author-banner
Merah
Merah
Author

Novel-novel oleh Merah

Satu Malam Bersama Dosen Tampan

Satu Malam Bersama Dosen Tampan

Yang Aira butuhkan hanya satu tahun lagi untuk meraih gelar sarjana. Namun segalanya berantakan sejak malam itu—malam yang seharusnya tidak pernah terjadi. Ketika pria asing dari malam itu muncul kembali sebagai dosen barunya yang dikenal dengan citra Sempurna, dunia Aira terguncang seketika. Semakin ia berusaha menjaga jarak, semakin erat takdir mempertemukan mereka.
Baca
Chapter: Bab 18 Kebenaran yang Tersingkap Sepenuhnya
Pagi itu, langit Jakarta tampak mendung, seolah turut merasakan mendung yang menggelayuti hati Aira. Di depan cermin kamar kos apartemen kecilnya, Aira menatap pantulan wajahnya yang masih tampak pucat pasi seperti kemarin. Ia berkali-kali memulas sedikit perona pipi dan lipstik agar tidak terlihat seperti mayat hidup, namun gurat rasa sakit bercampur lelah itu seolah tetap saja mampu menembus lapisan riasannya.“Ra, aku mohon, sekali ini saja dengerin aku. Kamu enggak usah berangkat,” suara Nita terdengar dari ambang pintu. Sahabatnya itu sudah berdiri di sana sejak sepuluh menit yang lalu dengan tangan bersedekap dan wajah penuh kekhawatiran.Aira menghela napas, tangannya masih sibuk merapikan kerah kemejanya yang terasa sedikit longgar dengantangan yang gemetar. “Aku enggak bisa, Nit. Hari ini bagianku yang presentasi. Kalau aku absen, takut berpengaruh sama penelitian kelompok kita.”“Tapi Pak Adrian sendiri yang bilang kemarin, kalau kamu butuh istirahat, kamu enggak perlu datan
Terakhir Diperbarui: 2026-02-13
Chapter: Bab 17 Rahasia yang Mulai Retak
Sejak subuh tadi, Aira merasa perutnya menegang tanpa alasan. Bukan sakit, tapi ada tekanan halus yang membuat langkahnya berat sejak ia bangun. Ketika membuka mata, kamar terasa lebih gelap dari biasanya, meski tirai jendela belum sepenuhnya tertutup. Udara kamar pun terasa lebih pengap, seolah dunia enggan memberi ruang baginya untuk bernapas lega.Ia bangkit pelan dan merasakan pusing menyambar begitu telapak kakinya menyentuh lantai. Tubuhnya menolak untuk tegak, namun ia memaksakan diri.Di kampus, Aira mencoba mengubur Perasaan tak nyaman di tubuhnya. Saat duduk di kelas, ia merasa pusing datang menyergap. Senyum Nita muncul sekilas di tepi penglihatannya, lalu menghilang saat Aira memejamkan mata.“Aira?” bisik Nita pelan. “Kamu sakit?”Aira menggeleng. “Cuma pusing… sedikit.”Nita tidak percaya, tapi ia menahan diri. Ia menggeser botol air ke arah Aira, lalu kembali menatap papan tulis.Aira meminum air itu perlahan, meski mual kemba
Terakhir Diperbarui: 2026-02-12
Chapter: Bab 16 Jarak yang Mulai Tumbuh
Hari-hari setelah ia mendapati dua garis itu, seolah berjalan seperti kabut yang enggan menyingkir. Aira bangun setiap pagi dengan kepala yang jauh lebih berat dan dada yang jauh lebih sesak, seperti ada sesuatu yang menahan napasnya lebih parah daripada saat ia mengetahui kalau Adrian adalah lelaki malam itu dan saat ia menyadari ada tanda-tanda tak biasa pada tubuhnya.Ranjang yang ia tiduri pun tidak lagi terasa hangat atau nyaman—lebih seperti tempat ia menunggu kekhawatiran berikutnya.Semua hal seolah tampak jauh baginya. Hanya satu hal yang selalu terasa dekat: garis merah ganda yang muncul di kepalanya setiap kali ia berhenti sejenak. Seakan bayangan itu menolak pergi.Di kelas, Nita selalu di sampingnya. Sahabatnya itu setiap hari selalu saja menanyakan keadaannya, meski jawaban yang ia berikan selalu sama, tapi sahabatnya itu tak pernah absen bertanya, mungkin sampai rasa curiga dalam hatinya dapat menemui jawab yang tak mengandung dusta.“Ra, kamu kenapa, sih? Sekarang maki
Terakhir Diperbarui: 2026-02-07
