Chapter: 72. ngambek"Mas .. kamu .. kamu memberikan bunga kesukaanku ke wanita murahan itu?" "Echa... Mas ..." Air wajah Zaenal yang tadi menyiratkan kebahagian, kini hilang sudah tergantikan oleh raut sendu menatap istri pertamanya. Kemungkinan ia merasa bersalah karena hal yang baru saya dilakukan pada istri kedua. Diara tersenyum sinis--dalam benaknya mempertanyakan, mengapa Zaenal harus merasa bersalah begitu? Memangnya salah jika seorang suami memberikan bunga pada istrinya? Apa istri pertama suaminya itu lupa kalau Diara juga istri suaminya? Seharusnya Echa tidak perlu membuat ekspresi wajah begitu, seolah-olah seperti orang yang terzolimi dan membuat Zaenal jadi serba salah dan tidak enak. Dasar berlebihan! Echa menggeleng-gelengkan kepalanya, matanya juga sudah berkaca. Huh lebay sekali. "Kamu jahat sekali Mas. Itu 'kan bunga kusukaanku! Kenapa kamu memberikan bunga itu padanya?!" Setelah mengatakan kalimat tersebut, dengan cepat Echa melangkah mendekati Diara--ia berusaha ingin merebut bung
Huling Na-update: 2026-04-10
Chapter: 71. Bunga LilyUntung saja Diara cepat menyadari keanehan penampilan sang suami, kalau tidak? Zaenal pasti akan menahan malu ke luar rumah dalam keadaan seperti itu. Tingkah Zaenal tersebut membuat Diara tidak berhenti menggelengkan kepala dan mengudarakan tawa. Bagaimana tidak? Ini merupakan kali pertama baginya mengetahui tingkah konyol sang suami. Seperti yang kau tahu, selama ini Zaenal selalu tampak cool di setiap penampilannya dan prilakunya. Tapi walaupun Diara baru mengatahui sisi lain Zaenal, tapi ia sama sekali tidak merasa ilfeel, justru yang ada ia malah senang karena menjadi salah satu orang yang mengetahui sisi lain tersebut. Sssttt kau tahu? Zaenal itu sangat menjaga image sekali orangnya. Sekarang ini Diara sedang ada di ruang televisi, sengaja menunggu Zaenal di sana karena perut sudah sangat lapar dan ingin langsung makan. Sedari tadi matanya menyorot ke arah televisi yang sedang menampilkan siaran berita perselingkuhan antara menantu dan mertua. Ish ish ish miris sekali, masa
Huling Na-update: 2026-04-09
Chapter: 70. Yang muda yang menang"Apa-apaan sih kalian berdua, Hah?!" Zaenal tampak gusar mendapati kedua istrinya sedang bertengkar sampai jambak-jambakan. Ia juga kesal karena tidurnya terganggu oleh suara-suara teriakan yang dihasilkan. Mata Zaenal melotot melihat ke arah Diara dan Echa bergantian. Sangat mengerikan sekali, jujur baru kali ini Diara melihatnya. Memang wajar sih, siapa juga yang tidak kesal apabila sedang enak-enaknya tidur lalu diganggu dengan suara teriakan nyaring. Jangankan Zaenal, Diara sendiri pasti kesal jika diganggu seperti itu. Apalagi Diara tahu kondisi Zaenal yang sedang dalam keadaan lelah karena pertempuran mereka Tidak ingin kena marah, lantas Diara mengambil start lebih dulu mendekatinya, lalu mengadukan apa yang dilakukan Echa sampai mereka berdua berakhir seperti ini, tidak lupa sembari diberikan sedikit bumbu-bumbu agar Echa terlihat bersalah. Namun terlebih dulu, Diara membuat air wajahnya menjadi sendu--seperti teraniaya. "Mbak Echa duluan yang cari gara-gara, Mas!" "Heh
Huling Na-update: 2026-04-08
Chapter: 69. Perang dua wanitaAda dua hal yang kini membuat Diara merasa sangat bahagia yaitu; satu karena pernikahannya sudah dipublikasikan, walaupun hanya pada Pak RT, tapi tidak mengapa yang penting Diara sudah diakui dan membuatnya bisa bergerak bebas di kawasan perumahan ini. Lalu yang kedua, tadi pagi, Diara dan Zaenal pergi ke dokter kandungan untuk mengecek sekaligus mengontrol keadaan kehamilannya, dan hasilnya dokter bilang kalau kandungan Diara sudah kuat, dokter tersebut juga mengizinkan mereka untuk berhubungan intim kembali ketika mereka bertanya perihal tersebut. Jelas saja Diara dan Zaenal tidak ingin membuang-buang kesempatan. Begitu sampai rumah, mereka langsung melakukannya. mereka memang sangat merindukannya. Walau mereka melakukannya harus dengan hati-hati seperti pesan dokter. Tapi tidak apa-apa yang penting rasa rindu itu sudah tersalurkan. Dan kini setelah berjam-jam bergumul, Diara merasa lapar, energinya terkuras habis karena percintaan yang meraka lakukan. "Laper banget." Gumam Diar
