Chapter: Bayang-Bayang Mantan di Bawah Atap yang Sama"Langkah kaki Yasmine menyusuri koridor kampus terasa begitu berat, seolah beban seluruh dunia menumpuk di atas pundaknya. Pikiran gadis itu masih melayang pada kejadian pagi tadi di rumah, di mana air matanya tumpah beruntun tanpa bisa dicegah. Tepat saat ia hendak mendorong pintu kelas, suara riang memanggil namanya dari arah samping."Hai, Yasmine! Yuk masuk, sebentar lagi kelasnya mau mulai," sapa Lala, Andi, dan Sasa serempak sambil melambaikan tangan dari ambang pintu.Yasmine memaksakan seulas senyum tipis di bibirnya, mencoba menepis segala kekalutan yang bersarang di kepalanya. Ia segera bergabung dengan teman-temannya dan melangkah masuk ke dalam ruangan kuliah yang sudah mulai dipadati oleh mahasiswa. Selama jam pelajaran berlangsung, Yasmine sama sekali tidak mampu berkonsentrasi penuh pada materi dosen di depan kelas.Waktu berlalu begitu cepat hingga perkuliahan sore hari akhirnya selesai disusul jam istirahat makan siang bersama. Keempat
Terakhir Diperbarui: 2026-10-26
Chapter: Pilihan yang Membakar HatiPilihan yang Membakar Hati"Yasmine, cukup!" seru Mahesa akhirnya membuka suara dengan nada tinggi yang menggelegar di dalam ruang tamu.Ayu melangkah mendekati Mahesa lagi dengan tatapan penuh harap, mencoba meraih lengan pria itu demi mencari perlindungan di tengah situasi yang mulai mendesaknya."Hubungan kalian sudah berakhir! Aku sudah menjadi istri yang sah di hadapan hukum dan agama!" seru Yasmine dengan air mata yang akhirnya tumpah membasahi pipinya, tak sanggup lagi menahan rasa sakit yang mengoyak hatinya.Mahesa menoleh cepat ke arah Yasmine, matanya membelalak tajam mendengar penegasan tersebut. "Yasmine, hentikan! Jangan memperkeruh suasana!" bentak Mahesa tanpa bisa mengontrol emosinya."Mas, kalau kamu memang pria yang tegas, jujur sama aku! Pilih aku, istri sahmu, atau wanita yang sudah dengan sengaja menghancurkan harga dirimu?!" tantang Yasmine dengan suara bergetar hebat, menatap lurus manik mata suaminya.
Terakhir Diperbarui: 2026-10-26
Chapter: Kehadiran yang Merobek Hati"Ayu... ?!" jerit Mahesa tertahan, matanya membelalak tak percaya menatap sosok wanita yang berdiri tegak di hadapannya.Pintu rumah terbuka lebar, menampilkan Ayu yang berdiri dengan wajah pucat namun menyunggingkan senyum tipis. Tanpa menunggu persetujuan atau sepatah kata sambutan, Ayu langsung melangkah masuk melewati tubuh Mahesa yang mematung.Mahesa hanya bisa mengikuti langkah wanita itu dari belakang dengan rasa terkejut yang luar biasa. Pria tersebut terkesima di tempatnya, sama sekali tidak menyangka Ayu akan mendatangi rumahnya pagi-pagi begini.Setelah tiba di ruang tamu, Ayu langsung mendudukkan dirinya di atas sofa empuk dengan anggun. Ia meletakkan koper kecilnya tepat di samping kursi seolah-olah ia adalah pemilik sah rumah tersebut.Yasmine yang menyusul turun dari lantai atas langsung terperanjat kaget melihat pemandangan di ruang tamu. Napasnya tercekat di tenggorokan saat mengenali sosok wanita yang kini duduk di hadapannya."Ayu... kamu?" ucap Yasmine terba
Terakhir Diperbarui: 2026-10-25
Chapter: Tamu Tak Diundang di Pagi Buta"Hah?! P-punya anak, Ma?!" pekik Mahesa tertahan, matanya membelalak lebar menatap sang ibu dengan rasa tak percaya.Darah seketika berdesir cepat memompa ke seluruh tubuh Mahesa, membuat napasnya mendadak terasa sesak dan berat. Permintaan sang ibu terdengar begitu mustahil diwujudkan di tengah pernikahan mereka yang rapuh dan penuh dengan bara api kebencian.Yasmine yang duduk tepat di sebelah Mahesa langsung terdiam kaget, membeku bagai patung batu di atas sofa. Wajahnya merona merah padam hingga menjalar ke leher akibat rasa malu yang teramat sangat mendengar topik sensitif tersebut dibahas secara terang-terangan.Jari-jemari Yasmine meremas erat ujung kain bajunya sendiri, mencoba mencari udara yang seolah lenyap dari paru-parunya. Suasana ruang tamu mendapakan keheningan yang kian menyiksa, hanya menyisakan detak jantung mereka yang berdegup kencang tak beraturan."Iya, kalian tidak salah dengar," lanjut Ibu Mahesa dengan nada bicara yang amat tegas dan tidak bisa dibantah.
