author-banner
weni3
weni3
Author

Novels by weni3

TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA

TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA

"Istriku memiliki penyakit langka. Jika kamu bisa menakhlukkan dan menyembuhkannya, maka aku akan berikan sepuluh miliar untukmu!" Bejo yang baru kerja tiga hari bekerja di rumah itu sebagai sopir pribadi pun nampak terkejut dengan apa yang diperintahkan oleh Tuan rumah. "Bagaimana caranya, Tuan?" "Bercintalah dengannya!"
Read
Chapter: Bab 62. Tidur Sendiri
"Dari mana saja kamu?" Kedua tangan Mila menyilang dengan lirikan yang terlihat kesal. Rambut Mila sedikit berantakan. Mungkin baru bangun tidur. Entah! Yang jelas Mila terlihat sewot sekali dengannya. Namun walaupun begitu, tidak menyurutkan kecantikan Mila di matanya. Rambut yang berantakan malah terlihat seksi dengan balutan kimono tidur yang membalut lingerie Mila. Hanya saja, dirinya saat ini harus meminta menyadari kesalahannya. Pulang terlalu larut malam di rumah majikannya. Sudah numpang tapi tidak tau aturan. Mungkin itu yang ada di kepala Mila menilainya saat ini. "Maaf, Nyonya. Saya keluar bertemu teman-teman. Biasa malam mingguan Nyonya. Nongkrong di cafe. Tadi saya sudah pamit Tuan dan di ACC oleh Tuan tapi saya dilarang pamit Nyonya karena kata Tuan, Nyonya sudah tidur." "Harus banget pulang larut mengganggu orang istirahat? Kamu tau 'kan sekarang sedang tinggal dimana?" Dia menganggukkan kepala. Benar 'kan? Memang salah! Harusnya tidak demikian. Mungkin kalau libu
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: Bab 61. Nggak Maksa
"Jo! Jo tunggu!" Langkahnya terhenti kala Caca menarik tangannya hingga membuatnya menatap sengit wanita itu. Kedua alisnya menukik melihat tangan yang masih menggenggam dengan erat. "Eh maaf-maaf, aku tau kamu nggak suka disentuh wanita. Maaf ya, Jo. Aku cuma mau ngomong kalau kamu jangan salah paham sama aku!" Caca tersenyum sebelum kembali meneruskan ucapannya. "Aku nggak masalah kok dekat sama kamu walaupun kamu bekerja sebagai pembantu. Kita tetap berteman Jo. Kamu tetap jadi guru pembimbing buat aku." Kedua matanya menatap tajam Caca yang mendongak dengan tatapan penuh permohonan. Alis tebalnya menambah daya tarik wanita itu, begitu pun bulu matanya yang lentik semakin membuat Caca grogi. Caca mengulum senyum melihatnya. Namun setelah mendengar apa yang Caca katakan. Dia membuang muka seraya memasukkan satu tangannya ke dalam saku celana. Tanpa membalas apa yang Caca katakan, dia pun kembali melangkah menuju motornya. Namun sebelum Bejo benar-benar pergi, dia s
Last Updated: 2026-07-11
Chapter: Bab 60. Jangan Paksa Rindu
"Eh Caca marica hehe.... Duduk sini!" Bejo berdecak saat Didi malah mempersilahkan duduk wanita itu. Dia pun kemudian melengos melihat ke sembarang arah. Namun yang ia temukan malah para wanita yang diam-diam mencuri pandang padanya. Padahal kenal juga tidak hingga pipi mereka pun merona saat ketahuan olehnya. Dia pun menunduk dan menutup kepalanya dengan Hoodie yang ia kenakan tapi caranya justru semakin menarik perhatian kaum hawa. Apalagi Caca yang kini ada di hadapannya. Wanita itu semakin berbinar melihat gayanya yang sebenarnya tidak ingin terlalu dilihat tetapi malah semakin membuat mereka klepek-klepek. Bukan apa, dari sekian wanita di sana, yang mencuri pandang padanya ada yang sudah memiliki pasangan. Duh jangan Dek ya! "Makasih ya aku udah boleh gabung. Nggak ada tempat lagi soalnya. Udah penuh semua." "Lah emang tadi Caca ke sini sama siapa? Nggak mungkin sendiri 'kan atau diam-diam nyamperin Bejo? Kalian udah janjian?" Kali ini yang bertanya adalah Edo.
