
TURUN RANJANG
Valery harus menelan pil pahit di hari pernikahannya Samuel meninggal karena serangan jantung. Samuel yang sangat menyayangi Valery dan tahu umurnya kapan saja akan berakhir membuat surat wasiat agar adiknya Kenneth menggantikannya sebagai penggantinya. Kenneth terpaksa menjadi suami pengganti. Tanpa Valery ketahui jika Kenneth yang bersikap dingin, jutek dan kurang bersahabat di awal pertemuan mereka memiliki banyak rahasia. Kenneth memiliki syndrom yang takut bersentuhan dengan orang lain, meskipun disentuh keluarganya sendiri. "Aku bersedia menjadi suamimu karena wasiat kakakku agar menikahi mu. Tapi, jangan berharap aku akan menjadi suami seperti umumnya!" ucap Kenneth. "Baiklah, aku akan mengingatnya. Aku pun bersedia menikah denganmu karena tidak mau membuat orang tuaku mendapatkan malu. Jadi, mari kita sepakati pernikahan ini untuk kepentingan masing-masing!" jawab Valery. "Sepakat. Perlu kamu tahu, hanya butuh satu tahun saja. Setelah itu kita bercerai," jawab Kenneth. "Hah, baru beberapa menit saja kita menikah. Kau sudah membahas perceraian," gumamnya.
Read
Chapter: TUBUH BEREAKSI ANEHKenneth memasuki ruang kerjanya dengan raut wajahnya yang terlihat kesal, napasnya sedikit memburu. "Dia ngomong apaan sih? sembarangan saja bilang begitu," gerutunya sambil melonggarkan dasinya yang seolah mencekik lehernya. Tentu saja Kenneth sedang memaki dokter Richard. Bukan perkara jawabannya yang menurutnya ambigu, Kenneth pun menyadari adanya sesuatu yang berbeda di hatinya semenjak bertemu dengan Valery. Tapi, dia merasa kesal meskipun yang diucapkan dokter Richard benar adanya. Kenneth pun duduk kemudian menyandarkan punggungnya ke kursi dan membiarkan kepalanya mendarat di bagian atas kursi hingga wajahnya menengadah ke atas. Pandangannya mengarah ke langit-langit ruangan itu. Kenneth memutar kursinya. Kemudian memejamkan kedua matanya. Dia memikirkannya, sesuatu yang akhir-akhir ini mengubahnya terutama emosinya. Rasa kesal yang datang tiba-tiba saat melihat Valery menangisi kakaknya dan rasa pedulinya yang berlebihan pada Valery. Padahal sebelumnya dia tidak perna
Last Updated: 2026-06-12
Chapter: TURUN RANJANG 12Kenneth melangkahkan kakinya memasuki kamar. Sepulang dari TPU, Kenneth bersama sekretaris James dan pengacara Yerik di ruang kerja. Di perjalanan pulang pun, Kenneth tidak berbicara sepatah katapun. Meskipun beberapa kali melirik Valery yang terlihat kedinginan. Mereka basah kuyup, sialnya di mobil tidak ada baju ganti. Payung yang seharusnya menghindarkannya dari hujan tidak berfungsi malah ditinggalkan begitu saja di area pemakamanl. Kita kembali ke Kenneth yang berdiri menatap Valery. Seperti biasa, Valery tidur nyenyak. Padahal beberapa jam lalu terlihat menangis dan sedih di pemakaman Samuel. Moodnya cepat berubah. “Gadis aneh,” gumamnya. Kenneth pun memutar hendak ke sofa. Dia masih belum nyaman tidur bersama Valery. Kenneth memilih tidur di sofa, di manapun Kenneth tidur asalkan satu kamar dengan Valery mencegah kecurigaan mata-mata Samuel melapor ke pengacara Yerik mengenai hubungan mereka. “Jangan tinggalkan aku, Samuel!” Valery mengigau sambil menangis. “Aku tida
Last Updated: 2026-04-23
