INICIAR SESIÓNDi hari pernikahan yang telah dinanti, Ayu mendadak membatalkan akad nikah secara sepihak dan kabur ke luar negeri bersama Dion, pria dari masa lalunya, demi mengejar impian menjadi model. Keputusan nekat Ayu meninggalkan penderitaan mendalam bagi Mahesa serta menghancurkan kehormatan kedua keluarga di hadapan para tamu undangan. Demi menyelamatkan nama baik dan menutupi rasa malu, sang ibu mengambil langkah drastis dengan meminta Yasmin—kakak tiri Ayu—untuk menggantikan posisi pengantin wanita. Meski tanpa rasa cinta dan diselimuti duka, Mahesa dan Yasmin akhirnya terpaksa mengikat janji suci di hadapan penghulu. yuh simak terus kelanjutaanya seeprti apa .
Ver más"Langkah kaki Yasmine menyusuri koridor kampus terasa begitu berat, seolah beban seluruh dunia menumpuk di atas pundaknya. Pikiran gadis itu masih melayang pada kejadian pagi tadi di rumah, di mana air matanya tumpah beruntun tanpa bisa dicegah. Tepat saat ia hendak mendorong pintu kelas, suara riang memanggil namanya dari arah samping."Hai, Yasmine! Yuk masuk, sebentar lagi kelasnya mau mulai," sapa Lala, Andi, dan Sasa serempak sambil melambaikan tangan dari ambang pintu.Yasmine memaksakan seulas senyum tipis di bibirnya, mencoba menepis segala kekalutan yang bersarang di kepalanya. Ia segera bergabung dengan teman-temannya dan melangkah masuk ke dalam ruangan kuliah yang sudah mulai dipadati oleh mahasiswa. Selama jam pelajaran berlangsung, Yasmine sama sekali tidak mampu berkonsentrasi penuh pada materi dosen di depan kelas.Waktu berlalu begitu cepat hingga perkuliahan sore hari akhirnya selesai disusul jam istirahat makan siang bersama. Keempat
Pilihan yang Membakar Hati"Yasmine, cukup!" seru Mahesa akhirnya membuka suara dengan nada tinggi yang menggelegar di dalam ruang tamu.Ayu melangkah mendekati Mahesa lagi dengan tatapan penuh harap, mencoba meraih lengan pria itu demi mencari perlindungan di tengah situasi yang mulai mendesaknya."Hubungan kalian sudah berakhir! Aku sudah menjadi istri yang sah di hadapan hukum dan agama!" seru Yasmine dengan air mata yang akhirnya tumpah membasahi pipinya, tak sanggup lagi menahan rasa sakit yang mengoyak hatinya.Mahesa menoleh cepat ke arah Yasmine, matanya membelalak tajam mendengar penegasan tersebut. "Yasmine, hentikan! Jangan memperkeruh suasana!" bentak Mahesa tanpa bisa mengontrol emosinya."Mas, kalau kamu memang pria yang tegas, jujur sama aku! Pilih aku, istri sahmu, atau wanita yang sudah dengan sengaja menghancurkan harga dirimu?!" tantang Yasmine dengan suara bergetar hebat, menatap lurus manik mata suaminya.
"Ayu... ?!" jerit Mahesa tertahan, matanya membelalak tak percaya menatap sosok wanita yang berdiri tegak di hadapannya.Pintu rumah terbuka lebar, menampilkan Ayu yang berdiri dengan wajah pucat namun menyunggingkan senyum tipis. Tanpa menunggu persetujuan atau sepatah kata sambutan, Ayu langsung melangkah masuk melewati tubuh Mahesa yang mematung.Mahesa hanya bisa mengikuti langkah wanita itu dari belakang dengan rasa terkejut yang luar biasa. Pria tersebut terkesima di tempatnya, sama sekali tidak menyangka Ayu akan mendatangi rumahnya pagi-pagi begini.Setelah tiba di ruang tamu, Ayu langsung mendudukkan dirinya di atas sofa empuk dengan anggun. Ia meletakkan koper kecilnya tepat di samping kursi seolah-olah ia adalah pemilik sah rumah tersebut.Yasmine yang menyusul turun dari lantai atas langsung terperanjat kaget melihat pemandangan di ruang tamu. Napasnya tercekat di tenggorokan saat mengenali sosok wanita yang kini duduk di hadapannya."Ayu... kamu?" ucap Yasmine terba
"Hah?! P-punya anak, Ma?!" pekik Mahesa tertahan, matanya membelalak lebar menatap sang ibu dengan rasa tak percaya.Darah seketika berdesir cepat memompa ke seluruh tubuh Mahesa, membuat napasnya mendadak terasa sesak dan berat. Permintaan sang ibu terdengar begitu mustahil diwujudkan di tengah pernikahan mereka yang rapuh dan penuh dengan bara api kebencian.Yasmine yang duduk tepat di sebelah Mahesa langsung terdiam kaget, membeku bagai patung batu di atas sofa. Wajahnya merona merah padam hingga menjalar ke leher akibat rasa malu yang teramat sangat mendengar topik sensitif tersebut dibahas secara terang-terangan.Jari-jemari Yasmine meremas erat ujung kain bajunya sendiri, mencoba mencari udara yang seolah lenyap dari paru-parunya. Suasana ruang tamu mendapakan keheningan yang kian menyiksa, hanya menyisakan detak jantung mereka yang berdegup kencang tak beraturan."Iya, kalian tidak salah dengar," lanjut Ibu Mahesa dengan nada bicara yang amat tegas dan tidak bisa dibantah.












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.