Last Updated: 2026-07-11
Chapter: Bab 59. Makan Angin
Tangan kanan Bejo semakin memutar gas mengikuti mobil di depan sana yang berjarak dua mobil darinya. Di balik helm yang ia kenakan, matanya tajam memperhatikan kemana pergerakan mobil itu. "Arahnya...." Bejo belum bisa menyimpulkan. Dia masih harus terus mengikuti ke mana mobil itu berhenti. Motornya mengikuti terus sampai dimana dia harus menepi untuk bersembunyi kala lampu merah di depan sana menghentikan pergerakan mobil yang ditumpangi oleh Saka. "Kira-kira Tuan lihat gue nggak ya?" Bejo memalingkan wajahnya ke belakang dengan helm yang ia kenakan. Sengaja dia menghindari siapa tau salah satu orang yang ada di dalam mobil tersebut melihatnya. Tin Tin Tin Sontak Bejo kembali menoleh ke depan setelah mendengar bunyi klakson begitu ramai. Lampu lalulintas sudah berubah menjadi hijau dan mobil Saka pun hilang dari pandangannya. "Aaaggghhh sialand! Kampretttttt emang loe Jo, bego! Ilang 'kan udah. Percuma loe ngabisin bensin jauh-jauh buat ngikutin si Saka. Be
Last Updated: 2026-07-11
Chapter: Bab 58. Suka Nyonya
"Eh Bibi, abis dari belakang terus ke depan. Bibi aja kali yang nggak lihat. Padahal saya dari tadi ada di kamar Nyonya." "Lah Bibi abis dari dalem. Kok kamu bisa ada di dalam juga. Gimana ceritanya? Kamu nggak macam-macam 'kan, Jo? Kamu abis ngapain? Pasti ganggu Nyonya," cecar Bibi padanya. Bibi menatap dengan kedua alis menukik dan mata menyipit menyelidik. Namun dia tetap berusaha bersikap santai dan tenang menghadapi beliau. "Dari tadi saya ada di kamar mandi, Bi. Tadi dipanggil sama Tuan, terus suruh ke kamar ini bantuin Nyonya." "Bantuin apa?" tanya Bibi lagi yang masih penasaran sekali. Bibi benar-benar sedang sangat curiga padanya. Tidak biasa beliau bersikap demikian. Apa mungkin sudah mencium bau-bau hal negatif yang tengah terjadi. "Bibi sabar ya! Itu matanya harap dikondisikan, Bi. Nggak boleh seperti itu. Nanti Bibi pusing loh." "Ah kamu alasan aja sengaja kemana-mana bicaranya. Kamu ngapain di kamar mandi? Nggak mungkin 'kan kamu benerin jalan air?
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Bab 57. Panas
Kedua tangan Bejo tak bisa diam. Satu tangan menekan punggung Mila dan satu tangannya lagi mulai masuk ke dalam tengkuk Mila dengan sesapan yang kuat. Wanita itu pun membalas dengan gerakan lidah membelit sama-sama agresif hingga suara decapan terdengar menggelitik indera pendengaran mereka masing-masing. Kedua tangan Mila melingkar di lehernya hingga kedua kaki berjinjit dan tubuh wanita melengkung saat dia semakin lahap mengecap bibir Mila. Tangannya juga ikut aktif turun mengusap sebelah dada Mila hingga suara kegelisahan Mila terdengar pecah di sana. Bertepatan dengan itu, dia melepaskan bibir Mila memberikan kesempatan untuk Mila mengambil banyak-banyak oksigen. Nafas wanita itu tersengal hingga menunduk dengan tangan yang mulai terlepas dari lehernya tetapi dia tidak membiarkan itu. Tangannya kemudian meraih jemari Mila dan menahannya tepat di pundak. "Ssssttt....."Mila kembali mendongak kala dia meremas lagi dada Mila dengan sangat gemas. Kedua mata Mila setengah terpe
Last Updated: 2026-07-10
RANJANG PANAS KAKAK IPAR

RANJANG PANAS KAKAK IPAR

Zoya tak menyangka dirinya akan terbangun di atas ranjang yang sama dengan kakak iparnya, Gama, usai pesta perusahaan semalam. Usahanya untuk menjauhi Gama pun terasa sulit, apalagi ketika sikap Zein, suaminya yang kasar, justru semakin menjadi-jadi. Di sisi lain Gama menawarkan kenyamanan yang tidak pernah Zoya dapatkan sebelumnya. "Berhenti mendekatiku, Kak! Aku sudah bersuami!" "Tidak ada yang bisa kau harapkan dari laki-laki kasar seperti Zein, Zoya!" Zoya tahu ini salah, tapi bagaimana bisa ia melepaskan diri dari Gama saat pria itu berkata akan merebutnya dari Zein?