Chapter: TURUN RANJANG 11“deg deg deg!” Kenneth merasakan jantungnya berdetak kencang, reaksi dari pelukan Valery. Tak hanya memeluknya, Valery tanpa ragu membenamkan wajahnya meminta perlindungan dari rasa takut suara petir yang bergemuruh keras. Kenneth diam membeku keningnya mengerut, Kenneth merasa aneh. Biasanya, saat orang lain menyentuhnya. Kepalanya langsung pusing, pandangannya menggelap, keringat dingin bercucuran dan perutnya mual. Akal sehatnya pun menghilang, dalam benaknya terlintas ketiga pria sedang menyentuhnya. Kenneth seolah sedang mengalami kejadian buruk itu. Reaksi ekstrim itu tidak Kenneth rasakan. Padahal Valery memeluknya dengan erat membuat getaran hebat yang Kenneth pahmi. Air liurnya Tiba-tiba memproduksi lebih banyak membuat kerongkongannya bergerak menelannya. Kenneth tidak menyalahkan Valery ketakutan karena curah hujan semakin deras disertai kilatan petir bersama gemuruhnya yang keras. Sikap yang wajar. "Kenapa aku baik-baik saja padahal Valery memelukku?" ucap batin
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: TURUN RANJANG 10“Perkenalkan saya Agustinus pengacara yang diutus Nyonya Diana mengurus proses perceraian Nona Valery dengan Tuan Kenneth,” ucapnya sambil menaruh berkas di atas meja depan Valery. Mereka duduk saling berhadapan. Sebelumnya, setelah Valery keluar dari kamarnya. Pengacara itu sudah menunggunya di ruang tamu. “...meskipun pernikahanku dengan Kenneth atas permintaan Samuel. Tanpa sepengetahuan Mami Diana. Tapi, melakukan perceraian dalam waktu yang dekat rasanya kurang tepat. Apalagi, kami masih dalam kondisi berduka,” balas Valery. “Selaku pengacara saya memberi kewenangan pada Nona mengenai kesiapan proses perceraian. Tapi, Nyonya Diana menekankan batas waktu pada Nona paling lama 6 bulan ke depan. Saya datang kesini bertujuan melengkapi dokumen-dokumen penting untuk prosesnya,” jawabnya. Valery pun berdiri karena arah pembicaranya terkesan menekan. Apalagi, pengacara Agustinus menyampaikan batas waktu yang diberikan Diana. Valery bukan boneka yang bisa dimainkan dan diatur i
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: MENCURI KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN“Aku bisa jelas…” ucap Valery dengan bibir nyengir sambil mengangkat kedua tangannya. Valery tidak menyadari dadanya semakin menekan membuat Kenneth merasakan klenger aneh. Dua benda kenyal yang dimiliki Valery mengusiknya. Kenneth secepat kilat menggulingkan tubuh Valery ke sampingnya dengan kasar. Valery menjerit kecil. Meski sudah menebak reaksinya tetap saja dia kaget. “brugh!” Suara punggung Valery jatuh ke permukaan ranjang sangat keras. “Euuh…” Valery mengaduh. Kenneth dengan cepat turun dari ranjang, tubuhnya sedikit oleng. Kenneth seharusnya tidur karena dosis obat penenang mengharuskannya tidur. Tapi terbangun oleh mimpi buruk dan reaksi alami adanya Valery di dekatnya. “Lain kali, jangan mencuri kesempatan dalam kesempitan!” Kenneth menggerutu sambil melangkah seperti orang mabuk. “Mencuri kesempatan dalam kesempitan,” gumam Valery mengulangi ucapan Kenneth. Matanya langsung membulat, setelah memahami makna ucapannya. Valery pun menengadahkan wajahnya me
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: TURUN RANJANG 8James dengan cepat menghampiri Kenneth. James melihat tangannya menjadikan kursi sebagai sandarannya. Wajahnya memucat, sorot matanya terlihat prustasi, Kenneth bahkan terlihat kesulitan bernafas. Catherine sudah diberitahu Samuel, adiknya memiliki sindrom yang tidak memperbolehkannya menyentuhnya. Catherine terlihat kebingungan.James yang sudah terbiasa menghadapi Kenneth saat sindrom-nya kambuh. Dengan cepat membuka penutup botol obat yang digenggamnya.“Ini obatnya, Pak!” ucap James sambil menyodorkan botol obat yang sudah terbuka tutupnya.Kenneth membuka telapak tangannya, James dengan cepat mengeluarkan beberapa pil ke tangannya. Catherine dengan cepat menaruh botol mineral di kursi. Catherine sudah mempersiapkan semua kebutuhan Kenneth tanpa ada sentuhan saat situasinya genting. Kenneth dengan tangan bergetar menenggak pil tersebut. Kemudian meneguk air dalam botol mineral. Baik James dan Catherine hanya menatapnya penuh iba. Kondisi Kenneth terlihat mengkhawatirkan.“Sebaik
