author-banner
weni3
weni3
Author

Novels by weni3

TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR

TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR

Naomi tersenyum miris kala melihat suaminya bermain gila dengan wanita yang tak sepadan dengannya. Mereka saling bertukar peluh di rumah yang menjadi tempatnya untuk pulang. Hancur? Tentu saja! Namun, alih-alih balas dendam, Naomi justru terjebak cinta terlarang dengan pria yang tak semestinya. Akankah Naomi tetap bertahan mengikuti permainan suaminya atau justru terperangkap akan kisah yang tak sengaja?
Read
Chapter: Bab 14. Lezat Dan Cocok
"Sayang maaf bukan aku menolak, tapi aku sungguh sedang sangat lelah. Aku sudah sangat mengantuk. Ayo ke kamar kita istirahat! Biarkan Gwen tidur sendiri. Nanti sempit jika kamu ikut tidur di sini." Lian hendak menyentuh tangannya tetapi Naomi segera mundur dan merapatkan lagi pakaiannya. Naomi sengaja menghindari sentuhan dari suaminya. Andai Lian mau pun Naomi tidak akan bersungguh-sungguh ingin ditiduri oleh suaminya. Biarkan mainan pengganti milik suaminya akan tahap menjadi teman terbaik untuknya. Apalagi setelah tau kalau Lian suka asal masuk lubang. Rasanya Naomi ingin mengutuk milik Lian agar tidak bisa bangun sekalian. "Kamu duluan saja, Mas! Bukankah kamu bilang tadi sangat lelah? Aku sedang ingin tidur dengan putriku. Gwen yang memintaku untuk tetap di sini." "Ya sudah kalau gitu tapi jika rindu segera menyusulku ya, Sayang!" "Hhmm...." Lian hendak menciumnya tetapi Naomi segera melengos dan mengambil pakaian yang sebagai dia simpan di lemari Gwen. Di
Last Updated: 2026-01-13
Chapter: Bab 13. Sedang Ingin Dimanja
"Apa itu ide bangus? Menurutku tidak! Mas Lian akan menampungnya dan mereka akan semakin menggila di luar. Terus aku semakin sulit untuk tau apa yang mereka lakukan dan mereka rencanakan di luar sana, Kak. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi!" "Tapi kamu akan semakin terluka, Naomi." Naomi mengusap air matanya kemudian membuang muka dan tak ingin Brilly melihatnya hingga semakin merasa kasihan padanya. "Sebagai istri, tidak akan ada yang terima suaminya berselingkuh Kak. Aku rasa kamu pun sama tetapi aku menjaga segala kemungkinan yang terjadi padaku dan juga Gwen. Termasuk dengan mereka, Kak." Naomi menarik nafas dalam sebelum melanjutkan ucapannya. "Aku tidak ingin gegabah. Aku ingin Mas Lian benar-benar menyesal. Mommy dan Daddy tentunya akan mendukungku setelah tau kelakuan bejat Mas Lian bukan?" tanya Naomi kemudian mendongak menahan air matanya. "Kamu berarti belum paham betul bagaimana suamimu, Naomi!" Sontak Naomi kembali memperhatikan Brilly. Kedua alis
Last Updated: 2026-01-13
Chapter: Bab 12. Bekas Mereka Bercinta
"Agghh!! Mmmppphh...." "Ssstttt...." Kedua mata Naomi terbelalak kala langkah hendak masuk ke dalam kamar tetapi seseorang tiba-tiba menariknya kemudian membekap mulutnya. Sontak Naomi melirik siapa yang melakukan itu kemudian menyentuh tangan yang menutupi mulutnya. "Kak?" Naomi menatap penuh tanya setelah Brilly melepaskannya. Pria itu pun memberi jarak setelah sempat tubuh keduanya tak berjarak. "Jangan tanya kenapa! Hanya aku rasa memang belum saatnya kamu masuk kamar. Tunggu dulu di kamar Gwen. Biarkan mereka selesai dengan hal gila yang mereka lakukan." "Mereka.... Oh astaga! "Tapi jika memang kamu ingin melabrak keduanya ya silahkan! Aku tidak akan melarang. Aku hanya melindungi matamu dari tontonan yang mungkin akan membuatmu muak dan semakin sakit." "Jadi mereka sedang ada di kamarku, Kak?" tanya Naomi kemudian membalikkan tubuhnya. Naomi berdiri berhadapan dengan Brilly di balik pintu kamar pria itu. Ya, Brilly melindunginya tetapi tidak memaksakan ak
Last Updated: 2026-01-13
Chapter: Bab 11. Nafsu Kadal
