author-banner
Amy Latu
Amy Latu
Author

Novels by Amy Latu

Brankas Nomor 17: Berkas yang Menghilang

Brankas Nomor 17: Berkas yang Menghilang

Tiga hari sebelum Jaksa Agung menandatangani surat permohonan penyitaan aset senilai Rp 72 Triliun—aset hasil dugaan korupsi yang akan dikembalikan untuk menambah alokasi bantuan sosial dan perlindungan pekerja terancam PHK—satu bundel berkas utama lengkap bukti otentik raib dari Brankas Nomor 17 di Ruang Penyimpanan Rahasia Kasus Khusus Lantai 3 Gedung Kejaksaan Agung. Pintu ruangan terkait ganda dengan sistem sandi biometrik, tidak ada tanda paksaan, kunci cadangan tersimpan aman di ruang pengamanan terpisah, dan rekaman CCTV selama jam kejadian terhapus total. Satu-satunya jejak yang tertinggal adalah sidik jari yang tidak terdaftar dalam database seluruh jaksa, staf, maupun petugas keamanan. Batas waktu tinggal 72 jam: jika berkas tidak ditemukan sebelum penandatanganan, kasus akan dihentikan, aset tersebut pasti akan dialihkan ke pihak lain, dan rencana bantuan bagi jutaan rakyat akan gugur total. Laras Kirana, jaksa muda yang terakhir memverifikasi dan menyimpan berkas itu, langsung ditetapkan sebagai tersangka utama. Ia terpaksa bekerja diam-diam bersama mantan penyidik senior kejaksaan untuk memecahkan teka-teki brankas itu, sebelum konspirasi yang dirancang bertahun-tahun itu menutup jejak selamanya.
Read
Chapter: BAB 12 (FINAL) : Akhir Yang Baru
Seminggu kemudian. Laras berdiri lagi di depan gedung Kejaksaan Agung. Tempat yang dulu rasanya berat, penuh rahasia, dan bikin napas sesak. Hari ini beda. Matahari bersinar terang banget, langitnya bersih biru tanpa satu pun awan gelap, udara pagi terasa segar dan ringan di dada. Orang‑orang yang lewat sapa satu sama lain dengan senyum beneran — bukan senyum pura‑pura sambil mikir siapa yang bisa dipercaya, bukan senyum tegang karena takut salah bicara. Senyum yang tenang, senyum yang tahu sekarang semuanya sedang berjalan dengan benar.Seno datang berdiri di sebelahnya, merapikan rambutnya yang makin memutih. Matanya menatap pintu utama gedung itu lekat‑lekat, seolah masih nggak percaya raksasa yang selama ini menindas kebenaran itu akhirnya berhenti. “Kamu tahu, Laras?” katanya pelan, suaranya penuh kekaguman. “Dulu saya pikir kebenaran itu hal yang paling susah sekali di dunia ini buat ditemukan, apalagi dipertahankan. Saya pikir musuhnya terlalu kuat — terlalu banyak uang, terlal
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: BAB 11 : Saat Semua Terungkap
Surya melirik ke kiri, lalu ke kanan. Semua mata di ruangan besar itu sekarang menatap dia. Bukan dengan hormat seperti dulu. Bukan dengan takut. Tapi campuran kaget, kecewa, dan marah. Orang yang kemarin semua orang sapa dengan senyum, yang namanya dipakai buat menenangkan hati orang, yang dipajang di dinding sebagai contoh teladan… sekarang berdiri sendirian. Orang‑orang yang tadinya berdiri di dekatnya, yang dia kira setia sampai mati, pelan‑pelan mundur selangkah demi selangkah, menjauh. Nggak ada yang mau berdiri di dekat orang yang ketahuan membohongi semua orang.Dia tahu semuanya udah berakhir. Nggak ada lagi yang bisa dia lakukan. Nggak ada kata manis, nggak ada alasan bagus, nggak ada cara buat bikin semuanya kembali seperti semula. Kebohongan itu cuma kuat selama orang percaya. Begitu mereka tahu kenyataannya… dia nggak punya kuasa apa‑apa lagi.Dengan bahu yang perlahan merosot turun, wajahnya yang tadi kelihatan bangga dan tenang tiba‑tiba berubah terlihat tua banget. Dia
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: BAB 10 : Bukti yang Tak Bisa Dibantah
“BELUM SELESAI!”Kata itu keluar dari mulut Laras dengan tegas banget, sampai Surya sendiri terdiam sebentar, seolah nggak menyangka gadis muda ini berani memotong kata‑katanya. Laras sendiri bahkan kaget betapa tenangnya suaranya — padahal jantungnya rasanya mau copot, keringat dingin mulai merembes di telapak tangan. Tapi begitu dia melihat mata Surya yang tadinya penuh keyakinan mulai berkedip ragu sedikit, Laras tahu satu hal: orang yang benar nggak pernah takut. Cuma orang yang berbohong saja yang merasa terancam saat kebenaran mulai muncul.“Ayah saya nggak kalah dua belas tahun lalu,” lanjut Laras pelan tapi jelas, matanya menatap lurus tepat ke mata Surya, nggak berkedip sedikit pun. “Dia cuma tahu kalau dia bertarung sendirian waktu itu, dia pasti kalah. Karena lawannya bukan cuma satu dua orang — tapi sistem yang sudah dibangun buat melindungi siapa pun yang duduk di atasnya. Jadi dia nggak bertarung. Dia mundur sebentar. Bukan karena takut. Tapi karena dia lagi menyiapkan s
