
Jeratan 4 Tuan Muda
Pindah ke dalam dunia novel harem remaja seharusnya bukan masalah besar bagi Victoria, seorang wanita cerdas dan manipulatif dengan segudang pengalaman hidup yang pekat. Masalahnya, jiwa Victoria justru terbangun di dalam tubuh Aurelia Celine-seorang gadis figuran yang cantik luar biasa, kaya raya, tetapi sangat pendiam, pasif, dan selalu diabaikan.
Dalam alur cerita aslinya, empat pria berkuasa yang ditakuti di SMA Elite Asteria-Dante sang alpha yang kejam, Gabriel sang sosiopat jenius, Julian sang pembalap liar yang posesif, dan Adrian sang pangeran berwajah hangat dengan hati yang gelap-seharusnya mengejar Maya, gadis pindahan tomboi yang ceria dan sensual.
Namun, satu kesalahan kecil mengubah segalanya.
Aurelia tidak berniat menjadi gadis ceria yang mengemis perhatian. Dengan keanggungan dingin, ketenangan yang misterius, dan otak jenius yang pandai memainkan psikologi manusia, Aurelia justru menarik perhatian keempat pria itu ke dalam jebakan tanpa suara.
Niat awal mereka yang hanya ingin menundukkan gadis pendiam ini perlahan berubah menjadi obsesi gila, murni, dan penuh gairah. Keempat tuan muda paling berbahaya di kota itu tidak lagi peduli pada sang tokoh utama wanita. Mata, pikiran, dan hasrat mereka kini sepenuhnya terkunci pada Aurelia.
Mereka pikir merekalah yang sedang mengurung Aurelia dalam jaring kekuasaan mereka. Padahal, tanpa mereka sadari... dialah sang Ratu yang memegang tali kendali atas kegilaan mereka.
Siapkah kamu terjerat dalam permainan manipulasi, cinta gelap, dan obsesi tanpa batas?
Read
Chapter: Bab 15 DanteAroma kayu cendana dan kertas-kertas tua menyergap indra penciumanku begitu pintu kayu berukir di lantai tiga gedung Student Council tertutup rapat. Ruang arsip rahasia Asteria. Tempat ini terisolasi dari riuk pikuk koridor sekolah yang riuh oleh bisikan para siswa. Di sini, ribuan dokumen legal, sertifikat tanah yayasan, serta berkas-berkas pelanggaran siswa kelas atas disimpan di balik lemari mahoni tinggi yang berjejer kaku. Aku melangkah tenang menyusuri lorong di antara dua baris lemari dokumen. Di tanganku, aku membawa stopmap berisi berkas izin kegiatan sosial Celine Corp yang membutuhkan tanda tangan pengesahan dari Ketua Pengurus Siswa Asteria. Klek. Suara kait kunci pintu yang diputar dari dalam bergema pelan di ruangan yang hening. Aku tidak perlu memutar tubuhku untuk tahu siapa yang berdiri di dekat pintu. Aroma black amber yang tajam, dipadu dengan hawa intimidasi alami yang begitu tebal, sudah cukup menjadi penanda keberadaan sang pimpinan Asteria. Dante Alister
Last Updated: 2026-11-06
Chapter: Bab 14 Daddy Kau Salah"Rencana ekspansi Celine Corp ke sektor pelabuhan di wilayah timur yang Daddy rancang dua minggu lalu... sedang berada di ambang kebangkrutan, bukan?" tanyaku santai sambil menyesap tehku.Arthur membeku total. Sendok di tangannya hampir terlepas. Wajah tegasnya mendadak pucat pasi. Proyek pelabuhan itu adalah rahasia internal tingkat tertinggi yang hanya diketahui olehnya dan tiga direktur utama."Bagaimana... bagaimana kau tahu tentang itu?" gagap Arthur, suaranya bergetar hebat."Karena analisis keuangan yang Daddy gunakan dibuat oleh konsultan amatir yang tidak memperhitungkan regulasi monopoli Vance Logistics," jawabku tajam. Aku mengalihkan pandanganku ke arah Gabriel Vance yang duduk di sisiku. "Benar kan, Gabriel?"Gabriel mengulas senyum tipis yang teramat langka di wajah dinginnya. Sosiopat jenius itu menundukkan kepalanya sedikit ke arahku dengan gestur penuh rasa hormat."Tepat sekali, Aurelia. Tanpa izin dan restu dari analisis efisiensi yang kau serahkan padaku kemarin
Last Updated: 2026-11-06