"Iya ada apa, Kak?" "Apa kamu sudah jemput Gwen?" "Sudah, ini aku mau balik ke klinik. Gwen sudah aman di rumah." "Ya sudah. Aku hanya ingin memastikan itu saja. Nanti aku akan pulang lebih cepat agar Gwen tidak kesepian di rumah." Naomi menarik nafas dalam mendengar apa yang Brilly katakan. Pria itu amat sangat perhatian dan sayang pada Gwen. Brilly juga tau kalau jam praktiknya kadang bisa sampai malam. Beginilah Kakak iparnya setiap kali pulang ke rumah. Yang diperhatikan adalah Gwen. Apalagi katanya akan lama di rumah karena sudah kembali mengurus perusahaan pusat. Gwen pasti akan sangat manja jika ada Omnya. Namun bukan itu yang Naomi pikirkan. Naomi langsung membandingkan sikap antara Lian dan saudara kembarnya yang sangat jauh berbeda. Lian jarang menanyakan tentang putrinya. Tidak seperti Brilly yang rajin menanyakan tentang Gwen. Mungkin karena Brilly yang sempat gagal memiliki anak dengan mantan istrinya. "Ya sudah, aku titip Gwen Kak. Aku pulang agak
Last Updated: 2026-01-12
Chapter: Bab 10. Foto Sexy
"Haish... Kak Brilly lebay sekali. Mana ada kena pulpen menyebabkan gegar otak. Lagian apa sich yang membuat Kak Brilly sampai datang ke sini? Penasaran aku sama isi amplopnya." Naomi tidak lagi membalas pesan dari Brilly. Dia segera membaca isi amplop putih itu yang ternyata dari sekolah berisikan surat undangan rapat. Namun seharusnya diberikan pada wali murid itu kemarin. Melihat itu, Naomi segera menghubungi pihak sekolah untuk memastikannya dan ternyata milik Gwen tertinggal di laci meja. Maka dari itu wali kelas putrinya menitipkan surat tersebut pada Brilly tadi. "Dasar anak itu. Untung saja tidak kelewat hari. Ya ampun.... Apa karena aku terlalu sibuk ya? Maafkan Mami ya, Nak. Mami janji akan ambil cuti agar bisa memberikan waktu lebih untuk Gwen." Naomi memijit pelipisnya. Kadang dia menyesal karena sibuk dengan pekerjaannya tetapi dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan yang sudah membawanya sampai di titik ini. Ditambah lagi Lian yang ternyata sangat mengecewaka
Last Updated: 2026-01-12
Chapter: Bab 09. Gegar Otak
"Kalian pikir aku akan mengganggu kalian di sana? Aku tetap akan terus di rumah sampai Mas Lian berangkat kerja dan membatasi permainan gila kalian? Tidak akan! Aku justru akan membiarkan kalian semakin menggila di rumah itu." "Ya Tuhan aku mohon, matikan hatiku! Aku mohon jangan ada kasihan atau pun niat bertahan hanya karena cinta! Kuatkan hatiku hanya untuk putriku. Selain itu, tidak ada lagi alasan yang mendukungku tetap bertahan dengan laki-laki itu! Apalagi hanya karena cinta yang membuatku harus menanggung sakitnya saja. Jangan ya Tuhan! Aku mohon..." Kedua mata Naomi berkaca-kaca. Hampir saja menetes air matanya tetapi segera Naomi menggelengkan kepalanya. "Aghh! Brengsek kalian!" teriak Naomi. Naomi memukul stir mobilnya. Gamas sekali dengan mereka yang sangat kurang ajar sekali bermain api di belakangnya. Mereka mengira Naomi bodoh tetapi mereka lupa jika bangkai itu lama-lama akan tercium juga. "Aku baru tau kalau Mas Lian ternyata pelit juga dengan Maryam. O
Last Updated: 2026-01-12
RANJANG PANAS KAKAK IPAR

RANJANG PANAS KAKAK IPAR

Zoya tak menyangka dirinya akan terbangun di atas ranjang yang sama dengan kakak iparnya, Gama, usai pesta perusahaan semalam. Usahanya untuk menjauhi Gama pun terasa sulit, apalagi ketika sikap Zein, suaminya yang kasar, justru semakin menjadi-jadi. Di sisi lain Gama menawarkan kenyamanan yang tidak pernah Zoya dapatkan sebelumnya. "Berhenti mendekatiku, Kak! Aku sudah bersuami!" "Tidak ada yang bisa kau harapkan dari laki-laki kasar seperti Zein, Zoya!" Zoya tahu ini salah, tapi bagaimana bisa ia melepaskan diri dari Gama saat pria itu berkata akan merebutnya dari Zein?