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: BAB 9 : Semua Berubah
“JANGAN DITANDATANGANI!”Suara Laras meledak membelah keheningan ruangan itu, bergema keras sampai ke dinding paling ujung, membuat kaca jendela kecil di belakang ruangan seolah ikut bergetar. Semua kepala serentak berbalik ke arahnya. Jaksa Agung kaku di tempat, pena emas menggantung diam di udara — ujungnya cuma sehelai rambut lagi dari menyentuh kertas berkas palsu itu. Satu goresan kecil saja, dan semuanya selesai. Laras melangkah maju selangkah lagi, map merah di tangannya terangkat tinggi supaya semua orang di ruangan besar itu bisa melihatnya dengan jelas. “Itu dokumen PALSU! Yang asli… ada di sini!”Ruangan seketika gempar luar biasa. Orang‑orang saling pandang, berbisik‑bisik kaget. Beberapa pejabat yang tadinya duduk tenang dan santai langsung berdiri kasar dari kursinya, wajahnya merah padam, mata melotot penuh amarah dan kepanikan yang nggak bisa disembunyikan lagi. Mereka tahu kalau kebenaran ketahuan di sini hari ini, bukan cuma rencana mereka hancur — nama baik, jabatan
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: BAB 8: Panggung Penuh Musuh
Pintu kecil di bawah panggung Ruang Rapat Utama terbuka pelan‑pelan. Dari balik tirai tebal yang berdebu, Laras bisa melihat seluruh ruangan besar itu dengan jelas. Sudah penuh orang — ratusan orang, pejabat tinggi negara, saksi dari berbagai pihak, bahkan wartawan yang sudah diundang khusus untuk meliput momen penandatanganan ini. Di tengah meja besar yang ditutupi kain beludru hijau itu tergeletak rapi berkas palsu yang warnanya, bentuknya, sampai stempelnya persis sama dengan yang asli yang sekarang ada di pelukan Laras. Siapa pun yang tidak tahu pasti tidak akan bisa membedakannya sedikit pun.Di belakang meja utama itu, berdiri beberapa orang yang wajahnya terlihat begitu tenang, bahkan sesekali saling berpandangan sambil tersenyum kecil penuh kepuasan. Mereka sudah yakin 100 persen bahwa rencana mereka berhasil sempurna, bahwa tidak ada satu orang pun yang mampu atau berani menghentikan apa yang akan terjadi dalam beberapa menit ke depan.“Lihat yang berdiri tegap di dekat pint
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: BAB 7 : Waktu Hampir Habis
Jam sudah menunjukkan pukul enam pagi. Kurang dari dua jam lagi berkas palsu itu bakal resmi ditandatangani, dan begitu tinta kering, semuanya selesai — uang rakyat senilai 72 triliun hilang begitu saja, kasus ini dianggap beres, dan Laras selamanya dicatat sebagai orang yang merusak bukti negara. Laras memeluk map merah itu erat sekali di dadanya. Sekarang dia sadar sepenuhnya: ini bukan cuma soal uang atau satu kasus. Ini soal memutus rantai kejahatan yang sudah merayap diam‑diam selama belasan tahun, bahkan mungkin lebih lama lagi — rantai yang ayahnya pernah coba putuskan dulu, tapi akhirnya terpaksa mundur karena sendirian.“Mereka sudah pasang mata di mana‑mana,” bisik Ibu Ratih sambil mengintip hati‑hati ke ujung lorong sebelum memberi isyarat aman untuk jalan. “Bukan cuma satpam biasa atau petugas keamanan yang harus kamu takuti. Di setiap tingkatan, dari pegawai paling bawah sampai pejabat tertinggi yang kamu lihat setiap hari dan sapa dengan hormat, hampir di mana‑mana ada o
Last Updated: 2026-07-24
You may also like
MISTERI TUSUK KONDE
MISTERI TUSUK KONDE
Horor · Shintya
25.4K views
Hamil Anak Genderuwo
Hamil Anak Genderuwo
Horor · Rainie
24.1K views
Ular Di Farji Istriku
Ular Di Farji Istriku
Horor · Nurhayati Yahya
22.8K views
Rombongan Pengantin dari Alam Gaib
Rombongan Pengantin dari Alam Gaib
Horor · Dini Lisdianti
22.1K views
Suamiku Menghilang Setiap Malam
Suamiku Menghilang Setiap Malam
Horor · Naffa Aisha
18.8K views
Santet Pengantin
Santet Pengantin
Horor · Maylafaisha
17.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status