author-banner
Noona_im
Noona_im
Author

Novels by Noona_im

Sang Perebut Suami Orang (21+)

Sang Perebut Suami Orang (21+)

[M] Akibat kejadian kelam di masa lalu, sedikit banyak telah membentuk kepribadian Diara Alifa. Entah mengapa ia merasa bahagia jika menjalin hubungan dengan lelaki milik wanita lain. Menurutnya itu sangat menantang dan menyenangkan.
Read
Chapter: 80. hilang satu tumbuh seribu
Sampai selesai mencuci piring, Raya belum juga pulang. Hal tersebut tentu saja membuat Diara senang. itu keuntungan baginya, ia merasa semesta merestui keinginannya untuk berduaan dengan Roni. Dalam hati Diara mengucapkan terima kasih pada Raya. Raya betul-betul sahabat terbaik. Diara rasa sekalipun ia meminta berbagi Roni, Raya pasti tidak akan keberatan. Diara sangat yakin itu. Mengelap tangan terlebih dulu agar sisa-sisa air sehabis mencuci piring kering, Diara lalu menghirup napas dalam-dalam sebelum membawa langkahnya menghampiri suami sang sahabat. Tak lupa ia menyempatkan untuk berdoa agar niatnya mendekati Roni dapat berjalan dengan mulus. Yah meski ia sendiri tidak yakin jika doanya akan di dengar. Tapi tidak mengapa ia tetap berdoa saja, sebagai formalitas. Hahaha.. Diara lantas mendudukkan diri begitu sampai di ruang tengah. Mengambil tempat duduk di dekat Roni dengan hanya memberi jarak tidak lebih dari setengah meter saja. "Sudah selesai?" Tanya Roni. wanita ha
Last Updated: 2026-09-24
Chapter: 79. Pinjem suami lo
"Makan yang banyak. Kasian itu anak kamu pasti kelaperan banget dari tadi." Tidak hanya menawari dan mengajak makan saja, Roni juga menaruhkan beraneka makanan yang tersaji di meja itu ke atas piring Diara. Apakah selama ini Diara kurang peka? atau memang sikap Roni padanya kali ini yang memang berbeda? Sungguh Diara benar-benar baru menyadari kalau ternyata Roni seperhatian ini. Diara tahu tentang kepedulian Roni padanya, tentang lelaki itu yang selalu membantu dan mensupportnya ketika ia kehilangan Seno dan ketika ia hampir keguguran. Namun, entah mengapa apa yang Roni lakukan dulu dengan yang dilakukan kali ini, Diara merasa ada perbedaan. Diara tidak tahu apakah hanya perasaannya saja, atau memang benar seperti itu. Namun apapun itu, ia sangat senang di perhatikan seperti ini. Salah tidak sih jika ia merasa senang mendapat perhatian dari suami sahabatnya sendiri? Ah sepertinya tidak ya? Dan Diara rasa Raya juga tidak akan keberatan karena mereka bersahabat. Raya pasti senan
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: 78. Benih cinta baru
Siapa sih yang tidak sakit hati jika diperlukan seperti itu oleh suami sendiri? Apalagi dalam keadaan hamil. Zaenal sudah benar-benar keterlaluan, lelaki itu sudah tidak menghargai Diara lagi sebagai istrinya. Diara sungguh penasaran, sebenarnya apa sih yang sudah dilakukan Echa sehingga membuat Zaenal dengan waktu singkat bisa berubah begitu? Tidak mungkin wanita itu tidak melakukan apa-apa 'kan? mengingat hubungan Diara dan Zaenal yang baik-baik saja sebelumnya. Arghh ... Diara meremas rambut dengan kasar--frustasi. Seharusnya yang pernikahannya memburuk itu Echa bukannya malah dirinya! Agaknya Diara harus memikirkan sesuatu agar keadaannya berbalik lagi. Tapi bagaimana caranya? Arghh ... Kembali wanita hamil itu meremas rambutnya gemas. Kepalanya pusing sekali memikirkan hal ini. Belum lagi perutnya yang mulai keroncongan minta di isi. Sejak bangun tidur sampai waktu menunjukkan pukul sepuluh, sama sekali Diara belum memasukan apapun ke dalam mulutnya. Kakak madunya itu tida
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: 77. Keadaan berbalik
