author-banner
weni3
weni3
Author

Novels by weni3

TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA

TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA

"Istriku memiliki penyakit langka. Jika kamu bisa menakhlukkan dan menyembuhkannya, maka aku akan berikan sepuluh miliar untukmu!" Bejo yang baru kerja tiga hari bekerja di rumah itu sebagai sopir pribadi pun nampak terkejut dengan apa yang diperintahkan oleh Tuan rumah. "Bagaimana caranya, Tuan?" "Bercintalah dengannya!"
Read
Chapter: Bab 351. TOLONG!
Bejo menoleh memperhatikan kedua wanita yang ada di belakangnya. Ada Lira dan Caca yang begitu sangat memperhatikan tangan Mila yang kini dia genggam. Bejo semakin memperkuat walaupun Mila sudah mencoba untuk bergerak melepaskan diri dari genggaman tangannya. Bejo menarik tangan Mila ke belakang seraya memandang kedua wanita yang ada di hadapannya dengan jengah. "Bosen banget gue liat loe berdua!" Dia mendengus kesal hingga Mila mendongak memandangnya. Kedua alis Mila menukik dan Bejo melirik Mila dengan kedua mata teduh menenangkan. "Jo..." "Ssttt.... Aman!" bisik Bejo dan Mila menganggukkan kepala kemudian mundur. Mila berdiri di belakangnya. Bejo pun melindungi dari pandangan mata liar kedua wanita tersebut. "Kok aku kayak kenal ya siapa wanita ini," kata Lira dan Mila menundukkan kepalanya sedangkan Caca semakin panasaran. Caca sampai menajamkan kedua mata demi bisa melihat wajah Mila. Namun Bejo menatap tajam dan melangkah mendekati dengan pendangan mata semakin
Last Updated: 2026-10-10
Chapter: Bab 350. Kobok-kobokan
Bejo melirik ke belakang seraya memagut bibir Mila. Dia melihat ke sekitar, sekiranya aman, Bejo akan memperdalam pagutannya. Tangan Mila meremas tangannya dengan lembut seraya membalas decapan-decapan yang dia berikan. Bejo tidak mengabaikan sedikitpun daging kenyal itu. "Euughhh...." Mila melenguh dan Bejo menyesap kuat agar wanita itu tidak mengeluarkan suara-suara yang memancing semua orang menoleh pada mereka. "Jangan berisik, Nyonya!" bisik Bejo kemudian mengusap bibir Mila dengan ujung jarinya. Bejo tersenyum melihat Mila yang memandang dengan kedua mata melembut dan nafas tersengal. Mila bersembunyi di dadanya setelah sadar situasi. Sama dengan adegan yang ada di depan mereka saat ini. Wanitanya memeluk tubuh telanjang pria yang sudah memberikan kepuasan. Mila pun memeluk dengan erat hingga mengabaikan apa yang mereka sedang saksikan. Bejo mengusap kepala Mila dan membiarkan Mila menjadikan dadanya sebagai tempat berlindung yang memberikan kenyamanan untuk
Last Updated: 2026-10-10
Chapter: Bab 349. Romantis
"Jo kamu tuh! Mana ada pakai kaki? Maksud aku pakai sendok." "Ya lagian typo banget bahasanya. Kirain pakai kaki. Lah ini tokor bisa masuk semua ke dalam mulut," sahut Bejo santai menanggapi apa yang Mila sampaikan. "Tokor tuh apa, Jo?" "Sikil!" "Sikil? Apa itu sikil?" tanya Mila lagi dan Bejo berdecak mendengar itu. "Udah kalau nggak tau nggak masalah, Nyonya! Aman! Pusing yang jelasinnya. Beneran!" jawab Bejo memilih menyerah. "Kamu tuh nggak sabar, Jo!" "Iya emang, Nya. Ya kali sikil aja nggak tau. Kaki, Nyonya! Kaki!" jelas Bejo dan Mila merengut mendengar itu. Mila segera meraih wadah makanan yang dia pegang dan makan sendiri tanpa bantuannya. Mila mulai makan, entah kenapa jadi agak nafsu makan. Bejo saja sampai bingung melihatnya. Padahal Mila biasanya jarang makan. Kalau disuruh makan itu susah sekali tetapi siang ini Mila terlihat sangat lahap. "Enak, Nyonya?" "Enak, Jo." "Kenapa, Jo?" tanya Mila padanya. Bertanya pun seraya mengunyah makana
Last Updated: 2026-10-09
Chapter: Bab 348. Sini Majikan!
