Share

Perubahan Sikap

last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-05 10:58:11

“Eh, itu beneran mereka? Arga sama si anak supir itu turun dari mobil yang sama?” ucap siswi kepada siswi lainnya.

Ancaman Pak Rahadian berhasil membuat Tuan Arga luluh di sekolahan. Mau tidak mau, dia harus menyetujui permintaan ayahnya untuk menjagaku. Walaupun, aku lihat raut wajahnya tidak senang dengan tugasnya tersebut. Akan tetapi, kepercayaan diriku mengungkapkan bahwa ada rasa lega dari ekspresi yang dipancarkan Tuan Arga. Dia seperti sudah menunggu momen-momen untuk menjagaku.

Aku dan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Di Bawah Kendali Putri Supir   Dia Sungguh Menyukaiku?

    “Cuma jadi putri supir bokapnya Arga udah belagu banget,” ucap salah seorang siswi kepadaku ketika aku lewat di depannya.Aku yang mendengar itu hanya tersenyum tipis. Tidak masalah bagiku mereka ingin mengatakan apa. Asalkan, tidak bermain fisik dan mengganggu proses belajarku di sekolah ini. Berstatus sebagai orang dekat Tuan Arga membuatku lebih nyaman bersekolah di SMA International Cakra ini.Aku lebih dihargai dan tidak ada yang berani macam-macam kepadaku. Ah, sungguh senang rasanya. Akan tetapi, Tuan Arga tetaplah Tuan Arga. Sikapnya di sekolah tidak pernah berubah. Tetap dingin dan cuek saja. Tidak jarang, aku pun menjahili dengan sedikit menggodanya supaya interaksinya kepadaku lebih cair.“Sok cool banget sih Tuan Arga,” ledekku di sampingnya saat dia sedang menikmati makan siangnya“Jangan berisik. Gue lagi makan!” ujarnya sembari mengunyah nasi goreng.Aku hanya tertawa kecil sambil menyantap makanan mewahku yang dibelikan oleh Tuan Arga. Rasanya lebih nikmat dibandingkan

  • Di Bawah Kendali Putri Supir   Perubahan Sikap

    “Eh, itu beneran mereka? Arga sama si anak supir itu turun dari mobil yang sama?” ucap siswi kepada siswi lainnya.Ancaman Pak Rahadian berhasil membuat Tuan Arga luluh di sekolahan. Mau tidak mau, dia harus menyetujui permintaan ayahnya untuk menjagaku. Walaupun, aku lihat raut wajahnya tidak senang dengan tugasnya tersebut. Akan tetapi, kepercayaan diriku mengungkapkan bahwa ada rasa lega dari ekspresi yang dipancarkan Tuan Arga. Dia seperti sudah menunggu momen-momen untuk menjagaku.Aku dan Tuan Arga turun dari mobil hitam yang sama. Hari ini, Pak Rahadian meminta ayahku untuk mengantar kami berdua ke sekolah. Tentunya, dengan senang hati aku duduk manis di mobil yang cukup mewah itu. Setelah menginjakkan kaki di depan sekolah, beberapa siswi yang juga baru datang memandangi kami sambil kebingungan dan mulai bergosip. Aku tanpa sadar membusungkan dada karena merasa percaya diri sudah meluluhkan Tuan Arga. Mungkin, itu juga yang mereka pikirkan setelah melihatku bersama Tuan Arga

  • Di Bawah Kendali Putri Supir   Mencari Perlindungan

    “Wah, beneran udah nggak waras lu ya! Mau mati di sini lu udah bikin Clarissa sampai jatuh gini?” ancam Veronica kepadaku.Veronica langsung mendekat kepadaku. Sementara itu, Rani terlihat berusaha membantu Clarissa berdiri. Aku waspada dengan mengambil kuda-kuda untuk bersiap menahan serangan yang akan mereka lakukan. Tangan kanan Veronica mulai diayunkan. Aku yang sudah bisa memprediksi gerakan Veronica langsung menahan tamparannya. Kemudian, aku juga memelintir tangan Veronica sambil mendorongnya hingga terjatuh ke Clarissa.Rani dan Clarissa pun terkejut karena tertubruk tubuh Veronica. Rani yang sudah murka langsung cepat-cepat bangkit dan memberikanku serangan kejutan. Lumayan. Pipi kananku rasanya perih dan sepertinya agak memerah setelah menerima tamparan itu. Namun, kali ini berbeda. Aku yang biasanya diam saja dipukuli seperti ini, mulai melawan pada hari ini.Tanpa basa-basi, aku juga melayangkan tamparanku sekuat tenaga. Belum cukup sampai sana, aku juga mencekik lehernya