Huling Na-update: 2026-04-07
Chapter: 68. gara-gara Echa"Ck. Ngapain sih dia, ganggu aja deh!" "Mungkin ada yang penting sayang. Mas ke luar dulu ya sebentar, ngecek dulu." Zaenal membantu Diara untuk beranjak dari pangkuannya. Namun sang istri sama sekali tidak menurutinya. Diara tidak mau bergerak dari sana. "Gak usah! Paling juga dia mau ganggu doang. Dia pasti gak suka Mas lama-lama di sini makanya nyari-nyari alesan biar Mas ke luar." Zaenal hanya diam saja. Mungkin bimbang harus bagaimana? Diara menggunakan kesempatan tersebut untuk menggoda sang suami dengan dadanya yang sengaja belum ditutup. ia menyodorkan benda kenyal nan lembut itu hingga ke depan mulut Zaenal. Tinggal sekali hup saja, aset tersebut sudah berpindah tempat ke dalam mulut Zaenal. Namun lagi-lagi sial, sebelum Zaenal sempat melahapnya, Echa sudah lebih dulu berteriak lagi dari luar pintu. Suaranya lebih kencang dari sebelumnya. "MAS CEPET KE LUAR!" Diara mendengus sebal, pasalnya bukan hanya karena Zaenal yang tidak jadi melahap dadanya, namun lelaki i
Huling Na-update: 2025-02-04
Chapter: 67. Tidak mau kalah"Apa?!""Hhmm ... Soalnya Mas gak tau kalo kamu suka bunga atau nggak. Emangnya beneran kamu suka bunga juga?"Diara mendecih malas. "Mau aku suka bunga atau enggak, seharusnya Mas tetep ngelakuin hal yang sama dong, kaya yang Mas lakuin ke Mbak Echa. Kalo gini caranya, Mas udah pilih kasih.""Pilih kasih gimana sih, sayang? 'kan Mas gak tahu, lagian Mas juga udah gak pernah ngelakuin lagi. Mas ngelakuin itu jauh sebelum ada kamu."Memang benar tapi tetap saja Diara kesal mendengar bahwa ternyata Zaenal seromantis itu pada Echa. Diara iri, ia tidak mau tahu, pokoknya apa yang Echa dapatkan harus Diara dapatkan juga. Kalau bisa lebih dari Echa."Pokoknya aku mau Mas kaya gitu juga sama aku. Titik!"Zaenal menghembus napas lelah. "Iya, iya. Mulai besok Mas bakal kasih kamu bunga. Emangnya kamu suka bunga apa?"Diara tersenyum senang mendengarnya, kemudian ia diam sejenak. Jujur saja ia tidak mengerti soal bunga, ia meminta agar tidak kalah dari Echa "Hhmm emangnya Mas suka kasih bunga
Huling Na-update: 2025-02-03
Chapter: Bab 24Seketika suasana berubah awkward, ibu-ibu itu saling melirik tidak enak satu sama lain. Sebelum satu orang wanita yang biasa dipanggil Mami Willy bersuara seraya menepuk pundak Bu RT. Berusaha mengusir kecanggungan yang ada. "Ish. Bu RT nih kalo ngomong suka ngaco. Masa iya, itu istri mudanya Pak Juna." Disertai kekehan kering."Iya nih, Bu RT suka sembarangan aja ngomongnya, 'kan gak enak sama Bunda Senna." Timpal Rosa. Sebenarnya Bu RT tidak mempunyai maksud tertentu apalagi berniat buruk ketika melontarkan pertanyaan tersebut. Itu semua murni karena ia penasaran saja. Sudah menjadi sifat umum warga di negara ini 'kan? Yang memang memiliki tingkat kekepoan yang begitu tinggi. Bu RT lantas membela diri. "Loh, saya hanya bertanya. Habisnya beberapa hari lalu, waktu Bunda Senna tidak ada. Pak Juna datang ke rumah. Beliau melapor pada suami saya, katanya ada anggota baru di keluarganya. Waktu suami saya tanya hubungnya apa sama Pak Juna, beliau b
Huling Na-update: 2026-02-06
Chapter: Bab 23Pukul enam pagi Liana ke luar dari kamar, wanita itu sudah tampak rapi dengan setelan olahraga yang dikenakannya. Celana legging hitam yang dipadukan dengan atasan croptop berwarna putih yang memamerkan sebagian perut ratanya. Tak lupa ia juga membalut kaki jenjangnya dengan sepatu sneakers. Sungguh tipikal mama-mama muda super kece. Hari ini merupakan akhir pekan dan Liana ingin mengikuti senam mingguan. Liana rutin mengikuti senam mingguan yang diadakan di kompleks tempat tinggalnya, selain itu ia juga memang didapuk sebagai instruktur. Tapi karena permasalahan rumah tangga yang tengah ia hadapi, hampir satu bulan ini Liana absen. Biasanya sih Liana akan pergi ke tempat senam pukul setengah tujuh pagi. Ia akan menyempatkan terlebih dulu membuatkan sarapan untuk anak dan suaminya. Tapi kali ini ia enggan melakukan itu, rasanya ia ingin cepat-cepat pergi saja dari rumah. Biark