Mila melenguh kala tubuhnya terasa sangat berat. Wanita itu membuka mata dan menemukan penyebabnya. "Jo!" Bejo menindih Mila. Dia menumpuk di sofa dan menguasai tubuh Mila. Tangan Bejo memeluk dan Mila berusaha untuk beranjak dari sana. "Ya ampun, Jo!" "Apa sih, Nya? Ngantuk banget ini," keluh Bejo masih dengan kedua mata yang terpejam kala Mila berusaha untuk melepaskan diri. Bejo menahan tubuh wanita itu. Empuk saja dipeluk padahal Mila merasa engap sekali dan menginginkan untuk benar-benar lepas darinya. "Kenapa sih, Nya?" "Berat." "Biasanya juga ditindih. Apa mentang-mentang nggak dimasukin kali jadinya ngeluh. Kalau dimasukin nggak keberatan ya, Nya?" "Nggak gitu juga, Jo." Bejo menarik diri dan membiarkan Mila merosot ke lantai sedangkan dia kembali menempati sofa panjang itu. Bejo lanjut tidur. Dia masih sangat mengantuk sekali. Sementara Mila sudah beranjak dari sana dan melangkah pelan mengambil minum. Mila menoleh setelah membuka pintu kulkas.
Last Updated: 2026-10-09
Chapter: Bab 347. Kawinin
"Sudah aku katakan, jangan melawan Mamah! Kamu tuh kenapa sih? Kenapa tidak pernah paham? Untuk mempertahankan kamu itu sulit, Sayang. Kamu tau kan gimana Mamah. Harusnya kamu yang mengalah." "Aku lelah harus mengalah, Mas! Aku capek harus terus diam. Aku berontak pun kamu marah. Sekarang terserah! Aku nggak akan minta kamu untuk tetap membelaku. Aku paham posisiku. Aku tidak akan mengemis lagi, Mas. Lagian percuma! Mengemispun, kamu tidak bisa sepenuhnya kamu terima. Capek aku, Mas!" Tangan Bejo mengusap punggung Mila. Wanita itu mendongak memperhatikannya tetapi Bejo menggeleng kepala tak banyak bicara. "Jangan seperti itu! Benar kata Mamah, kamu membangkang sekarang, Sayang! Ini yang aku tidak suka. Kamu semakin aku kasih peluang, semakin kamu semena-mena. Kamu semakin berani, Mila!" "Capek bicara sama kamu, Mas. Semua pertanyaan kamu seharusnya kamu kembalikan lagi pada dirimu sendiri!" sahut Mila dan mematikan panggilan tersebut. Mila menunduk mencengkeram ponselny
Last Updated: 2026-10-09
Chapter: Bab 346. Sampai Mati
"Sudah Mamah katakan berulang kali padamu, menikah lagi saja! Istri kamu itu tidak lagi bisa hormat sama Mamah. Mila melawan Mamah bahkan Mila mengusir Mamah. Kamu tau Saka, Mila hampir saja membuat Mamah terjatuh tadi. Mila kasar dan berani membantah Mamah." Saka menghela nafas berat mendengar aduan dari ibunya. Tidak hanya itu saja, Mamah mendekati dan membujuk Saka. "Ceraikan istrimu! Dia mandul dan tidak ada lagi yang bisa dipertahankan darinya. Kamu tau, Mila malah mengatakan kalau kamu yang mandul. Wanita macam apa itu melempar fakta dan menyalahkan suaminya? Dia yang salah tapi dia tidak mau disalahkan!" "Nanti aku akan bicara pada Mila, Mah. Jangan seperti itu! Pikiran Mamah sangat kencang. Jangan sampai Mamah sakit." "Mamah sakit karena istrimu! Kalau bukan karena istrimu, tidak mungkin Mamah sampai emosi seperti ini! Istrimu itu kolot! Banyak tingkah! Ceraikan saja! Kamu bisa mencari yang lebih baik dari dia. Ingat Saka! Mempertahankan diri kamu untuk tetap menja
Last Updated: 2026-10-09
RANJANG PANAS KAKAK IPAR

RANJANG PANAS KAKAK IPAR

Zoya tak menyangka dirinya akan terbangun di atas ranjang yang sama dengan kakak iparnya, Gama, usai pesta perusahaan semalam. Usahanya untuk menjauhi Gama pun terasa sulit, apalagi ketika sikap Zein, suaminya yang kasar, justru semakin menjadi-jadi. Di sisi lain Gama menawarkan kenyamanan yang tidak pernah Zoya dapatkan sebelumnya. "Berhenti mendekatiku, Kak! Aku sudah bersuami!" "Tidak ada yang bisa kau harapkan dari laki-laki kasar seperti Zein, Zoya!" Zoya tahu ini salah, tapi bagaimana bisa ia melepaskan diri dari Gama saat pria itu berkata akan merebutnya dari Zein?
