LOGINSemenjak kepindahannya ke SMA International Cakra, Laras Cantika hanya ingin serius belajar agar bisa mendapatkan beasiswa kuliah. Namun, empat pria tampan tiba-tiba datang mendekatinya tanpa alasan yang jelas. Keseharian Laras di SMA International Cakra pun mulai tidak tenang. Sejak kehadiran mereka, Ia bagai berada dalam surga dan neraka dalam satu waktu. Apakah mungkin empat pria tampan dari keluarga terpandang kompak menyukai seorang putri sopir yang miskin? Laras dilema. Apakah sebaiknya menikmati semua ini saja atau lari dari mereka?
View More“Cuma jadi putri supir bokapnya Arga udah belagu banget,” ucap salah seorang siswi kepadaku ketika aku lewat di depannya.Aku yang mendengar itu hanya tersenyum tipis. Tidak masalah bagiku mereka ingin mengatakan apa. Asalkan, tidak bermain fisik dan mengganggu proses belajarku di sekolah ini. Berstatus sebagai orang dekat Tuan Arga membuatku lebih nyaman bersekolah di SMA International Cakra ini.Aku lebih dihargai dan tidak ada yang berani macam-macam kepadaku. Ah, sungguh senang rasanya. Akan tetapi, Tuan Arga tetaplah Tuan Arga. Sikapnya di sekolah tidak pernah berubah. Tetap dingin dan cuek saja. Tidak jarang, aku pun menjahili dengan sedikit menggodanya supaya interaksinya kepadaku lebih cair.“Sok cool banget sih Tuan Arga,” ledekku di sampingnya saat dia sedang menikmati makan siangnya“Jangan berisik. Gue lagi makan!” ujarnya sembari mengunyah nasi goreng.Aku hanya tertawa kecil sambil menyantap makanan mewahku yang dibelikan oleh Tuan Arga. Rasanya lebih nikmat dibandingkan
“Eh, itu beneran mereka? Arga sama si anak supir itu turun dari mobil yang sama?” ucap siswi kepada siswi lainnya.Ancaman Pak Rahadian berhasil membuat Tuan Arga luluh di sekolahan. Mau tidak mau, dia harus menyetujui permintaan ayahnya untuk menjagaku. Walaupun, aku lihat raut wajahnya tidak senang dengan tugasnya tersebut. Akan tetapi, kepercayaan diriku mengungkapkan bahwa ada rasa lega dari ekspresi yang dipancarkan Tuan Arga. Dia seperti sudah menunggu momen-momen untuk menjagaku.Aku dan Tuan Arga turun dari mobil hitam yang sama. Hari ini, Pak Rahadian meminta ayahku untuk mengantar kami berdua ke sekolah. Tentunya, dengan senang hati aku duduk manis di mobil yang cukup mewah itu. Setelah menginjakkan kaki di depan sekolah, beberapa siswi yang juga baru datang memandangi kami sambil kebingungan dan mulai bergosip. Aku tanpa sadar membusungkan dada karena merasa percaya diri sudah meluluhkan Tuan Arga. Mungkin, itu juga yang mereka pikirkan setelah melihatku bersama Tuan Arga
“Wah, beneran udah nggak waras lu ya! Mau mati di sini lu udah bikin Clarissa sampai jatuh gini?” ancam Veronica kepadaku.Veronica langsung mendekat kepadaku. Sementara itu, Rani terlihat berusaha membantu Clarissa berdiri. Aku waspada dengan mengambil kuda-kuda untuk bersiap menahan serangan yang akan mereka lakukan. Tangan kanan Veronica mulai diayunkan. Aku yang sudah bisa memprediksi gerakan Veronica langsung menahan tamparannya. Kemudian, aku juga memelintir tangan Veronica sambil mendorongnya hingga terjatuh ke Clarissa.Rani dan Clarissa pun terkejut karena tertubruk tubuh Veronica. Rani yang sudah murka langsung cepat-cepat bangkit dan memberikanku serangan kejutan. Lumayan. Pipi kananku rasanya perih dan sepertinya agak memerah setelah menerima tamparan itu. Namun, kali ini berbeda. Aku yang biasanya diam saja dipukuli seperti ini, mulai melawan pada hari ini.Tanpa basa-basi, aku juga melayangkan tamparanku sekuat tenaga. Belum cukup sampai sana, aku juga mencekik lehernya
“Woy, Babu. Cepetan jalannya!” teriak Clarissa kepadaku yang tertinggal jauh di belakang mereka.Setelah mengetahui fakta yang menyakitkan soal orang tua Rani, aku lebih banyak melamun. Walaupun itu papa angkatnya Rani, hal tersebut tidak menghilangkan fakta bahwa Rani berasal dari keluarga yang terpandang. Intinya, Veronica sudah membohongiku. Tidak pernah ada sejarahnya Rani menjadi budak dahulu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan di sekolah. Veronica hanya ingin mengerjaiku. Akan tetapi, aku masih dihadapi dilema. Kini, semuanya terasa hambar. Aku sudah tidak terlalu senang saat mendapatkan kenyamanan belajar di sekolah ini. Aku juga sudah tidak terlalu merasakan sakit saat dibully oleh Clarissa dan teman-temannya. Aku mati rasa.Status budak ini membuatku makin diremehkan oleh seluruh warga sekolah. Sebelumnya, mereka tidak terlalu mengusikku. Sayangnya, statusku yang menjadi budak Clarissa membuatku makin terekspos oleh siswa dan siswi sombong yang hanya memanfaatkan kekayaa
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews