author-banner
weni3
weni3
Author

روايات بقلم weni3

TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA

TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA

"Istriku memiliki penyakit langka. Jika kamu bisa menakhlukkan dan menyembuhkannya, maka aku akan berikan sepuluh miliar untukmu!" Bejo yang baru kerja tiga hari bekerja di rumah itu sebagai sopir pribadi pun nampak terkejut dengan apa yang diperintahkan oleh Tuan rumah. "Bagaimana caranya, Tuan?" "Bercintalah dengannya!"
قراءة
Chapter: Bab 182. Pahit
Mila termangu mendapatkan pertanyaan darinya. Istri dari Saka itu tengah menginjak ujung jurang yang bisa membuat wanita itu dengan mudah jatuh jika tidak segera dia tarik kembali. Namun Bejo berharap dengan apa yang dia sampaikan membuat Mila paham dan tak tergiur dengan penawaran itu. "Iya ya, Jo. Kalau memang Tama mengkhianati Mas Saka yang sudah bertahun-tahun menjadikannya tangan kanan, bisa jadi menusukku juga. Tidak mungkin Tama mengatakan itu tanpa tujuan." Mila memejamkan kedua mata sedangkan dia menyeringai mendengar apa yang Mila sampaikan. Tanpa banyak menjelaskan Mila sudah paham apa yang ia maksud. "Tidak usah dipikirkan lagi! Ini saya bawakan makanan buatan Bibi dan juga sabun-sabun milik Nyonya siapa tau mau mandi." "Makasih banyak ya, Jo. Udah bayar rumah sakit? Tadi kamu pulang ada Mas Saka nggak?" tanya Mila dan Bejo menganggukkan kepala. "Ada Tuan tadi, Nya. Cuma ya gitu, Tuan sibuk dan nggak bisa datang katanya. Mungkin besok atau lusa. Jika tidak hari in
آخر تحديث: 2026-08-25
Chapter: Bab 181. Badaz
"Nyonya kecapekan, stress juga, hingga membuat kondisi tubuh Nyonya lemah. Saya tidak menghubungi Tuan karena semalam panik dan tidak sempat membawa hape juga dompet." "Sudah bisa pulang? Saya tidak bisa ke rumah sakit. Kalau di rumah masih bisa melihat tetapi kalau sudah di sana, saya tidak bisa mampir karena ada meeting penting hari ini." "Baik, nanti saya akan sampaikan pada Nyonya. Kebetulan Nyonya menanyakan anda dan mencari anda. Kalau untuk kepulangan Nyonya, saya belum tau." "Katakan saja saya sibuk!" sahut Saka hingga Bibi yang ada di sana nampak tercengang mendengar jawaban dari sang majikan. Terlihat Saka pun segera pergi dari hadapan mereka dan Bejo tersenyum getir mendapati itu. "Sekarang paham 'kan Bi? Masih mau membela Tuan?" tanyanya dan Bibi menganggukkan kepala. "Iya ya, Jo. Ya ampun padahal Nyonya sakit tapi Tuan nggak ada panik-paniknya sama sekali. Bibi yang mendengar Nyonya sakit aja agak syok. Ini kok sama sekali nggak ada tanggapan apa-apa. Tuan tuh
آخر تحديث: 2026-08-25
Chapter: Bab 180. Sakit
"Pasien mengalami keguguran di usia kandungan yang memasuki empat minggu. Ini disebabkan karena pasien terlalu stres atau terjadinya kelainan pada janin." DEG Bejo menarik nafas dalam mendengar apa yang dokter sampaikan. Jadi.... Bejo sampai sulit membuka suara, bibirnya kelu untuk berucap dan mendadak sulit menelan salivanya. Entah kenapa, ada sudut hatinya yang merasa gagal saat mendengar ini. Gagal menjaga, gagal membahagiakan, gagal membuat Mila bahagia walaupun di dalamnya akan ada kehancuran yang wanita itu Terima saat kedapatan bukan mengandung anak Saka. "Saya harap saat menyampaikan pada pasien nanti lebih hati-hati dan pelan-pelan saja karena mental pasien sedang down saat ini. Kalau begitu, silahkan selesaikan administrasinya agar pasien bisa segera dipindahkan ke ruang rawat inap!" "Baik, Dok." Masih basah, bukan hanya pakaiannya saja tetapi juga hatinya mendadak seperti tersiram air hingga ikut kedinginan. Bejo kembali menarik nafas dalam dan memijit peli
آخر تحديث: 2026-08-24
Chapter: Bab 179. Pendarahan
Bejo menghela nafas panjang setelah menjatuhkan bokongnya di salah satu kursi. Dia diam menatap pohon yang bergoyang disapu oleh angin malam yang kencang. Sssrrrppp.... Akh.... Seruputan panjang begitu sangat nikmat terasa kala kopi buatannya sudah melewati tenggorokan. Manis, pahit, seperti hidupnya yang terkadang manis dan terkadang seperti memakan barang brotowali. Hanya saja memang dia tak pernah mengeluhkan apapun. Satu puntung rokok menemaninya. Jarang-jarang memang dan itu menandakan kalau beban di kapalanya yang harus dia pikirkan cukup besar. Bejo menyandarkan tubuhnya di dinding samping rumah. Setiap sesapan nikotin yang masuk ke dalam mulut dan keluar melintasi hidungnya begitu sangat dia nikmati sampai dimana rintik hujan tiba-tiba turun membasahi bumi. "Tumben hujan, udah lama banget padahal nggak ujan. Wangi banget lagi," gumamnya. Cuaca semakin syahdu tetapi lama-lama tak bisa kalau dia tetap di sana. Bulir air yang jatuh mengenai kakinya membuat dia m
آخر تحديث: 2026-08-24
Chapter: Bab 178. Cerdas!
"Kamu tuh bicara apa sih, Jo? Air mata aku langsung surut tau nggak denger kamu ngomong begitu." Mila mengusap air mata seraya menatapnya dengan sangat kesal. Wanita itu pun nampak tak suka dengan pertanyaannya mengenai Bapak mertua. "Lagian sedihnya beda aja. Terus selesai ngomongin Bapak mertua. Eh kejer banget. Apa nggak pikirannya kemana-mana saya, Nya." "Nggak benget pertanyaan kamu!" sahut Mila kemudian menarik diri darinya. Namun Bejo santai saja menaggapi itu. Bejo mengusap air mata Mila membantu wanita itu menyurut kesedihan. Itu yang sebenarnya menjadi tujuan Bejo juga. Selain memang asal bertanya, Bejo juga tidak ingin Mila larut dalam kesedihan. "Apa masih sakit bokongnya, Nya?" tanyanya dengan sangat perhatian sekali. "Lumayan sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Makasih ya, Jo." "Sama-sama." "Tapi aku nggak habis pikir, segitunya Mamah sama aku. Sedih tapi lebih ke benci sama beliau." "Bukannya bagus ya, Nya? Siapa tau setelah ini Nyonya bisa hamil." "Ta
آخر تحديث: 2026-08-24
Chapter: Bab 177. Suka Nggak?
"Mamah kenapa, Pah?" "Sakit perut. Keracunan makanan, lagian apa-apa nggak dilihat dulu. Main makan aja," jawab Papah sarkas sekali membuat Mamah berdecak lirih mendengar itu. Saka melirik Mamahnya tetapi ditahan oleh Papah. Langkah Saka pun terhenti kemudian menoleh pada Papah dan mundur agar tak terdengar Mamah. "Ada apa, Pah?" "Kenapa langsung ke sini? Kenapa nggak pulang ke rumah Istrimu? Apa kamu sudah melihat bagaimana keadaannya? Dia pulang dalam keadaan yang lemah dan wajah yang pucat. Papah hubungi sejak tadi tetapi tidak ada jawaban dari Mila." Terlihat gurat kekhawatiran dari wajah papah yang begitu nyata dan Saka hanya menghela nafas berat melihat itu. Saka diam tak menanggapi dan itu membuat papah berlaku tegas pada putra beliau. "Kamu itu kalau sudah tidak suka, maka lepaskan! Jangan kamu buat Mila menderita! Papah lihat kamu itu sama sekali tidak perhatian lagi dengan istrimu. Kamu tuh maunya apa, Saka? Kasihan Mila, Saka!" "Hanya sedikit ada masalah r
آخر تحديث: 2026-08-23
RANJANG PANAS KAKAK IPAR

RANJANG PANAS KAKAK IPAR

Zoya tak menyangka dirinya akan terbangun di atas ranjang yang sama dengan kakak iparnya, Gama, usai pesta perusahaan semalam. Usahanya untuk menjauhi Gama pun terasa sulit, apalagi ketika sikap Zein, suaminya yang kasar, justru semakin menjadi-jadi. Di sisi lain Gama menawarkan kenyamanan yang tidak pernah Zoya dapatkan sebelumnya. "Berhenti mendekatiku, Kak! Aku sudah bersuami!" "Tidak ada yang bisa kau harapkan dari laki-laki kasar seperti Zein, Zoya!" Zoya tahu ini salah, tapi bagaimana bisa ia melepaskan diri dari Gama saat pria itu berkata akan merebutnya dari Zein?
