Chapter: Bab 8. Jangan Pergi DarikuRuangan rapat di lantai paling atas Oslo Enterprise mendadak terasa jauh lebih dingin daripada beberapa menit yang lalu.Aku masih berdiri di sisi meja konferensi, menatap beberapa lembar foto yang berserakan di atas permukaan kayu hitam mengilap. Tidak ada suara selain dengungan pelan pendingin ruangan dan lalu lintas kota Singapura yang samar terdengar dari balik dinding kaca.Aku mengulurkan tangan.Jemariku mengambil satu foto paling atas.Di sana, Sean sedang berdiri di tepi marina bersama seorang wanita yang sudah tidak asing lagi bagiku.Atika.Wanita itu tersenyum lepas sambil menggandeng lengan Sean. Senyum Sean sendiri jauh lebih tipis daripada milik Atika, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa mereka pernah menghabiskan waktu bersama.Aku meletakkan foto itu.Lalu mengambil foto berikutnya.
Huling Na-update: 2026-08-03
Chapter: Bab 7. Wanita di Masa Lalu Sean ValentinoUdara pagi Singapura masih hangat meski matahari belum benar-benar tinggi. Cahaya keemasan menembus jendela ruang makan rumahku, memantul di permukaan meja marmer putih yang sudah dipenuhi sarapan buatan Ibu. Biasanya aroma roti panggang dan kopi mampu memperbaiki suasana hatiku, tetapi pagi ini semuanya terasa hambar.Aku bahkan belum menyentuh secangkir teh ketika bel rumah berbunyi.Mama menoleh ke arahku sambil menyunggingkan senyum kecil."Aku rasa dia datang."Aku mengembuskan napas panjang."Tentu saja."Tidak perlu bertanya siapa yang dimaksud.Siapa lagi kalau bukan Sean Valentino?Sejak aku menyetujui pernikahan itu semalam, pria itu seperti mendapat hak istimewa untuk muncul kapan saja di hidupku.Beberapa detik kemudian langkah kaki terdengar dari ruang depan.Sean
Huling Na-update: 2026-08-02
Chapter: Bab 6. Semua Jalan Mengarah PadanyaAku pulang menjelang sore dengan kepala yang terasa jauh lebih berat daripada saat meninggalkan gedung Oslo Enterprise. Tapi setidaknya, Caroline dan Eden bisa menjadi orang-orang yang mau memberiku ruang untuk memikirkan hal ini bersama. Mobil mini cooper Caroline berhenti di halaman rumah bergaya kolonial modern yang sudah kutinggali sejak kecil bersama Mama. Rumah ini selalu menjadi tempat paling nyaman bagiku. Sayangnya, hari ini bahkan rumah pun terasa seperti ruang sidang.Sebelum aku turun, Caroline menahan pergalangan tanganku, aku menoleh menatap Caroline yang menatapku dengan tatapan cemas. "Apa?" "Kalau kau jadi nyonya Valentino jangan pernah berpikir untuk memecatku." Perkataan Caroline membuatku melongo sejenak lalu berdecak dan memutar mata. "Kalau aku menikah dengan Sean kau yang akan dapat manfaat terbanyak dari pernikahan ini." Aku tersenyum dengan wajah menggoda pada Caroline dan dia balas tersenyum lebar sebelum aku meninggalkannya turun dari mobil.Begitu pint
Huling Na-update: 2026-08-01
Chapter: Bab 5. Tidak Ada Jalan KembaliMap hitam itu masih berada di pangkuanku sejak aku meninggalkan gedung Oslo Enterprise.Aku bahkan tidak langsung meminta sopir taksi mengantarku pulang. Mobil berhenti di tepi Singapore River, sementara aku hanya duduk diam menatap lalu lalang orang di luar jendela.Tanganku kembali membuka map itu.Perjanjian pernikahan.Aku membaca setiap halaman untuk kedua kalinya, berharap ada bagian yang tadi salah kubaca.Tetapi tidak.Sean benar-benar menuliskan semuanya dengan jelas.Rumah.Saham Oslo Enterprise.Perlindungan hukum.Rekening bersama.Bahkan jika pernikahan kami berakhir suatu hari nanti, sebagian aset itu tetap menjadi milikku.Aku menutup map itu pelan."Pria itu benar-benar sudah gila."Tidak ada laki-laki waras yang menyerahkan sebanyak ini kepada perempuan yang bahkan baru dikenalnya beberapa hari.Kecuali...Ia sedang menyembunyikan sesuatu yang jauh lebih besar.Aku kembali teringat tatapan Sean saat mengatakan syarat terakhirnya."Setelah kontrak Aurora Beauty selesai
Huling Na-update: 2026-08-01
Chapter: Bab 4. Perjanjian Sangkar EmasAku terbangun lebih pagi dari biasanya akibat suara ponsel yang berdering tanpa henti di atas nakas. Kelopak mataku masih terasa berat ketika kuraih benda itu dengan malas.Caroline.Belum sempat aku menyapa, suara paniknya langsung memenuhi telingaku."Mika, dengarkan aku baik-baik."Aku langsung terduduk."Ada apa?""Jangan buka media sosial."Aku mengernyit."Apa maksudmu?""Pokoknya jangan buka dulu. Aku sedang menuju rumahmu. Kita bahas di kantor saja."Nada bicara Caroline terdengar jauh lebih serius daripada biasanya."Aku baik-baik saja, Carry.""Bukan itu masalahnya." Ia mengembuskan napas panjang. "Mika... berita tentangmu ada di mana-mana."Sambungan telepon terputus beberapa detik kemudian setelah Caroline berkata ia akan segera menjemputku.Aku masih memandangi layar ponsel dengan dahi berkerut.Berita?Tentangku?Rasa penasaran mengalahkan peringatan Caroline. Jemariku membuka salah satu aplikasi media sosial, lalu mengetik nama panggungku.Mika Alexa.Butuh kurang dari
Huling Na-update: 2026-07-16
Chapter: Bab 3. Terjebak Skandal Sean ValentinoRasa berdenyut di kepalaku membuatku terbangun dengan kelopak mata yang terasa berat. Aku meringis pelan sambil mengangkat tangan untuk memijat pelipisku. Rasanya seperti ada seseorang yang tanpa henti memukul tengkorakku dengan palu.Sial... kepalaku.Aku memaksa membuka mata sedikit demi sedikit. Langit-langit berwarna putih dengan lampu kristal yang menggantung tepat di atas ranjang menyambut pandanganku. Aku mengerutkan dahi.Ini... bukan kamarku.Jantungku langsung berdegup lebih cepat.Aku bangkit tergesa-gesa, tetapi kepalaku kembali berdenyut hingga membuatku kehilangan keseimbangan. Tanganku spontan menopang tubuh di atas kasur yang berantakan.Kasur...Berantakan?Napasku tercekat.Aku menunduk menatap diriku sendiri."Ya Tuhan..."Aku hanya mengenakan sebuah kemeja putih pria yang panjangnya hampir menutupi pahaku. Kemeja itu jelas bukan milikku. Ukurannya terlalu besar hingga salah satu bahunya melorot memperlihatkan kulit bahuku.Panik mulai menjalar ke seluruh tubuhku.A
Huling Na-update: 2026-07-16