Chapter: Bab 15 Garis yang Tak Bisa Disangkal
Sudah tiga puluh menit berlalu, tapi Aira masih duduk di lantai kamar mandi. Dinding tempatnya bersandar seakan kian merembeskan rasa dingin hingga ke tulangnya.Telapak tangannya menekan ubin, seolah mencari pegangan agar tubuhnya tidak runtuh. Napasnya terengah, pendek-pendek, dan setiap tarikan udara terasa tidak pernah cukup dan justru membuat aliran udara di dadanya kian menyempit.Ia belum berani mengangkat kepala. Ada bagian dalam dirinya yang berharap waktu berhenti tepat di momen ini—sebelum apa pun berubah, sebelum pikirannya dipaksa menerima sesuatu yang belum siap ia hadapi. Namun tubuhnya tidak memberi pilihan. Jantungnya berdetak terlalu keras, terlalu cepat, seakan mendesaknya untuk menyelesaikan ketegangan yang menggantung di udara.Dengan gerakan pelan, nyaris ragu, Aira akhirnya mendongak.Pandangan matanya langsung tertuju pada benda kecil di tepi wastafel.Test pack itu tergeletak diam, sederhana, tanpa suara, tanpa gerak—seolah tidak menyadari kekacauan yang b
Terakhir Diperbarui: 2026-02-06
Chapter: Bab 14 Memastikan Ketakutan
Adrian masuk seperti biasa—tenang, rapi, dan seolah tidak membawa apa pun selain urusan akademik ke dalam kelas. Namun sejak langkahnya melewati pintu, Aira sudah tahu ada sesuatu yang berbeda. Bukan dari sikap Adrian, melainkan dari dirinya sendiri. Suara Adrian terdengar jelas, menjelaskan materi dengan nada datar dan terukur. Kata demi kata meluncur rapi. Tapi di telinga Aira, semuanya terasa jauh. Bergema. Seolah pikirannya berada di ruang lain yang tak bisa dijangkau suara mana pun. Pulpen di tangannya diam beberapa detik. Lalu sebuah pikiran menyusup, lirih tapi tajam. “Bagaimana kalau benar?” Dadanya mengencang. “Bagaimana kalau aku memang hamil?” Bayangan itu muncul begitu saja. Dirinya duduk di kelas yang sama, beberapa bulan ke depan—sementara sesuatu tumbuh perlahan di tubuhnya, sesuatu yang tak bisa ia sembunyikan selamanya. Dan Adrian? Ia melirik ke de
Terakhir Diperbarui: 2026-02-04
Chapter: Bab 13 Kian Jelas, Kian Menakutkan
Hari-hari setelah kejadian di klinik terasa berjalan lebih lambat dari biasanya.Setiap pagi, Aira bangun dengan rasa mual yang menjadi lebih sering datang dan pergi tanpa alasan, lelah kian menyerang bahkan sebelum hari benar-benar dimulai.Rasa berat yang menggantung di belakang mata dan di pangkal leher, seolah ada sesuatu yang mengambil tenaga darinya sedikit demi sedikit.Ia bangun lebih lambat dari biasanya, dan untuk pertama kalinya sejak semester dimulai, ia beberapa kali hampir telat masuk kelas. Tapi yang paling menakutkan bukanlah rasa sakit itu, melainkan pikiran-pikiran yang terus berputar di kepalanya.Nita memperhatikan perubahan itu dengan gelisah.“Ra, kamu yakin enggak apa-apa?” tanyanya suatu pagi sambil mengaduk kopi. “Dari kemarin kamu kelihatan makin lemes. Kamu tuh butuh ke dokter, bukan Cuma istirahat.”Aira menepuk pipinya pelan, mencoba memberi warna pada wajah yang terasa dingin. “Aku Cuma capek.”“Capek setiap hari?” tanya Nita, nada suaranya lembut tapi je
Terakhir Diperbarui: 2026-01-11
Istri Kedua Om Bara

Istri Kedua Om Bara

Karena kebodohannya, Keira terjebak dalam mimpi buruk yang menghancurkan hidupnya. Satu malam penuh kesalahan dengan Om Bara membawa Keira ke jurang putus asa yang tak pernah ia bayangkan. Hanya janji kepada sang Papa yang membuatnya masih mampu bertahan, tetapi ketika benih kesalahan malam itu mulai tumbuh di rahimnya, Keira merasa semua kekuatan dan harapannya lenyap. Perasaan takut dan cemas mengimpitnya dari segala arah. Bagaimana Keira akan menghadapi ini semua? Sanggupkah ia bertahan dengan kenyataan pahit yang tiba-tiba datang menghantam hidupnya?