قراءة
Chapter: Bab 210. Sibuk
Gama mendesah kasar saat melihat Dito datang dengan siapa. Baru saja Gama tiba sudah dibuat bete dengan adanya wanita yang sangat dibenci olenya. Pria itu melangkah masuk ke dalam kantor tanpa menyapa keduanya hingga Dito buru-buru menyusul nya. "Pagi, Tuan." "Siang!" sahut Gama tanpa menoleh ke arah Dito. Gama dengan gagah melangkah dan melirik Dito yang terus membuntuti. "Katamu pendarahan tapi kamu bawa dia ke kantorku. pendarahan dimana maksudmu? Di ranjang?" tanya Gama dengan nada sewot dan Asisten Dito menggaruk keningnya. "Tapi memang kami habis dari rumah sakit, Tuan. Tidak keburu jika saya harus mengantarnya pulang dulu." "Saya tidak mau tau. Dia tidak boleh naik ke lantai saya! Suruh wanitamu itu menunggu di lobby!" perintah Gama sebelum masuk ke dalam lift dan Dito menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap Sena yang sedang mengikuti pria itu. Dito terpaksa tidak ikut masuk ke dalam lift bersama Gama karena Gama juga tidak sudi dengan adanya Sena.
آخر تحديث: 2025-11-05
Chapter: Bab 209. Urusan Kelamin
"Bicaramu, Mas! Tidak ada filternya sama sekali. Ayo aku bantu rapikan dulu!" Zoya pun merapikan penampilan suaminya. Dari pakaian sampai rambut pun Zoya manjakan. Gama benar-benar terima jadi saja. Pria itu sangat beruntung sekali memiliki istri yang sangat perhatian. "Jadi aku beneran di rumah sama Bibi?" tanya Zoya lagi. Entah hawanya ingin ikut saja tetapi di rumah nanti malam masih ada pengajian. Pastinya akan ada persiapan juga walaupun bisa pesan tetapi tetap saja harus dikerjakan dan segera dirapikan. "Iya, Sayang. Aku tidak ingin kamu lelah." Gama mengecup kening sang istri kemudian duduk dan mengenakan sepatu sedangkan Zoya segera mengenakan pakaiannya. Zoya memberikan.sedikit make up di wajahnya agar lebih fresh kemudian mendampingi Gama untuk sarapan. Terlihat ada Bibi Santi yang nampak sedang sibuk menyajikan makanan untuk mereka. "Bibi jangan repot-repot! Maaf Zoya baru turun, Bi." "Tidak apa, Nak. Ini Bibi sudah biasa. Ayo sarapan dulu!" ajak Bibi de
آخر تحديث: 2025-11-03
Chapter: Bab 208. Pecah Perjaka
Pagi ini di kediaman rumah Atmanegara. Gama terjaga lebih dulu dari pada sang istri. Yang dilakukan pria itu pertama kali adalah mengecup kening sang istri seraya mengusap perut Zoya. Gama beranjak dari sana kemudian melangkah menuju kamar mandi. Namun sebelum langkah Gama masuk, notifikasi pesan membuat pria itu menghentikan langkah dan meraih ponsel tersebut. [Saya hari ini ke kantor agak telat, Tuan. Maaf...] "CK, bisa saja kelakuannya. Dia yang enak dia juga yang semaunya." [Meeting pagi ini tidak bisa ditunda. Sebelum aku sampai kamu sudah harus tiba di kantor. Jangan sibuk dengan wanitamu saja! Apa kejadian semalam membuatmu pecah perjaka hingga tak bisa jalan? Jangan seperti perempuan kamu, Dito!] Send Dito. Setelah itu Gama pun kembali meletakkan ponsel di atas nakas dan masuk kamar mandi. Di saat pintu tertutup, Zoya membuka mata dan mulai menggeliat dari tidurnya. Zoya mengucak kedua mata kemudian melirik keberadaan Gama di sampingnya tetapi tidak dia temukan pria
آخر تحديث: 2025-11-03
Chapter: Bab 207. Aku Tidak Tahan