Dugaan Diara salah, harapannya musnah, sudah. Dan hanya berakhir menjadi angan-angan saja. Diara kira malam itu menjadi awal mula untuk terus memadu kasih bersama Zaenal di depan Echa, ternyata itu menjadi momen pertama sekaligus yang terakhir. Diara pikir ketika Echa mengamuk dan menuntut bercerai, seperti biasa Zaenal hanya akan memberikan janji-janji palsu--hanya untuk membujuk saja, setelahnya akan ingkar seperti yang sudah-sudah. Namun Diara tak menyangka, Zaenal sungguh-sungguh menepati janjinya tersebut. Dan itu terbukti benar dengan penolakan tegas yang diberikan Zaenal acapkali Diara menggodanya untuk melakukan lagi. Agaknya laki-laki itu sangat mencintai istri pertamanya dan sangat takut kehilangan sehingga lebih memilih menahan diri dan mengabaikan istri keduanya. Pengabaian yang dilakukan Zaenal pada Diara nyatanya tidak hanya sampai di situ saja. Hal itu terus berlanjut dan semakin parah dari waktu ke waktu, sampai-sampai tidak sadar Zaenal telah mengabaikan Diara hi
Last Updated: 2026-05-20
Chapter: 76. Ditonton istri pertama (21+)
"Dira. Kenapa kamu ada di sini?" Zaenal bersuara berbisik seraya sedikit mengangkat tubuhnya, ia melirik was-was ke arah Echa yang masih begitu terlelap di tempatnya. "Aku kangen kamu Mas. Aku udah gak tahan." Diara sengaja membuat suaranya begitu seksual sembari terus memijat dengan seduktif benda sensitif milik Zaenal yang ia favoritkan. Netra Zaenal terpejam, ia mendesis samar merasakan desiran gairah akibat ulah yang istri mudanya lakukan. Diara merasakan benda itu berkedut-kedut, mulai menegang. Ia tersenyum menyeringai karena berhasil memantik gairah suaminya tersebut. "A-ayo pindah. Uh! Pindah ke kamarmu." Susah payah Zaenal menyusun kalimatnya. Ia meminta Diara untuk pindah--melakukannya di kamar sang istri kedua. Namun jelas saja Diara memberikan gelengan kepala. Ia menginginkan berhubungan intim di kamar itu, dan di lihat oleh kakak madunya. Itu sudah menjadi keinginannya sejak awal. "Kenapa harus pindah? Di sini saja Mas. Bukannya Mas juga sudah gak tahan?" "J-jangan.
Last Updated: 2026-05-19
Chapter: 75. Di kamar echa
Tujuan Diara untuk membuat Echa menangis telah berhasil, tapi kadar kebahagiaan yang ia rasakan sedikit kurang karena Echa tidak menuruti apa yang dikatakan suaminya atas dasar perintah Diara. wanita itu malah berlari pergi ke kamarnya dengan air mata yang bercucuran. Huh padahalkan Diara ingin sekali menunjukkan pada Kakak madunya itu betapa bersemangat dan bernafsunya Zaenal saat bersamanga. tapi sudahlah, lain kali Diara akan mencobanya lagi. Dan akan ia pastikan Echa melihatnya. Gila? Yah mungkin saja kata itu cocok untuk disematkan untuk Diara, sebab entah mengapa, dan sejak kapan wanita itu merasakan ada sebuah dorongan keinginan yang begitu besar dalam benak. Ia ingin Kakak madunya itu melihat percintaannya dengan suami meraka, ia ingin melihat Echa menangis tersakiti, dan Diara akan merasa senang jika itu terjadi. Diara tidak tahu sejak kapan ada perasaan aneh seperti itu muncul? Tapi kapanpun itu, agaknya Diara tidak peduli dan tidak ingin mencari tahu, sebab yang ia pikir
Last Updated: 2026-05-19
Gadis Penyakitan Perebut Suamiku

Gadis Penyakitan Perebut Suamiku

Kehidupan yang Juna Bramantyo jalani sangatlah sempurna dan sesuai dengan apa yang ia rencanakan. Memiliki karir yang bagus sebagian dokter dengan finansial yang cukup. Memiliki keluarga kecil bahagia dengan istri yang cantik, penurut, yang begitu ia cintai, bernama Liana Meylissa. Serta dikarunia putri yang sangat imut, pintar dan menggemaskan yang ia beri nama Sienna Putri Bramantyo. Sungguh Juna sangat bersyukur dan bahagia dengan apa yang ia miliki. Namun sayang, semua itu nyaris hancur bahkan sampai mampu membuat rumah tangganya yang harmonis porak-poranda ketika seorang gadis muda yang merupakan pasiennya dengan sengaja menyisipkan diri ke dalam rumah tangganya bersama Liana.