Read
Chapter: Bab 210. Sibuk
Gama mendesah kasar saat melihat Dito datang dengan siapa. Baru saja Gama tiba sudah dibuat bete dengan adanya wanita yang sangat dibenci olenya. Pria itu melangkah masuk ke dalam kantor tanpa menyapa keduanya hingga Dito buru-buru menyusul nya. "Pagi, Tuan." "Siang!" sahut Gama tanpa menoleh ke arah Dito. Gama dengan gagah melangkah dan melirik Dito yang terus membuntuti. "Katamu pendarahan tapi kamu bawa dia ke kantorku. pendarahan dimana maksudmu? Di ranjang?" tanya Gama dengan nada sewot dan Asisten Dito menggaruk keningnya. "Tapi memang kami habis dari rumah sakit, Tuan. Tidak keburu jika saya harus mengantarnya pulang dulu." "Saya tidak mau tau. Dia tidak boleh naik ke lantai saya! Suruh wanitamu itu menunggu di lobby!" perintah Gama sebelum masuk ke dalam lift dan Dito menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap Sena yang sedang mengikuti pria itu. Dito terpaksa tidak ikut masuk ke dalam lift bersama Gama karena Gama juga tidak sudi dengan adanya Sena.
Last Updated: 2025-11-05
Chapter: Bab 209. Urusan Kelamin
"Bicaramu, Mas! Tidak ada filternya sama sekali. Ayo aku bantu rapikan dulu!" Zoya pun merapikan penampilan suaminya. Dari pakaian sampai rambut pun Zoya manjakan. Gama benar-benar terima jadi saja. Pria itu sangat beruntung sekali memiliki istri yang sangat perhatian. "Jadi aku beneran di rumah sama Bibi?" tanya Zoya lagi. Entah hawanya ingin ikut saja tetapi di rumah nanti malam masih ada pengajian. Pastinya akan ada persiapan juga walaupun bisa pesan tetapi tetap saja harus dikerjakan dan segera dirapikan. "Iya, Sayang. Aku tidak ingin kamu lelah." Gama mengecup kening sang istri kemudian duduk dan mengenakan sepatu sedangkan Zoya segera mengenakan pakaiannya. Zoya memberikan.sedikit make up di wajahnya agar lebih fresh kemudian mendampingi Gama untuk sarapan. Terlihat ada Bibi Santi yang nampak sedang sibuk menyajikan makanan untuk mereka. "Bibi jangan repot-repot! Maaf Zoya baru turun, Bi." "Tidak apa, Nak. Ini Bibi sudah biasa. Ayo sarapan dulu!" ajak Bibi de
Last Updated: 2025-11-03
Chapter: Bab 208. Pecah Perjaka
Pagi ini di kediaman rumah Atmanegara. Gama terjaga lebih dulu dari pada sang istri. Yang dilakukan pria itu pertama kali adalah mengecup kening sang istri seraya mengusap perut Zoya. Gama beranjak dari sana kemudian melangkah menuju kamar mandi. Namun sebelum langkah Gama masuk, notifikasi pesan membuat pria itu menghentikan langkah dan meraih ponsel tersebut. [Saya hari ini ke kantor agak telat, Tuan. Maaf...] "CK, bisa saja kelakuannya. Dia yang enak dia juga yang semaunya." [Meeting pagi ini tidak bisa ditunda. Sebelum aku sampai kamu sudah harus tiba di kantor. Jangan sibuk dengan wanitamu saja! Apa kejadian semalam membuatmu pecah perjaka hingga tak bisa jalan? Jangan seperti perempuan kamu, Dito!] Send Dito. Setelah itu Gama pun kembali meletakkan ponsel di atas nakas dan masuk kamar mandi. Di saat pintu tertutup, Zoya membuka mata dan mulai menggeliat dari tidurnya. Zoya mengucak kedua mata kemudian melirik keberadaan Gama di sampingnya tetapi tidak dia temukan pria
Last Updated: 2025-11-03
Chapter: Bab 207. Aku Tidak Tahan
