author-banner
Nandreans
Nandreans
Author

Novels by Nandreans

Bukan Cinta Buta

Bukan Cinta Buta

Tami dan Juna memulai pernikahan mereka dengan selembar surat kontrak, akankah keduanya bisa memulai hubungan serius ke depannya? Demi uang pengobatan sang ibu, Tami rela menikah dengan pria kaya yang arogan. Di sisi lain, Arjuna sangat mencintai kekasihnya, Viviane, namun karena sebuah alasan dia terpaksa meninggalkan gadis itu dan menikah dengan orang lain.
Read
Chapter: Bagaimana?
Tami dan Juna saling menatap satu sama lain. Mereka tentu tidak pernah menyangka jika Ruben akan senekad itu. Mengirimkan foto dirinya dan Asya kepada Nyonya Anggara? Apa yang sebenarnya diinginkan oleh pria itu? Apakah dia memang berniat membunuh sandiwara Tami dan Juna?"Mama kayaknya nggak bakal semudah itu percaya deh, Mas." Tami menyeka keringat dingin yang membasahi tubuhnya. "Bagaimanapun juga, setelah ini Mama pasti akan mencari tahu semuanya dengan jelas. Maksudku, siapa sih orang yang bakal dengan tegas mempercayai berita kayak begini?"Juna yang menyetir mobil akhirnya menghela napas panjang. "Kamu benar, Tam.""Terus, kita harus gimana, Mas?""Bagaimana kalau kita datangi saja dia?" "Kalau menurutku jangan." Tami menjawab dengan tegas. "Ruben yang sekarang bukan Ruben yang dulu aku kenal. Dia sudah sepenuhnya disetir oleh Gina.""Maksudmu?""Mas Jun," Tami menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kamu mungkin akan menganggap ini omong kosong tapi dia adalah pria yang bodoh. Ruben
Last Updated: 2023-06-21
Chapter: Viviane Tahu?
"Bagaimana? Bajunya bagus, kan?" Tami menatap Viviane yang kini dibalut gaun putih pernikahan dengan kagum. Kulit putih dan badan yang tinggi jenjang itu seolah memang sengaja dirancang untuk seorang malaikat. Malaikat yang tentu saja wajar bila membuat Juna jatuh cinta. "Bagus banget, Ma." "Pilihan Mama memang nggak salah." Nyonya Anggara dengan bangga berdiri di samping Viviane. "Mama sengaja minta perancang busana ini untuk membuat gaun pernikahan kalian. Anjasmara pasti langsung kasmaran lihat kecantikan kamu, Vi." "Mama bisa saja." Viviane tertawa. Dia merangkul mertuanya. "Makasih ya Mama sudah mau menerimani aku cari gaun." "Iya, Nak." "Oh iya, Tam," Vivi menatap Tami dengan ekspresi dingin. "Kamu tolong ambilkan kain untuk seragam di depan ya. Yang warna biru." Tami mengangguk. Dia menuruti calon adik iparnya itu dengan sebaik mungkin. Sebenarnya, Tami tahu jika Vivi tak menyukainya. Barangkali Vivi sudah mengetahuinya. Soal kebohongannya. Namun, sejauh apa Vivi tahu, T
Last Updated: 2023-06-16
Chapter: Kenapa?
