author-banner
Ife Bryant
Ife Bryant
Author

Novelas de Ife Bryant

Setelah Usai Bersamamu

Setelah Usai Bersamamu

Baru saja aku merajut mimpi sebagai seorang istri, kini aku harus menelan pil pahit karena diusir oleh suamiku sendiri dalam keadaan hamil tua. Semua karena kehadiran cinta pertama suamiku. Rasa cinta yang tersisa kini menjelma menjadi dendam membara. Aku bersumpah akan memberikan balasan yang setimpal. Hingga pada malam itu…
Leer
Chapter: Kemarahan Tuan Diningrat
​"Apakah Adrian sudah gila, Mas?! Berani-beraninya dia menentang keputusan kita demi perempuan murahan itu!"​Jeritan Nyonya Besar Diningrat memecah keheningan pagi di ruang makan utama kediaman keluarga Diningrat yang megah. Suaranya bergetar hebat, mencerminkan kepedihan dan kemarahan yang sudah di ambang batas. Buku-buku jarinya mencengkeram erat tepi meja makan yang terbuat dari marmer, menatap kosong pada kursi kosong di ujung ruangan — kursi yang biasanya ditempati oleh putra tunggal kebanggaan mereka.​Tuan Besar Diningrat duduk diam di ujung meja. Wajah paruh baya itu tampak jauh lebih tua dari usia aslinya. Rahangnya mengeras kaku, sementara matanya yang tajam menatap nanar segelas kopi hitam yang belum tersentuh sama sekali. Sejak semalam, rumah utama ini tidak pernah benar-benar tenang. Berita tentang Adrian yang secara terang-terangan membangkang, melepas seluruh fasilitas perusahaan, dan memilih hidup bersama seorang wanita asing yang masih berstatus istri orang telah me
Última actualización: 2026-10-30
Chapter: KEBINASAAN
"Kamu sudah kehilangan akal sehat, Adrian! Kartu kredit mu akan diblokir total, dan ayahmu sedang bersiap menggelar rapat darurat untuk mendepakmu dari kursi direktur utama!""Biarkan saja. Itu bukan urusanmu, Arsen. Pergi dari rumahku dan jangan campuri urusan ku lagi!."Suara bantingan pintu ruang kerja pribadi Adrian mengakhiri perdebatan panas itu. Dari balik dinding pembatas lantai dua tempatku berdiri, seluruh darahku seolah tersedot habis. Kakiku terasa lemas seketika.Berita itu menghantam dadaku bagaikan palu godam. Ayah Adrian benar-benar bertindak kejam. Seluruh fasilitas, kartu kredit, hingga posisi Adrian di perusahaan besar itu kini dipertaruhkan dan semua itu terjadi semata-mata karena pria tersebut memilih melindungiku dan bayiku.Rasa bersalah yang teramat besar langsung mencengkeram rongga dadaku, membuat napas pendek-pendek ku terasa sangat sesak.Aku adalah racun bagi Adrian.Pikiran itu berkelebat kejam di kepalaku. Sebelum malam pengusiran itu, Adrian adalah seo
Última actualización: 2026-10-30
Chapter: Pilihan Di Ambang Kehancuran
"Pilih sekarang, Adrian! Tetap menjadi penerus tunggal keluarga Diningrat, atau pergi secara tidak terhormat bersama perempuan buangan yang tidak jelas asal-usulnya itu?!"Gebrakan meja kaca di ruang tamu rumah peristirahatan privat milik Adrian bergetar keras. Suara Tuan Besar Diningrat menggema dingin, sarat akan amarah yang sudah mencapai puncaknya.Aku yang berdiri kaku di balik pilar lantai dua sambil memeluk Gibran erat-erat dalam dekapanku menahan napas dengan dada bergemuruh. Kedatangan orang tua Adrian bersama Fani yang tiba-tiba melacak keberadaan tempat ini berubah menjadi medan pertempuran yang paling menakutkan dalam hidupku.Adrian berdiri tegap di hadapan ayahnya. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana, rahangnya mengeras tajam, memancarkan aura ketenangan yang begitu membekukan."Aku tidak pernah meminta tahta atau harta warisan itu, Pa," jawab Adrian dengan suara bariton yang begitu tenang namun tajam menghujam. "Kalau Papa ingin memakai kekayaan itu untuk me