Read
Chapter: Bab 210. Sibuk
Gama mendesah kasar saat melihat Dito datang dengan siapa. Baru saja Gama tiba sudah dibuat bete dengan adanya wanita yang sangat dibenci olenya. Pria itu melangkah masuk ke dalam kantor tanpa menyapa keduanya hingga Dito buru-buru menyusul nya. "Pagi, Tuan." "Siang!" sahut Gama tanpa menoleh ke arah Dito. Gama dengan gagah melangkah dan melirik Dito yang terus membuntuti. "Katamu pendarahan tapi kamu bawa dia ke kantorku. pendarahan dimana maksudmu? Di ranjang?" tanya Gama dengan nada sewot dan Asisten Dito menggaruk keningnya. "Tapi memang kami habis dari rumah sakit, Tuan. Tidak keburu jika saya harus mengantarnya pulang dulu." "Saya tidak mau tau. Dia tidak boleh naik ke lantai saya! Suruh wanitamu itu menunggu di lobby!" perintah Gama sebelum masuk ke dalam lift dan Dito menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap Sena yang sedang mengikuti pria itu. Dito terpaksa tidak ikut masuk ke dalam lift bersama Gama karena Gama juga tidak sudi dengan adanya Sena.
Last Updated: 2025-11-05
Chapter: Bab 209. Urusan Kelamin
"Bicaramu, Mas! Tidak ada filternya sama sekali. Ayo aku bantu rapikan dulu!" Zoya pun merapikan penampilan suaminya. Dari pakaian sampai rambut pun Zoya manjakan. Gama benar-benar terima jadi saja. Pria itu sangat beruntung sekali memiliki istri yang sangat perhatian. "Jadi aku beneran di rumah sama Bibi?" tanya Zoya lagi. Entah hawanya ingin ikut saja tetapi di rumah nanti malam masih ada pengajian. Pastinya akan ada persiapan juga walaupun bisa pesan tetapi tetap saja harus dikerjakan dan segera dirapikan. "Iya, Sayang. Aku tidak ingin kamu lelah." Gama mengecup kening sang istri kemudian duduk dan mengenakan sepatu sedangkan Zoya segera mengenakan pakaiannya. Zoya memberikan.sedikit make up di wajahnya agar lebih fresh kemudian mendampingi Gama untuk sarapan. Terlihat ada Bibi Santi yang nampak sedang sibuk menyajikan makanan untuk mereka. "Bibi jangan repot-repot! Maaf Zoya baru turun, Bi." "Tidak apa, Nak. Ini Bibi sudah biasa. Ayo sarapan dulu!" ajak Bibi de
Last Updated: 2025-11-03
Chapter: Bab 208. Pecah Perjaka
Pagi ini di kediaman rumah Atmanegara. Gama terjaga lebih dulu dari pada sang istri. Yang dilakukan pria itu pertama kali adalah mengecup kening sang istri seraya mengusap perut Zoya. Gama beranjak dari sana kemudian melangkah menuju kamar mandi. Namun sebelum langkah Gama masuk, notifikasi pesan membuat pria itu menghentikan langkah dan meraih ponsel tersebut. [Saya hari ini ke kantor agak telat, Tuan. Maaf...] "CK, bisa saja kelakuannya. Dia yang enak dia juga yang semaunya." [Meeting pagi ini tidak bisa ditunda. Sebelum aku sampai kamu sudah harus tiba di kantor. Jangan sibuk dengan wanitamu saja! Apa kejadian semalam membuatmu pecah perjaka hingga tak bisa jalan? Jangan seperti perempuan kamu, Dito!] Send Dito. Setelah itu Gama pun kembali meletakkan ponsel di atas nakas dan masuk kamar mandi. Di saat pintu tertutup, Zoya membuka mata dan mulai menggeliat dari tidurnya. Zoya mengucak kedua mata kemudian melirik keberadaan Gama di sampingnya tetapi tidak dia temukan pria
Last Updated: 2025-11-03
Chapter: Bab 207. Aku Tidak Tahan