Dito yang dulu bisa menahan sekarang lagi mampu membendung rasa inginnya. Dito tetaplah pria yang memiliki sejuta hasrat. Sayangnya Dito hanya bergairah pada Sena. Wanita pertama dan satu-satunya yang dianggap paling cantik. Maka malam ini, Sena ada dalam genggaman Dito yang begitu sangat menginginkan. Wanita itu dibuat meringis dan kesakitan saya masuknya Dito di saat sudah sama-sama menginginkan. "Kamu masih perawan, Sena?" "Kamu pikir aku sudah bermain terlalu jauh?" "Tidak mungkin wanita sepertimu belum pernah." "Pernah, tetapi tidak sampai seperti ini dan kamu yang pertama. Kamu yang membuat aku meminta, Dito!" kata Sena dengan suara yang terdengar manja dan wajah sangat ingin memicu hasrat Dito untuk melakukan lebih. "Jangan ditahan! Lepaskan saja! Kamu pantas mendapatkan ini semua, Sena." "Benar begitu, Dito? Maka aku akan membuat diriku menjadi satu-satunya yang kamu mau. Jangan gila dengan wanita lain, Dito! Kamu sudah mengacak-acak aku!" "Tidak asal k
Last Updated: 2025-11-03
Chapter: Bab 206. Lebih Dalam +++
"Nanti dulu! Jangan rusuh, Dito! Akh.... Tangan kamu astaga..." Sena sudah tak bisa diam. Tubuh wanita itu menggeliat kala bagian paling sensitif disentuh dan dipermainkan oleh Dito. Pria itu belum pernah tetapi sangat pro sekali membuai wanita. Terbukti dengan Sena yang dibuat tak berdaya sampai desahan yang keluar dari mulut wanita itu terdengar semakin liar. "Akh yess, lebih dalam. Enak Dito." Lama -lama candu juga. Tubuh Sena seperti gelombang yang beraturan kala merasakan jemari Dito bergerak sangat nakal. Akh suka! Itulah yang Sena selalu gumamkan dan di setiap kata yang terucap selalu keluar kata sensitif yang membuat Dito semakin horny. "Ssttt...." "Suka?" "Munafik jika tidak. Kamu membuatku tambah tidak waras, Dito. Aku minta tolong jangan hentikan!" Dito menyeringai mendengar permintaan dari Sena. Laki-laki mana yang tidak menginginkan lebih jika melihat wanitanya tidak mau dilepas begini. Sena semakin membuka kaki hingga tak perduli akan apapun. Sena me
Last Updated: 2025-10-31
Chapter: Bab 205. Memainkan Jarinya +++
Brugh Dito mendorong Sena hingga ambruk di ranjang. Pria itu menyeringai menatap Sena yang menatap was-was. Kedua tangan Sena meremas sprei dengan kuat dan bergerak mundur. "Dito aku belum siap melakukan itu lagi! Jangan ganggu aku!" kata Sena membuat Dito menyeringai mendengar itu. Dito pun membuka ikat pinggang kemudian naik ke ranjang. Kedua kaki mengkukung tubuh Sena dan mengunci pergerakan wanita itu. "Apa kamu tidak merindukan sentuhanku Sena?" "Kamu menjelma seperti singa jika berdua bersamaku, Dito!" Benar, Dito berubah menjadi seperti singa kelaparan saat bersama dengan Sena. Entah ada daya tarik apa pada wanita itu tetapi sejak awal bertemu, memang Sena yang mampu meluluhkan hati Dito. Terlebih Dito yang belum pernah memiliki kekasih dan tidak pernah mencintai seorang wanita. Hal pertama memang hanya Sena yang memberikan tantangan dan godaan, maka jangan heran jika Dito begitu sangat tak tahan jika melihat Sena. "Karena kamu yang pertama." Kedua mata Sena
Last Updated: 2025-10-29
TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR

TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR

Naomi tersenyum miris kala melihat suaminya bermain gila dengan wanita yang tak sepadan dengannya. Mereka saling bertukar peluh di rumah yang menjadi tempatnya untuk pulang. Hancur? Tentu saja! Namun, alih-alih balas dendam, Naomi justru terjebak cinta terlarang dengan pria yang tak semestinya. Akankah Naomi tetap bertahan mengikuti permainan suaminya atau justru terperangkap akan kisah yang tak sengaja?