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: JANGAN BERULAHBastian berdiri tak jauh dari ruang kelas di mana Bianca sedang mengikuti salah satu mata kuliahnya. Bastian menyandarkan punggungnya di pohon besar yang berdiri kokoh sambil menghisap batang nikotin yang dijepit kedua jemarinya. Tatapan tajamnya tak berhenti mengarah ke ruang kelas.Bastian melirik ke arah dua lelaki mengenakan seragam tak asing, bahkan Bastian mengenal keduanya. Mereka ajudan ayahnya. Bastian mengalihkan tatapannya ke arah pintu kelas, tepatnya mengabaikannya seolah tidak mengenal mereka meskipun dia tahu tujuan keduanya hendak menghampirinya.“Selamat siang tuan muda,” sapa keduanya dengan rasa hormat. Tapi, Bastian mengabaikannya. “Tuan…” ucap salah satunya.Bastian menatapnya, kolonel Erik yang memanggilnya dengan sebutan dulu sebelum namanya dipecat sebagai penerus Leonardo. “Kau memanggilku?” tanya Bastian dengan memiringkan kepalanya sambil menunjuk dirinya.Kolonel Erik dan Hamdan menatapnya ragu, meskipun mereka tahu dengan benar. Adanya konflik diantara ata
Last Updated: 2026-08-08
Chapter: KEKANAK-KANAKANSetelah Clara keluar dari kamarnya, Bastian duduk terdiam dengan punggung merapat di pintu. Meskipun sudah merelakannya, tepatnya mengusir semua rasa cintanya pada Clara. Bastian tetap manusia biasa, di lubuk hatinya yang paling dalam masih tersisa secerca rasa yang tidak bisa dihapus begitu saja, sekalipun menyakitinya. Apalagi Clara tak berhenti mengusik-nya. Bastian mendengar ketukan pintu, Bastian berdiri tegak dengan ekspresi tegas. Kemudian membukanya. Dua lelaki berpakaian serba hitam berdiri di balik pintu. Bastian yang baru sehari di kediaman Gabriel belum mengenalnya. mereka tak jauh darinya sebagai pegawai Gabriel. “Tuan Gabriel meminta kami mengantarmu menemuinya,” ucap salah satunya. Bastian tahu Gabriel pasti memanggilnya. Dia menyadari kesalahannya, kesalahan yang berhubungan dengan Bianca. Dia tidak mengelak, Bastian memiliki bukti sebagai pembelaan jika Gabriel menyalahkannya. Bastian pun mengikuti mereka. Salah satu lelaki yang berjalan di belakangnya memukul
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: GAIRAH YANG TERPENDAM“Sentuh aku, tiduri aku! buat aku hamil!” Ucapan itu membuat Bastian tergerak, Bastian menggenggam tangan Clara yang berlabuh erat di depan perutnya. Kemudian memutar hingga menghadapnya. Manik matanya yang terlihat redup. Tapi, mampu membuat jantungnya berdebar kencang. Bohong, jika Bastian sudah menghapus rasa cintanya. Sampai kapanpun nama Clara, gadis satu-satunya yang masih terukir dalam lubuk hatinya. Bastian mengapit kedua pipi tirus nan halus dengan telapak tangannya. “Apa kau serius?” Clara mengangguk pelan, wajahnya merona karena malu. Sudah begitu lama situasi seintena ini tidak mereka lakukan. “Ulangi lagi permintaanmu tadi!” ucap Bastian sambil mengangkat dagunya. Jangan tanya bagaimana tatapan Bastian. Tak hanya secerca, tapi banyak. Tatapan yang dulu sering Clara lihat, penuh godaan yang membuat Clara tak sanggup menolak. Ya, menolak Bastian mencumbunya. Clara menggigit bibir bawahnya dengan rona wajah yang masih memerah. “Jangan menggodaku! seger
