Ikatan yang Tak Diharapkan

Ikatan yang Tak Diharapkan

last updateDernière mise à jour : 2026-08-26
Par:  UmaMeMis à jour à l'instant
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Notes insuffisantes
12Chapitres
13Vues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Danindra wijaya dipaksa mengambil alih tempat adiknya, Gladys, untuk menikah dengan Angga Pratama—seorang pria kaya dan berwibawa—setelah Gladys kabur diam-diam pada hari pernikahan mereka. Pernikahan ini semula disusun demi bisnis kedua orang tua. Angga yang sangat mencintai Gladys merasa dikhianati dan memendam kebencian mendalam terhadap danindra, menganggapnya turut serta dalam penipuan ini. Di tengah sikap dingin dan kejam suaminya, danindra berjuang bertahan dengan ketulusan serta kesabaran, perlahan mencoba meluluhkan hati yang membeku itu—tanpa menyadari bahwa adiknya yang pergi itu suatu hari akan kembali untuk merebut kembali apa yang ia tinggalkan.

Voir plus

Chapitre 1

Bab 1

Pernikahan yang Tak Diinginkan

Malam merayap lambat di atas atap rumah mewah keluarga Wijaya, namun suasana di dalamnya sama sekali tidak tenang. Udara terasa berat, seolah menahan badai yang sebentar lagi akan meledak. Di ruang keluarga yang luas dan bergaya klasik, Pak Haris Wijaya duduk di sofa utama dengan wajah yang mulai berkerut gelisah. Ia baru saja hendak menyeruput teh hangat ketika seorang asisten rumah tangga berlari tergopoh-gopoh menghampirinya, napasnya tersengal-sengal.

"Pak Haris! Pak Haris!" seru asisten itu dengan suara gemetar. "Nona Gladys... Nona Gladys tidak ada di rumah! Sudah saya cek ke kamarnya, ke ruang bacanya, bahkan ke halaman belakang, tidak ada di mana-mana!"

Pak Haris langsung berdiri, cangkir teh di tangannya hampir terlepas. "Apa maksudmu tidak ada? Bukankah tadi sore dia masih di kamarnya?"

"Benar, Pak. Tapi sekarang pintu kamarnya terkunci dan isinya sudah kosong. Tas bawaannya dan pakaian-pakaian kesayangannya juga sudah hilang."

Tanpa menunggu lebih lama, Pak Haris segera merogoh ponselnya dan menekan nomor Gladys berulang kali. Namun setiap kali, suara yang terdengar hanyalah nada sambungan yang tidak bisa dihubungi. Wajah tegasnya kini berubah merah padam, menahan amarah yang mulai memuncak.

Belum sempat ia berpikir lebih jauh, langkah kaki terdengar menuruni tangga. Melda, istri kedua sekaligus ibu kandung Gladys, berjalan dengan tenang seolah tidak ada hal buruk yang terjadi. Raut wajahnya datar, tanpa sedikit pun rasa cemas yang terlihat.

"Ada apa, Haris? Mengapa ribut sekali di malam hari?" tanyanya pelan, namun matanya menyapu ruangan dengan tatapan yang sudah tahu jawabannya.

"Gladys pergi, Melda! Dia kabur tanpa pamit dan tidak bisa dihubungi sama sekali!" jawab Pak Haris dengan nada meninggi. "Dan kau—kau ibunya! Mengapa kau tidak tahu di mana anakmu berada?"

Melda menghela napas tipis, berusaha terdengar tenang. "Mungkin Gladys hanya pergi sebentar saja, mungkin menemui temannya. Nanti juga pulang. Jangan terlalu khawatir."

Kata-kata itu justru menjadi pelontar api bagi kemarahan Pak Haris. Ia menatap tajam istrinya. "Tenang? Bagaimana aku bisa tenang? Pernikahan Gladys dengan Angga Pratama tinggal hitungan hari! Seluruh undangan sudah disebar, kerja sama perusahaan Pratama Grup dengan Wijaya Corp bergantung pada pernikahan ini! Dan sekarang kau bilang dia pergi sebentar?"

Suara Pak Haris bergema di seluruh ruangan. "Ini semua salahmu, Melda! Kau tidak bisa menjaga anakmu sendiri! Kau memanjakannya terlalu banyak sampai ia berani melakukan hal sembrono seperti ini!"