Read
Chapter: ending
"Ini bener gak sih yang kemarin di perut Bunda?"Liana berbicara pada bayinya. Omong-omong sekarang ia sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Setelah melewati drama persalinan, akhirnya ia berhasil melahirkan buah hati keduanya yang berjenis kelamin laki-laki dengan selamat dan secara normal.Kebahagiaan sudah pasti menyelimuti pasangan yang kini resmi menjadi orang tua dari dua buah hati. Tak hentinya mereka mengucapkan kata syukur atas karunia tersebut."Kok mukanya gak ada mirip Bundanya sih, malah mirip Ayah semua.""Iya dong mirip Ayah. Anak Ayah ini." Sahut Juna. Ia menghampiri sang istri yang sejak beberapa saat lalu asik berbicara pada bayi mereka.Liana merenggut. "Curang. 'kan sembilan bulan numpang di perut Bunda, pas ke luar malah mirip Ayah semua.""Kan Kakak Senna udah mirip Bunda semua, yang mirip Ayah cuman hidung doang. Sekarang gantian adek yang mirip Ayah, ya sayang?" Kata Juna, ia mengecup sang putra yang berada dalam dekapan Liana."Tetap aja 'kan Bunda yang hamil,
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: Bab 56
Bangun ditengah malam sudah menjadi hal yang biasa bagi Liana, semenjak ia mengandung buah cinta keduanya.Entah itu karena merasa ingin buang air kecil, merasa mual dan ingin muntah, mengidam--menginginkan makanan tertentu, atau bisa juga karena ia merasa tidak nyaman dengan posisi tidurnya.Namun kali ini berbeda, Liana tidak merasakan hal itu semua. Ia terbangun di pukul tiga dini hari, sebab merasakan nyeri yang luar biasa pada perutnya. Liana tidak asing dengan nyeri tersebut, sebab ia sudah pernah merasakan sebelumnya. Rasanya sangat mirip sekali ketika ia akan melahirkan Sienna dulu.Dan ... Sialnya Liana baru teringat bahwa hari ini memang tepat dengan perkiraan hari kelahiran anak keduanya. Wanita itu lantas segera membangunkan Juna yang masih terlelap dengan nyaman di sampingnya."Ayah..." Penggilan pertama belum mampu membangunkan Juna.Liana mencoba kembali. "Ayah bangun." Sekarang volumenya sudah ditambah lebih tinggi lagi, tapi masih tetap belum mampu membuat Juna terban
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: Bab 55
Langit sore itu tampak murung. Cahaya matahari yang biasanya hangat, kini meredup, seolah ikut merasakan kepedihan yang masih menggelayuti hati setiap penghuni rumah ini. Hembusan angin yang masuk melalui celah jendela membawa aroma lembap hujan yang baru saja reda. Liana berdiri di depan sebuah pintu kamar yang sudah tak berpenghuni lagi. Kedua tangannya mengepal di sisi tubuh, matanya memandangi kenop pintu dengan keraguan. Kamar ini... sudah terlalu banyak membawa kenangan menyakitkan. Sudah dua minggu sejak kepergian Aluna, namun bayangannya seolah masih begitu nyata di setiap sudut rumah. Matanya terpejam sejenak, mengatur napas yang terasa berat. Kali ini, ia tidak ingin pergi seperti biasanya. Tidak ingin pura-pura tidak tahu ketika ia menemukan suaminya menghabiskan waktu di kamar ini. Hari ini, ia ingin menemaninya. Menguatkannya. Dengan perlahan, ia memutar kenop pintu. Sebuah suara berdecit lirih mengiringi terbukanya pintu. Dan seperti yang sudah diduganya, di sana
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: Bab 54