Última actualización: 2026-10-29
Chapter: Sumpah Di Atas Reruntuhan
Suara bantingan pintu dari kepergian Tuan Besar Diningrat masih menyisakan dengung ngilu di telingaku. Napasku memburu, sementara dadaku bergemuruh hebat. Pria paruh baya tadi baru saja mengancam akan mencoret Adrian dari daftar pewaris kekayaan keluarga Diningrat —semua itu gara-gara aku dan bayiku.Adrian menarik kursi dan duduk kembali di samping ranjangku. Wajahnya tetap tenang, seolah ancaman pemecatan dari tahta keluarga konglomerat itu tidak lebih berharga dari angin lalu."Adrian..." suaraku tercekat, air mataku kembali meleleh membasahi pipi. "Kenapa... kenapa kamu harus separah ini membelaku? Kamu baru saja mempertaruhkan masa depanmu sendiri demi aku... wanita asing yang tidak punya apa-apa."Adrian menatapku lekat-lekat. Sorot matanya yang tajam melembut, menyalurkan kehangatan yang belum pernah kudapatkan seumur hidupku bahkan dari Mas Andre, pria yang dulu kusebut suami."Karena aku bukan tipe pria yang bisa diam melihat manusia lain diinjak-injak di hadapanku, Ayu," jaw
Última actualización: 2026-10-29
Chapter: Pertentangan Keluarga Diningrat
"Adrian! Kamu benar-benar anak yang sudah kehilangan akal sehat!"Suara bentakan Tuan Besar Diningrat menggema di seluruh sudut ruangan rawat inap yang mewah itu. Kemurkaan terpampang jelas di wajah pria paruh baya tersebut, membuat udara di sekitar kami terasa begitu menyesakkan.Aku yang baru saja siuman dari operasi darurat hanya bisa terdiam kaku di atas ranjang. Jantungku berdegup kencang, dihantui rasa takut yang luar biasa. Caci maki dan pengusiran yang kuterima dari keluarga Andre beberapa hari yang lalu seolah terulang kembali, kali ini dalam skala yang jauh lebih besar dan menakutkan. Keluarga Diningrat adalah raksasa bisnis di kota ini yang bisa menghancurkan hidup seseorang dalam sedetik.Namun, Adrian sedikit pun tidak bergeming. Pria itu tetap berdiri kokoh di samping ranjangku, memasang badannya sebagai perisai pelindung yang tangguh."Aku sangat sadar dengan apa yang kukatakan, Pa," jawab Adrian dengan nada suara yang dingin, tenang, namun penuh keyakinan. "Ayu dan ana
Última actualización: 2026-10-29
Chapter: Badai Di Ruang Operasi
"Tahan sebentar, Ayu. Kamu harus kuat!" Suara bariton Adrian terdengar panik, mengiris kesadaranku yang mulai menipis akibat rasa sakit luar biasa di perut bagian bawah. Darah segar merembes begitu deras, membasahi kain seprai putih rumah sakit saat aku dibopong paksa kembali menuju ruang tindakan darurat. Di luar lorong, samar-samar kulihat bayangan Nyonya Besar Diningrat berteriak murka dan Fani yang menatapku dengan sorot mata penuh kebencian. Namun, ancaman mereka tidak ada apa-apanya dibanding ketakutan terbesarku saat ini: bagaimana nasib anakku jika aku mati di meja operasi? Pintu putih ruang darurat membanting tertutup. Suster dan dokter spesialis bedah langsung berlari panik, mengerubungiku yang sudah menggigil hebat. "Jahitannya robek karena pasien histeris dan memaksakan diri bergerak," seru dokter perempuan itu tegas. "Siapkan alat anestesi sekarang! Kita harus lakukan tindakan darurat kedua!" Masker oksigen dipasang menutupi wajahku. Sebelum pandanganku benar-ben
Última actualización: 2026-09-27
También te puede gustar
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status