Chapter: Bab 8. Merindukan CiumanmuKarena tak bisa tidur, Sekar melanjutkan menulis. Satu setengah jam di depan laptop berakhir tanpa menulis satu kata pun, hingga tiba-tiba satu lagu yang didengarnya melalui earphone memberinya inspirasi sebuah adegan romantis.“Duduk di sampingmu, kedua tangan terlipat di pangkuan, menyandarkan tubuh padamu, lalu mengecup bibirmu.”Mulut dan jemari Sekar kompak mengucap dan mengetikkan kata-kata demi kata. Dia lalu tersenyum puas sambil mengusap bibirnya perlahan.“Hm … ciuman enak itu sebenernya kayak gimana sih?”Gadis itu mengerang sesaat. Khayalannya perlahan pudar, teringat ciuman pertama dengan kakak kelasnya waktu SMA terbayang. Ciuman yang kaku dan gagal total tak sesuai bayangannya.Sekar duduk merosot. Lagu dari seorang penyanyi bersuara seksi itu membuatnya membayangkan beberapa adegan panas pasangan suami istri baru untuk novelnya yang sekarang.“Well, di dunia pernovelan aku ini Peonyrose, kan?” gumamnya sambil mengangguk.Sekar membuka akun Peonyrose, membaca ulang kisa
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: Bab 7. Calon Menantu IdamanBegitu pintu ruang tamu terbuka, Sekar membatin kalau sebentar lagi mungkin ibunya akan menjatuhkan bom di rumah ini.“Duduk dulu. Mami mau bicara.”Sekar menurut, menoleh ke arah ayahnya dengan tatapan yang seolah berkata kalau ibunya baru saja meledakkan rumah. Ayahnya mengusap-usap pundak Sekar yang kini wajahnya agak memerah.“Kamu ini ya, tadi … aduh kok nggak sopan sama Tante Tina dan Om Nata.”“Tunggu Mi. Kok seolah-olah yang salah cuma aku. Anaknya temen Mami Papi juga sama nggak sopannya.” Sekar tak mau kalah.Ibu Sekar terhenyak, suaminya menyenggol pelan siku sang istri. Sekar sekarang mirip seekor singa yang siap menerkam.“Intinya, aku sama si Liam-Liam itu menolak dijodoh-jodohkan kayak begini.”Sekar menyender di sofa, mengangkat kaki sambil bersedekap. Orang tua Sekar kompak mengernyit. Ayahnya angkat bicara.“Tadi kan kita sudah sepakat, kalau kalian akan diberi waktu berpikir dulu.”“Waktu yang cuma 1x24 jam itu, Pi? Ibunya si Liam itu ….” Sekar menarik napas sejenak
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: Bab 6. Solusi 24 JamSatu set teko dan cangkir-cangkir mungil porselen berisi teh putih tersaji di meja kayu pernis warna putih. Kedua keluarga duduk berhadapan dengan anak masing-masing di samping kanan mereka.“Kalian pasti kaget ya, tiba-tiba kita semua duduk seperti ini.” Om Nata membuka pembicaraan.Kedua anak muda itu diam saja. Sekar memandang ke arah lain, berharap sedang bermimpi dan ingin lekas bangun. Sementara Liam memijit pelipis walau sesekali melirik Sekar yang duduk di depannya.Tante Tina melanjutkan ucapan suaminya. “Liam, Tante Lia dan Om Rudi ini sahabat Ibu dan Ayah. Kamu ingat kan yang waktu itu Ibu ceritakan?”Liam mengangguk canggung.“Saya sudah cerita juga ke Sekar tentang janji kita dulu, Tin.” Ibu Sekar mengerling.Sekar tak tahu lagi bagaimana harus bersikap, hanya menunduk sedikit sambil beberapa kali menyelipkan rambut ke belakang telinga dan makin canggung karena Liam seolah selalu mengawasinya.Ayah Sekar berdeham dua kali, dan itu seumpama kode di mata Sekar. Karena setel
