author-banner
Efendi Susilo
Author

Novels by Efendi Susilo

Antara Kita Bertiga

Antara Kita Bertiga

Sherine terjebak dalam pernikahan yang dingin bersama William, seorang pria kaya yang gemar berselingkuh dan menghabiskan malam-malamnya bersama sekretaris jalangnya. Muak dengan segala kebohongannya, Sherine memutuskan untuk berhenti berpura-pura menjadi istri yang baik dan mulai mencari jalan keluar. Segalanya berubah ketika ia bertemu dengan Brian, seorang pria asing yang tinggi dan kaya raya, yang memberikannya gairah liar serta hasrat mendalam yang tidak pernah bisa diberikan oleh suaminya. Namun, kejutan terbesar justru datang pada sebuah pesta kalangan atas: Brian ternyata adalah mitra bisnis baru suaminya. Didorong oleh nafsu, balas dendam, and kebutuhan mendesak untuk merasa dicintai, Sherine memasuki sebuah permainan berbahaya di balik pintu tertutup. Apakah Brian akan menjadi penyelamat sejati baginya, atau justru gairah kelam mereka akan menghancurkan segalanya?
Read
Chapter: Bab 46
Suasana di ruang persemayaman yang hening itu terasa semakin sesak oleh kehadiran Andi. Aku menatap pria yang selama ini menjadi sumber air mataku, namun kini berdiri dengan sorot mata yang tampak berbeda—jauh lebih tenang, tidak ada kilat arogansi yang biasanya selalu melekat pada dirinya setiap kali kami berdebat."Terima kasih sudah mengurus pemakaman Ayah," ucapku dingin, berusaha menjaga jarak dan mempertahankan harga diriku di hadapannya.Andi tersenyum tipis, sebuah senyuman lelah yang belum pernah kulihat sebelumnya. "Aku melakukannya bukan untuk mencari pujian darimu, Sher. Aku tahu aku salah besar padamu. Kebodohanku kehilanganmu adalah hal paling disesali dalam hidupku."Mendengar kata-kata penyesalan itu meluncur begitu saja dari bibir pria yang dulu hobi berselingkuh, aku mendengus sinis. "Penyesalanmu sudah terlambat, Andi. Proses perceraian kita tetap jalan terus.""Aku tahu," balas Andi lirih, melangkah lebih dekat hingga aroma parfum maskulinnya menguar ke udara. Ia m
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: Bab 45
"Panggilan video dari siapa, Sher?"Suara Clara yang baru saja keluar dari kamar mandi membuyarkan lamunanku. Ponsel di genggamanku terus bergetar menampilkan layar hitam dengan teror pesan singkat tersebut. Tanpa ragu, aku langsung menekan tombol merah untuk menolak dan mengabaikan panggilan itu, lalu melemparkan ponsel ke atas sofa dengan tangan yang sedikit bergetar."Bukan siapa-siapa, cuma nomor spam," jawabku berbohong, berusaha menyembunyikan kepanikan yang mendadak mencengkeram dadaku. Aku tidak mau membuat Clara cemas, apalagi hari ini ia berencana keluar untuk menenangkan diri.Setelah Clara pergi, aku memutuskan untuk bersiap-siap membersihkan diri dan mandi pagi agar pikiran-pikiran buruk akibat teror pesan tadi bisa sedikit mereda. Namun, baru saja handuk melilit di tubuhku dan aku melangkah keluar kamar mandi, suara dering telepon berbunyi dan ini dari nomer rumah sakit dimana ayahku dirawat. Dering itu memecah kesunyian, menciptakan firasat buruk yang langsung mendesir
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: Bab 44
"Siapa yang datang, Sher?"Suara serak khas orang baru bangun tidur terdengar dari arah kamar tidur dalam. Clara melangkah keluar dengan rambut dicepol seadanya dan mata yang masih menyipit, berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya pagi yang menerobos masuk dari jendela dapur. Pandangan sahabatku itu langsung tertuju pada map cokelat asing dan raut mukanya yang masih masam.Aku menggeleng pelan, berjalan lemes menuju dapur untuk melanjutkan niat bikin sarapan yang sempat tertunda. "Bukan siapa-siapa. Cuma Johan dan... Sasa."Nama terakhir yang kuucapkan membuat Clara langsung terkesiap, kantuknya menguap seketika. "Sasa?! Mantan nya Leo si brengsek itu? Ngapain dia ke sini pagi-pagi buta bareng CEO seram yang kamu ceritain kemarin?!" tanya Clara heboh, langsung menyusulku ke area dapur dengan langkah cepat."Mereka cuma mengantar berkas ini," jawabku singkat, meraih cangkir berisi air hangat yang sempat kuabaikan tadi.Clara langsung menyambar map cokelat di atas meja, membukanya deng
