Chapter: Berita Sekolah“Masa iya selera Arga serendah itu?” ujar salah satu siswi SMA International Cakra kepada temannya.Pagi itu, aku lewat di depan sekumpulan wanita yang sedang bergosip. Tanpa sengaja, aku mendengar mereka sedang membicarakan sesuatu tentang Tuan Arga. Aku tidak mengerti apa yang mereka maksud. Sementara itu, beberapa siswi terlihat sangat jelas menatapku dengan sinis.“Itu kan ceweknya? Si anak baru yang katanya putri supir?” ujar salah satu siswi kepada gerombolannya.Ah, apa lagi yang sebenarnya terjadi. Sepertinya, inilah alasan mengapa kemarin para siswi mengepung UKS saat aku sedang dirawat. Ada apa dengan diriku dan Tuan Arga? Aku berusaha tidak memedulikan mereka dengan terus berjalan menuju kelas. Saat sampai di bagian mading sekolah, aku melihat lebih banyak siswi berkumpul di sana.Aku benar-benar penasaran sehingga nekat menerobos untuk mengetahui ada berita apa. Pemandangan mading membuatku terkejut. Bukankah itu foto Tuan Arga sedang menggendong seseorang? Aku menyipitkan
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Buah Potong“Kok hilang ya?” keluhku pelan sambil mengacak-acak isi kulkas.Malam itu, aku mengorek-ngorek isi kulkas karena tidak menemukan buah potong yang baru aku beli kemarin. Aku sudah berdiri menjelajahi isi rak kulkas bagian atas sampai berjongkok untuk melihat bagian bawah pun masih belum ketemu. Rasanya menyebalkan karena saat ini tubuhku sedang kekurangan gula. Lemas, ingin marah, dan perut keroncongan. Terlebih lagi, aku baru saja melewati hari pertama yang berat di sekolah. Siapa yang akan mengira aku akan mengalami kejadian yang tidak pernah ada di bayanganku sebelumnya?Orang gila mana yang bisa memprediksi hal seperti itu akan terjadi di sekolah. Dalam hidupku, tidak pernah aku membayangkan akan terkena pembullyan sampai segila ini. Selama ini, aku hanya melihat kasus kekerasan yang parah di sekolah hanya melalui berita-berita. Itu pun selalu terjadi di sekolah-sekolah yang memang terpencil atau kurang dikenal. Tidak aku sangka, sekolah elite pun memiliki permasalahan serupa. Ah
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Sedikit Bernapas“Kalian berdua cepat pergi dari sini,” usir pria berambut ivy league itu sambil menghampiri kedua orang yang tadi menyiksaku.Mendengar itu membuatku mengerutkan dahi. Apakah ini artinya Tuan Arga menyelamatkanku? Aku penasaran apakah itu benar Tuan Arga yang kukenal? Kenapa dia mau menolongku? Posisiku yang sedang terbaring lemas berusaha menengok ke kanan, tempat mereka bertiga berdiri.“Maksud lu apa Arga? Lu mau belain cewek miskin ini?” tanya wanita berbando pink.“Lu berdua bodoh apa gimana? Gua justru nolongin kalian berdua. Sebentar lagi, kelas renang akan dimulai. Kalian mau jelasin apa kalau mereka semua lihat ada yang mati di sini?” tegas Arga.“Betul juga sih Ran. Ayahnya Arga ini kan pengacara. Dari dulu, Arga selalu jadi tameng kita semua supaya bebas dari jerat hukum apa pun itu.” Wanita berpita pink memvalidasi perkataan Arga.Ah, ekspektasiku terlalu tinggi. Benar saja, Tuan Arga sama sekali tidak peduli denganku. Tidak kuat mendengarkan fakta ini, aku langsung mengal
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Akankah Aku Mati di sini?“Bangun lo benalu!” teriak orang itu sambil mengguyur seember air kolam renang kepadaku.Aku langsung tersadar dan terduduk untuk beberapa saat. Guyuran air itu berhasil membuatku terbatuk-batuk. Napasku juga terengah-engah karena terkejut dibangunkan secara paksa. Dengan cepat, aku mengusap-usap wajah yang basah untuk sedikit melegakan napasku. Terlihat, dua orang wanita dengan bando dan pita rambut pink berdiri di hadapanku.Aku belum tahu siapa nama mereka. Namun, yang pasti mereka adalah teman sekelasku. Aku sudah melihat mereka tadi menatapku dengan sinis di kelas. Tatapan itu masih sama saat ini. Aku berusaha mengingat lagi apa yang terjadi sebelum aku pingsan. Rasanya, ada yang menarik tasku dari belakang. Pelakunya Clarissa. Tapi, di mana dia sekarang?Terlepas dari ucapan Clarissa yang membuatku merenung, tetapi diperlakukan seperti ini juga membuatku naik pitam. Sudah dibikin benjol, sekarang disiram air kolam renang yang dingin dan penuh kaporit ini. Aku menatap tajam merek
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Hari Pertama Sekolah“Kok orang miskin bisa masuk sekolah ini sih? Yah, ada benalu deh di kelas ini,” ejek seorang wanita kepadaku sambil tertawa.Mendengar ejekan itu membuat otakku memanas. Siapa wanita yang memiliki gaya rambut bob sebahu ini? Apakah dia dendam karena tadi aku tidak sengaja menabraknya? Memangnya, semulia apa dirinya sampai berani mengatakan orang miskin sebagai benalu? Aku sebenarnya ingin segera mencabik-cabik bibirnya yang merah itu karena sudah sembarangan berbicara. Namun, sepertinya berlebihan kalau aku harus viral karena memukuli orang di hari pertama bersekolah.Aku berusaha menarik napas dalam-dalam untuk mengontrol diriku. Aku menunduk sambil terus meyakinkan diri bahwa aku memang pantas berada di sini. Setelah beberapa detik, aku langsung mengangkat kepala dan tersenyum tipis kepada wanita tersebut. Sayangnya, kening wanita itu makin mengkerut menandakan dia makin jengkel kepadaku.“Bu, saya nggak mau ya punya temen kelas miskin kayak gini!” teriak wanita itu sambil berdiri
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Perkenalkan, Aku LarasBruk !!!“Aduh, maaf, Kak. Maaf banget. Aku nggak sengaja.” Aku langsung mengatupkan tangan sambil membungkukkan badan berkali-kali karena tidak sengaja menabrak seseorang.“Anjir lu! Lu nggak punya mata ya?!” bentak orang tersebut.Tidak ada kata lain yang aku ucapkan selain memohon belas kasih kepada orang yang aku tabrak itu. Hari ini adalah hari pertamaku pindah ke sekolah baru. Sebelumnya, aku belajar di sekolah negeri. Namun, tiba-tiba saja ayahku yang seorang supir menawarkanku untuk pindah ke sekolah swasta elit dengan beasiswa. Katanya, dapat tawaran dari majikannya.Awalnya, aku ragu karena di SMA negeri pun aku sudah cukup mendapatkan akses belajar yang memadai. Akan tetapi, ayahku meyakinkanku bahwa masuk ke SMA ini akan lebih memuluskan langkahku untuk berkuliah di universitas elit. Aku pun mulai banyak mencari tentang calon sekolah baruku, SMA International Cakra. Benar saja, banyak hal-hal yang aku tidak bisa dapatkan kalau aku bertahan di sekolah negeri.Akhirnya, aku
Last Updated: 2026-07-13