Dito yang dulu bisa menahan sekarang lagi mampu membendung rasa inginnya. Dito tetaplah pria yang memiliki sejuta hasrat. Sayangnya Dito hanya bergairah pada Sena. Wanita pertama dan satu-satunya yang dianggap paling cantik. Maka malam ini, Sena ada dalam genggaman Dito yang begitu sangat menginginkan. Wanita itu dibuat meringis dan kesakitan saya masuknya Dito di saat sudah sama-sama menginginkan. "Kamu masih perawan, Sena?" "Kamu pikir aku sudah bermain terlalu jauh?" "Tidak mungkin wanita sepertimu belum pernah." "Pernah, tetapi tidak sampai seperti ini dan kamu yang pertama. Kamu yang membuat aku meminta, Dito!" kata Sena dengan suara yang terdengar manja dan wajah sangat ingin memicu hasrat Dito untuk melakukan lebih. "Jangan ditahan! Lepaskan saja! Kamu pantas mendapatkan ini semua, Sena." "Benar begitu, Dito? Maka aku akan membuat diriku menjadi satu-satunya yang kamu mau. Jangan gila dengan wanita lain, Dito! Kamu sudah mengacak-acak aku!" "Tidak asal k
آخر تحديث: 2025-11-03
Chapter: Bab 206. Lebih Dalam +++
"Nanti dulu! Jangan rusuh, Dito! Akh.... Tangan kamu astaga..." Sena sudah tak bisa diam. Tubuh wanita itu menggeliat kala bagian paling sensitif disentuh dan dipermainkan oleh Dito. Pria itu belum pernah tetapi sangat pro sekali membuai wanita. Terbukti dengan Sena yang dibuat tak berdaya sampai desahan yang keluar dari mulut wanita itu terdengar semakin liar. "Akh yess, lebih dalam. Enak Dito." Lama -lama candu juga. Tubuh Sena seperti gelombang yang beraturan kala merasakan jemari Dito bergerak sangat nakal. Akh suka! Itulah yang Sena selalu gumamkan dan di setiap kata yang terucap selalu keluar kata sensitif yang membuat Dito semakin horny. "Ssttt...." "Suka?" "Munafik jika tidak. Kamu membuatku tambah tidak waras, Dito. Aku minta tolong jangan hentikan!" Dito menyeringai mendengar permintaan dari Sena. Laki-laki mana yang tidak menginginkan lebih jika melihat wanitanya tidak mau dilepas begini. Sena semakin membuka kaki hingga tak perduli akan apapun. Sena me
آخر تحديث: 2025-10-31
Chapter: Bab 205. Memainkan Jarinya +++
Brugh Dito mendorong Sena hingga ambruk di ranjang. Pria itu menyeringai menatap Sena yang menatap was-was. Kedua tangan Sena meremas sprei dengan kuat dan bergerak mundur. "Dito aku belum siap melakukan itu lagi! Jangan ganggu aku!" kata Sena membuat Dito menyeringai mendengar itu. Dito pun membuka ikat pinggang kemudian naik ke ranjang. Kedua kaki mengkukung tubuh Sena dan mengunci pergerakan wanita itu. "Apa kamu tidak merindukan sentuhanku Sena?" "Kamu menjelma seperti singa jika berdua bersamaku, Dito!" Benar, Dito berubah menjadi seperti singa kelaparan saat bersama dengan Sena. Entah ada daya tarik apa pada wanita itu tetapi sejak awal bertemu, memang Sena yang mampu meluluhkan hati Dito. Terlebih Dito yang belum pernah memiliki kekasih dan tidak pernah mencintai seorang wanita. Hal pertama memang hanya Sena yang memberikan tantangan dan godaan, maka jangan heran jika Dito begitu sangat tak tahan jika melihat Sena. "Karena kamu yang pertama." Kedua mata Sena
آخر تحديث: 2025-10-29
TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR

TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR

Naomi tersenyum miris kala melihat suaminya bermain gila dengan wanita yang tak sepadan dengannya. Mereka saling bertukar peluh di rumah yang menjadi tempatnya untuk pulang. Hancur? Tentu saja! Namun, alih-alih balas dendam, Naomi justru terjebak cinta terlarang dengan pria yang tak semestinya. Akankah Naomi tetap bertahan mengikuti permainan suaminya atau justru terperangkap akan kisah yang tak sengaja?