Huling Na-update: 2026-02-06
Chapter: Bab 22Rutinitas keluarga kecil itu kembali seperti sedia kala seolah tidak pernah terjadi apa pun di dalamnya. Juna yang bersiap untuk bekerja, Sienna yang bersiap untuk pergi ke sekolah dan Liana yang sibuk menyiapkan semua keperluan Juna dan Sienna--termasuk menyiapkan menu untuk sarapan mereka. Tapi bedanya sekarang keluarga kecil itu bertambah anggota baru. Anggota yang sangat tidak diharapkan kehadirannya oleh Liana. Semula Liana dan Juna memang mengharapkan bertambahnya anggota baru dikeluarga kecil mereka. Tapi yang Liana harapkan itu adalah seorang bayi yang akan lahir dari rahimnya untuk menjadi adik Sienna. Bukan malah seorang gadis muda yang menjadi adik madunya seperti ini! Namun sudahlah, mungkin ini memang sudah menjadi garis takdirnya. Meski begitu berat, perlahan-lahan Liana akan mencoba untuk menerimanya. Dan lagi-lagi semua itu, Liana lakukan untuk Sienna, untuk cintanya yang masih sangat besar pada Juna, juga d
Huling Na-update: 2026-02-06
Chapter: Bab 21Karena rasa kesalnya pada Juna. Seusai makan malam dan menidurkan Sienna, Liana lantas pergi ke kamar dan menguncinya dengan rapat. Agaknya wanita itu memerlukan lebih banyak waktu untuk sendiri dulu. Bagaimanapun juga bukan hal yang mudah untuk menjalani pernikahan seperti ini. Mungkin karena terlalu lelah akibat menyetir selama tiga jam dari rumah orang tua menuju rumahnya, alhasil tak lama setelah itu, Liana pun tertidur. Namun kini, ketika waktu menunjukkan pukul sebelas malam, Liana malah terbangun. Dan tiba-tiba saja rasa haus menyerang tenggorokannya. Wanita itu lantas meraih gelas yang terdapat di atas nakas. "Yah kosong lagi." Mau tak mau Liana beranjak dari tidurnya, ia melangkah menuju dapur. Setelah tenggorokannya kembali segar. Ia berniat kembali menuju kamar. Namun ketika hendak membuka pintu, netranya tak sengaja melihat ke arah ruang tamu yang
Huling Na-update: 2026-02-06
Chapter: bab 20"Bunda... Senna mau pulang. Senna mau ketemu Ayah.""Kenapa Ayah gak jemput? Kenapa kita gak pulang-pulang?""Senna kangen Ayah. Senna juga kangen sekolah."Liana menghela napas dengan kasar, daritadi Sienna terus rewel meminta ingin pulang. Saat pagi, Liana masih bisa membujuknya dan mengalihkan perhatian Sienna pada hal lain. Namun malam hari, anaknya itu sudah tidak bisa dibujuk lagi dan berakhir dengan menangis kencang. Mungkin gadis kecil itu sudah kelewat rindu pada Ayah dan juga sekolah. "Iya nanti kita pulang ya," ucapnya lembut dan sabar. "Kapan? Bunda selalu bilang iya tapi kita gak pulang-pulang." Balas Sienna dengan air mata yang masih deras berjatuhan. "Bohong itu dosa, loh, Bunda."Liana bingung dan tidak tahu harus membujuk Sienna dengan cara apa lagi. Namun kini ingatannya berputar pada beberapa hari yang lalu ketika orang tua Juna datang menemuinya. "Nak, maafin Juna, ya? Kesalahan Juna memang sangat sulit untuk dimaafkan. Namun sebagai orang tua Juna, Ibu tidak in
Huling Na-update: 2026-02-05
Chapter: Bab 19Pukul sebelas malam, Juna akhirnya tiba di rumah setelah menjalani hari yang begitu melelahkan. Biasanya, kehadiran Liana dan Sienna di rumah menjadi penyemangatnya. Suara tawa Sienna, perhatian lembut Liana, dan makanan hangat di meja makan—semua itu cukup untuk membuat lelahnya terobati. Namun sekarang berbeda. Beberapa hari ini rumahnya terasa sunyi, seolah kehilangan jiwa. Juna meletakkan tas kerjanya di sofa ruang tamu sambil menghela napas berat. Saat ia hendak melangkah menuju kamarnya, sebuah suara lembut menyapanya. “Den, baru pulang?” Juna sedikit terkejut. Ia hampir lupa bahwa ada orang lain di rumah ini. Lastri, pembantu yang ditugaskan oleh orang tua Aluna, muncul dari kamar istri mudanya sambil membawa cangkir kosong. “Oh, Bik,” ucap Juna singkat, sedikit kaku. Dalam kepenatan dan kekacauan pikirannya, ia hampir lupa bahwa Aluna dan pembantunya masih ada di sini. Ia memaksakan senyum ke
Huling Na-update: 2025-06-02