Belum selesai pertengkaran itu mereda, pintu depan terbuka. Danindra berjalan masuk dengan langkah pelan, wajahnya datar tanpa ekspresi. Ia baru saja pulang dari kampus, dan seketika merasakan suasana rumah yang semakin menyesakkan. Hidupnya memang sudah cukup berantakan sejak kehadiran Melda dan Gladys di rumah ini. Ia tidak peduli dengan pertengkaran mereka, ia hanya ingin segera naik ke kamarnya dan menjauh dari semua keributan itu.

Namun tepat saat ia melintas di depan ruang keluarga, suara Melda tiba-tiba terdengar jelas.

"Kalau begitu..." ucap Melda pelan namun sengaja, "biarkan Danindra saja yang menggantikan posisi Gladys."

Danindra berhenti berjalan seketika, menoleh dengan tatapan tidak percaya. "Apa?"

Pak Haris terdiam sesaat. Ia menatap Melda, lalu ke arah Danindra. "Kau tahu sendiri, Melda. Angga Pratama mencintai Gladys, bukan Danindra. Bagaimana mungkin hal itu bisa dilakukan?"

"Tapi ini satu-satunya cara agar Wijaya Corp tetap aman, Haris," tekan Melda dengan nada meyakinkan. "Pernikahan itu hanya soal nama dan kesepakatan perusahaan. Angga akan mengerti pada akhirnya. Dan Gladys sendiri yang memilih pergi, tidak ada pilihan lain selain Danindra."

Pak Haris terdiam lama, pikirannya berkecamuk antara keinginan mempertahankan harga diri dan keterdesakan keadaan perusahaan yang hampir bangkrut. Perlahan, ia mengangkat wajahnya menatap putrinya sendiri.

"Danindra..." panggilnya pelan namun tegas. "Kau akan menggantikan Gladys menikah dengan Angga Pratama."

Itu bagaikan petir di siang bolong. Danindra mundur selangkah, matanya membelalak kaget. "Apa?! Tidak! Aku tidak mau! Ini bukan pernikahan yang aku inginkan! Kenapa harus aku? Kenapa bukan Gladys saja yang menanggung akibatnya sendiri?"

"Karena perusahaan ini bisa runtuh kalau pernikahan itu batal!" bentak Pak Haris, amarahnya kembali meluap. "Semua kerja sama yang sudah kami bangun akan hancur! Kau anakku, sudah sepantasnya kau membantu keluarga ini!"

"Tapi ini bukan urusanku! Ini urusan Gladys!" bantah Danindra dengan suara bergetar, air mata mulai menggenang di matanya. "Kau selalu memihak Gladys dan Melda, dan sekarang saat ada masalah, kau datang padaku? Apa bagiku hanya alat untuk menyelamatkan perusahaan ini?"

"Jangan banyak bicara! Kau harus melakukannya!" Pak Haris menunjuknya dengan jari gemetar. "Kau tidak punya pilihan lain! Mulai sekarang, kau adalah pengganti Gladys. Kau akan menikah dengan Angga Pratama, dan kau tidak boleh menolak!"

Kata-kata kasar, sumpah serapah, dan tuduhan-tuduhan pedas terus keluar dari mulut ayahnya sendiri. Danindra merasa dunia seakan runtuh di hadapannya. Tidak ada yang membelanya, tidak ada yang peduli perasaannya. Semua hanya mementingkan perusahaan dan nama baik keluarga.

Cukup sudah. Tanpa menunggu kata-kata lain yang lebih menyakitkan, Danindra berbalik dan berlari menaiki tangga secepat mungkin. Ia tidak peduli suara panggilan atau teriakan ayahnya di belakang. Sesampainya di dalam kamar, ia membanting pintu dengan keras, menguncinya rapat-rapat, lalu bersandar di balik pintu itu sambil terjatuh ke lantai.

Tangisannya pecah, menumpahkan segala rasa sakit dan kecewa yang selama ini ia pendam. Ia merangkak ke atas kasur, meringkuk di sudutnya yang paling gelap, memeluk dirinya sendiri seolah itu satu-satunya penghiburan yang bisa ia dapatkan. Pikirannya kacau balau—kenapa harus dia? Kenapa hidupnya selalu diatur oleh orang lain? Kenapa tidak ada satu pun yang menginginkan kebahagiaannya?

Air mata terus mengalir sampai ia kelelahan. Perlahan, matanya yang sembab itu terpejam, dan dalam keadaan meringkuk penuh luka, Danindra pun terlelap, tanpa tahu bahwa esok pagi akan membawa perubahan yang jauh lebih besar dari yang bisa ia bayangkan.

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pas de commentaire
12
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status