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: SENTUH AKUBastian menutup pintu. Kemudian berdiri tegak menghadap gadis yang selalu mengusiknya. Bukan tanpa alasan Bastian menganggapnya begitu. Sejak pertemuan pertama Bianca tak berhenti berulah dan terakhir kalinya dia meracuni dirinya sendiri dengan meminum jus stowberi hanya ingin membuat Bastian di pecat.Bianca tidak pernah sekalipun merasa bersalah. Jangan berharap Bianca meminta maaf. Bianca malah menambah kesalahannya dengan ulah-ulahnya yang kekanak-kanakan. Tapi, yang terakhir bagi Bastian cukup berani. Jika saja Bastian telat membawanya ke rumah sakit. Dipastikan Bianca akan tewas.Bianca salah jika Bastian tidak mengetahui rencananya. Di atas ketidaktahuannya pekerjaan Bastian sebelumnya. Bianca berdiri angkuh masih memangku kedua tangannya di depan perutnya. Bianca mengangkat dagunya sambil menatap Bastian seperti majikan sedang menginterogasi bawahannya. “Kau kemana saja? bisa-bisanya menghilang kek hantu. Padahal sudah melakukan kelalaian dalam bertugas.”Bianca melihat jela
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: DIA MENUNGGUKUBastian menghampiri Shelomitha yang tertidur lemah di ranjang. Bastian menatap bahu kanannya terbalut perban. Bastian bertanya dengan nada berat, “Bagaimana keadaanmu?” Shelomita tersenyum tipis, senyum yang dipaksakan. “Kau melupakan profesiku dulu sebagai salah satu anggota…” “Berhenti ikut campur!” Potong Bastian dengan nada dingin membuat Shelomita mengatupkan mulutnya. Shelomitha memahami ucapan Bastian. Beberapa lelaki yang menyerangnya bukan berarti tidak memiliki alasan. Shelomita meretas komputer perusahaan Daniel. Tapi, ketahuan. “Segera kembali ke Paris, hiduplah dengan tenang di sana!” “Aku tidak bisa melakukannya, Tomi tidak akan meninggal dengan tenang, aku sudah berjanji padanya untuk membantumu sampai…” sanggahnya. Bastian memotong ucapannya sambil menatap tajam. “Apa kau tidak memikirkan putrimu. Gadis itu membutuhkanmu setelah kehilangan ayahnya. Tomi jauh tidak tenang jika kau mengabaikannya.” “Claudia gadis kecil yang sangat pengertian,” tepisnya. “Jan
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: DIA MENGABAIKAN KU KARENA WANITA LAINClara menjawab sambil menatap cemas bibirnya, senyum yang dipaksakan, “Barusan aku meminta Syahnaz menyiapkan beberapa dokumen.”Syahnaz, gadis malang yang dijadikan kambing hitam merupakan asistennya. Daniel mengangkat tangan kanannya ke arah pipi mulusnya mengusapnya dengan lembut, Clara masih menatapnya penuh cemas. Sikapnya tak bisa membohongi ketakutannya, Clara semakin menggenggam erat ponselnya.Ekspresi psycho yang sempat dilihatnya 5 tahun lalu tampak jelas di depan matanya. Sisi lain Daniel yang disembunyikannya dari semua orang kembali diperlihatkan karena orang yang sama yakni Bastian. 5 tahun lalu, saat Clara dirundung kesedihan yang mendalam karena kekasih hatinya yang hendak menikahinya menjadi terpidana dengan tuntutan hukuman mati. Clara yang merupakan putri kedua dari pengusaha ternama mendapatkan tekanan memutuskan hubungannya. Steven William, ayahnya menekannya agar melanjutkan rencana pernikahan dengan lelaki lain tak lain Daniel. Steven William dan Gabriel Moze
Last Updated: 2026-08-01