
Sugar Daddy-ku Ternyata Ayah Tiri Mantan Kekasihku!
Amanda Priscilla (Sisil), seorang mahasiswi berusia 22 tahun, terdesak oleh situasi ekonomi yang menghimpit. Demi membayar biaya pengobatan ayahnya yang mengidap kanker serta tunggakan kuliahnya, Sisil mengambil keputusan nekat untuk menjadi sugar baby dari Om Bagas Wardana (40 tahun), seorang pengusaha properti sukses dan karismatik di Jakarta.
Selama enam bulan, hubungan transaksional itu berjalan lancar. Om Bagas yang berstatus duda sangat mencintai Sisil dan berniat untuk membawanya ke pelaminan, bahkan meminta Sisil untuk segera pindah ke rumah utamanya. Di tengah kebingungan dan dilema Sisil untuk menerima lamaran tersebut, takdir mendadak berputar tajam.
Di kampusnya, Sisil dikejutkan oleh kehadiran Devano Mahendra (23 tahun), cinta pertama sekaligus mantan kekasihnya semasa SMA yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar empat tahun lalu. Pertemuan itu kembali menyulut benih-benih rindu, amarah, dan gairah lama yang belum tuntas. Devano mengungkapkan kebenaran pahit bahwa kepindahannya ke London dulu adalah paksaan dari ayah tirinya yang licik, yang sengaja mengisolasinya untuk menguasai harta almarhumah ibunya. Kini, Devano kembali ke Jakarta demi menuntut hak atas perusahaan sang ibu berdasarkan surat wasiat.
Malam harinya, sebuah kenyataan mengerikan menghantam Sisil saat Om Bagas pulang dan meluapkan kekesalannya. Om Bagas menyebutkan bahwa anak tiri yang berusaha merebut takhta perusahaannya tak lain adalah Devano Mahendra.
Terkejut dan tertembak rasa panik, Sisil terpaksa berbohong bahwa ia tidak mengenal Devano. Kini, Sisil terjebak di persimpangan jalan yang mematikan: bertahan demi keselamatan finansial ayahnya bersama Om Bagas, atau menyambut kembali cinta sejati Devano yang berisiko menghancurkan hidup mereka bertiga saat ia resmi melangkah masuk ke rumah utama sang Sugar Daddy.
Read
Chapter: Kamu PamitHari-hari setelah Devano menyatakan cintanya di taman sore itu terasa begitu indah bagi Sisil. Hubungan mereka semakin erat, dipenuhi perhatian dan kasih sayang. Hari-hari SMA yang tersisa pun menjadi kenangan manis yang selalu ingin Sisil ingat.Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, Sisil telah menyelesaikan masa sekolahnya dan resmi menjadi mahasiswa. Ia bahkan berhasil diterima di universitas yang sama dengan tempat Devano menempuh pendidikan.Di kampus bergengsi itu, Devano sudah duduk di tingkat akhir dan tengah sibuk menyelesaikan skripsinya. Sementara Sisil baru saja melewati masa orientasi mahasiswa baru. Meski jadwalnya padat, Devano selalu berusaha meluangkan waktu untuk kekasihnya. Sesekali ia mengantar Sisil ke gedung fakultas, membawakan bekal, atau menemaninya makan siang di kantin.Kedekatan mereka yang tak pernah ditutupi tentu saja menarik perhatian banyak orang. Sejumlah mahasiswi, baik teman seangkatan Sisil maupun kakak tingkatnya, diam-diam merasa iri melihat
Last Updated: 2026-10-30
Chapter: Dia Jadi PacarkuHari-hari berlalu, tanpa disadari, hubungan Sisil dan Devano semakin dekat. Tawaran tumpangan yang awalnya hanya terjadi secara kebetulan perlahan berubah menjadi rutinitas. Beberapa kali dalam seminggu, mobil Devano akan menepi di dekat gerbang sekolah untuk mengantar Sisil pulang.Tentu saja, kedekatan mereka tak luput dari perhatian murid-murid lain. Banyak siswi yang diam-diam berbisik iri setiap kali melihat Sisil bersama Devano. Sebagian bahkan terang-terangan mengagumi betapa serasinya mereka. Dengan paras cantik Sisil dan ketampanan Devano, tak heran jika banyak yang mengira keduanya memang pasangan yang cocok.Kedekatan mereka pun tak hanya terjalin selama perjalanan pulang. Terkadang, setelah jam sekolah usai, Devano tidak langsung mengantar Sisil ke rumah. Ia justru membawa mobilnya ke sebuah kafe bernuansa klasik yang tak jauh dari pusat kota. Di meja dekat jendela, mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengobrol tentang pelajaran, impian, hingga hal-hal sederhan
Last Updated: 2026-10-30
