Chapter: Bab 34"Ayah, Ayo kita ke taman lagi.""Jangan sekarang ya, Nak""Ayah 'kan udah janji mau ajak Senna main ke taman lagi waktu itu. Tuh 'kan Ayah bohong!" Bibirnya bergetar hebat, dan akhirnya gadis kecil itu meneteskan air matanya juga.Juna menghela napas, ia sebenarnya tidak tega menolak menginginkan sang putri apalagi sebelumnya, dirinya memang telah menjanjikan hal tersebut, tapi mau bagaimana lagi? keadaan yang membuatnya tidak bisa menepati janji.Membelai kepala sang putri yang kini tengah menangis di atas kasur, Juna mencoba untuk bernegosiasi. "Maaf ya sayang, tapi Ayah janji kalo Bunda udah enakkan kita pergi ke taman lagi.""Bohong! Sekarang aja Ayah gak tepati janji. Senna gak suka sama Ayah. Hiks~"Juna tidak tahu harus bagaimana, satu sisi ia tidak ingin mengecewakan putrinya, namun satu sisi lagi ia juga tidak bisa meninggal istrinya dalam keadaan seperti ini.Namun kegalauan yang Juna rasakan tidak berlangsung lama sebab sang istri kemudian menitah. "Udahlah, Yah, ajak aja k
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: Bab 33"Mau mampir dulu buat beli sesuatu gak, Bun?""Gak!"Liana langsung menjawab dengan ketus tawaran sang suami. Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah mereka sendiri, setelah siang ini Juna menjemputnya dari rumah Soraya.Juna menghela napas, ia tahu istrinya pasti marah karena semalam ia lebih memilih pulang untuk menemani Aluna ketimbang menginap di kediaman Soraya menemani Liana dan putrinya.Namun mau bagaimana lagi? Karena itu memang sudah menjadi hal yang harus Juna lakukan. Lelaki itu tidak boleh mengabaikan istrinya yang lain.Melirik ke samping, Juna menemukan wajah sang istri yang masam. Lelaki itu menghela napas kemudian tangan kirinya terulur untuk menyentuh bagian perut Liana. Ia mengelusnya pelan. "Bener nih gak mau beli apa-apa? Mangga muda gitu? Biasanya pas hamil gini, Bunda 'kan paling suka makan mangga muda. Bahkan dulu sampai nyetok banyak. Kata Bunda, mual kalo gak makan yang asem-asem."Liana menepis tangan suaminya, dan menyuruh laki-laki itu untuk fokus
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: Bab 32Sakit. Mengapa sesakit ini?Dalam hidup, baru pertama kali Aluna merasakan bagaimana manisnya jatuh cinta, namun mengapa harus merasakan pahitnya juga?Aluna tahu bahwa dirinya salah, Aluna tahu bahwa apa yang tengah ia rasakan ini merupakan buah dari kesalahannya--yang dengan sengaja menyisipkan diri ke dalam rumah tangga sepasang suami-istri yang saling mencintai. Namun apakah Aluna benar-benar tidak berhak dan sama sekali tidak pantas untuk merasakan kebahagian walau hanya sekejap saja? Sejak kecil Aluna selalu merasa kesepian. Dari dulu Aluna selalu mendambakan hangatnya sebuah keluarga. Apa bisa Aluna merasakan mempunyai keluarga yang bahagia, diperhatikan, dan disayangi? Walau sekali saja, sebelum ia pergi meninggalkan dunia ini? Aluna berharap semoga Tuhan berkenan mengabulkan keinginannya, mungkin ini akan menjadi yang terakhir kali.Aluna menghapus lelehan air mata di pipinya, yang sudah sejak pagi tadi tidak henti untuk mengalir. Gadis tersebut beranjak dari ranjangnya, se
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: Bab 31Sekitar tiga puluh menit, Juna baru bisa kembali menyusul Liana ke ruangan Jeniffer. Ada beberapa urusan yang harus ia tangani terlebih dulu sebelum menebus obatnya, salah satunya meminta izin pada kepala rumah sakit agar tugas untuk melaksanakan visite pada pasien digantikan oleh dokter jaga.Begitu membuka pintu ruangan Jeniffer, pemandangan yang Juna lihat di sana adalah Jeniffer yang berdiri di samping Liana yang terduduk sembari mengelus-elus punggung istrinya tersebut. Juna juga sempat melihat ada air mata yang menetes di pipi sang istri, sebelum buru-buru di hapus oleh wanita itu. Huh, sudah Juna duga, pasti istrinya itu baru saja menceritakan masalah rumah tangga mereka pada sahabatnya.Di sana tidak tampak sosok Theo, hanya ada Liana dan Jeniffer saja. Ingin rasanya Juna memarahi Theo karena tidak menuruti permintaannya, namun Juna teringat bahwa yang dihadapi itu adalah jenis singa betina yang sangat ganas, akhirnya Juna mengurungkan niat yang ingin memarahi Theo. Juna yaki
