Chapter: Bab 8: Pengasuh“Kembalikan!” ulang Leo, semakin meninggikan suaranya.Aeri tertawa kecil, tawa meremehkan. Ia sama sekali tidak takut pada Leo. “Sudah kukatakan, aku ….”Aeri mengambil napas, dadanya masih berdenyut nyeri sisa hantaman ke dinding tadi. Sudut bibirnya yang berdarah membuat setiap kata terasa perih. Tapi ia menahan diri, tak sedikit pun ringisan lolos dari wajahnya.“… sudah tidak punya lagi,” lanjutnya, suaranya sedikit serak namun tetap tajam.“KAU—”Leo melangkah mendekat pada Aeri. Ia menekuk lutut dan tangannya menahan keras dagu Aeri. Membuat wajah Aeri terpaksa mendongak menatap pria itu.Jari-jarinya menekan kuat di kedua sisi rahang, cukup kuat hingga meninggalkan bekas merah di kulit pucat wanita itu. Wajah mereka begitu dekat, napas Leo yang memburu menyentuh kulit Aeri.“Coba kau ulangi,” gumam Leo, menatap tajam Aeri.Aeri membalas menatap tajam Leo. “Aku sudah tidak punya lagi, surat itu sudah kuhancurkan,” jawabnya mantap.Mata Leo memancarkan amarah yang amat. Rahangny
최신 업데이트: 2026-08-27
Chapter: Bab 7: PelampiasanNoah duduk di kursinya, masih dengan senyum yang sama. Ia menoleh pada Leo. “Halo, Kakak.”Noah duduk tepat di seberang kursi Leo. Rahang Leo mengeras, matanya terkunci pada sosok itu tanpa berkedip. Tatapan yang tak berusaha ia sembunyikan, penuh kebencian.“Leo,” suara berat ayahnya memotong ketegangan yang menggantung di meja. “Kau tidak menyapa balik?”Nada itu bukan pertanyaan. Alis ayah terangkat, matanya menatap tajam menuntut jawaban.“Halo, Noah,” balas Leo, terpaksa.Tak berselang lama, pelayan mulai berdatangan silih berganti, menata piring demi piring di atas meja. Ayah mulai memotong dagingnya, ibu menyendok sup pelan-pelan, Noah mengunyah tenang, Rion juga sama. Hanya bunyi peralatan makan yang saling beradu, tak ada satu pun kalimat yang keluar dari mereka.Sudut bibir Leo tertarik naik, membentuk seringai tipis. “Keluarga,” gumamnya pelan, nyaris tak terdengar, lebih ditujukan pada dirinya sendiri daripada siapa pun itu. “Lucu juga masih ada yang menyebutnya begitu.”“
최신 업데이트: 2026-08-27
Chapter: Bab 6: Pertemuan KeluargaAeri tertawa kecil. Ia menghambur berdiri dan berlari. Tetapi, begitu ia melompat berdiri, lantainya serasa miring dan lututnya limbung sebelum sempat menopang berat tubuhnya.TepLengannya tertahan sebelum sempat membentur lantai. Tapi, belum sempat ia bernapas lega, cengkeraman itu mengerat. Kukunya menekan kulitnya, membuat Aeri mendesis dan mencoba menarik diri.“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Leo, melotot tajam pada Aeri.Aeri masih meringis kesakitan, mencoba membebaskan lengannya dari tangan Leo.“Aku tanya, apa yang kau lakukan di sini!” Leo membentak, rahangnya mengeras saat ia mencondongkan tubuh, wajahnya nyaris bersentuhan dengan wajah Aeri.“Ke-kenapa kau ingin tau?” ucap Aeri pelan, mengulas senyum tipis meremehkan. Sesekali meringis tiap kali rasa sakit itu menyengat.“Kau—” Leo terhenti, matanya terpaku pada bekas di leher Aeri.Leo mendengus, menyeringai kecil. “Ternyata bukan aku saja yang ingin mencekikmu.”Tanpa pikir panjang, Aeri membenamkan giginya ke leng
최신 업데이트: 2026-08-10