Baca
Chapter: Ekstra Part The Last
Dua bulan berlalu sejak Keira diperbolehkan keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumah. Keira memutuskan untuk berhenti sejenak dari pekerjaannya di perusahaan peninggalan Papanya. Toh ternyata suaminya mampu memimpin dan menangani urusan kantor mengantikan dirinya dengan sangat baik. Keputusan ini juga dipengaruhi oleh keinginannya untuk benar-benar mencurahkan waktu pada Raka, anak bungsunya. Karena saat Aurora dan Sabiru masih bayi, Keira hanya punya waktu sebentar untuk merawat mereka."Wajahnya mirip sekali denganmu, Mas. Hanya bibirnya saja yang mirip dengan Keira," ujar Vera dengan nada lembut sambil menggendong bayi mungil itu.Bara menatap Vera sambil tersenyum hangat. "Penilaianmu memang benar, Ve."Vera mengangguk pelan, tersenyum pada suaminya, dan dengan hati-hati meletakkan Raka yang sudah tertidur kembali ke dalam boksnya. "Sepertinya sudah waktunya aku untuk minum obat dan vitamin, Mas. Aku mau kembali ke kamar."Bara meraih tangan Vera sejenak, menatapnya dengan p
Terakhir Diperbarui: 2024-11-07
Chapter: Ekstra Part 3
"Tante buatkan susu untukmu, Kei," ujar Vera, meletakkan segelas susu hangat di hadapan Keira yang tengah duduk membaca buku. Tatapan Vera lembut, penuh perhatian, meski wajahnya masih tampak lelah karena baru pulih dari cedera kecelakaan yang membuatnya sulit berjalan selama hampir setahun ini.Keira mendongak, menatap Vera dengan khawatir. "Aduh, Tante kan baru bisa jalan lagi. Aku cuma enggak mau Tante sampai kelelahan dan kenapa-kenapa kalau terlalu banyak bergerak hanya untuk membuatkan aku susu atau melakukan hal lain."Vera tersenyum kecil, menepuk tangan Keira dengan lembut. "Sudahlah, Kei. Justru Tante harus banyak gerak supaya otot kaki Tante tidak lemas dan bisa berjalan lebih lancar lagi. Anggap saja Tante memperlakukanmu dengan baik untuk menebus semua sikap buruk Tante padamu dulu. Sekarang minumlah susunya, sebelum menjadi dingin."Keira mengangguk pelan, merasa tersentuh oleh kebaikan Vera. "Baiklah, Tante. Makasih," ujarnya denga
Terakhir Diperbarui: 2024-11-06
Chapter: Ekstra Part 2
"Huek!" Keira tiba-tiba merasa mual sesaat setelah ia menaruh sendok makan siangnya. Wajahnya langsung pucat. Ia menutup mulut dan berlari ke arah toilet pribadi di ruangan kerja Bara. Melihat itu, Bara dengan sigap mengikuti langkah Keira, khawatir istrinya sakit. Sesampainya di toilet, Bara langsung meraih rambut Keira dengan tangan kirinya, memegangnya agar tidak mengganggu. Sementara tangan kanannya dengan lembut memijat tengkuknya. "Kamu sakit?" tanyanya dengan raut wajah yang menyiratkan perhatian sekaligus kecemasan. Keira mengambil napas sejenak setelah muntah. "Aku enggak merasa sakit, Mas. Sebelumnya juga baik-baik saja," ucapnya sambil mengatur napas. "Cuma, enggak tahu kenapa akhir-akhir ini setiap habis makan aku mual banget. Apa mungkin aku salah makan atau…jangan-jangan…" Matanya tiba-tiba membulat, seolah baru menyadari sesuatu. Keira baru menyadari sesuatu yang akhir-akhir ini sering ia rasakan di tubuhny
Terakhir Diperbarui: 2024-11-05
Chapter: Ekstra Part 1