Dito yang dulu bisa menahan sekarang lagi mampu membendung rasa inginnya. Dito tetaplah pria yang memiliki sejuta hasrat. Sayangnya Dito hanya bergairah pada Sena. Wanita pertama dan satu-satunya yang dianggap paling cantik. Maka malam ini, Sena ada dalam genggaman Dito yang begitu sangat menginginkan. Wanita itu dibuat meringis dan kesakitan saya masuknya Dito di saat sudah sama-sama menginginkan. "Kamu masih perawan, Sena?" "Kamu pikir aku sudah bermain terlalu jauh?" "Tidak mungkin wanita sepertimu belum pernah." "Pernah, tetapi tidak sampai seperti ini dan kamu yang pertama. Kamu yang membuat aku meminta, Dito!" kata Sena dengan suara yang terdengar manja dan wajah sangat ingin memicu hasrat Dito untuk melakukan lebih. "Jangan ditahan! Lepaskan saja! Kamu pantas mendapatkan ini semua, Sena." "Benar begitu, Dito? Maka aku akan membuat diriku menjadi satu-satunya yang kamu mau. Jangan gila dengan wanita lain, Dito! Kamu sudah mengacak-acak aku!" "Tidak asal k
Last Updated: 2025-11-03
Chapter: Bab 206. Lebih Dalam +++
"Nanti dulu! Jangan rusuh, Dito! Akh.... Tangan kamu astaga..." Sena sudah tak bisa diam. Tubuh wanita itu menggeliat kala bagian paling sensitif disentuh dan dipermainkan oleh Dito. Pria itu belum pernah tetapi sangat pro sekali membuai wanita. Terbukti dengan Sena yang dibuat tak berdaya sampai desahan yang keluar dari mulut wanita itu terdengar semakin liar. "Akh yess, lebih dalam. Enak Dito." Lama -lama candu juga. Tubuh Sena seperti gelombang yang beraturan kala merasakan jemari Dito bergerak sangat nakal. Akh suka! Itulah yang Sena selalu gumamkan dan di setiap kata yang terucap selalu keluar kata sensitif yang membuat Dito semakin horny. "Ssttt...." "Suka?" "Munafik jika tidak. Kamu membuatku tambah tidak waras, Dito. Aku minta tolong jangan hentikan!" Dito menyeringai mendengar permintaan dari Sena. Laki-laki mana yang tidak menginginkan lebih jika melihat wanitanya tidak mau dilepas begini. Sena semakin membuka kaki hingga tak perduli akan apapun. Sena me
Last Updated: 2025-10-31
Chapter: Bab 205. Memainkan Jarinya +++
Brugh Dito mendorong Sena hingga ambruk di ranjang. Pria itu menyeringai menatap Sena yang menatap was-was. Kedua tangan Sena meremas sprei dengan kuat dan bergerak mundur. "Dito aku belum siap melakukan itu lagi! Jangan ganggu aku!" kata Sena membuat Dito menyeringai mendengar itu. Dito pun membuka ikat pinggang kemudian naik ke ranjang. Kedua kaki mengkukung tubuh Sena dan mengunci pergerakan wanita itu. "Apa kamu tidak merindukan sentuhanku Sena?" "Kamu menjelma seperti singa jika berdua bersamaku, Dito!" Benar, Dito berubah menjadi seperti singa kelaparan saat bersama dengan Sena. Entah ada daya tarik apa pada wanita itu tetapi sejak awal bertemu, memang Sena yang mampu meluluhkan hati Dito. Terlebih Dito yang belum pernah memiliki kekasih dan tidak pernah mencintai seorang wanita. Hal pertama memang hanya Sena yang memberikan tantangan dan godaan, maka jangan heran jika Dito begitu sangat tak tahan jika melihat Sena. "Karena kamu yang pertama." Kedua mata Sena
Last Updated: 2025-10-29
TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR

TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR

Naomi tersenyum miris kala melihat suaminya bermain gila dengan wanita yang tak sepadan dengannya. Mereka saling bertukar peluh di rumah yang menjadi tempatnya untuk pulang. Hancur? Tentu saja! Namun, alih-alih balas dendam, Naomi justru terjebak cinta terlarang dengan pria yang tak semestinya. Akankah Naomi tetap bertahan mengikuti permainan suaminya atau justru terperangkap akan kisah yang tak sengaja?
