Gairah Sahabatku

Gairah Sahabatku

last updateLast Updated : 2026-03-06
By:  AddarayuliUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
9 ratings. 9 reviews
142Chapters
60.8Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

William dan Nozela merupakan sahabat sejak kecil, mereka dibesarkan ilingkungan yang sama namun harus terpisah saat mereka masuk SMA karena William ikut kedua orang tuanya ke luar negeri. William dan Nozela kembali bertemu saat memasuki perkuliahaan. Hingga suatu saat ada kejadian tak terduga dimana Nozela melihat sang sahabat tengah menonton film terlarang. Membuat mereka terjebak dalam hubungan yang tak sepantasnya. Akankah mereka bertahan meski sudah memiliki pasangan? Atau mereka rela meninggalkan pasangan mereka?

View More

Chapter 1

bab 1

"Kak Liam lama banget sih kak, Luna udah laper nih." Gerutu Luna.

"Sabar elah, baru juga lima menit matiin teleponnya."

Brigita Nozela, gadis cantik yang memiliki rambut sebatas bahu saat ini sedang duduk disofa bersama seorang gadis remaja yang kini tengah mengerucutkan bibirnya karena kelaparan menunggu sang kakak.

Aluna kembali menidurkan kepalanya di paha Nozela, dia kembali menonton film itu meski perutnya terasa lapar. Nozela sebenarnya merasa kasihan pada Luna, tapi dari pada terjadi kebakaran dapur di rumah mewah ini lebih baik dia menunggu William saja.

"Nih makan."

Aluna membuka mulutnya saat Nozela menyuapinya keripik kentang, mereka lebih cocok menjadi kakak adik jika dibandingkan dengan William.

"Kenapa yang jadi pacar kak Liam bukan kak Ojel aja sih, kenapa harus nenek lampir itu."

Uhuk..uhuk

Aluna segera bangkit dari posisi tidurannya lalu mengambil segelas jus dan memberikannya pada Nozela.

"Minum dulu kak."

Nozela dengan cepat menenggak jus itu. Setelah merasa baikan, dia meletakkan kembali gelasnya ke meja.

"Lun, jangan asal ngomong ya. Gue sama abang lo udah sahabatan dari jaman lo belum dicetak, enak aja main suruh kita pacaran."

Aluna meringis kecil. "Tapi Luna lebih suka kak Ojel dari pada kak Clarissa, dia itu judes banget nggak kaya kak Ojel."

Seketika Nozela merasa kepalanya mulai membesar karena dipuji adik dari sahabatnya. Dia mengibaskan rambut sebahunya kebelakang dengan gaya centilnya.

"Gue emang sebaik itu dek Luna."

Luna mencebikkan bibirnya melihat kepedan Nozela yang dianggapnya sebagai kakak kedua itu.

"Minusnya jomblo aja sih. Hahaha."

Nozela menatap Luna tajam. "Berani banget lo ngatain gue jomblo ya bocah kemarin sore."

"Hahaha, ampun kak. Geli. Hahaha."

Luna tertawa terbahak-bahak saat Nozela mengelitiki perutnya. Tanpa mereka berdua sadari, sejak tadi William sudah berdiri di ambang pintu. Dia tersenyum melihat dua gadis beda generasi itu saling bercanda.

"Ehem."

Nozela menghentikan gelitikannya pada perut Lun saat mendegar suara deheman dari belakang. Dia tersenyum saat melihat William datang membawa dua kantong kresek makanan pesanan mereka.

"Ya Tuhan, Luna hampir aja mati kelaparan."

William mencubit bibir adiknya sebelum meletakkan bawaannya ke atas meja.

"Mulutnya." Ucap William.

Nozela mengambil martabak manis pesanannya, dia tersenyum saat aroma manis dan wangi dari martabak itu menguar saat dia membuka bungkusnya.

"Kak Ojel sisain, Luna juga mau." Ucap Luna.

"Belum juga gue makan." Ucap Nozela.

Nozela mengambil satu potong lalu memakannya, dia melirik William yang hanya diam saja sambil memainkan ponselnya. Dengan iseng, Nozela mengarahkan martabak itu ke mulut William.

William menggigitnya dengan ukuran besar membuat Nozela membelakan matanya.

"Tck, gede banget gigitnya." Decak Nozela.

William meletakkan ponselnya, dia menahan tangan Nozela lalu berusaha memakan lagi martabak di tangan Nozela.

"Liam awas. Woyyyy tangan gue kena ludah lo anjir."

Luna tertawa melihat kakaknya yang berebut martabak, sebuah ide muncul dikepalanya. Dia mengambil ponselnya lalu memfoto kedua orang itu.

"Bagi dikit Jel."

"Lepasin dulu Liam."

William melepaskan tangan Nozela, dia menatap wajah cantik sahabatnya yang nampak memerah.