"Aku masih enggak percaya kita bisa sampai di titik ini, Mas" ujar Keira lembut. Mereka tengah menikmati malam terakhir dari bulan madu singkat mereka di pulau pribadi Bara.Bara menggenggam tangan Keira, menatap mata istrinya penuh kasih. "Aku juga masih tidak percaya bisa mendapatkan kesempatan kedua darimu, Kei. Terima kasih sudah mau kembali bersamaku lagi. Aku janji akan selalu menjaga kepercayaan yang kamu berikan."Keira tersenyum hangat, rona bahagia terlihat jelas di wajahnya. "Aku percaya dan kasih kesempatan buat Mas karena aku senang telah melihat perubahan Mas. Terutama cara Mas mengendalikan emosi dan kecemburuan. Itu membuat aku yakin kalau kita bisa memulai lembaran baru bersama kamu, Mas."Mereka duduk di sofa yang menghadap ke pemandangan malam pantai di pulau itu. Hamparan pasir putih berkilau diterpa sinar bulan, menyuguhkan pemandangan tenang yang hanya mereka nikmati berdua. Pantai itu ternyata masih seindah dulu saat terkahir kali m
Terakhir Diperbarui: 2024-11-04
Chapter: 110. Malam Pengantin
"Aurora, Sabiru, ayo main sama Bella di kamar sebelah?" bujuk Tasya dengan lembut setelah resepsi Bara dan Keira selesai. "Kita bisa pesan pizza dan nonton film kartun kesukaan kalian!""Tapi aku mau tidur sama Mama dan Papa..." rengek Aurora, menggenggam tangan Keira.Kevin mengeluarkan sesuatu dari sakunya. "Lihat nih, Kak Kevin punya voucher buat beli mainan besok. Kalian bisa pilih mainan apa aja yang kalian suka."Mata Sabiru langsung berbinar. "Beneran Kak? Aku mau robot transformer!""Aku mau rumah-rumahan yang besar," timpal Bella bersemangat."Kalau gitu aku juga mau boneka barbie yang baru!" Aurora ikut tertarik.Keira tersenyum melihat antusiasme anak-anak. "Mama janji
Terakhir Diperbarui: 2024-11-03
Chapter: 109. Tanpa Dendam Kebencian
Sebulan berlalu dengan cepatnya. Bara dan Keira pun akhirnya sepakat untuk kembali mengarungi biduk rumah tangga setelah Bara melamar Keira dengan begitu menyentuh hati Keira dan membuat Keira tak bisa menolaknya.Lagi pula selama sebulan ini, Keira melihat sendiri betapa Om Bara berusaha memenuhi janjinya. Lelaki itu tak lagi menunjukan cara cemburu yang berlebihan dan kasar seperti dulu, saat Keira terlibat interaksi dengan Arka atau lelaki lain yang kebanyakan merupakan kolega kerjanya. Oleh karena itu, tak ada lagi keraguan dalam hati Keira untuk menerima lamaran Bara.Hari ini, sebelum acara ijab kabul dilaksanakan, Keira berdiri di hadapan cermin, jemarinya gemetar merapikan setelan kebaya pengantinnya yang sederhana tetapi elegan.Berbeda dengan pernikahan pertamanya yang penuh keterpaksaan, kali ini ia
Terakhir Diperbarui: 2024-11-02
Jerat Cinta Lelaki Muda

Jerat Cinta Lelaki Muda

Rafka Mahendra, Playboy kampus yang selalu berhasil menaklukkan hati wanita, mendapati dirinya berada di dalam tantangan yang sulit. Teman-temannya menatang Rafka untuk menjadikan dosen baru mereka, Sarah Adisty Mahira, sebagai pacarnya dalam waktu satu bulan. Namun, Sarah terkenal sebagai dosen yang tegas, misterius dan berhati dingin. Walaupun begitu, Rafka sangat bersemangat untuk menghadapi tantangan ini, karena semakin sulit wanita yang ia taklukan, maka semakin membara juga jiwa mudanya. Meskipun, Sarah terus mengabaikannya, tetapi Rafka tak akan menyerah untuk mendapatkan hati dosennya yang sedingin salju itu. Rafka rela mencoba berbagai cara dari sekadar menggoda, memberikan hadiah, sampai ia rela menyewa mata-mata untuk menyelidiki masa lalu Sarah. Namun, ketika Rafka mengintip pada masa lalu Sarah, ia menemukan sesuatu yang bisa digunakan sebagai senjata untuk mengancam Sarah. Sebuah ancaman yang ia harapkan agar Sarah bersedia menjadi pacarnya. Tetapi, apakah ancaman itu cukup untuk membuat Sarah menyerahkan diri kepada Rafka? Lantas, apakah pada akhirnya Sarah mampu menghadapi permainan cinta penuh intrik yang diciptakan oleh Rafka dan teman-temannya tersebut?