Kesunyian menyelimuti ruangan itu. Aroma khas antiseptik rumah sakit bercampur dengan isak tangis yang tertahan. Aluna akhirnya siuman, matanya terbuka perlahan, meski kelopak matanya tampak berat seakan setiap kedipan menguras tenaganya. Tangan kanannya yang lemah bergerak, memberi isyarat halus. Ia ingin semua orang yang ia panggil namanya berkumpul. Kini, mereka semua telah mengelilingi ranjangnya. Tama berdiri dengan rahang mengeras di sisi kanan ranjang, berusaha keras menahan emosi yang meluap di dadanya. Tania, sang istri, berada di sampingnya dengan air mata yang tak henti mengalir membasahi pipi. Di sisi kiri ranjang, Juna dan Liana berdiri berdampingan. Juna, yang sejak tadi ingin memastikan kondisi Aluna, hanya bisa terdiam ketika Aluna menolak dengan halus usahanya untuk mendekat. "Tidak perlu, Mas... biarkan saja. Aku hanya ingin bicara sebentar," begitu kata Aluna. Juna mengangguk, meski hatinya diliputi kecemasan mendalam. Rasa bersalah menggerogoti pikirannya, me
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: Bab 53
Pukul enam pagi, Liana pergi ke rumah sakit sendiri menggunakan taksi. Tapi sebelumnya ia menitipkan dulu Sienna pada Mbok Nur. Anak pertamanya itu kebetulan belum bangun, jadi Liana bisa pergi tanpa ada drama Sienna memaksa ingin ikut.Beruntung semalam Liana masih bisa tidur, walau hanya beberapa jam saja. Jadi ia tidak merasakan ngantuk pagi ini.Sampai di rumah sakit, Liana membawa tungkai kakinya menuju ruang ICU, ia sangat yakin bahwa suaminya pasti berada di sana.Dan benar saja, Liana melihat sang suami yang duduk di kursi tunggu itu sendiri. Pakaiannya masih persis seperti saat membawa Aluna ke rumah sakit, bedanya hanya ada tambahan jas putih--yang itu pun dibiarkan tersampir di kursi sebelahnya.Liana menduga pasti suaminya sama sekali belum tidur dari semalam."Ayah," panggilnya."Bunda, kok udah di sini aja? Kenapa gak ngabarin Ayah dulu? Bunda ke sini sama siapa?" Juna langsung berdiri, bertanya banyak pada sang istri. Ia tidak menyangka bahwa Liana akan datang sepagi in
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: bab 52
Juna sendiri yang menangani Aluna. Bukan hanya karena Aluna istrinya, tapi karena sampai detik ini Aluna masih menjadi pasiennya.Kondisi Aluna jauh dari kata baik-baik saja. Dari terakhir Juna memantau kondisi gadis itu--sebelum pernikahan mereka, kondisinya sekarang merupakan yang paling parah. Juna menemukan adanya sel-sel tumor ganas.Entah sejak kapan sel-sel tumor ganas itu tumbuh, namun yang pasti pertumbuhannya sangatlah cepat dan tak terkendali.Juna keluar dari ruang tindakan, tubuhnya mendadak lemas, tak henti dibabat rasa cemas, shock, juga rasa bersalah. Ia merasa kecolongan karena kondisi Aluna yang mendadak drop dan parah. Juna merasa statusnya sebagai dokter pribadi Aluna, jauh lebih baik daripada statusnya sebagai suami. Dulu saat hanya menjadi dokter pribadi Aluna, Juna telaten memantau kondisi gadis itu, namun setelah menjadi suami--yang seharusnya lebih mudah karena mempunyai waktu lebih banyak--justru Juna malah abai dan berakhir seperti ini.Rasa bersalah Juna me
Last Updated: 2026-10-07
You May Also Like
Terjerat Pesona Model Arogan
Terjerat Pesona Model Arogan
Romansa · Mommy Audy
22.5K views
Simpanan Sang Miliuner
Simpanan Sang Miliuner
Romansa · Abigail Kusuma
22.5K views
Semalam Bersamamu
Semalam Bersamamu
Romansa · Aldrich Candra
22.5K views
Bukan Teman Tapi Sekamar?
Bukan Teman Tapi Sekamar?
Romansa · LianaAdrawi
22.5K views
Frozen in Love
Frozen in Love
Romansa · Indah Hanaco
22.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status