"Kamu kenapa sih pakai bilang begitu segala ke mereka?" Tami menerima segelas es krim dari tangan Paulino. Udara panas membakar keduanya, dari lantai dua sebuah toko es krim, kini duanya duduk berdua menyaksikan kota yang sibuk. Juna tersenyum lalu mendudukkan badannya di kursi tepat di seberang Tami. "Biar semakin meyakinkan, Tam. Kamu kan tahu sendiri kalau sekarang posisi kita makin terdesak. Mama kayaknya juga mulai curiga sama kita."Tami mengangguk. "Tapi nggak harus juga kan kamu memamerkan aku ke depan orang-orang dan ngaku aku istrimu?""Tapi, kan memang kamu istriku.""Istri sewaan!" ralat Tami. Juna diam sejenak tapi kemudian melanjutkan. "Kalau sendiri, bagaimana? Sudah mulai memikirkan mau buka laundry di mana?""Kan aku sudah bilang nggak usah.""Tami, kan aku sudah bilang kalau aku mau bantuin kamu ...." Juna kembali menekankan ucapannya. "Anggap saja ini bagian dari kewajibanku sebagai kompensasi untukmu.""Harus berapa kali aku bilang nggak usah?""Harus berapa kali
Last Updated: 2023-06-13
Chapter: Ini Istri Saya
"Kami langsung berangkat ya, Ma!" Juna mencium pipi Nyonya Anggara, kemudian menggandeng tangan Tami. Keduanya keluar dari rumah, menaiki mobil dan hanya ditatap dengan senyuman tipis di wajah wanita tua itu.Nyonya Anggara sejujurnya tidak ingin berprasangka buruk pada anak dan menantunya, hanya saja dia masih heran dengan sang menantu sebab Tami terlalu banyak menyimpan rahasia, seolah ingin menyembunyikan segalanya darinya. Padahal jelas Nyonya Anggara penasaran. Kenapa? Ya, kenapa dia seolah tidak pernah mengenali keluarga menantunya sendiri. Bahkan paman dan bibi Tami, tidak dia kenali sama sekali.Lalu, dikeluarkannya ponsel dari dalam saku. Dia hendak menghubungi Viviane tapi mobil perempuan itu telanjur datang lebih dahulu."Ma? Tami mana?" tanya Viviane. Nyonya Anggara menjawab, "Ikut Juna ke acara peluncuran buku.""Di toko buku Gramedia?""Ya.""Ya ampun!" Viviane menghela napas panjang. "Terus gimana? Mama sudah bicara sama Tami?"Nyonya Anggara mengangguk. "Tapi, katanya
Last Updated: 2023-06-12
Chapter: Hiburan
"Makan dulu," kata Juna sambil meletakkan piring berisi nasi goreng buatan ibunya ke samping ranjang Tami. "Udah nggak usah terlalu dipikirin. Nanti rumah sakit."Tami mengalihkan wajahnya dari Juna. "Enak banget kalau ngomong. Belum tahu ya rasanya disakitin, dikhianatin sampai segitunya sama pacaran dan sahabat sendiri.""Aku paham perasaan kamu. Meskipun kasus kita beda tapi rasanya tetap sama, gak beda jauh lah.""Ya bedalah, Mas. Kamu emang niat bikin mereka cemburu, kamu niat menjauhkan vivian dari kamu. Sementara aku? Semua yang kulakukan buat Ruben seolah-olah nggak ada harganya. Dia malah selingkuh di rumah kami. Kenapa sih harus sahabat aku sendiri? Cewek lain saja."Dunia tersenyum selalu menarik napas panjang. "Emangnya kalau ceweknya bukan Gina, buat kamu nggak masalah?""Ya tetap masalah sih, Mas. Tapi kan gak akan sesakit inilah saatnya.""Alasan." juna mencibir. "Terus rencana kamu sekarang apa?"Tami mengangkat kedua bahunya. "Entahlah. Aku bahkan gak punya bayangan a
Last Updated: 2023-05-04
Chapter: Putus
Keesokan harinya kami berangkat ke rumah lamanya, tidak lupa dia membeli beberapa barang dari minimarket bagi oleh-oleh untuk sang kekasih. Semua ini dia lakukan juga sebagai permintaan maaf karena telah menyakiti perasaan Ruben, serta ingin dia kembangkan bisnis laundry yang selama ini dikembangkannya bersama pria itu. Sementara Juna, dia berada di rumah bersama Nyonya Anggara. Untungnya Juna bisa meyakinkan sang ibu jika Tami harus pergi keluar sebentar saja untuk bertemu dengan teman-temannya. "Aku nggak mau larang Tami, kalau dia memang mau ketemu teman-temannya Kenapa harus dilarang?""Kamu benar, Juna. Mama setuju dengan keputusan kamu. Karena meskipun kamu dan Tami sudah menikah, tetap saja Tami berhak memiliki kehidupannya sendiri di luar kamu.""Jadi Mas Juna nggak keberatan?" Begitulah akting Tami dan Juna untuk mengelabuhi wanita paruh baya itu. Dan tentu saja dengan senang hati nyonya Anggara menerima tawaran sang menantu untuk menjaga putranya. Sebagai orang tua tentu
Last Updated: 2023-04-05
Perjanjian Dua Cinta

Perjanjian Dua Cinta

Demi panti asuhan yang dia pertahankan, Diana rela menikah dengan Devan Sanjaya, pewaris Sanjaya Group yang nyaris dicoret dari daftar pewaris akibat skandal masa lalunya. Mereka pun bekerja sama mempertahankan misi masing-masing sampai suatu ketika benih-benih cinta tumbuh di antara mereka.