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: Bab 30"Usianya empat minggu." ujar dokter Jennifer sambil membersihkan gel di perut Liana dengan lembut.Namun perhatian Juna tak tertuju pada penjelasan Jennifer. Pandangannya terpaku pada monitor di sebelah ranjang pemeriksaan, di mana gambar hitam putih menampilkan titik kecil yang berdenyut pelan. Detak jantung calon buah hatinya. Haru memenuhi dada Juna. Ada kehangatan yang menyeruak di balik segala beban yang selama ini menghimpitnya. Keajaiban kecil itu nyata, tumbuh dalam rahim istrinya, seolah menjadi pengingat akan cinta mereka.Jennifer kembali bersuara, sementara Juna dan Liana masih terpaku pada layar monitor. "Detak jantungnya bagus, semuanya normal. Untuk mual dan muntah yang Liana alami, itu wajar ya. Nanti aku kasih vitamin tambahan." "Oke, makasih, Jen," balas Juna singkat, sementara Liana hanya mengangguk dan tersenyum sebagai tanggapan. Sejak tadi Liana lebih fokus menatap layar dengan mata berkaca-kaca. Dadanya sesak oleh rasa haru yang begitu mendalam. Tangannya
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: 29"Bagaimana Mas, apa kamu suka dengan nasi goreng buatanku?""Hhm ya, suka. Rasanya lumayan enak.""Syukurlah."Aluna tersenyum senang mendapati Juna yang memakan masakannya dengan lahap. Ternyata tidak sia-sia usahanya selama setengah jam berkutat di dapur.Namun berbeda dengan Aluna yang kini tengah bahagia, Liana justru tampak tidak suka melihat reaksi suaminya dan interaksi mereka. Wanita itu merotasikan bola mata dengan malas. Tuh 'kan benar dugaan Liana, Aluna membantunya serta merta hanya untuk mendapatkan pujian dari suami mereka. 'Dasar cari muka!'Mengabaikan pemandangan yang memuakkan di depan mata, Liana kembali mengayunkan sesendok nasi goreng yang tadi sempat tertunda ke dalam mulutnya. Namun baru saja nasi goreng itu mendarat di lidahnya, mendadak perut Liana bergejolak mual.Tidak tahu, mungkin karena rasa nasi goreng itu yang tidak sesuai selera Liana, atau memang karena interaksi suami dan madunya yang membuat Liana merasa mual dan ingin muntah? Tidak tahan, Liana l
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: 79. Pinjem suami lo"Makan yang banyak. Kasian itu anak kamu pasti kelaperan banget dari tadi." Tidak hanya menawari dan mengajak makan saja, Doni juga menaruhkan beraneka makanan yang tersaji di meja itu ke atas piring Diara. Apakah selama ini Diara kurang peka? atau memang sikap Doni padanya kali ini yang memang berbeda? Sungguh Diara benar-benar baru menyadari kalau ternyata Doni seperhatian ini. Diara tahu tentang kepedulian Doni padanya, tentang lelaki itu yang selalu membantu dan mensupportnya ketika ia kehilangan Seno dan ketika ia hampir keguguran. Namun, entah mengapa apa yang Doni lakukan dulu dengan yang dilakukan kali ini, Diara merasa ada perbedaan. Diara tidak tahu apakah hanya perasaannya saja, atau memang benar seperti itu. Namun apapun itu, ia sangat senang di perhatikan seperti ini. Salah tidak sih jika ia merasa senang mendapat perhatian dari suami sahabatnya sendiri? Ah sepertinya tidak ya? Dan Diara rasa Raya juga tidak akan keberatan karena mereka bersahabat. Raya pasti senang j
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: 78. Benih cinta baruSiapa sih yang tidak sakit hati jika diperlukan seperti itu oleh suami sendiri? Apalagi dalam keadaan hamil. Zaenal sudah benar-benar keterlaluan, lelaki itu sudah tidak menghargai Diara lagi sebagai istrinya. Diara sungguh penasaran, sebenarnya apa sih yang sudah dilakukan Echa sehingga membuat Zaenal dengan waktu singkat bisa berubah begitu? Tidak mungkin wanita itu tidak melakukan apa-apa 'kan? mengingat hubungan Diara dan Zaenal yang baik-baik saja sebelumnya. Arghh ... Diara meremas rambut dengan kasar--frustasi. Seharusnya yang pernikahannya memburuk itu Echa bukannya malah dirinya! Agaknya Diara harus memikirkan sesuatu agar keadaannya berbalik lagi. Tapi bagaimana caranya? Arghh ... Kembali wanita hamil itu meremas rambutnya gemas. Kepalanya pusing sekali memikirkan hal ini. Belum lagi perutnya yang mulai keroncongan minta di isi. Sejak bangun tidur sampai waktu menunjukkan pukul sepuluh, sama sekali Diara belum memasukan apapun ke dalam mulutnya. Kakak madunya itu tidak m
