author-banner
Carlota M
Carlota M
Author

Novels by Carlota M

Terjebak Obsesi Sang Billioner

Terjebak Obsesi Sang Billioner

"Maafkan aku, Mikaila. Aku tidak pernah mencintaimu." Dalam satu hari, dunia Mikaila Alexandra runtuh. Pria yang ia cintai selama bertahun-tahun menolaknya. Ibunya memaksanya menikah dengan seorang pria asing bernama Sean Valentino. Dan semalam kemudian... Mikaila terbangun di apartemen pria itu. Sebelum ia sempat melarikan diri, foto dirinya keluar dari apartemen Sean sudah memenuhi berita hiburan. Karier yang baru saja ia bangun terancam hancur. Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan semuanya. Menikahi Sean Valentino. Namun Sean bukan pria biasa. Ia terlalu kaya. Terlalu berbahaya. Terlalu terbiasa mendapatkan semua yang ia inginkan. Dan kini... Sean hanya menginginkan satu hal. Mikaila Alexandra. Tetapi benarkah pernikahan itu akan menyelamatkannya... atau justru menjadi awal dari obsesi paling berbahaya dalam hidupnya?
Read
Chapter: Bab 91. Cinta yang Melampaui Kesempurnaan
Sean mengangkat alis dan mengembuskan napas panjang. Perhatiannya akhirnya beralih kepadaku.Bagus, Mika!Senyum cerah di wajahnya membuat seluruh indraku seakan ikut tersentuh. Inner Goddess-ku memutar bola mata, lalu kembali menutupi wajahnya dengan majalah The New York Times yang baru saja diambilnya setelah puas bersembunyi.“Kamu pasti tahu kenapa aku bisa seperti ini.”Sean menatapku hati-hati. Ada secercah ketakutan di balik tatapan keemasannya.“Aku tahu semua itu sangat memengaruhimu. Tapi lihat dirimu sekarang.” Aku sedikit mencondongkan tubuh. “Kamu berhasil membangun karier luar biasa dan mendapatkan semua yang kamu miliki. Banyak orang pasti menginginkan pencapaian seperti itu.”Aku memberinya tatapan meyakinkan, berusaha membuatnya percaya pada kata-kataku.Namun, jauh di dalam hati, aku masih ingin tahu bagaimana Sean memandang dirinya sendiri.Dahinya kembali berkerut.“Siapa pun bisa mencapai apa yang kucapai jika mau berusaha. Pada akhirnya, semuanya kembali pada pil
Last Updated: 2026-09-18
Chapter: Bab 90. Luka yang Tak Perlu Disembunyikan.
“Kapan kamu ingin pergi ke Hawaii?”Pertanyaan Sean membuatku tersenyum. Mungkin setelah kesibukanku di sekolah mereda.“Mungkin setelah pameran seni selesai,” jawabku.Aku mendongak menatapnya. Angin laut yang hangat menyapu kulitku, sementara satu tanganku masih menggenggam topi pantai bertepi lebar.“Baiklah. Kita sudah sepakat. Saat pergi nanti, kamu harus meresmikan tempat itu.”Sean menunduk menatapku. Senyum tipisnya masih ada, tetapi matanya tampak ragu. Jemarinya bergerak gelisah di sisi tubuhnya, seolah ada sesuatu yang ingin dikatakannya, tetapi dia menahannya.Aku tersenyum dan mengangguk.Aku masih sulit percaya akan memiliki resor di Hawaii.Ya Tuhan! Mengapa akhir-akhir ini keberuntunganku datang bertubi-tubi?Aku kembali menatap laut.Sebuah pesawat melintas di atas kepala. Suara mesinnya sempat mengejutkanku. Pesawat itu seolah mengejar matahari yang perlahan tenggelam.Pemandangan yang luar biasa.Di tengah keindahan itu, pikiranku kembali menelusuri hidupku belakang
Last Updated: 2026-09-18
Chapter: Bab 89. Sore Yang Hanya Milik Kita
Sore harinya, kami pergi ke Changi Beach. Letaknya yang dekat dengan bandara membuat pantai ini terasa unik. Sesekali, pesawat melintas di langit, menghadirkan pemandangan yang berbeda dari pantai pada umumnya.Sebelum berangkat, aku sudah menyiapkan camilan dan berbagai perlengkapan piknik.Aku mengenakan dress pantai putih gading bermotif bunga matahari yang panjangnya selutut. Sandal karet bergaris kuning dan putih melengkapi penampilanku, membuat kakiku tetap nyaman berjalan di atas pasir.Sean tampil santai dengan jeans pudar selutut, kaus lengan panjang cokelat tua yang lengannya digulung hingga siku, serta sandal kasual dengan warna senada.Sean menginjak pedal gas Ferrari-ku, membuat mobil melaju menyusuri jalanan Singapura.Angin menerpa wajahku dan menerbangkan beberapa helai rambut, tetapi topi pantai bertepi lebar yang kukenakan cukup untuk menjaganya tetap rapi.Musik mengiringi perjalanan kami.Sean ikut bernyanyi, bahkan berusaha meniru suara Pharrell Williams. Aku tert