Read
Chapter: Lima Belas: Dia Wanita Yang Kukagumi
“Jadi, kamu nggak langsung berangkat dari mereka?”Diana menjawab pertanyaan Tama dengan gelengan. “aku akan menyelesaikan dulu dokumen-dokumen yang diperlukan untuk diaudit. Setelah itu baru aku akan menyusul.”“Kupikir itu cukup bijaksana,” kata Tama dengan senyum mengembang di wajahnya. Sementara kedua matanya fokus memandang jalanan, melajukan mobilnya di tengah padatnya jalan di Ibukota. “Kalau kamu tidak keberatan, barangkali aku bisa ikut.”“Kamu mau ikut?” Diana menatap sahabatnya itu tidak percaya. “Ini bukan karya wisata, Tama.”“Tentu saja, Di. Siapa yang bilang ini karya wisata?” Tama terkekeh, akan tetapi detik berikutnya wajahnya kembali serius. “Aku akan segera menyelesaikan semua tugasku di kantor agar nantinya saat kita berada di Sumatera …, bisa lebih fokus.” “Menurut orang-orang di lapangan, akses di sana masih sangat sulit, Tam. Ada banyak sekali bantuan dan logistik yang siap dikirim belum bisa sampai ke masyarakat sampai sekarang karena akses yang masih terputus
Last Updated: 2026-04-01
Chapter: Empat Belas: Salah Paham
“Anak seperti dia? Terpilih menjadi pewaris? Bukankah ini konyol?”Devan masih bisa mengingat dengan jelas semua pernyataan itu meski belasan tahun telah berlalu. Harus diakui, dia memang bukan ayahnya. Dia bukan orang hebat seperti Angga. Dia juga bukan siapa-siapa kecuali seorang anak yang lahir secara kebetulan di keluarga kaya yang bergelimang harta dan mendapat kemudahan dari semua fasilitas yang disediakan oleh orang tuanya. Masalahnya, apakah semua itu kesalahannya? Sayangnya, tidak ada seorangpun yang bisa memilih Di mana mereka akan dilahirkan. Kalau saja Tuhan memberi pilihan kepada manusia untuk itu, Devan bisa pastikan tak akan banyak orang yang mau dilahirkan. Takkan ada yang mau menjadi anak yang tidak diinginkan. Tak akan ada yang mau menjadi anak dari perempuan seperti ibunya. Dan tak akan ada yang mau, begitu dilahirkan kemudian langsung dibuang seperti anak-anak yang ada di panti asuhan. Devan menghentikan laju mobilnya di depan gerbang panti asuhan Tangan Kita. T
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: Tiga Belas: Sumbangan Pribadi Arman
“Terima kasih, Pak Arman. Kami sangat menghargai bantuan pribadi Bapak.”Ucapan Diana dijawab anggukan kecil oleh pria berkacamata tersebut. Sambil mengangguk anggukkan kepalanya, Pak Arman menerangkan, “Semoga saja ini bisa membantu. Kalau kamu memang membutuhkan bantuan, jangan sungkan untuk menghubungi saya.”“Sejujurnya sampai saat ini saya masih sangat membutuhkan dukungan Bapak soal pengajuan dana untuk yayasan. Karena tidak ada yang lebih saya butuhkan selain itu sekarang.”Hanya senyuman getir yang keluar dari bibir Pak Arman saat mendengar kalimat itu. Pria paruh baya tersebut seolah-olah memang sengaja tak ingin membantu Diana. Atau justru di sana lah titik sebenarnya berawal. Dan Diana tahu persis apa yang dihadapi sekarang.Berbeda dengan Pak Anggara yang dikenal sangat peduli kepada panti asuhan, sang adik memang sejak awal memiliki orientasi tersendiri tentang arah perusahaan. Namun sayang, putra dari kedua pria itu memilih jalan yang justru berseberangan dengan orang t
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: Dua Belas: Devan Sanjaya dan Jalan Hidupnya