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: 77. Keadaan berbalikDugaan Diara salah, harapannya musnah, sudah. Dan hanya berakhir menjadi angan-angan saja. Diara kira malam itu menjadi awal mula untuk terus memadu kasih bersama Zaenal di depan Echa, ternyata itu menjadi momen pertama sekaligus yang terakhir. Diara pikir ketika Echa mengamuk dan menuntut bercerai, seperti biasa Zaenal hanya akan memberikan janji-janji palsu--hanya untuk membujuk saja, setelahnya akan ingkar seperti yang sudah-sudah. Namun Diara tak menyangka, Zaenal sungguh-sungguh menepati janjinya tersebut. Dan itu terbukti benar dengan penolakan tegas yang diberikan Zaenal acapkali Diara menggodanya untuk melakukan lagi. Agaknya laki-laki itu sangat mencintai istri pertamanya dan sangat takut kehilangan sehingga lebih memilih menahan diri dan mengabaikan istri keduanya. Pengabaian yang dilakukan Zaenal pada Diara nyatanya tidak hanya sampai di situ saja. Hal itu terus berlanjut dan semakin parah dari waktu ke waktu, sampai-sampai tidak sadar Zaenal telah mengabaikan Diara hi
Last Updated: 2026-05-20
Chapter: 76. Ditonton istri pertama (21+)"Dira. Kenapa kamu ada di sini?" Zaenal bersuara berbisik seraya sedikit mengangkat tubuhnya, ia melirik was-was ke arah Echa yang masih begitu terlelap di tempatnya. "Aku kangen kamu Mas. Aku udah gak tahan." Diara sengaja membuat suaranya begitu seksual sembari terus memijat dengan seduktif benda sensitif milik Zaenal yang ia favoritkan. Netra Zaenal terpejam, ia mendesis samar merasakan desiran gairah akibat ulah yang istri mudanya lakukan. Diara merasakan benda itu berkedut-kedut, mulai menegang. Ia tersenyum menyeringai karena berhasil memantik gairah suaminya tersebut. "A-ayo pindah. Uh! Pindah ke kamarmu." Susah payah Zaenal menyusun kalimatnya. Ia meminta Diara untuk pindah--melakukannya di kamar sang istri kedua. Namun jelas saja Diara memberikan gelengan kepala. Ia menginginkan berhubungan intim di kamar itu, dan di lihat oleh kakak madunya. Itu sudah menjadi keinginannya sejak awal. "Kenapa harus pindah? Di sini saja Mas. Bukannya Mas juga sudah gak tahan?" "J-jangan.
Last Updated: 2026-05-19
Chapter: 75. Di kamar echaTujuan Diara untuk membuat Echa menangis telah berhasil, tapi kadar kebahagiaan yang ia rasakan sedikit kurang karena Echa tidak menuruti apa yang dikatakan suaminya atas dasar perintah Diara. wanita itu malah berlari pergi ke kamarnya dengan air mata yang bercucuran. Huh padahalkan Diara ingin sekali menunjukkan pada Kakak madunya itu betapa bersemangat dan bernafsunya Zaenal saat bersamanga. tapi sudahlah, lain kali Diara akan mencobanya lagi. Dan akan ia pastikan Echa melihatnya. Gila? Yah mungkin saja kata itu cocok untuk disematkan untuk Diara, sebab entah mengapa, dan sejak kapan wanita itu merasakan ada sebuah dorongan keinginan yang begitu besar dalam benak. Ia ingin Kakak madunya itu melihat percintaannya dengan suami meraka, ia ingin melihat Echa menangis tersakiti, dan Diara akan merasa senang jika itu terjadi. Diara tidak tahu sejak kapan ada perasaan aneh seperti itu muncul? Tapi kapanpun itu, agaknya Diara tidak peduli dan tidak ingin mencari tahu, sebab yang ia pikir
Last Updated: 2026-05-19
Chapter: 74"Susu yang dikasih mbak Echa gak enak, Mas." "Mas--" Zaenal kembali akan bersuara, namun Diara tidak mengizinkannya. Lantas cepat-cepat ia menukas. "Tapi aku punya susu yang lebih enak. Mas pasti suka, karena ini juga susu favorit Mas." Zaenal menautkan alisnya, mungkin ia belum paham dengan apa yang istri keduanya katakan. Diara melirik Echa, wanita itu juga masih belum memberikan reaksi apa-apa, selain menyorot dengan tatapan tidak suka. Diara tersenyum cengah. 'Tunggu sebentar lagi, aku jamin kamu akan mengamuk sekaligus menangis Echa! Mengalihkan lagi pandangan pada Zaenal, Diara merubah senyum menjadi sebuah senyuman manis, ia berucap. "Mas lebih pilih susu yang aku kasih 'kan?" Seraya membusungkan dada kehadapan wajahnya. Omong-omong sekarang ini Diara memakai kaus berwarna putih yang pas badan, dan kau tahu? Ia tidak memakai bra sehingga bagian kecilnya terlihat menonjol. Meski Diara sedang hamil, dan perutnya sudah mulai membuncit--karena usianya sudah masuk bulan ketiga,
Last Updated: 2026-05-16