  • Di Bawah Kendali Putri Supir   Keputusan Terbaik

    “Woy, Babu. Cepetan jalannya!” teriak Clarissa kepadaku yang tertinggal jauh di belakang mereka.Setelah mengetahui fakta yang menyakitkan soal orang tua Rani, aku lebih banyak melamun. Walaupun itu papa angkatnya Rani, hal tersebut tidak menghilangkan fakta bahwa Rani berasal dari keluarga yang terpandang. Intinya, Veronica sudah membohongiku. Tidak pernah ada sejarahnya Rani menjadi budak dahulu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan di sekolah. Veronica hanya ingin mengerjaiku. Akan tetapi, aku masih dihadapi dilema. Kini, semuanya terasa hambar. Aku sudah tidak terlalu senang saat mendapatkan kenyamanan belajar di sekolah ini. Aku juga sudah tidak terlalu merasakan sakit saat dibully oleh Clarissa dan teman-temannya. Aku mati rasa.Status budak ini membuatku makin diremehkan oleh seluruh warga sekolah. Sebelumnya, mereka tidak terlalu mengusikku. Sayangnya, statusku yang menjadi budak Clarissa membuatku makin terekspos oleh siswa dan siswi sombong yang hanya memanfaatkan kekayaa

  • Di Bawah Kendali Putri Supir   Fakta Mengejutkan

    “Apaan sih Tuan Arga. Kalau di sekolah aja, sok-sok nggak kenal,” teriakku saat tidak sengaja berpapasan dengan Tuan Arga di lorong sekolah.Tuan Arga yang tadinya memasang raut wajah dingin seketika berubah menjadi pucat pasi. Dia langsung menutup mulutku dari belakang dengan tangan kirinya. Sementara itu, tangan kanannya berada di pinggangku untuk mendorong aku menepi. Beruntung, saat itu keadaan lorong sekolah cukup sepi. Tidak ada siapa-siapa. Kini, hanya ada aku dan Tuan Arga yang terhalang oleh papan mading besar. “Lu kenapa tiba-tiba ngomong gitu? Kalau ada yang denger gimana?” protes Tuan Arga.“Biarin. Biar sekolah tahu kita ini siapa,” kataku dengan manja.Setelah kejadian semalam, entah kenapa tiba-tiba aku menjadi seberani ini kepada Tuan Arga. Walaupun, sebenarnya Tuan Arga tidak menjelaskan maksudnya memegang tanganku seperti itu. Akan tetapi, hal yang pasti adalah perempuan mana yang tidak baper diperlakukan seperti itu.“Sekarang, mau lu apa?” tanya Arga yang terlihat

  • Di Bawah Kendali Putri Supir   Kepedulian Tuan Arga

    “Laras, lu yakin mau ambil jalan ini?” ujarku pada diri sendiri sambil menatap pantulan wajahku yang ada di kolam renang. Walaupun aku tidak bisa berenang, tetapi area kolam renang di rumah Tuan Arga merupakan tempat favoritku. Sebab, suasananya sepi serta angin berembus membuat udaranya cukup sejuk.Memang benar, hari ini tidak ada yang mengganggu aku saat di kelas. Aku bisa nyaman belajar bahkan mengikuti setiap proses pembelajaran dengan lancar. Namun, aku tetap merenungkan apa yang terjadi hari ini. Bullyan yang dilakukan Clarissa di kantin tidak bisa aku abaikan begitu saja. Clarissa seperti memberiku sebuah kenyataan pahit. Kenyataan bahwa kalau aku ingin nyaman di SMA International Cakra, maka aku harus terlebih dahulu mendapatkan kesakitan. Terdengar adil, bukan? Akan tetapi, seharusnya konsepnya tidak seperti itu. Bisa belajar dengan nyaman merupakan hak seluruh murid. Tidak perlu ada konsekuensi buruk yang diterima terlebih dahulu untuk menerima semua itu. Saat sedang me

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status