Read
Chapter: Bab 177. Tamat
Dada Naomi naik turun kala dirinya mendarat di ranjang. Mana kamar utama yang ingin dia lihat? Saat ini, seolah bukan itu yang menjadi hal utama karena Brilly tengah berada di atas tubuhnya, mengkukungnya dengan posesif. Mungkin penampilan Naomi pun sudah tak beraturan lagi sekarang. Namun rupanya Brilly tak memikirkan itu. Tatapan mata penuh cinta dan rasa ingin dapat Naomi lihat dengan jelas dari kedua mata Brilly. "Kak kamu mau apa? Katanya mau mengajakku melihat kamar? Kenapa malah posisinya begini?" tanya Naomi lirih kemudian menggigit bibir bawahnya. Perasaan Naomi tak menentu. Jantung semakin berdebar kencang dan nafas mulai memburu kala kecupan dari Brilly dia rasakan di lehernya. Naomi mendongak mendapati itu. Kedua matanya terpejam dan tubuhnya melengkung menantang. "Aku merindukanmu, Sayang." "Apa itu tidak buru-buru namanya, Kak?" "Tentu saja tidak, kamu sudah menjadi milikku sekarang. Melihat kamar dan room tour bisa nanti tapi yang ini sudah tidak bisa
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 176. SAH
"Saya terima nikah dan kawinnya Naomi binti......" Kalimat sakral itu menggetarkan hati Naomi dan membuatnya berdebar hingga jantung tak karuan rasa. Naomi sesak nafas mendengar kalimat tersebut. Brilly dengan lancar mengucapkan kalimat itu. Semua terasa begitu cepat dan berpihak padanya. Ya Tuhan.... Ikhlas mana yang Kau kabulkan hingga memberikan pengganti dengan mudahnya? Di masjid besar ini, Naomi terduduk dengan jarak yang cukup jauh dari pria yang kini tengah mengucapkan kalimat sakral untuknya. Air mata kebahagiaan keluar tanpa bisa dia hindarkan. Genggaman tangan Naomi begitu kuat memegang telapak tangan Mami. Dia memejamkan kedua mata dan menunduk. Rasa syukur terucap kala kata sah menggema. "Alhamdulillah...." "Alhamdulillah," ucap Naomi kemudian menganggukkan kepala dan mengambil ujung tisu untuk menahan air matanya. "Selamat ya, Nak. Mami doakan kamu bahagia, Sayang." Naomi menoleh kemudian memeluk Mami. Semua di luar dugaan. Naomi pikir akan ada aca
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 175. Mendadak
Apa yang dikatakan oleh Brilly itu benar adanya. Sebuah perkataan Brilly yang akan menikahi Naomi besok. Hal itu sangat membuat Naomi terkejut. Dia tidak pernah berpikir kalau akan menikah diwaktu yang sangat amat cepat . Naomi diberikan waktu menjanda benar-benar hanya dalam waktu hitungan bulan. Hanya untuk menuntaskan masa iddah saja. Memang sejak awal, percintaannya dengan Brilly sangat mendadak. Semua yang berkaitan dengan Brilly selalu mendadak. Mendadak jadi dekat, mendadak dibela, mendadak diperhatikan, mendadak disayang, mendadak ditinggal, sampai mendadak dilamar dan sekarang mendadak pula dinikahinya. Naomi yang merasa baru saja terpejam sudah harus kembali terjaga kala suara ketukan di pintu kamarnya begitu sangat mengusik raga. Naomi yang semula masih bergelut dengan mimpi tiba-tiba harus bangun karena panggilan dari seseorang. "Iya, sebentar!" seru Naomi dengan suara yang terdengar lemas. Naomi beranjak dari tidurnya. Dia masih sangat mengantuk sekali. Langk
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: Bab 174. Melamar