Baca
Chapter: Bab 123 Ending
Dua bulan berlalu sejak kasus penculikan yang dilakukan oleh Sonia dan Riko terhadap Leo. Kini, kedua orang tersebut telah menemui hasil persidangan yaitu mereka masing-masing dijatuhi hukuman 7 tahun penjara atas perbuatan yang mereka lakukan. Sekarang luka di punggung Dea sudah mengering dan ia pun sudah keluar dari rumah sakit. Tetapi, ia baru sanggup untuk menemui Mamanya di penjara setelah keluar jatuhnya masa hukuman untuk Mamanya. “Yakin enggak mau aku temenin sampai dalem?” tanya Leo yang hari ini mengantarkan kekasihnya ke tempat Mama Dea menjalani hukuman atas kasus penculikan terhadap dirinya. “Enggak usah, Kak. Aku bisa sendiri. Kakak tunggu di mobil aja,” tolak Dea karena ia ingin berbicara dari hati ke hati dengan Mamanya. Sebenarnya, Leo sudah menawark
Terakhir Diperbarui: 2024-04-23
Chapter: Bab 122 Hubungan Yang Membaik
“Makasih ya, Pa. Papa tetap sayang dan perhatian sama Dea, padahal Papa udah tahu kalau Dea bukan anak kandung Papa. Dea jadi merasa enggak pantes dapet semuanya dari Papa lagi karena ternyata Dea enggak punya hubungan darah apa pun sama Papa.” lirih Dea berlinangan air mata.Ervan, bersama dengan Sarah dan Rafka memang baru saja datang beberapa menit yang lalu. Tetapi, seolah mengerti kalau Ervan membutuhkan waktu untuk membahas sesuatu yang privasi dengan Dea; Sarah dan Rafka pun mengajak Leo ke kafetaria rumah sakit dan memberikan waktu bagi Ervan dan Dea untuk saling bicara berdua dari hati ke hati.“Papa tidak peduli dengan apa pun yang kemarin Papa dengar. Bagi Papa selamanya kamu adalah putri Papa. Tak peduli jika kamu dan Papa tidak mempunyai hubungan darah sekali pun. Tapi, kamu akan selalu menjadi putri kecil Papa yang berharga.&rdqu
Terakhir Diperbarui: 2024-04-23
Chapter: Bab 121 Mengabulkan Permintaan
“Ngapain sih lo pake nyelametin gue segala?! Kan jadi lo juga yang harus masuk rumah sakit kayak gini! Belum lagi lo pasti kesakitan karena dapet luka tusuk, ‘kan? Harusnya lo enggak perlu ngelindungin gue dan biarin gue aja yang menanggung semua kesakitan yang lo rasain sekarang!” Sudah sehari ini, Leo memang meminta pada Mama, Om Ervan, dan Bang Rafka untuk mengizinkannya menunggui Dea seorang diri di ruang rawat inap tempat Dea dirawat.Memang Dea baru saja sadar usai menjalankan operasi penjahitan dari luka tusuk yang didapatkannya. Oleh karena itu, usai Dea selesai dioperasi dan masih belum sadarkan diri, Leo sengaja meminta pada keluarganya untuk menjaga Dea seorang diri. Kebetulan luka-luka yang ia dapati karena insiden penculikan kemarin, telah selesai ditangani oleh tenaga medis di rumah sakit ini juga..Anggap lah ia melakukan ini sebagai ucapan terima kasih pada Dea karena telah menyelamatkannya. Toh, ia juga merasa bersalah karena demi melindungi dirinya, malah Dea yan
Terakhir Diperbarui: 2024-04-22
Chapter: Bab 120 Gadis Penyelamat