Read
Chapter: Bab 177. Tamat
Dada Naomi naik turun kala dirinya mendarat di ranjang. Mana kamar utama yang ingin dia lihat? Saat ini, seolah bukan itu yang menjadi hal utama karena Brilly tengah berada di atas tubuhnya, mengkukungnya dengan posesif. Mungkin penampilan Naomi pun sudah tak beraturan lagi sekarang. Namun rupanya Brilly tak memikirkan itu. Tatapan mata penuh cinta dan rasa ingin dapat Naomi lihat dengan jelas dari kedua mata Brilly. "Kak kamu mau apa? Katanya mau mengajakku melihat kamar? Kenapa malah posisinya begini?" tanya Naomi lirih kemudian menggigit bibir bawahnya. Perasaan Naomi tak menentu. Jantung semakin berdebar kencang dan nafas mulai memburu kala kecupan dari Brilly dia rasakan di lehernya. Naomi mendongak mendapati itu. Kedua matanya terpejam dan tubuhnya melengkung menantang. "Aku merindukanmu, Sayang." "Apa itu tidak buru-buru namanya, Kak?" "Tentu saja tidak, kamu sudah menjadi milikku sekarang. Melihat kamar dan room tour bisa nanti tapi yang ini sudah tidak bisa
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 176. SAH
"Saya terima nikah dan kawinnya Naomi binti......" Kalimat sakral itu menggetarkan hati Naomi dan membuatnya berdebar hingga jantung tak karuan rasa. Naomi sesak nafas mendengar kalimat tersebut. Brilly dengan lancar mengucapkan kalimat itu. Semua terasa begitu cepat dan berpihak padanya. Ya Tuhan.... Ikhlas mana yang Kau kabulkan hingga memberikan pengganti dengan mudahnya? Di masjid besar ini, Naomi terduduk dengan jarak yang cukup jauh dari pria yang kini tengah mengucapkan kalimat sakral untuknya. Air mata kebahagiaan keluar tanpa bisa dia hindarkan. Genggaman tangan Naomi begitu kuat memegang telapak tangan Mami. Dia memejamkan kedua mata dan menunduk. Rasa syukur terucap kala kata sah menggema. "Alhamdulillah...." "Alhamdulillah," ucap Naomi kemudian menganggukkan kepala dan mengambil ujung tisu untuk menahan air matanya. "Selamat ya, Nak. Mami doakan kamu bahagia, Sayang." Naomi menoleh kemudian memeluk Mami. Semua di luar dugaan. Naomi pikir akan ada aca
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 175. Mendadak
Apa yang dikatakan oleh Brilly itu benar adanya. Sebuah perkataan Brilly yang akan menikahi Naomi besok. Hal itu sangat membuat Naomi terkejut. Dia tidak pernah berpikir kalau akan menikah diwaktu yang sangat amat cepat . Naomi diberikan waktu menjanda benar-benar hanya dalam waktu hitungan bulan. Hanya untuk menuntaskan masa iddah saja. Memang sejak awal, percintaannya dengan Brilly sangat mendadak. Semua yang berkaitan dengan Brilly selalu mendadak. Mendadak jadi dekat, mendadak dibela, mendadak diperhatikan, mendadak disayang, mendadak ditinggal, sampai mendadak dilamar dan sekarang mendadak pula dinikahinya. Naomi yang merasa baru saja terpejam sudah harus kembali terjaga kala suara ketukan di pintu kamarnya begitu sangat mengusik raga. Naomi yang semula masih bergelut dengan mimpi tiba-tiba harus bangun karena panggilan dari seseorang. "Iya, sebentar!" seru Naomi dengan suara yang terdengar lemas. Naomi beranjak dari tidurnya. Dia masih sangat mengantuk sekali. Langk
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: Bab 174. Melamar