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab 5. Si Pemeran UtamaDi dalam mobil sebelum meninggalkan parkiran dojang, Sekar teringat belum mencatat hasil survei hari pertama tentang taekwondo.“Oke, kerja bagus hari ini, Sekar!” pujinya pada diri sendiri.Berikutnya dia mulai mengisi tabel karakter tokoh utama pria di tabletnya: tinggi, dada bidang, tegap, tangannya bagus tapi bukan lentik, maskulin“Hm, apa lagi ya? Oh, iya itu!”Jari-jari lincah Sekar mulai mengetikkan adegan si tokoh utama mengusap lehernya yang berkeringat saat berlatih.“Tunggu. Kok …,” gumamnya kemudian berhenti mengetik memandang ke depan kaca mobil.Seseorang yang momennya baru saja tertuang dalam draf gadis itu muncul tak jauh dari tempat mobilnya parkir. Dia berdiri di samping sedan hitam, menunduk seperti sedang serius dengan apa yang ada di tangannya.“Dia ngapain? Ngecek ponsel?” tebak Sekar. “Dih, kenapa juga aku jadi kayak mata-mata gini sih?”Perhatiannya kemudian teralih. Ponselnya bergetar. Sebuah notifikasi pesan muncul di layar bertuliskan sebuah nama: Mami.Mam
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab 4. Sabeum Liam SialanDari beradu tatap selama sepersekian menit, Sekar bisa melihat api yang menyala-nyala di mata Liam, seolah dendam kesumat perkara segelas kopi yang tertukar belum tuntas.“Oke. Saya balik ngajar dulu.” Liam melengos kembali ke arena matras. Begitu saja.Saat itu juga Sekar ingin mengajukan protes pada semesta; karena bila penduduk di negeri ini berjumlah sekitar 200 juta, kenapa dirinya bisa dipertemukan lagi dengan pria sombong ini.“Gimana Mbak Sekar, jadi?” Manager dojang menyodorkan brosur biaya bulanan dan jadwal latihan.“Jadi, Pak. Selasa dan Sabtu, jam 07.00 malam.” Sekar mengangguk mantap.Setelah proses transfer biaya latihan selesai, Sekar diberi satu set dobok, seragam taekwondo, dengan sabuk warna putih.“Sabeum Liam suaranya kayak jadi lebih semangat kedengerannya. Mau coba ikut latihan langsung?”Gestur si manager yang menggelengkan kepala diikuti tawa misterius membuat Sekar salah fokus sesaat. Tengkuknya tiba-tiba terasa hangat entah kenapa. Logikanya menolak tawaran
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab 3. Digadaikan Sejak Belum DilahirkanSatu notifikasi chat muncul di layar ponsel Sekar.Gita: Hah? Elo mau dijodohin sama siapa, Beb?Sekar berguling ke samping kanan ranjang, merasa terhibur dengan betapa gercep sahabatnya sejak bekerja di bank ABDI sebagai customer service itu membalas pesannya.Jemarinya langsung lincah membalas.Sekar: Nggak tau! Nyokap gue cuma bawa-bawa kata anak soleh, terpelajar, dan kaya.Gita mengirimkan emoji tertawa ngakak dan bilang kalau jangan-jangan lelaki yang mau dijodohkan dengan Sekar itu sudah tua.Gita: Wkwk. Udah sih gas aja. CEO menyamar kali itu. Kalo misal udah tua, lo bisa godain anaknya. Harta, tahta, dracin. Anjay!Kata populer tentang CEO menyamar ala drama membuat Sekar berdebar sambil berusaha meyakinkan diri sendiri kalau sampai detik ini dia juga merahasiakan profesi penulisnya pada Gita.Sekar: Gak mau tau juga gue tuh orang umurnya berapa. Katanya anak sahabat nyokap bokap yang udah janjian jadi besan. Gila, gue udah digadaikan sejak sebelum diciptakan.Gita: Oh, anak
Last Updated: 2026-07-24