Hati Ervan terasa remuk dan langkahnya meremang saat perlahan mendekati Sonia. Ia merasa seperti terhempas ke dalam labirin kebohongan yang tak terbayangkan sebelumnya. Marah dan kecewa menyatu dalam dirinya, membuatnya ingin melampiaskan semua emosinya di depan wanita itu.Sebagai seorang ayah yang selama ini yakin bahwa Dea adalah anak kandungnya, perasaannya hancur berkeping-keping ketika ada orang lain yang mengakui Dea sebagai anaknya dan seolah mengungkap bahwa Dea sebenarnya bukanlah darah dagingnya."Sonia!" pekik Ervan, suaranya penuh dengan rasa pahit. "apa arti dari semua ini? Katakan kepadaku, mengapa lelaki itu menyebut Dea sebagai anaknya? Apakah aku yang salah dengar atau memang benar begitu adanya?"Sonia menoleh dengan wajah pucat. "Ervan, aku..."Sonia tak bisa melanjutkan kata-katanya. Ia terlihat terpojok di bawah sorotan tajam Ervan. Ia menelan ludah, mencoba merangkai kata-kata yang tepat untuk memberikan penjelasan pada Ervan. Namun, sebelum Ia bisa menjawab, k
Terakhir Diperbarui: 2024-04-21
Chapter: Bab 119 Terbongkarnya Rahasia Sonia
“Akhirnya kamu bertanya juga apa yang aku mau. Baiklah, aku akan mengatakannya langsung kalau yang kuinginkan agar bisa kubebaskan anak ini yaitu Ervan harus menyerahkan 80% harta dan aset yang kamu miliki kepadaku untuk menjamin masa depan Dea. Sedang kamu Rafka, harus memberikan 50% harta dan aset mu kepadaku kalau ingin anak ini kubebaskan tanpa luka yang lebih parah dari yang didapatkan saat ini.”“Kalau cuma harta, ambil lah sebanyak yang kamu mau, Son. Tapi, apakah kamu meragukan bahwa aku sebagai ayahnya tidak bisa menjamin kehidupan Dea selamanya? Sampai-sampai kamu harus memintaku menyerahkan hartamu untuk menjamin masa depannya?” tukas Ervan dengan tatapan terluka sekaligus ada perasaan kesal dalam hatinya.Sonia tersenyum masam. “Aku percaya padamu sebelum kutahu adanya anak harammu dengan Sarah. Tapi setelah itu, aku tak bisa percaya padamu lagi karena aku takut kamu tidak akan bisa dengan adil membagi harta warisanmu kepada Dea dan anak haram itu! Bagaimana pun anak haram
Terakhir Diperbarui: 2024-04-20
Chapter: Bab 118 Leo Babak Belur
Setelah menaiki tangga berliku-liku; akhirnya Sarah, Rafka, dan Ervan berhasil menemukan Leo di lantai paling atas atau bagian atap. Namun, pemandangan yang mereka temui mampu menyayat hati dan membuat mereka bertiga tertegun bukan main.Leo terikat erat dan mulutnya ditutupi rapat oleh selembar solasi tebal, sehingga Leo hanya bisa memekik tertahan di balik mulut yang disumpal itu. Di samping Leo, mereka melihat Sonia yang berdiri dengan angkuh, dan di sebelahnya ada Riko, yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.Sekalipun Ervan kini adalah suami Sonia, tetapi bukan berarti ia sudah tahu kalau Riko adalah pacar Sonia dulu.Semantar itu, Mendapati orang-orang yang ia benci sudah ada di hadapannya, langsung saja Sonia menyuruh Riko untuk melancarkan tinjuan bertubi-tubi di wajah Leo yang telah sadar dari pingsannya.Wajah Leo yang tak tertutup lakban, terlihat mengkerut seolah Leo sedang berusaha keras untuk menahan rasa sakit dari tonjokkan tanpa henti yang sedang dilayangkan ke w
Terakhir Diperbarui: 2024-04-19
Anda juga akan menyukai
SATU MALAM BERSAMA MILIARDER
SATU MALAM BERSAMA MILIARDER
Romansa · Tania ratna
366.6K Dibaca
Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif
Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif
Romansa · Angsa Kecil
362.0K Dibaca
Gairah Liar Pembantu Lugu
Gairah Liar Pembantu Lugu
Romansa · kodav
356.3K Dibaca
CEO Dingin Itu Ayah Anakku
CEO Dingin Itu Ayah Anakku
Romansa · Galuh Arum
353.2K Dibaca
Gendut Alasan Suami Mendua
Gendut Alasan Suami Mendua
Romansa · RENA ARIANA
351.6K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status