Last Updated: 2026-09-16
Chapter: Bab 88. Tak Pernah Terpikir Meninggalkanmu
Setelah sesi foto berakhir, Caroline dan Andrew bersiap berangkat untuk berbulan madu. Aku, Sean, dan para tamu yang masih berada di area pesta berkumpul di depan teras untuk mengantar mereka.Sebuah Mercedes-Benz hitam mengilap terparkir di halaman, tak jauh dari tempat kami berdiri. Buket mawar putih menghiasi bagian depan mobil, membuatnya tampak semakin elegan.Saat Caroline hendak masuk ke mobil, aku kembali memeluknya erat.“Buka hadiahnya setelah kalian sampai di hotel, mengerti?”Aku kembali mengingatkannya tentang hadiah yang kuberikan. Tiga hari sebelum pernikahan, Caroline sudah sangat penasaran ingin melihatnya. Namun, aku tetap tidak memberikannya. Kalau dia sudah tahu isinya, kejutan itu tidak akan menarik lagi.Tebakanku ternyata benar. Caroline dan Andrew akan menghabiskan bulan madu mereka di Barbados. Caroline memang menyukai wisata alam. Aku yakin, begitu mengetahui isi hadiahnya, dia akan langsung meneleponku.“Selamanya, Mika. Kita akan selalu menjadi saudara.”Ak
Last Updated: 2026-09-16
Chapter: Bab 87. Di Balik Kebahagiaan Caroline
Caroline tersenyum begitu bahagia ketika Andrew akhirnya resmi menjadi suaminya.Sean dan aku ikut bertepuk tangan sambil berdiri bersama para tamu lainnya. Sean bahkan sempat mengecup pipiku dan memberiku senyum menawannya yang mampu melelehkan gunung es di Kutub Utara.Dia terlihat begitu tampan dalam tuxedo hitam. Tulip hitam dan putih yang disematkan di bagian dada kanannya memberikan sentuhan manis pada penampilannya.Sementara itu, aku mengenakan gaun berwarna peach dengan detail kelopak mawar dan tanpa tali. Rambutku ditata rapi, dihiasi mahkota kecil berbentuk bunga mawar buatan dengan warna senada.Aku terlihat seperti seorang dayang kerajaan.Sepatu stiletto mahal yang diberikan Sean sebagai hadiah ulang tahunku juga menghiasi kakiku.Setelah acara utama selesai, pasangan pengantin baru melakukan dansa pertama mereka.Caroline terlihat sangat bahagia.Senyumnya tidak pernah lepas dari wajahnya.Kami pun ikut berdansa bersama pasangan-pasangan lain di lantai dansa, diiringi m
Last Updated: 2026-09-13
Chapter: Bab 86. Teror Di Rumah Kami
Malam itu, aku menyiapkan steak daging sapi lada hitam dengan saus krim alpukat yang kubuat sendiri. Aku juga merebus kentang, wortel, dan buncis, kemudian memotongnya memanjang seperti stik sebelum menyajikannya bersama steak dan saus alpukat.Sean datang membantuku menyiapkan makan malam.“Ini enak sekali. Kau sering memasak seperti ini?” tanyanya.Aku mengangkat bahu.“Dulu aku sering membantu pengurus rumah memasak bersama Mom.”Sean tersenyum.Namun, Inner Goddess-ku langsung melotot kepadaku seolah menyuruhku menggali informasi lebih jauh. Bahkan dia sampai mencengkeram ujung gaun tidurnya dengan wajah waspada.“Apa kabar terbaru tentang kasus kecelakaan itu?”Aku melirik Sean yang sedang mengunyah makanannya perlahan.Ia menarik napas panjang sebelum menjawab.“Ariel terlibat dalam kecelakaan itu.”Jantungku seolah naik ke tenggorokan.Ya Tuhan!Dan pria itu masih berkeliaran di luar sana!Dia berbahaya.Tiba-tiba makanan di depanku terlihat tidak menarik lagi. Selera makanku l
Last Updated: 2026-09-13
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status