قراءة
Chapter: Bab 177. Tamat
Dada Naomi naik turun kala dirinya mendarat di ranjang. Mana kamar utama yang ingin dia lihat? Saat ini, seolah bukan itu yang menjadi hal utama karena Brilly tengah berada di atas tubuhnya, mengkukungnya dengan posesif. Mungkin penampilan Naomi pun sudah tak beraturan lagi sekarang. Namun rupanya Brilly tak memikirkan itu. Tatapan mata penuh cinta dan rasa ingin dapat Naomi lihat dengan jelas dari kedua mata Brilly. "Kak kamu mau apa? Katanya mau mengajakku melihat kamar? Kenapa malah posisinya begini?" tanya Naomi lirih kemudian menggigit bibir bawahnya. Perasaan Naomi tak menentu. Jantung semakin berdebar kencang dan nafas mulai memburu kala kecupan dari Brilly dia rasakan di lehernya. Naomi mendongak mendapati itu. Kedua matanya terpejam dan tubuhnya melengkung menantang. "Aku merindukanmu, Sayang." "Apa itu tidak buru-buru namanya, Kak?" "Tentu saja tidak, kamu sudah menjadi milikku sekarang. Melihat kamar dan room tour bisa nanti tapi yang ini sudah tidak bisa
آخر تحديث: 2026-06-10
Chapter: Bab 176. SAH
"Saya terima nikah dan kawinnya Naomi binti......" Kalimat sakral itu menggetarkan hati Naomi dan membuatnya berdebar hingga jantung tak karuan rasa. Naomi sesak nafas mendengar kalimat tersebut. Brilly dengan lancar mengucapkan kalimat itu. Semua terasa begitu cepat dan berpihak padanya. Ya Tuhan.... Ikhlas mana yang Kau kabulkan hingga memberikan pengganti dengan mudahnya? Di masjid besar ini, Naomi terduduk dengan jarak yang cukup jauh dari pria yang kini tengah mengucapkan kalimat sakral untuknya. Air mata kebahagiaan keluar tanpa bisa dia hindarkan. Genggaman tangan Naomi begitu kuat memegang telapak tangan Mami. Dia memejamkan kedua mata dan menunduk. Rasa syukur terucap kala kata sah menggema. "Alhamdulillah...." "Alhamdulillah," ucap Naomi kemudian menganggukkan kepala dan mengambil ujung tisu untuk menahan air matanya. "Selamat ya, Nak. Mami doakan kamu bahagia, Sayang." Naomi menoleh kemudian memeluk Mami. Semua di luar dugaan. Naomi pikir akan ada aca
آخر تحديث: 2026-06-10
Chapter: Bab 175. Mendadak
Apa yang dikatakan oleh Brilly itu benar adanya. Sebuah perkataan Brilly yang akan menikahi Naomi besok. Hal itu sangat membuat Naomi terkejut. Dia tidak pernah berpikir kalau akan menikah diwaktu yang sangat amat cepat . Naomi diberikan waktu menjanda benar-benar hanya dalam waktu hitungan bulan. Hanya untuk menuntaskan masa iddah saja. Memang sejak awal, percintaannya dengan Brilly sangat mendadak. Semua yang berkaitan dengan Brilly selalu mendadak. Mendadak jadi dekat, mendadak dibela, mendadak diperhatikan, mendadak disayang, mendadak ditinggal, sampai mendadak dilamar dan sekarang mendadak pula dinikahinya. Naomi yang merasa baru saja terpejam sudah harus kembali terjaga kala suara ketukan di pintu kamarnya begitu sangat mengusik raga. Naomi yang semula masih bergelut dengan mimpi tiba-tiba harus bangun karena panggilan dari seseorang. "Iya, sebentar!" seru Naomi dengan suara yang terdengar lemas. Naomi beranjak dari tidurnya. Dia masih sangat mengantuk sekali. Langk
آخر تحديث: 2026-06-08
Chapter: Bab 174. Melamar