Read
Chapter: Bab 210. Sibuk
Gama mendesah kasar saat melihat Dito datang dengan siapa. Baru saja Gama tiba sudah dibuat bete dengan penampakan yang wanita yang sangat dibenci oleh Gama. Pria itu melangkah masuk ke dalam kantor tanpa menyapa keduanya tetapi Dito segera menyusul Gama. "Pagi, Tuan." "Siang!" sahut Gama tanpa menoleh ke arah Dito. Gama dengan gagah melangkah dan melirik Dito yang terus membuntuti. "Katamu pendarahan tapi kamu bawa ke kantorku. pendarahan dimana maksudmu? Di ranjang?" tanya Gama dengan nada sewot dan Asisten Dito menggaruk keningnya. "Tapi memang kami habis dari rumah sakit, Tuan. Tidak keburu jika saya harus mengantarnya pulang dulu." "Saya tidak mau tau, dia tidak boleh naik ke lantai saya! Suruh wanitamu itu menunggu di lobby!" perintah Gama sebelum masuk ke dalam lift dan Dito menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke arah Sena yang melangkah pelan menyusul pria itu. Dito pun tidak ikut masuk ke dalam lift karena Gama juga tidak sudi ada Sena yang ikut serta.
Last Updated: 2025-11-05
Chapter: Bab 209. Urusan Kelamin
"Bicaramu, Mas! Tidak ada filternya sama sekali. Ayo aku bantu rapikan dulu!" Zoya pun merapikan penampilan suaminya. Dari pakaian sampai rambut pun Zoya manjakan. Gama benar-benar terima jadi saja. Pria itu sangat beruntung sekali memiliki istri yang sangat perhatian. "Jadi aku beneran di rumah sama Bibi?" tanya Zoya lagi. Entah hawanya ingin ikut saja tetapi di rumah nanti malam masih ada pengajian. Pastinya akan ada persiapan juga walaupun bisa pesan tetapi tetap saja harus dikerjakan dan dirapikan. "Iya Sayang. Aku tidak ingin kamu lelah." Gama mengecup kening sang istri kemudian duduk dan mengenakan sepatu sedangkan Zoya segera mengenakan pakaiannya. Zoya manyapu sedikit make di wajahnya agar lebih fresh kemudian mendampingi Gama untuk sarapan. Terlihat ada Bibi yang nampak sedang sibuk menyajikan makanan untuk mereka. "Bibi jangan repot-repot! Maaf Zoya baru turun, By." "Tidak apa, Nak. Ini Bibi sudah biasa. Ayo sarapan dulu!" ajak Bibi kemudian Zoya dan juga Ga
Last Updated: 2025-11-03
Chapter: Bab 208. Pecah Perjaka
Pagi ini di kediaman rumah Atmanegara. Gama terjaga lebih dulu dari pada sang istri. Yang dilakukan pria itu pertama kali adalah mengecup kening sang istri seraya mengusap perut Zoya. Gama beranjak dari sana kemudian melangkah menuju kamar mandi. Namun sebelum langkah Gama masuk, notifikasi pesan membuat pria itu menghentikan langkah dan meraih ponsel tersebut. [Saya hari ini ke kantor agak telat, Tuan. Maaf...] "CK, bisa saja kelakuannya. Dia yang enak dia juga yang semaunya." [Meeting pagi ini tidak bisa ditunda. Sebelum aku sampai kamu sudah harus tiba di kantor. Jangan sibuk dengan wanitamu saja! Apa kejadian semalam membuatmu pecah perjaka hingga tak bisa jalan? Jangan seperti perempuan kamu, Dito!] Send Dito. Setelah itu Gama pun kembali meletakkan ponsel di atas nakas dan masuk kamar mandi. Di saat pintu tertutup, Zoya membuka mata dan mulai menggeliat dari tidurnya. Zoya mengucak kedua mata kemudian melirik keberadaan Gama di sampingnya tetapi tidak ada. Zoya me
Last Updated: 2025-11-03
Chapter: Bab 207. Aku Tidak Tahan