Chapter: Guru PenggantiMalam itu setelah Devano pergi, Sisil tak kunjung bisa memejamkan mata. Udara dingin sisa hujan di luar jendela terasa meresap hingga ke tulang. Namun, bukan hawa malam yang membuat dadanya sesak, melainkan kenangan lama yang kembali bermunculan dalam pikirannya.Sentuhan pria yang beberapa waktu lalu itu telah membangkitkan sesuatu yang selama bertahun-tahun berusaha ia lupakan. Kenangan yang selama ini terkubur jauh di dalam hatinya, kini kembali hadir dengan begitu jelas.Pikirannya melayang ke lima tahun silam.Saat itu Sisil masih duduk di kelas tiga SMA. Hidupnya terasa begitu sempurna. Ia sibuk mempersiapkan diri untuk memasuki dunia perkuliahan, tanpa menyadari bahwa badai besar sedang mengancam keluarganya.Pagi hari Sisil dimulai dengan kekacauan kecil. Ia bangun kesiangan karena lupa memasang alarm. Dengan tergesa-gesa, ia berlari menyusuri trotoar menuju sekolah. Napasnya terengah-engah ketika akhirnya tiba di gerbang.Sayangnya, gerbang besi hampir sudah tertutup rapat.S
Last Updated: 2026-10-30
Chapter: Di Antara Dua PriaHujan di luar sudah mulai reda. Sesekali, masih terdengar tetesan air jatuh dari atap rumah. Sisil berbaring di samping Devano, membiarkan pria itu memeluknya dari belakang. Sejujurnya, ia masih merasa canggung dengan kedekatan mereka. Terlalu banyak hal yang berubah selama mereka tidak bertemu, tetapi Devano seolah ingin kembali ke masa ketika semuanya masih baik-baik saja."Sil..." bisik Devano lembut, menyapukan jemarinya di sela-sela rambut Sisil. "Ada banyak hal yang belum sempat aku ceritakan. Aku nggak mau kamu terus-terusan menganggap aku pria jahat yang sengaja meninggalkan kamu gitu aja."Sisil terdiam kaku, memandangi bayangan remang lampu kamar di dinding. Tenggorokannya terasa kering dan sesak.Devano menghela napas panjang, tatapannya menerawang menembus langit-langit kamar dengan sorot mata yang dipenuhi kepahitan."Dulu, bukan Mamaku yang meminta aku untuk pergi ke London, ayah tirikulah yang merencanakan semuanya," ujar Devano, suaranya berubah berat dan dingin. "Dia
Last Updated: 2026-09-15
Chapter: Gairah dan PenyesalanDevano tiba-tiba menarik tangan Sisil hingga tubuh wanita itu terdorong ke arahnya dan menabrak dadanya. Sisil belum sempat menjauh ketika Devano sudah melingkarkan tangan di pinggangnya, menahannya agar tak bisa mundur. .Devano kembali menunduk dan mencium bibirnya. Ciuman itu begitu tiba-tiba hingga Sisil sempat terpaku. Ada sesuatu dari sentuhan itu yang terasa akrab, membangkitkan kenangan yang selama ini berusaha ia lupakan. Namun, sebelum sempat mendorong Devano menjauh, pria itu sudah menyelipkan satu tangan di bawah pahanya dan tangan lainnya menopang punggungnya, lalu mengangkat tubuh Sisil ke dalam gendongannya. Langkah tegap Devano membawa Sisil menyusuri koridor rumah yang hening menuju kamar tidur Sisil. Di dalam kamar yang dingin dengan bibir mereka yang masih berpagutan, Devano membaringkan tubuh Sisil perlahan di atas ranjang empuk.Sisil tersentak, baru menyadari sepenuhnya apa yang terjadi. Dengan napas terengah-engah, ia memalingkan wajahnya dan mendorong dada teg
Last Updated: 2026-09-15
Chapter: Terlambat KembaliSisil berjalan di samping Devano menuju area parkir kampus. Sepanjang jalan, ia lebih banyak diam, sibuk menenangkan perasaannya sendiri. Bertemu kembali dengan pria itu setelah bertahun-tahun berpisah ternyata jauh lebih sulit daripada yang ia bayangkan. Ada begitu banyak hal yang belum selesai di antara mereka, begitu banyak pertanyaan yang selama ini terpaksa ia pendam. Namun, melihat Devano berjalan di sisinya sekarang, seolah tak pernah terjadi apa-apa, justru membuat Sisil bertanya-tanya. Bagaimana mungkin pria itu bisa bersikap setenang ini setelah menghilang dari hidupnya tanpa penjelasan? “Masuk, Sil,” Perintah Devano seraya membukakan pintu penumpang depan."Masih suka bukain pintu buat orang?" sindir Sisil seraya masuk.Devano hanya tersenyum tipis, tanpa berusaha membantah. Mobilnya melaju membelah jalanan Jakarta, sementara Sisil menyandarkan punggung pada jok kulit yang empuk. Kabin mobil itu terasa nyaman, tetapi tidak cukup untuk membuatnya merasa tenang. Sejak tadi,
Last Updated: 2026-09-15