"Kamu diajak jalan-jalan? Kenapa nggak ikut?" Deg Naomi terkejut, baru saja keluar dari kamar mandi, sudah diteror pertanyaan dari seseorang yang selama ini mengganggu pikirannya. Naomi mengusap dada kemudian melangkah menuju lemari pakaian. Dia lebih dulu mengambil pakaian ganti seraya memikirkan dari mana Brilly tau tentang pesan itu. "Aku nggak mau buat kamu cemburu. Kenapa sich, Kak? Harusnya kamu lebih tenang. Eh iya, tau dari mana?" tanya Naomi kemudian berbalik menatap Brilly. Kedua alisnya menukik memeluk pakaian ganti. Namun tidak ada jawaban dari Brilly membuat Naomi memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamar mandi. "Mau kemana?" "Pakai pakaianku dulu, Kak." "Kenapa jauh-jauh? Di sini saja bisa." Naomi menoleh dan menghentikan langkahnya setelah mendengar apa yang Brilly katakan. Dia menggelengkan kepala dan kembali melangkah masuk kamar mandi. "Nggak mau ah! Kamu lagi mode gragas soalnya." BRAAAKK Naomi menutup pintu kamar mandi dengan rapat
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: Bab 173. Lamar Aja!
"Naomi..." "Mami..." Naomi memeluk Mami sesampainya dia di rumah. Rumah yang biasa sepi mendadak ramai kembali. Bahagia sekali Naomi melihat keberadaan Mami, Daddy dan tentunya Brilly. Sepertinya bukan hanya dia saja yang bahagia tetapi Gwen pun sama. Gwen terlihat amat sangat bahagia sekali hingga tak ingin lepas dari Daddy. "Maafkan Mami ya, Nak. Mami bukannya nggak mau mengabari kamu tapi katanya Brilly mau ngasih kejutan. Ya sudah Mami nurut aja." "Iya nggak apa-apa, Mi. Kejutannya berhasil kok, Mi. Ngejut banget pokoknya, Mi. Kak Brilly sukses buat aku menangis setiap malam. Nggak nyangka aku juga kalau Kak Brilly sampai begitu." Naomi merenggangkan pelukannya pada Mami dan menoleh ke arah Brilly yang hanya diam memperhatikannya dengan kedua tangan menyilang di dada. "Kalau begitu pantasnya aku ambekin atau gimana, Mi?" tanya Naomi yang kemudian berdecak mendengar itu. "Kalau kaya Mami sich langsung minta lamar aja, Naomi. Pas tiga bulan langsung menikah.
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: Bab 172. Sayang, ampun!
"Hah? Aku nggak nakal. Aku masih ingat kamu. Aku juga nggak terima dia. Kami memang sering bertemu tetapi itu kebutuhan anak-anak. Bukan karena urusan orang tuanya," elak Naomi kemudian melangkah mundur sedikit memberi jarak untuk menjelaskan pada Brilly. "Kakak juga kenapa nggak ngabarin aku? Aku menghubungi Kakak, Mami, Daddy, sampai aku datang ke kantor Kakak untuk mendatangi Gani. Katanya Kakak sakit parah, tapi aku lihat Kakak malah sudah sembuh total. Kakak bisa berjalan. Kakak berdiri gagah. Kakak sengaja membohongi aku?" "Kenapa memangnya? Salah kalau aku ingin memberikan kejutan untukmu dan sengaja mengetes kesetiaanmu, hhm?" "Jadi Kakak nggak percaya sama aku? Kak Brilly nggak percaya kalau aku setia di sini nunggu Kakak? Iya? Kakak pikir aku mudah tergoda dengan laki-laki lain?" cecar Naomi. Mereka baru bertemu tetapi berujung ribut. Betul-betul seperti Tom and Jerry. Jauh dicari setelah dekat malah debat dan semua itu berawal dari rasa cemburu serta adanya oran
Last Updated: 2026-06-05
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status