Dito yang dulu bisa menahan sekarang lagi mampu membendung rasa inginnya. Dito tetaplah pria yang memiliki sejuta hasrat. Sayangnya Dito hanya bergairah pada Sena. Wanita pertama dan satu-satunya yang dianggap paling cantik. Maka malam ini, Sena ada dalam genggaman Dito yang begitu sangat menginginkan. Wanita itu dibuat meringis dan kesakitan saya masuknya Dito di saat sudah sama-sama menginginkan. "Kamu masih perawan, Sena?" "Kamu pikir aku sudah bermain terlalu jauh?" "Tidak mungkin wanita sepertimu belum pernah." "Pernah, tetapi tidak sampai seperti ini dan kamu yang pertama. Kamu yang membuat aku meminta, Dito!" kata Sena dengan suara yang terdengar manja dan wajah sangat ingin memicu hasrat Dito untuk melakukan lebih. "Jangan ditahan! Lepaskan saja! Kamu pantas mendapatkan ini semua, Sena." "Benar begitu, Dito? Maka aku akan membuat diriku menjadi satu-satunya yang kamu mau. Jangan gila dengan wanita lain, Dito! Kamu sudah mengacak-acak aku!" "Tidak asal k
Last Updated: 2025-11-03
Chapter: Bab 206. Lebih Dalam +++
"Nanti dulu! Jangan rusuh, Dito! Akh.... Tangan kamu astaga..." Sena sudah tak bisa diam. Tubuh wanita itu menggeliat kala bagian paling sensitif disentuh dan dipermainkan oleh Dito. Pria itu belum pernah tetapi sangat pro sekali membuai wanita. Terbukti dengan Sena yang dibuat tak berdaya sampai desahan yang keluar dari mulut wanita itu terdengar semakin liar. "Akh yess, lebih dalam. Enak Dito." Lama -lama candu juga. Tubuh Sena seperti gelombang yang beraturan kala merasakan jemari Dito bergerak sangat nakal. Akh suka! Itulah yang Sena selalu gumamkan dan di setiap kata yang terucap selalu keluar kata sensitif yang membuat Dito semakin horny. "Ssttt...." "Suka?" "Munafik jika tidak. Kamu membuatku tambah tidak waras, Dito. Aku minta tolong jangan hentikan!" Dito menyeringai mendengar permintaan dari Sena. Laki-laki mana yang tidak menginginkan lebih jika melihat wanitanya tidak mau dilepas begini. Sena semakin membuka kaki hingga tak perduli akan apapun. Sena me
Last Updated: 2025-10-31
Chapter: Bab 205. Memainkan Jarinya +++
Brugh Dito mendorong Sena hingga ambruk di ranjang. Pria itu menyeringai menatap Sena yang menatap was-was. Kedua tangan Sena meremas sprei dengan kuat dan bergerak mundur. "Dito aku belum siap melakukan itu lagi! Jangan ganggu aku!" kata Sena membuat Dito menyeringai mendengar itu. Dito pun membuka ikat pinggang kemudian naik ke ranjang. Kedua kaki mengkukung tubuh Sena dan mengunci pergerakan wanita itu. "Apa kamu tidak merindukan sentuhanku Sena?" "Kamu menjelma seperti singa jika berdua bersamaku, Dito!" Benar, Dito berubah menjadi seperti singa kelaparan saat bersama dengan Sena. Entah ada daya tarik apa pada wanita itu tetapi sejak awal bertemu, memang Sena yang mampu meluluhkan hati Dito. Terlebih Dito yang belum pernah memiliki kekasih dan tidak pernah mencintai seorang wanita. Hal pertama memang hanya Sena yang memberikan tantangan dan godaan, maka jangan heran jika Dito begitu sangat tak tahan jika melihat Sena. "Karena kamu yang pertama." Kedua mata Sena
Last Updated: 2025-10-29
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status