Last Updated: 2026-09-24
Chapter: Bab 43
Aku mengerjap beberapa kali, mencoba mencerna pemandangan gila di luar pintu apartemen sempit Clara.Apa-apaan ini? Johan datang ke apartemen murah kami bersama Sasa—wanita yang pernah membuat keributan besar rumah lama Clara sebelumnya karena urusan lelaki buaya darat bernama Leo?Dengan tangan bergetar karena emosi yang mendadak meluap, aku langsung menarik gagang pintu dan membukanya lebar-lebar. Udara dingin koridor apartemen langsung menyergap wajahku."Apa maksud kalian datang ke sini pagi-pagi buta?!" kataku tajam, menatap Johan dan Sasa bergantian dengan tatapan tidak suka.Johan menurunkan ponsel dari telinganya. Senyum tipis terukir di bibirnya, sama sekali tidak terpengaruh oleh nada suaraku yang ketus. Pria itu tampak begitu kontras dengan dinding koridor yang kusam, memancarkan aura dominasi yang langsung membuatku merasa kecil, namun di saat yang sama juga memicu rasa jengkel yang luar biasa."Selamat pagi juga, Sherine," sapa Johan tenang, mengabaikan pertanyaanku dan m
Last Updated: 2026-09-24
Chapter: Bab 42
Sentuhan bibir kami yang mendadak beradu di balik meja bar yang remang-remang langsung memadamkan segala perdebatan sengit di antara kami. Ciuman itu bukan sekadar sentuhan ringan; itu adalah ledakan dari rasa rindu, frustrasi, amarah, dan keinginan mendalam yang selama berbulan-bulan kami pendam rapat-rapat.Johan sempat tertegun sepersekian detik karena terkejut atas inisiatifku yang begitu liar. Namun, dominasi pria itu langsung mengambil alih. Tangannya yang semula mencengkeram pinggangku kini merayap naik ke tengkukku, menahan kepalaku agar tidak bisa lari, sementara bibirnya balas melumat bibirku dengan ciuman yang jauh lebih dalam, menuntut, dan menghanyutkan.Desahan tertahan lolos begitu saja dari sela-sela bibirku saat lidah Johan mendesak masuk, mengeksplorasi setiap inci rongga mulutku tanpa ampun. Suasana bising di dalam The Velvet Lounge—mulai dari dentuman musik jazz hingga riuh rendah suara para tamu—seolah lenyap tak bersisa. Dunia di sekeliling kami seakan berhenti b
Last Updated: 2026-09-22
Chapter: Bab 41
"Tidak, Tuan Arman. Sepertinya malam ini saya sudah cukup melayani Anda," kataku dengan suara dingin, mendadak kehilangan selera untuk pura-pura ramah.Tanpa menunggu persetujuannya, aku langsung menyambar nampan perak di atas meja, berbalik, dan melangkah pergi meninggalkan sofa nomor dua belas. Arman sempat memanggil namaku pelan, namun aku sama sekali tidak peduli. Seluruh perhatian dan fokusku kini sepenuhnya tersedot ke arah sofa VIP di seberang ruangan—tempat di mana Johan dan Sasa duduk terlalu dekat, tampak begitu menikmati kebersamaan mereka.Aku berjalan cepat menuju area bar utama, meletakkan nampan dengan sedikit sentakan keras hingga pelayan lain menoleh kaget. Napasku memburu, bukan karena lelah bekerja, melainkan karena gejolak emosi aneh yang mendadak membakar dada. Cemburu? Apakah aku baru saja merasa cemburu melihat Johan bersama wanita lain?Tidak mungkin! batinku menyangkal keras. Aku yang memilih kabur darinya. Aku yang menolak sangkar emasnya demi kebebasan. Jadi
Last Updated: 2026-09-21
You May Also Like
Pesona Duda Keren
Pesona Duda Keren
Romansa · Roesaline
11.1K views
Pelampiasan Pria Angkuh
Pelampiasan Pria Angkuh
Romansa · Mira Restia
11.1K views
Di Abaikan Suamiku
Di Abaikan Suamiku
Romansa · Linilini
11.0K views
Gara-gara Sapu Ijuk ?
Gara-gara Sapu Ijuk ?
Romansa · corn leaf
11.0K views
AKU VS AYAH ANAKKU
AKU VS AYAH ANAKKU
Romansa · Hwali
11.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status