Terakhir Diperbarui: 2026-10-25
Chapter: Dua Wanita di Antara Dua HatiSebelum Mahesa sempat membuka mulut untuk menjawab, Ibu Mahesa melangkah cepat memotong situasi mencekam itu. Beliau langsung merangkul pundak Yasmine dengan erat, menarik tubuh menantunya mendekat ke dalam pelukannya."Sabar ya, Sayang... Kamu tetap menantu Mama dan satu-satunya di keluarga ini," bisik Ibu Mahesa pelan di dekat telinga Yasmine, memastikan suaranya menguatkan jiwa gadis yang sedang terluka itu.Ibu Mahesa mengelus punggung Yasmine dengan lembut, namun matanya menatap tajam ke arah Ayu yang terbaring di ranjang rumah sakit. Hatinya masih dipenuhi rasa sakit dan geram yang membakar saat mengingat bagaimana hari pernikahan putranya dipermalukan oleh wanita tersebut. ‘Enak saja mau kembali setelah menginjak-injak harga diri anakku,’ gerutu Ibu Mahesa dalam hati dengan napas memburu.Mahesa berdehem pelan untuk mengurai ketegangan di antara mereka, mengalihkan pandangannya dari Yasmine kembali ke wajah Ayu yang pucat. Ia memegang tepi selimut Ayu tanpa membalas genggam
Terakhir Diperbarui: 2026-10-24
Chapter: Bayang-Bayang Mantan di Antara Kita"Ayu langsung dilarikan ke rumah sakit terkdekat dalam kondisi tak sadarkan diri. Seluruh anggota keluarga—baik orang tua Mahesa maupun orang tua Ayu—geger dan berbondong-bondong menyusul ambulans menuju rumah sakit demi memastikan keadaan gadis itu.Mahesa, yang hatinya sempat berkecamuk hebat, memutuskan untuk memutar balik mobilnya terlebih dahulu. Ia melaju kencang kembali ke rumah mewahnya, bergegas menaiki tangga, dan membuka pintu kamar utama yang mengurung istrinya sejak siang tadi.Pintu terbuka lebar memamerkan Yasmine yang sedang terduduk lesu di tepi tempat tidur dengan mata sembab. Mahesa melangkah masuk tanpa rasa bersalah sedikit pun, menatap Yasmine dengan raut wajah tegas dan terburu-buru."Ayu sudah pulang, Yasmine," ujar Mahesa dengan nada memerintah. "Dia sekarang pingsan dan dirawat di rumah sakit. Ayo ikut aku ke sana sekarang!"Yasmine mengangkat wajahnya lambat-lambat, menatap pria yang baru kemarin mengucapkan janji suci padanya. "Tidak mau. Besok saja ak
Terakhir Diperbarui: 2026-10-18