Chapter: Bab 13 Sarapan PagiSinar matahari pagi menembus tirai sutra emas di ruang makan utama Mansion Celine, memantulkan kilau kemewahan di atas meja makan marmer sepanjang delapan meter.Sisa-sisa embun dari badai semalam masih menempel di kaca jendela Neoklasik yang tinggi menjulang, menciptakan pemandangan kontras antara dinginnya alam di luar dan kehangatan interior bergaya eropa klasik di dalam rumah.Di ujung meja, Arthur Celine-pria paruh baya berwajah tegas dengan setelan jas custom-tailored berwarna abu-abu gelap-duduk dengan postur kaku. Di sebelahnya, Eleonora Celine, wanita anggun dengan balutan gaun pagi sutra dan perhiasan mutiara yang melingkar elegan di lehernya, sedang menyesap teh Darjeeling dengan jemari yang sedikit bergetar.Kedua orang tua Aurelia yang baru saja mendarat dengan jet pribadi dari Singapura dua jam lalu itu tampak masih berusaha mencerna situasi yang tak masuk akal di hadapan mereka.Empat pewaris dinasti bisnis terbesar di negara ini-Dante Alister, Gabriel Vance, Julian Ster
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: Bab 12 MenginapAku mengulas senyuman paling manipulatif di bibir merah mudaku. Tanganku yang halus terangkat pelan, meluncur ke depan dan menyentuh bahu Dante yang kaku dari belakang. Jemariku mengusap otot lehernya yang tegap, menyalurkan sentuhan fisik yang membuat Dante tersengat gelombang gairah yang tak terduga.Ckiitt!Setir mobil Phantom itu sedikit bergoyang saat Dante bernapas memburu akibat sentuhan mendadaku."Mengemudilah dengan benar, Dante..." bisikku pelan dari belakang telinganya, suaraku bagaikan racun manis yang melumpuhkan logikanya. "Atau kau mau Julian yang mengambil alih kemudi?""Jangan pernah bermimpi..." geram Dante rendah, dadanya naik-turun menahan gairah dan rasa kepemilikan yang makin tak terkendali.Tiga puluh menit menembus badai dan genangan air, iring-iringan empat mobil mewah itu akhirnya memasuki gerbang besi raksasa berukir emas milik Mansion Celine.Banjir di jalan raya membuat jalur kembali ke kediaman Alister, Vance, Sterling, dan Wilford terputus total. Pohon t
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: Bab 11 Antar Pulang"Kalian terlalu bising," suara Adrian mengalun sangat lembut, namun setiap katanya mengandung ancaman yang menusuk. "Tidakkah kalian lihat Aurelia sedang menikmati percakapan pribadi kami?""Percakapan pribadi?" geram Dante, melangkah maju dua tapak hingga lantai batu gazebo bergetar di bawah boot mewahnya. Postur tubuhnya yang tinggi besar membayangi ruangan kecil itu."Kau menyentuhnya, Adrian. Dan aku sudah memperingatkanmu kemarin sore di perpustakaan.""Oh, ayolah, Dante," potong Julian sambil tertawa sinis, melangkah masuk ke dalam gazebo tanpa memedulikan gemuruh petir di luar.Jaket kulitnya yang basah memancarkan aroma maskulin yang pekat. "Jangan berakting seolah kau ini pemilik resminya. Bukankah kita semua datang ke sini untuk tujuan yang sama? Mengawalnya pulang dengan selamat.""Jalur utama gerbang barat tergenang air setinggi setengah meter akibat badai," Gabriel menyela dengan ketenangan yang tidak manusiawi. Jarinya dengan lincah menekan layar tablet mewahnya."Hanya k
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: Bab 10 Andrian WilfordSenyum ramahnya lenyap tanpa sisa. Mata cokelat mewahnya mendadak berkilat sangat dingin, gelap, dan sarat akan kegilaan psikologis yang mengerikan. Cengkeraman jemarinya di pipiku bergeser turun, berpindah ke rahangku dengan tekanan yang mengikat dan posesif-bukan untuk menyakiti, melainkan untuk mengunci keberadaanku sepenuhnya."Bagaimana..." suara Adrian tidak lagi hangat. Suaranya rendah, menusuk, dan bergetar oleh perpaduan antara rasa terkejut yang dahsyat dan dorongan obsesi yang meledak hebat di dalam dadanya."Dari mana kau tahu hal itu, Aurelia?""Aku tahu segalanya tentangmu, Adrian," bisikku pelan tepat di depan wajahnya yang kini hanya berjarak beberapa sentimeter. Aku menatap matanya yang gelap tanpa ketakutan sedikit pun."Aku tahu di balik wajah malaikatmu ini... ada iblis yang sangat kejam dan kesepian. Iblis yang ingin mengurung segala hal indah di sekitarnya agar tidak ada orang lain yang bisa melihatnya."Napas Adrian tertahan. Dadanya naik-turun secara tidak terat
Last Updated: 2026-11-04