author-banner
Emya
Emya
Author

Novels by Emya

Pengasuh Gratis Itu, Mertuaku

Pengasuh Gratis Itu, Mertuaku

Dara, seorang istri dan ibu yang juga berkarier. Bekerja menjadi alasannya dalam meminta sang ibu mertua mengasuh anak yang usianya belum genap 2 tahun. Tidak hanya itu, pekerjaan rumah juga dibebankan pada ibu suaminya tersebut. Siapa sangka ada alasan di balik sikap semena-menanya itu. Siapa sangka juga, suami yang selama ini selalu berpihak padanya, tiba-tiba menunjukkan sisi berbeda.
Read
Chapter: 38b
“Madumu, Sarah.” Hilma merebahkan punggungnya pada ranjangku, kakinya yang masih tergantung bergoyang-goyang. “Mati kutu,” jawabku terkekeh. “Sudah kuduga, dia pasti nggak nyangka,” balas Hilma menatap lurus langit-langit kamar. “Pasti. Harusnya kamu datang lebih cepat, biar bisa nyaksiin gimana pucatnya muka dia.” Hilma terkakak, ia bangkit dari berbaring, lalu duduk. “Aku nggak nyangka Kakak sekuat ini, sumpah!” “Kita nggak pernah tahu kalau kita kuat, Hil, sebelum kita melewatinya. Setelah semua selesai, barulah kita sadari bahwa kita itu hebat.” Mataku mengecil seiring bibir yang kutarik tersenyum. Hilma mengangguk. “Kakak benar. Eh, itu tenda di luar buat apa?” “Syukuran tujuh bulanan Sarah,” jawabku datar. “Gi*a! Mereka nggak ngerasa malu apa sama orang-oang? Ampun, deh!” gerutu Hilma masam. “Ibu yang mau. Mas Nasrul bisa apa? Apalagi Kakak. Pa
Last Updated: 2026-02-12
Chapter: 38a
Matahari kian merangkak naik ketika Hilma mengabari bahwa rombongannya sudah sampai di perbatasan desa. Tanpa memperdulikan panasnya ubun-ubun karena sengatan panas yang mendekati tegak lurus, kupacu motorku dengan cepat guna menjemput mereka. Bisa saja aku mengarahkan mereka hingga rumah, tapi kurasa mereka pasti akan lebih senang jika aku sendiri yang langsung menjemput.Dari jauh kulihat sebuah mini bus berhenti tepat di tugu batas, mereka nampak duduk selonjoran di bawah pohon mangga milik warga yang terletak di sisi jalan.“Kak Dara ...!” pekik Hilma kala melihatku semakin dekat.Aku tertawa melihat tingkahnya, dia memang tidak pernah berubah, selalu manja jika denganku. Kuputar kunci motor, mematikan deru mesinnya.“Lama, ya? Maaf tadi cari-cari kunci dulu.” Aku turun dari motor, menyambut uluran tangan Hilma yang sudah berjingkrak kecil sedari melihatku.“Nggak, kok. Kak, kenalin temen-temanku. Kami semua tinggal dalam satu komplek
Last Updated: 2026-02-11
Chapter: 37
punya Allah. Lebih kuat dari kalian semua. Aku bertahan agar kamu nggak akan pernah bisa menang ngelawan aku. Selamanya kamu hanya akan menjadi istri di mata agama, bukan istri sah secara negara. Kalaupun anak itu memang berasal dari benih Mas Nasrul, hingga menua ia tak akan diakui administrasi sebagai anak Mas Nasrul, ia hanya akan jadi anakmu saja selamanya. Pun jika janin itu kelak ternyata bukan milik Mas Nasrul, aku masih setia untuk menyaksikan kehancuran kamu karena didepak untuk kedua kalinya dari hidup suamiku yang kamu paksa menjadi suamimu. Itu kayaknya sudah cukup untuk membuat hidupmu tak lagi sempurna, dan aku akan sangat bahagia.” “Bren**ek! Ternyata kamu masih belum mau menyerah, kamu akan semakin sakit hati nanti kalau Nasrul benar-benar berhasil aku taklukkan lagi.” Tulang selangkanya yang kecil itu kini semakin terlihat kala seluruh urat dan ototnya menegang menahan amarah. “Silahkan saja, aku sudah nggak perduli. Aku di sini hanya i