"Kamu diajak jalan-jalan? Kenapa nggak ikut?" Deg Naomi terkejut, baru saja keluar dari kamar mandi, sudah diteror pertanyaan dari seseorang yang selama ini mengganggu pikirannya. Naomi mengusap dada kemudian melangkah menuju lemari pakaian. Dia lebih dulu mengambil pakaian ganti seraya memikirkan dari mana Brilly tau tentang pesan itu. "Aku nggak mau buat kamu cemburu. Kenapa sich, Kak? Harusnya kamu lebih tenang. Eh iya, tau dari mana?" tanya Naomi kemudian berbalik menatap Brilly. Kedua alisnya menukik memeluk pakaian ganti. Namun tidak ada jawaban dari Brilly membuat Naomi memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamar mandi. "Mau kemana?" "Pakai pakaianku dulu, Kak." "Kenapa jauh-jauh? Di sini saja bisa." Naomi menoleh dan menghentikan langkahnya setelah mendengar apa yang Brilly katakan. Dia menggelengkan kepala dan kembali melangkah masuk kamar mandi. "Nggak mau ah! Kamu lagi mode gragas soalnya." BRAAAKK Naomi menutup pintu kamar mandi dengan rapat
آخر تحديث: 2026-06-06
Chapter: Bab 173. Lamar Aja!
"Naomi..." "Mami..." Naomi memeluk Mami sesampainya dia di rumah. Rumah yang biasa sepi mendadak ramai kembali. Bahagia sekali Naomi melihat keberadaan Mami, Daddy dan tentunya Brilly. Sepertinya bukan hanya dia saja yang bahagia tetapi Gwen pun sama. Gwen terlihat amat sangat bahagia sekali hingga tak ingin lepas dari Daddy. "Maafkan Mami ya, Nak. Mami bukannya nggak mau mengabari kamu tapi katanya Brilly mau ngasih kejutan. Ya sudah Mami nurut aja." "Iya nggak apa-apa, Mi. Kejutannya berhasil kok, Mi. Ngejut banget pokoknya, Mi. Kak Brilly sukses buat aku menangis setiap malam. Nggak nyangka aku juga kalau Kak Brilly sampai begitu." Naomi merenggangkan pelukannya pada Mami dan menoleh ke arah Brilly yang hanya diam memperhatikannya dengan kedua tangan menyilang di dada. "Kalau begitu pantasnya aku ambekin atau gimana, Mi?" tanya Naomi yang kemudian berdecak mendengar itu. "Kalau kaya Mami sich langsung minta lamar aja, Naomi. Pas tiga bulan langsung menikah.
آخر تحديث: 2026-06-06
Chapter: Bab 172. Sayang, ampun!
"Hah? Aku nggak nakal. Aku masih ingat kamu. Aku juga nggak terima dia. Kami memang sering bertemu tetapi itu kebutuhan anak-anak. Bukan karena urusan orang tuanya," elak Naomi kemudian melangkah mundur sedikit memberi jarak untuk menjelaskan pada Brilly. "Kakak juga kenapa nggak ngabarin aku? Aku menghubungi Kakak, Mami, Daddy, sampai aku datang ke kantor Kakak untuk mendatangi Gani. Katanya Kakak sakit parah, tapi aku lihat Kakak malah sudah sembuh total. Kakak bisa berjalan. Kakak berdiri gagah. Kakak sengaja membohongi aku?" "Kenapa memangnya? Salah kalau aku ingin memberikan kejutan untukmu dan sengaja mengetes kesetiaanmu, hhm?" "Jadi Kakak nggak percaya sama aku? Kak Brilly nggak percaya kalau aku setia di sini nunggu Kakak? Iya? Kakak pikir aku mudah tergoda dengan laki-laki lain?" cecar Naomi. Mereka baru bertemu tetapi berujung ribut. Betul-betul seperti Tom and Jerry. Jauh dicari setelah dekat malah debat dan semua itu berawal dari rasa cemburu serta adanya oran
آخر تحديث: 2026-06-05
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status