author-banner
umammul 1997
Author

Novels by umammul 1997

Ikatan yang Tak Diharapkan

Ikatan yang Tak Diharapkan

Danindra wijaya dipaksa mengambil alih tempat adiknya, Gladys, untuk menikah dengan Angga Pratama—seorang pria kaya dan berwibawa—setelah Gladys kabur diam-diam pada hari pernikahan mereka. Pernikahan ini semula disusun demi bisnis kedua orang tua. Angga yang sangat mencintai Gladys merasa dikhianati dan memendam kebencian mendalam terhadap danindra, menganggapnya turut serta dalam penipuan ini. Di tengah sikap dingin dan kejam suaminya, danindra berjuang bertahan dengan ketulusan serta kesabaran, perlahan mencoba meluluhkan hati yang membeku itu—tanpa menyadari bahwa adiknya yang pergi itu suatu hari akan kembali untuk merebut kembali apa yang ia tinggalkan.
Read
Chapter: Bab 52
Keseruan Berkeliling Mall Milik AnggaDiana tampak sangat antusias sejak langkah pertama memasuki mall yang megah itu. Ia langsung mengandeng lengan Danindra dengan riang, menarik‑narik untuk berkeliling ke sana kemari. Mata Diana tak henti‑hentinya berbinar kagum melihat kemegahan mall tersebut, mulai dari lampu‑lampu kristal yang berkilauan di langit‑langit hingga lantai marmer yang mengkilap bak cermin.Tiba‑tiba Diana mendekatkan mulut ke telinga Danindra dan berbisik pelan, "Bolehkah aku minta dibelikan sesuatu?" sambil mengedip‑ngedipkan mata dengan wajah memohon. Danindra menoleh ke arahnya sambil tersenyum tipis, "Kamu mau beli apa?" tanyanya. "Ehhhh apa ya… kita putar‑putar dulu nanti kalau ada yang membuatku tertarik baru kita lihat‑lihat," jawab Diana sambil menarik lengan Danindra lagi."Na, kita sudah mengitari mall ini tiga kali lho, kakiku sampai capek," keluh Danindra sambil menggosok pergelangan kakinya. "Baru tiga kali lho belum sepuluh kali!" rengek Diana dengan nad
Last Updated: 2026-11-03
Chapter: Bab 51
Kejutan Jalan‑Jalan ke MallSesampainya di kampus pagi itu, Danindra langsung berkeliling mencari Diana di koridor dekat kelas. Begitu mata bertemu mata, Diana segera mendekat dengan wajah penuh rasa ingin tahu."Eh Din! Kenapa kemarin izin kuliah? Aku kan sudah menunggumu," tanya Diana dengan nada kepo yang khas.Danindra tersenyum tipis. "Ada urusan keluarga Di, aku pergi ke rumah Kakek Hardian milik Angga."Diana mengerutkan dahi lalu cemberut sambil bergumam, "Iya‑iya… yang sudah berkeluarga sibuk ya."Danindra hanya tertawa pelan tanpa membantah."Eh aku makin kepo deh!" seru Diana lagi. "Lalu gimana respon Kakeknya Angga sama kamu?""Kakeknya baik sekali sama aku Di. Tapi Paman Gunawan sama Bibi Sinta sepertinya kurang suka melihat aku dekat dengan Angga," jawab Danindra pelan."Lho kenapa emang?" tanya Diana makin penasaran."Kurang tahu aku Di. Kamu ini kepo sekali ya," ucap Danindra sambil menyenggol lengan Diana."Ihhh!" Diana mendengus sambil tersenyum. "Ok deh aku tidak a
Last Updated: 2026-10-31
Chapter: Bab 50
Pagi Setelah Berkunjung ke MakamSetelah selesai berdiam sejenak di makam ayah dan ibu Angga, hati Danindra masih terasa penuh haru. Di dalam mobil, Angga duduk tenang di sampingnya, tatapannya melurus ke depan seolah masih teringat ucapan yang ia sampaikan tadi di makam. Pak Budi mengarahkan mobil menuju rumah tempat mereka tinggal, karena buku perkuliahan Danindra masih tertinggal di sana dan ia harus segera berangkat ke kampus.Begitu mobil berhenti di halaman rumah, Bik Wati sudah berdiri di teras menyambut mereka dengan senyum hangat."Selamat datang tuan Angga, Nyonya Danindra," sapa Bik Wati sambil melangkah mendekat.Angga mengangguk pelan. "Terima kasih Bik Wati."Bik Wati menatap wajah mereka bergantian lalu bertanya dengan nada perhatian, "Apakah tuan berdua sudah sarapan pagi ini?""Sudah Bik Wati," jawab Angga. "Kami sudah sarapan di rumah Kakek Hardian sebelum berangkat ke makam.""Oh begitu ya tuan," ucap Bik Wati. "Kalau begitu saya lanjutkan pekerjaan di dapur dulu ya