"Kamu diajak jalan-jalan? Kenapa nggak ikut?" Deg Naomi terkejut, baru saja keluar dari kamar mandi, sudah diteror pertanyaan dari seseorang yang selama ini mengganggu pikirannya. Naomi mengusap dada kemudian melangkah menuju lemari pakaian. Dia lebih dulu mengambil pakaian ganti seraya memikirkan dari mana Brilly tau tentang pesan itu. "Aku nggak mau buat kamu cemburu. Kenapa sich, Kak? Harusnya kamu lebih tenang. Eh iya, tau dari mana?" tanya Naomi kemudian berbalik menatap Brilly. Kedua alisnya menukik memeluk pakaian ganti. Namun tidak ada jawaban dari Brilly membuat Naomi memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamar mandi. "Mau kemana?" "Pakai pakaianku dulu, Kak." "Kenapa jauh-jauh? Di sini saja bisa." Naomi menoleh dan menghentikan langkahnya setelah mendengar apa yang Brilly katakan. Dia menggelengkan kepala dan kembali melangkah masuk kamar mandi. "Nggak mau ah! Kamu lagi mode gragas soalnya." BRAAAKK Naomi menutup pintu kamar mandi dengan rapat
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: Bab 173. Lamar Aja!
"Naomi..." "Mami..." Naomi memeluk Mami sesampainya dia di rumah. Rumah yang biasa sepi mendadak ramai kembali. Bahagia sekali Naomi melihat keberadaan Mami, Daddy dan tentunya Brilly. Sepertinya bukan hanya dia saja yang bahagia tetapi Gwen pun sama. Gwen terlihat amat sangat bahagia sekali hingga tak ingin lepas dari Daddy. "Maafkan Mami ya, Nak. Mami bukannya nggak mau mengabari kamu tapi katanya Brilly mau ngasih kejutan. Ya sudah Mami nurut aja." "Iya nggak apa-apa, Mi. Kejutannya berhasil kok, Mi. Ngejut banget pokoknya, Mi. Kak Brilly sukses buat aku menangis setiap malam. Nggak nyangka aku juga kalau Kak Brilly sampai begitu." Naomi merenggangkan pelukannya pada Mami dan menoleh ke arah Brilly yang hanya diam memperhatikannya dengan kedua tangan menyilang di dada. "Kalau begitu pantasnya aku ambekin atau gimana, Mi?" tanya Naomi yang kemudian berdecak mendengar itu. "Kalau kaya Mami sich langsung minta lamar aja, Naomi. Pas tiga bulan langsung menikah.
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: Bab 172. Sayang, ampun!
"Hah? Aku nggak nakal. Aku masih ingat kamu. Aku juga nggak terima dia. Kami memang sering bertemu tetapi itu kebutuhan anak-anak. Bukan karena urusan orang tuanya," elak Naomi kemudian melangkah mundur sedikit memberi jarak untuk menjelaskan pada Brilly. "Kakak juga kenapa nggak ngabarin aku? Aku menghubungi Kakak, Mami, Daddy, sampai aku datang ke kantor Kakak untuk mendatangi Gani. Katanya Kakak sakit parah, tapi aku lihat Kakak malah sudah sembuh total. Kakak bisa berjalan. Kakak berdiri gagah. Kakak sengaja membohongi aku?" "Kenapa memangnya? Salah kalau aku ingin memberikan kejutan untukmu dan sengaja mengetes kesetiaanmu, hhm?" "Jadi Kakak nggak percaya sama aku? Kak Brilly nggak percaya kalau aku setia di sini nunggu Kakak? Iya? Kakak pikir aku mudah tergoda dengan laki-laki lain?" cecar Naomi. Mereka baru bertemu tetapi berujung ribut. Betul-betul seperti Tom and Jerry. Jauh dicari setelah dekat malah debat dan semua itu berawal dari rasa cemburu serta adanya oran
Last Updated: 2026-06-05
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status