“Ke mana saja kamu? Kenapa tidak langsung pulang? Tidak tahukah kamu betapa khawatirnya Oma memikirkanmu sepanjang malam?” Adalah sang nenek yang menyambutnya pagi itu. Setelah puas mengomel, wanita tua di kursi roda itu justru memintanya mendekat. Kemudian menghujani Devan dengan pelukan dan kecupan di kedua pipinya. Berulang kali. Seolah-olah pria 32 tahun itu adalah seorang bayi berusia 3 bulan. Yang ketiga Devan protes justru dijawab dengan, “Oma sangat rindu padamu! Peduli apa Oma dengan usiamu?! Kau tetap baik di mata Oma!”Dari arah pintu, seorang pemuda lain yang sangat Devan kenali datang. Utama menutup mulutnya dengan kedua tangan, mencoba menyembunyikan tawa yang tak tertahankan. Karena sekeras apapun usahanya bertahan, ternyata tamat tak cukup kuat untuk tidak tertawa. “Bisa kau berhenti, Bajingan Kecil!” Devan berpura-pura menghendak meninju sang adik dari kejauhan. Membuat tawa Utama Sanjaya semakin kencang. Sambil berjalan mendekat, Tama berkata, “Harusnya akulah yan
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: Sebelas: Pewaris Utama, Bukan Pertama
Memang apa salahnya menjadi anak kedua?Nyatanya, Arman tidak pernah bisa memilih kapan dan di mana dia dilahirkan. Lalu, mengapa segalanya menjadi lebih sulit baginya ketimbang sang kakak? Sejak kecil Arman sadar betul kalau dia tidak pernah menjadi pilihan utama. Mama dan Papa hanya akan membawanya ke acara bila sang kakak tidak bersedia hadir. Padahal, tanpa keduanya ketahui, anak yang mereka jadikan bayangan ini jauh lebih kompeten ketimbang putra kebanggaannya. Sebab satu-satunya yang Arman tahu dalam hidupnya hanyalah menghabiskan uang kedua orang tuanya. Tanpa ampun. “Dari mana kamu?” Masih terekam jelas di kepala Arman bagaimana mamanya selalu menginterogasi Angga tiap kali pria –yang masa itu masih remaja –tersebut pulang dini hari dalam kondisi mabuk. Yang selalu konsisten Angga jawab dengan. “Sudahlah, Ma! Seperti tidak pernah muda saja.”“Apa katamu?” Yang bisa dipastikan akan membuat sang mama mendelik, kaget. Tapi, kenapa? Bukankah hampir tiap waktu Angga bicara sekas
Last Updated: 2026-03-04
Chapter: Sepuluh: Pewaris Yang Sebenarnya?
“Dia bilang begitu?” Mata Tama nyaris copot saat Diana menceritakan pengalaman tak mengenakan itu kepadanya. “Kak Devan? Serius?”Diana melipat bibir, tangannya mengaduk-aduk isi gelas di hadapannya seolah tidak bertenaga. “Begitulah. Sangat menyebalkan, bukan?” Diiringi decitan kecil. “Dia bahkan sama sekali tidak memikirkan nasib anak-anak di yayasan.”Air muka Tama memelas, mengandung rasa bersalah yang teramat sangat. “Maafkan aku ya, Di.”“Kok malah kamu yang minta maaf?”“Karena kakakku –”“Dia orang dewasa, bukan anak kecil!” tegas Diana. “Dia ya dia. Kamu ya kamu. Kalian sangat jauh berbeda, Tama. Aku tahu seberapa besar komitmen kamu pada panti asuhan. Tidak ada yang berhak menyalahkanmu hanya karena argumen konyol kakakmu. Kalian memang sedarah, tapi tidak dengan isi kepala.” Bibir Tama akhirnya mengulas senyum, lembut. Dia menatap balik Diana penuh rasa syukur. “Terima kasih, Diana.”“Tidak perlu berterima kasih. Lagipula, untuk apa? Justru aku yang seharusnya berterima kas
Last Updated: 2023-06-21
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status