Last Updated: 2026-02-10
Chapter: 36b
Waktu yang terus bergulir membawa hari berganti dan berlalu dengan cepat. Tak terasa kehamilan Sarah sudah menginjak usia tujuh bulan, dan lusa kudengar Ibu ngotot ingin melakukan acara syukuran untuk itu. Selama itu pula hubunganku dengan Mas Nasrul semakin terasa renggang, hambar. Kali ini harus kuakui jika aku bertahan karena Nada. Akhir-akhir ini Nada sangat dekat dengan Papanya, sehingga setiap kali ingin tidur ia mecari sang Papa. Semakin membuatku muak ketika Sarah kerap mengajari Nada memanggil adik pada janin yang ada dalam kandungannya. Aku bisa apa? Tak ada, hanya membiarkan saja. Toh, Papa dan Utinya nampak sangat bahagia. Kini, Mas Nasrul mulai bisa menerima Sarah, sepertinya. Sakit? Jangan ditanya. Sering kali air mataku bercucuran tiada henti saat pikiranku fokus pada mereka, terlebih jika Mas Nasrul mengikuti kemauan Sarah untuk tidur di rumah belakang."Ra, Mbak mau ngomong," ajak Mbak Nira sembari mengelus perutnya yang tinggal menunggu hari kelahiran.
Last Updated: 2026-02-09
Chapter: 36a
Setelah peristiwa sore itu, ada yang berbeda dengan hatiku. Sulit untuk kujelaskan, yang pasti aku mulai merasa masa bodoh dengan kehidupan Mas Nasrul dan Sarah. Mas Nasrul kembali berusaha keras merayuku, tapi percuma. Desir di dalam sini dak lagi seperti kemarin-kemarin, aku mulai lelah. Benar apa kata Mama, cepat atau lambat aku akan mengalami sakit yang terlambat untuk kusesali.Semakin hari Sarah semakin berani, ia menggunakan kehamilannya untuk menjerat Mas Nasrul dalam menuruti kemauannya, dipaksa Ibu tentunya. Kenapa aku berkata seperti itu? Karena kerap kudengar penolakan Mas Nasrul namun Ibu selalu berhasil memaksanya. Ah, mertua seperti apa itu? Baiklah, sebaiknya sekarang jalani hidup sendiri-sendiri. Aku dan duniaku, mereka pun begitu."Sayang, cuminya, kok, di masak pedes, sih? Kan, Mas nggak suka." Pagi ini Mas Nasrul kembali protes terhadap makanan yang kumasak."Tapi aku suka, Mas," jawabku singkat.Mas Nasrul mengacak rambutnya,
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: 35b
“Putar kamera kamu ke semua yang ada di situ. Semuanya, jangan ada yagn kamu tutup-tutupi.” Astaghfirullahaladzim ... aku hanya mampu beristighfar dalam hati. Kuturuti maunya dengan mulut terkatup rapat. Aku marah, dan kembali menahannya mengingat sedang di tempat ramai. “Bungkusin tiga buat aku, Ibu, dan Sarah,” titahnya. What? Enak saja! “Untuk Mas dan Ibu oke, nggak untuk Sarah,” jawabku ketus. “Ra, Sarah ngidam. Ayolah.” “Dia ngidam anak kamu, maka kamu yang harus nyari. Berbeda kalau itu anak aku, baru aku yang beliin.” Usai membalasnya dnegan sengit, kumatikan telepon. Mas Nasrul benar-benar menjengkelkan sekali. Apakah dia ingin berusaha membuatku cemburu dengan memberi perhatian pada Sarah? Kamu salah orang, Mas. “Nasrul saraf apa, ya? Heran.” Shinta mengaduk es teh pesanannya. “Tahu, ah! Pusing aku. Lagian, kenapa pula dia jadi cemburuan banget sekarang. Dulu nggak gitu. Kalau tahu gini aku nyesel maafin dia. Beneran.” “Hhsstt ... nggak boleh ngomong gitu,
Last Updated: 2026-02-06
You may also like
Air Mata Maduku
Air Mata Maduku
Rumah Tangga · Rina Novita
285.5K views
Aku di Antara Kalian
Aku di Antara Kalian
Rumah Tangga · Lis Susanawati
283.9K views
Suami Kontrak
Suami Kontrak
Rumah Tangga · agneslovely2014
257.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status