Brigita Nozela, gadis cantik berambut lurus sebahu merupakan mahasiswa semester dua jurusan manajemen di salah satu universitas bergengsi di kota Jakarta Selatan. Nozela atau yang biasa dipanggil Ojel itu memiliki mata yang tajam, dia memiliki sahabat bernama Thalia dan William.

William merupakan sahabatnya sejak kecil, namun saat menginjak sekolah menengah hingga sekolah menengah akhir, William pindah ke luar negeri mengikuti orang tuanya dan baru kembali ke tanah air saat memasuki jenjang perkuliahan. Nozela sendiri merupakan anak tunggal, sedangkan William memilki adik perempuan yang baru SMA kelas 10.

Sedangkan bersama Thalia, dia berteman sejak masuk kuliah. Kebetulan mereka berada dijurusan yang sama dan Nozela yang mudah bergaul langsung mengajak Thalia berteman.

"Belepotan banget."

William mengambil tissue kemudian mengelap mulut adiknya yang sedikit kotor, dia tersenyum saat melihat Aluna makan dengan lahap.

"Oh iya."

William menoleh ke arah Nozela saat gadis itu berbicara.

"Malam ini gue jadi nginep disini." sambung Nozela.

"Oke nggak papa. Tapi sebenernya misalnya lo nggak jadi nginep juga nggak papa Jel, takut lo ada acara apa gitu."

Nozela menggelengkan kepalanya. "Enggak kok, gue free malam ini."

Willian menganggukkan kepalanya, dia menatap tangan Nozela yang masih memgang martabak kemudian meraihnya lalu memakannya.

"Liam." protes Nozela.

William hanya tersenyum sambil menyeka mulutnya.

Disamping mereka, ada Aluna yang sejak tadi memperhatikan keduanya sambil tersenyum. Dia merasa senang diatas rasa sedihnya karena harus ditinggal kedua orang tuanya yang sedang pergi ke luar kota untuk urusan bisnis.

"Cocok banget sih, sayang cuma sahabatan doang." gumam Aluna.

Pukul sepuluh malam, ketiga orang itu masuk ke kamar masing-masing, Aluna yang sudah mengeluh mengantuk mengajak Nozela pergi ke kamar untuk istirahat. 

"Luna tidur dulu ya kak, selamat malam."

"Malam Lun."

Nozela tidur terlentang sambil melihat ke arah plafon kamar Aluna, matanya mengedip-ngedip karena rasa kantuk tak kunjung datang.

"Lun, lo udah tidur?" tanya Nozela.

Tak ada jawaban.

Nozela menoleh ke samping dan tak lama mendengar suara dengkuran halus dari Aluna, dia menghela nafas pajang saat tahu Aluna sudah tidur.

"Kok gue nggak bisa tidur ya?" 

Nozela menyibak selimutnya lalu bangkit dari ranjang, dia mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja nakas kemudian melangkah pelan keluar dari kamar Aluna.

Klek.

"Belum tidur?"

"Astaga."

Nozela berjengit terkejut saat suara William tiba-tiba terdengar dibelakang tubuhnya, dia lekas berbalik badan dan mendapati William sedang menahan tawanya.

"Lo ngagetin tahu."

Plak.

Nozela memukul lengan William saking kesalnya, hampir saja jantungnya berpindah tempat karena ulah sahabatnya.

"Sorry Jel. Lo kenapa keluar? Nggak bisa tidur?" 

Nozela mengangguk sebagai jawaban. "Lebih tepatnya belum ngantuk sih?"

"Mau ikut gue?"

Nozela mengerutkan keningnya. "Kemana?"

Greb.

Nozela menatap pergelangan tangannya yang digenggam oleh William, dan tak lama setelah itu William menarik tangannya dan mengajaknya masuk ke dalam lift.

"Liam mau ajak gue kemana sih?" batin Nozela.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

Rna 1122
Rna 1122
males amat sama liam bekas orang ! keenakan tu laki kalo ujungnya sama ojel
2026-03-06 15:20:44
0
0
Ikeu Kodila
Ikeu Kodila
ka thor tolong kalo ojel aja masih disegel terus kalo jodonya sama wiliam, enak aja keenakan siwiliam nya monmaaf aku ga setuju
2026-03-05 00:33:42
0
2
Diana
Diana
Alur ceritanya bagus dan unik wajib ngikutin sech semangat kakak penulis utk update bab terbaru yg banyak setiap hari mamacieh🫶🏻
2026-02-23 19:36:30
2
1
Yani Mardiani
Yani Mardiani
korban disini sebenernya Clarissa dan yang brengsek itu si Liam,, ojel jangan jadi sama Liam deh,, ga adil banget
2026-02-15 19:58:52
1
2
Wati Haikal Aisyha
Wati Haikal Aisyha
cerita nya bagus nunggu lanjutan nya dink
2026-02-12 19:20:59
2
0
142 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status