Last Updated: 2026-10-31
Chapter: Bab 49
Kunjungan ke Makam Ayah dan IbuSetelah selesai sarapan, Angga dan Danindra berpamitan kepada Kakek Hardian untuk pulang. Kakek mengantar mereka sampai ke teras depan, tersenyum hangat sambil menepuk pelan bahu Angga sebelum mereka masuk ke dalam mobil. Sepanjang perjalanan awalnya hanya ada keheningan yang tenang, sampai tiba-tiba Angga menoleh ke arah Danindra dan membuka suara."Danindra..." panggilnya pelan. "Kamu mau aku ajak ke makam ayah dan ibuku?"Danindra menatapnya sejenak, lalu mengangguk mantap tanpa keraguan sedikit pun. "Mau," jawabnya tegas namun lembut.Angga tersenyum lega, lalu menoleh ke depan. "Pak Budi, kita ke makam keluarga Pratama ya.""Baik, Tuan Angga," jawab Pak Budi sambil memutar setir, mengubah arah mobil menuju tempat yang bagi Angga adalah tempat paling sunyi namun juga paling berharga di hatinya.Perjalanan memakan waktu sekitar empat puluh menit. Saat gerbang makam terbuka, Danindra terkesima. Kawasan ini sangat luas, tertata rapi dengan jalan setapa
Last Updated: 2026-10-31
Chapter: Bab 48
Pagi yang Penuh Kejutan Pagi itu, Angga terbangun lebih dulu. Senyum merekah di wajahnya saat melihat Danindra masih terlelap di depannya. Ia perlahan mengusap wajah Danindra, sentuhan itu membuat pemilik wajah terasa terganggu dan akhirnya membuka mata. Danindra terkejut saat mata mereka bertemu langsung. Angga hanya tersenyum lembut lalu bertanya, “Tidurmu nyenyak?” Danindra hanya mengangguk, masih diliputi rasa canggung. Saat ia hendak bangun, Angga justru memeluknya pelan dan berbisik, “Biarkan dulu seperti ini.” Danindra pun diam, menunggu sampai Angga melepaskan pelukannya. Tiba‑tiba terdengar ketukan di pintu. “Iya,” jawab Angga. Ia melepaskan pelukan itu lalu menyuruh Danindra mandi. Danindra segera berlari kecil menuju walk‑in closet; pipinya sudah memerah seperti tomat karena perlakuan Angga tadi. Angga membuka pintu dan ternyata yang datang adalah Kakek Hardian. “Kakek, ada apa?” tanya Angga sambil membuka pintu setengah. Kakek tampak penasaran, celingak‑celinguk ing
Last Updated: 2026-10-23
Chapter: Bab 47
Malam yang Lembut di Kamar KenanganSaat Danindra keluar dari kamar mandi, Angga yang sedang berdiri di dekat jendela hanya melirik sekilas lalu berbalik hendak pergi ke dalam kamar mandi. Danindra yang melihat pergerakan itu langsung merasa panik kecil, seketika berdiri dan bertanya dengan suara yang terdengar sedikit tergesa, "Mau ke mana?""Mandi," jawab Angga singkat namun nadanya tetap lembut, seakan ingin menenangkan kegelisahan yang tiba-tiba muncul di wajah Danindra. Lalu ia melangkah masuk ke dalam walk-in closet yang terhubung dengan kamar mandi, menutup pintunya perlahan dari luar."Oh..." Danindra bergumam sendirian di ruangan yang cukup luas itu, pipinya tiba-tiba terasa hangat karena merasa malu sendiri karena bertanya begitu tiba-tiba. Ia berjalan mendekati ranjang besar yang terbuat dari kayu jati tua itu dan duduk perlahan di tepinya. Rasanya sungguh canggung sekali—meski saat ini hanya ada dirinya sendiri di kamar yang megah itu, ia ragu untuk sekadar merebahkan tub
Last Updated: 2026-10-22
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status