Bukan Cinta Buta

Bukan Cinta Buta

last updateLast Updated : 2023-06-21
By:  NandreansOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
1 rating. 1 review
55Chapters
3.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Tami dan Juna memulai pernikahan mereka dengan selembar surat kontrak, akankah keduanya bisa memulai hubungan serius ke depannya? Demi uang pengobatan sang ibu, Tami rela menikah dengan pria kaya yang arogan. Di sisi lain, Arjuna sangat mencintai kekasihnya, Viviane, namun karena sebuah alasan dia terpaksa meninggalkan gadis itu dan menikah dengan orang lain.

View More

Chapter 1

Ketika Bulan Kehilangan

SATU : UTAMI DAN KEHIDUPAN MALANGNYA

Tahu apa yang lebih menakutkan dari menjadi manusia? Iyalah menjadi manusia yang kehilangan kemanusiaannya. 

 Tiga puluh tahun tahun sudah Utami Saraswati hidup sebagai manusia yang dipaksa untuk berjalan di atas pecahan kaca. Tak peduli seberapa banyak luka yang harus dia tahan, tak peduli seberapa menyakitkan setiap kali beling menancap menembus kulitnya, perempuan bermata bening itu tetap setia berjalan. Bukan karena dia menikmati, mainkan sejak awal dia memang tak punya pilihan lain. 

Hidupnya hancur. Tergerus. Dihujani pedang tajam sehari-hari, menembus jantungnya, merobek jiwanya, dan membuatnya tak lagi tahu ke mana dia harus mengadu. 

“Tuhan?” Utami tertawa mendengar ocehan Sabina, kawan baiknya yang malam itu datang membawakan semangkuk sup ayam untuk dia dan Utama makan malam. “Jangan membicarakan yang tidak-tidak. Kupikir Tuhan memang sudah lama menghilang dari hidupku. Toh, mana mungkin Tuhan mau mampir ke tempat seperti ini? Tempat ini terlalu kotor, Sayang. Hanya maling, orang-orang brengsek, dan pecandu yang mau repot-repot datang menemui kita.”

Mendengar pernyataan dingin dari mulut wanita berambut panjang dengan gincu merah menyala tersebut, Sabina memilih tersenyum lembut. Mengingat, dia paham betul luka apa yang sudah dilalui oleh sang sahabat. Dia pun dulu pernah merasakan hal yang sama. Rasa yang sama. Pedih yang sama. Yang tak akan pernah bisa dipahami oleh orang lain. Terutama orang-orang yang hidupnya dipenuhi kebahagiaan di luar sana. 

Hidup sebagai ibu tunggal dari seorang anak berkebutuhan khusus bukanlah takdir yang bisa dipilih.  Sabina paham betul seberapa keras usaha Utami untuk menghidupi Utama, putra tunggalnya yang tidak bisa mendengar itu. Yang hanya bisa memahami dunia dengan gerak bibir ibunya. Juga bahasa yang hanya bisa dipahami oleh segelintir manusia. 

Semua usaha yang Utami keluarkan tidak lain dan tidak bukan hanya agar putranya bisa hidup dengan Layak. Setidaknya supaya  Utama bisa bersekolah di tempat yang seharusnya. Yang sayangnya, harganya lumayan mahal jika dibanding dengan sekolah umum biasa. 

“Kalau Dia memang ada, seharusnya sudah datang ke sini dari dulu,” lanjut Utami sambil menghembuskan hasil bakaran nikotin dari mulutnya. “Bukankah suamimu bilang Tuhan itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang? Bukankah Dia Maha Mendengar? Lalu, kenapa selama ini Dia tidak pernah mendengar doa-doaku? Setidaknya dulu, suatu ku sedang jatuh-jatuhnya.” 

Ada getir di sana. Sabina tau persis sorot mata getir yang dipasang oleh Utami. Getir yang sama dengan yang dulu pernah Sabina rasakan saat kehilangan buah hatinya. Keputusasaan. Kekosongan. Kekaburan. 

Sebab disaat manusia putus asa, di saat yang sama pulas segalanya menjadi sangat kabur, seolah-olah tak ada jalan keluar. 

“Bukan Tuhan yang tidak menolongmu, sebaliknya, kamu yang tidak ingin Tuhan menolongmu, Tami.”

Ucapan Sabina sekali lagi dijawab dengusan kasar oleh Utami. “Dia saja tidak menawarkan.”

“Tuhan tidak datang untuk menawarkan bantuan, melainkan datang saat kita meminta bantuan.”

Jawaban Sabina terdengar dibuat-buat. Di telinga Utami semua sama saja. Sabina terlalu membela keyakinan barunya. Keyakinannya akan dunia. 

Sejak keluar dari lokalisasi, Sabina memang berubah banyak. Utami senang dengan itu karena artinya sang sahabat bisa terbebas dari belenggu dunia malam. Dia bisa menikah, punya keluarga bahagia, dan tidak perlu memikirkan getir-getir yang sebelumnya dia telan.

Namun, entah kenapa di saat yang sama Utami merasa kalau Sabina terlalu cerewet. Sabina terlalu merasa bahwa kehidupan sempurna itu juga perlu diterapkan dalam hidup Utami. Padahal jelas, Utami tidak seberuntung dia. 

Bila Sabina masuk kemari karena keputusannya sendiri —karena terlalu bodoh memutuskan arah masa remajanya, maka Utami berbeda. Dia ke sini karena tak punya pilihan lain. Sehingga mustahil baginya pergi sekarang.  Terlebih …, ada Utama yang mesti dia besarkan. 

Terdengar bunyi ketukan pintu yang langsung membuyarkan obrolan mereka. 

Utami segera menoleh, memastikan siapa yang datang. Utama. Anak itu tersenyum, menunjukkan deretan gigi putihnya berjajar rapi, kemudian berkata menggunakan bahasa isyarat, “Ibu, aku pulang!”

“Kamu pulang sama siapa?” Utami malah memberi pertanyaan. Agak panik karena seharusnya sang putra belum pulang sekarang.

“Diantar Pak Ustaz!” jawabnya semringah. “Pak Ustaz ada acara. Kegiatan mengaji dipulangkan cepat.”

“Lain kali, jangan pulang sendiri! Suruh Pak Ustaz telepon Ibu. Paham?”

“Sudahlah, Tam. Yang penting kan dia sudah sampai rumah dengan selamat,” sela Sabina menggunakan suara. Sebelum akhirnya berpindah, “Tama, kamu pasti lapar kan? Tante bawakan makan malam untuk kamu.”

“Yee! Terima kasih, Tante!” seru Utama sebelum berlari ke kamarnya untuk berganti pakaian. 

“Bukankah dia anak yang sangat lucu?” ujar Sabina. “Tami!” Dia menyentuh punggung tangan sahabatnya itu dengan lembut. “Aku tahu kamu tidak pernah benar-benar melupakan Tuhan. Buktinya, sampai sekarang kamu masih mengajari anakmu untuk mengenal Tuhannya. Karena kalau kamu benar-benar membenci Tuhan, seharusnya kamu tidak akan repot-repot mencarikan dia tempat mengaji.”

Utami bergeming. Tidak menjawab sama sekali.

“Bukankah begitu?” 

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Nandreans
Nandreans
Silakan baca cerita ini dan rasakan sensasinya
2022-07-06 21:50:21
0
0
55 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status