membakar tenggorokannya, tapi rasa perihnya tidak sebanding dengan sakit di dadanya. Ia menghela napas panjang, mencoba mengatur detak jantungnya yang tak karuan. Lagu masih bergema pelan di seluruh ruangan, seolah dunia ikut mengolok-olok penyesalannya. “Only know you love her when you let her go…” Ethan menunduk, jemarinya meremas gelas kosong itu erat-erat. Kelopak matanya memerah, bukan hanya karena alkohol, tapi karena semua memori masa lalu yang menyerbu tanpa ampun. Bayangan Gilsha dengan gaun putihnya muncul lagi dalam benaknya, cara ia berjalan mantap menuju altar, senyum lembutnya, mata berbinar yang dulu pernah menatapnya dengan harapan tapi kini tak menyisakan sedikit pun ruang untuknya. Daniel duduk di sebelahnya sambil menyandarkan punggung ke sofa. Mereka semua sedang ada dirumah Ethan yang ada mini bar dan tersedia banyak jenis minuman alkohol. "Mau minum lagi?" tanya Daniel menatap E
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab 4 Seporsi Kekalahan
Ethan mengangguk. "Gue minta maaf untuk semuanya. Maaf karena gue udah nyakitin lo, mempermalukan lo di depan semua orang, dan ngeremehin lo kayak orang yang nggak punya perasaan. Gue salah besar.” Gilsha terkekeh pelan, tapi bukan karena lucu tapi lebih karena ironis. “Oh, jadi sekarang lo sadar gue punya perasaan? Dulu kayaknya enggak, deh.” Ethan menelan ludah, matanya tetap terkunci pada Gilsha. “Gue bego, Gils. Waktu itu gue mikir lo cuma… ya, temen. Gue nggak nyadar kalau semua hal yang lo lakuin itu tulus. Gue sibuk sama image, sama omongan orang, dan itu bikin gue jadi cowok brengsek.” Gilsha menatapnya lama, mencoba membaca apakah kata-kata itu tulus atau cuma basa-basi. “Dan lo pikir kata ‘maaf’ bisa nyembuhin semuanya?” Ethan menggeleng. “Enggak. Gue cuma pengen lo tau… gue nyesel.” Suara itu pelan, tapi jelas. Ada nada getir di sana, nada yang dulu tidak pernah Gilsha dengar dari Ethan. Gadis itu menghela napas, lalu berdiri dari kursi tempatnya menunggu.
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab 3 Seporsi Kemenangan
Gilsha berdiri mematung. Kata-kata Ethan barusan terasa seperti seribu jarum yang menusuk langsung ke dadanya. Rasanya panas, memalukan, dan mematahkan semua keberanian yang tadi ia kumpulkan. Meghan tanpa ragu menarik Gilsha keluar dari lapangan, diikuti Anna dan Elsa yang menatap tajam ke arah siapa saja yang berani berkomentar lagi. “Udah, jangan liat ke belakang,” bisik Anna, meski Gilsha bisa mendengar tawa-tawa itu masih menggema di telinganya. Begitu mereka sampai di lorong sekolah yang sepi, langkah Gilsha terhenti. Ia menunduk, menatap brownies yang tadi ia bawa dan sekarang terasa berat seperti membawa seluruh rasa malunya sendiri. Bahkan paper bag yang berisi hoddie dan sepatu diambil alih oleh Anna dan Elsa. “Gue bego banget, ya?” suaranya parau. Elsa langsung memeluknya erat. “Enggak, Gil. Lo cuma berani. Dan enggak semua orang bisa seberani lo.” “Tapi semua orang ketawa. Dia bilang gue bahkan bukan tipe dia.” Gilsha menggigit bibir, mencoba menahan air mata
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab 2 Cinta Pertama Yang Gagal
"Ini si sethan mana sih? Capek banget harus bawa-bawa nih brownies kemana-mana," oceh Meghan sambil mengikuti langkah Gilsha yang sedang mencari keberadaan Ethan. Dibelakangnya ada Meghan yang membawa brownies coklat kesukaan Ethan, Anna dan Elsa membawa paper bag berisi hoddie hitam dan sepatu baru untuk Ethan. Ketiganya bak sedang mengantar 'seserahan' kepada sang mempelai. Gilsha tidak memperdulikan ocehan Meghan dan tetap menyusuri gedung sekolah untuk mencari keberadaan Ethan. Dan akhirnya ia menemukan lelaki itu di lapangan sekolah sedang main bola basket bersama kedua temannya Naveen dan Kavi. Hal itu mengobarkan kembali semangat dalam diri Gilsha. "Ayo, girls," ajak Gilsha dengan girang yang disambut desahan lesu oleh ketiganya. Mereka pun melangkah ke arah Ethan. Dan itu menarik atensi semua orang. Sebab mereka tahu jika keduanya tengah dekat dan pernah menjadi bahan perbincangan karena kontrasnya perbedaan diantara mereka."Eh, ayang Memeg," kata Naveen yang pert
Last Updated: 2026-07-24
You may also like
Cinta dalam Serpihan Safir
Cinta dalam Serpihan Safir
Romansa · Afni Rifazi
914 views
Semalam Untuk Selamanya
Semalam Untuk Selamanya
Romansa · Banyu Biru
913 views
Cinta Sang CEO
Cinta Sang CEO
Romansa · Nadira Kintania AZ
912 views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status