Chapter: Bab 5: Surat CeraiAeri menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Tangannya mengepal erat di kedua sisi tubuh.“Hei, mau sampai kapan kau akan membelakangi—”Tendangan telak, tepat mengenai selangkangan pria itu. Pria itu tersentak, tubuhnya membungkuk seketika, erangan tertahan lolos dari mulutnya.Tangannya yang sedari tadi menahan pintu akhirnya terlepas, memberi celah Aeri untuk kabur. Sebelum pergi, Aeri menoleh pria itu dari ekor matanya, menatapnya sinis.“Dasar orang aneh,” gumam Aeri pelan, tetapi dapat didengar oleh pria itu.Pintu terbanting menutup, meninggalkan rintihan pria itu di baliknya. Belum sempat ia bangkit berdiri, derap langkah kaki dari atas mulai terdengar mendekat.Pria itu mengulas senyum tipis, menahan sakit di selangkangannya. “Dari mana saja kau?”“Maaf, Tuan. Tuan sendiri yang tidak menginginkan pengawalan bukan?” balas laki-laki muda berjas hitam, berdiri menunggu pria itu memulihkan diri.Pria itu tertawa datar. “Dingin sekali kau pada Tuan Muda-mu ini?”Lak
최신 업데이트: 2026-08-10
Chapter: Bab 4: Orang Gila“Tuan Mikael! Sudah cukup!” seru laki-laki itu berusaha menarik jauh Mikael dari Ivy.Cengkeraman Mikael akhirnya lepas. Dada Aeri naik-turun cepat, tersengal, seolah paru-parunya baru ingat cara bekerja. Tenggorokannya berdenyut, tiap tarikan napas terasa seperti menelan pecahan kaca.Wanita itu mengerjap, sekali. Dua kali. Penglihatannya masih kabur, bergoyang pelan seperti dilihat lewat permukaan air yang beriak.Aeri mengulas senyum tipis membentuk seringai. Ia tak merasa takut sama sekali, justru ia semakin merasa hidup. Seolah rasa sakit di tenggorokannya itu bukan luka, melainkan bukti bahwa permainan ini baru saja dimulai.“Kau pikir ini lucu?” desis Mikael, menerjang pengawal yang menahannya. Tetapi, usahanya sia-sia. Pengawal itu sangat kuat.Rahang Mikael mengeras melihat seringai itu. Bukan takut yang ia lihat di mata Aeri, melainkan sesuatu yang jauh lebih menghina, seolah semua yang baru saja ia lakukan tak lebih dari lelucon murahan.“Tuan, aku mohon tenanglah,” ucap pe
최신 업데이트: 2026-08-10
Chapter: Bab 3: Sarang SerigalaMobil hitam itu berhenti di pelataran kediaman megah berarsitektur klasik. Hari ini, Aeri—dalam tubuh Ivy—harus berhadapan dengan orang tua Ivy. Kakek dan nenek kandungnya sendiri di masa depan, sosok yang tak pernah sekalipun mengunjunginya sewaktu ia kecil.Jantung Aeri berdegup kencang, menghantam rongga dadanya. Jemarinya yang dingin meremas kuat ujung gaun. Ada ketakutan asing yang tiba-tiba merayapi napasnya—bukan milik Aeri, melainkan sisa trauma Ivy yang mengakar di tubuh ini."Selamat datang, Nyonya," sambut para pelayan berseragam rapi dengan tundukan serentak.Seorang wanita paruh baya bermuka datar—kepala pelayan—melangkah di depan. "Mari, Nyonya. Tuan dan Nyonya Besar sudah menunggu di ruang makan."Aeri melangkah mengekor, melewati koridor tinggi berlantai marmer yang dingin. Pintu ganda berukir megah di ujung lorong diusakkan terbuka.Di dalam, tiga orang duduk di meja makan panjang. Di kepala meja, duduk sang ayah—pria paruh baya berwajah kaku. Di sisinya, sang ibu yan
최신 업데이트: 2026-08-10