Chapter: bab 283 kalian berdua anak PapaSementara itu, Pak Purba yang makin tertarik untuk mengetahui asal usul Jasmine, pria itu sengaja menyuruh detektif untuk menyelidikinya. Ia ingin mendapatkan kejelasan tentang siapa orang tua kandung Jasmine yang sebenarnya. "Lakukan secepatnya, aku ingin segera mengetahui siapa gadis itu!" titah Pak Purba pada salah satu anak buahnya di telepon. Setelah itu ia menutup teleponnya. Kepalanya masih terasa sakit, ia duduk di kursi kebesarannya sambil memegangi kepalanya yang terasa mau pecah. "Astaga! Sakit sekali rasanya," rintih pria itu. Di saat yang bersamaan, Cerry datang dan melihat kondisi sang ayah kembali memburuk. "Papa!" Cerry langsung berlari dan menghampiri Pak Purba. Segera gadis itu membantu sang Papa yang hari hendak ia kasih kejutan ulang tahun pria itu. "Cerry!" desis Pak Purba. "Papa minum obatnya dulu!" Cerry segera mengambilkan obat untuk sang Papa. Gadis itu terlihat begitu menyayangi ayahnya dan tak ingin kehilangannya. Pak Purba segera meminum obat tersebu
Terakhir Diperbarui: 2026-10-23
Chapter: bab 282 pertahankan cintamu"Apa?" Jasmine langsung menoleh kaget. Yuni tidak menatapnya namun gadis itu mengulangi lagi kalimat yang baru saja diucapkannya. "Ya, bersiaplah mendapatkan kabar ini. Sebentar lagi kamu akan menjadi ibu. Awalnya memang akan membuatmu mendapatkan masalah besar tapi ke depannya kamu pasti bahagia," kata Yuni menambahkan. Jasmine masih belum mengerti dengan ucapan Yuni. Dirinya akan hamil? Oh, rasanya itu tidak mungkin. Tapi, kemungkinan bisa saja terjadi apalagi dirinya dan Mario sudah menikah. "Hamil? Bagaimana bisa kamu tahu, Yun? Nggak, itu nggak mungkin!" seru Jasmine lirih. Ia masih tak percaya jika itu akan terjadi padanya. Meskipun itu cuma sekedar tebakan, tapi apa yang Yuni katakan sejauh ini tidak pernah meleset. "Satu pesan dariku, pertahankan cintamu, jangan mudah menyerah, semua akan indah pada waktunya," sambung Yuni lagi. Jasmine masih bertanya-tanya. Jika benar itu akan terjadi dipastikan satu sekolah bakal gempar dan ia bisa membuat keluarga Juliansyah Iskandar m
Terakhir Diperbarui: 2026-10-23
Chapter: bab 281 sebentar lagi kamu hamil"Sorry, Jasmine! Kami udah nggak percaya kamu lagi. Kita semua kecewa sama kamu!" jawab Dinda. Setelah mengatakan hal itu, Dinda dan lainnya pergi meninggalkan Jasmine dan Emma. Jasmine melihat kepergian teman-temannya. Gadis itu menghela napas berat. Ia harus menghadapi masalah baru di lingkungan sekolahnya. Emma mendekati sang Kakak. Gadis itu akan selalu berada di belakang sang kakak dan akan menjadi garda terdepan karena Emma tahu jika Jasmine cenderung lebih lembut dan kalem darinya. "Kakak jangan bersedih! Selagi ada aku, semua pasti baik-baik saja!" kata Emma sambil menepuk bahu sang Kakak. Jasmine menoleh sambil mengangguk. Tak berselang lama suara bel masuk berbunyi. Akhirnya kedua gadis itu harus masuk ke dalam kelas masing-masing. "Kakak udah nggak apa-apa, kamu masuk aja ke kelas!" seru Jasmine sambil tersenyum. Emma sendiri harus meninggalkan Jasmine meskipun ia merasa tidak tega meninggalkan kakaknya itu. Karena ia takut terlambat, mau tidak mau Emma harus per
Terakhir Diperbarui: 2026-10-22
Chapter: bab 280 busuk mulutnya"Dinda!" seru Jasmine. Ternyata itu adalah Dinda, teman sebangkunya. Ya, Dinda mengiyakan ucapan teman-temannya tentang rumor kedekatan Jasmine dan Kakaknya yang tak lazim. Tak seharusnya mereka begitu mesra layaknya orang pacaran, di mata teman-teman Jamsine, mereka hanya kaka beradik dan sangat tabu jika mereka memiliki kedekatan. Dinda berjalan dan berdiri di tengah-tengah teman-temannya. Lalu gadis itu berkata pada Jasmine. "Maaf, Jasmine. Aku sendiri juga nggak nyangka kamu bakal kayak gini. Kita semuanya nggak nyangka aja bisa-bisanya kamu ada main sama kakakmu sendiri!" ungkap Dinda. Sontak hal itu membuat Jasmine dan Emma sangat terkejut. Emma langsung emosi dan tak terima kakak-kakaknya difitnah seperti itu sedangkan dirinya tinggal serumah dengan mereka. "Eh, dijaga ya mulutnya! Jangan asal bacot tuh congor!" umpat Emma sambil menunjuk wajah Dinda. Melihat adiknya emosi, Jasmine langsung menahan gadis itu untuk tetap tenang dan bersabar. "Emma, sudah, sudah! Sabar!"
Terakhir Diperbarui: 2026-10-22
Chapter: bab 279 hubungan terlarangBenar saja, teman-teman wanita Jasmine terlihat saling berbisik. Mereka melihat kemesraan Jasmine dan Mario yang dirasa sangat tidak wajar. Dan ini adalah sebuah propaganda dari Yongki untuk memfitnah dan menghancurkan nama baik Mario dan Jasmine. Yongki sengaja membayar salah seorang teman sekelas Jasmine untuk menyebarkan fitnah tentang kedekatan Mario dan Jasmine yang dinilai tidak lazim sebagai kakak beradik. Ia berharap dengan fitnahan itu bisa membuat malu keluarga besar Mario dan dengan begitu ia bisa menghancurkan keutuhan keluarga itu. Dinda adalah gadis yang sengaja dibayar Yongki untuk memfitnah Jasmine. Gadis itu adalah teman sebangku Jasmine dan hubungan mereka cukup dekat. Gadis itu dijanjikan akan diberi uang sepuluh juta jika berhasil memfitnah Jasmine dan Mario. Karena ia terdesak dan membutuhkan uang, sehingga Dinda terpaksa melakukannya. Gadis itu menyebarkan berita-berita negatif tentang Jasmine dan Mario. Diam-diam ia juga memata-matai Jasmine ketika pergi b
Terakhir Diperbarui: 2026-10-21
Chapter: bab 278 kelewat mesraDi sisi lain, Pak Purba sendiri semakin penasaran apa benar dugaannya jika Jasmine adalah anak dari Ana. Sepertinya Pak Purba harus konfirmasi kebenarannya pada keluarga Juliansyah Iskandar. "Aku harus mencari tahu tentang kebenarannya. Ya, aku harus memastikan jika gadis itu memang anaknya Ana. Jika benar dia anaknya Ana, aku juga harus memastikan dia anak biologisku atau bukan, dengan begitu aku bisa hidup dengan tenang tanpa merasa bersalah seumur hidup." Pak Purba sudah berencana untuk mencari fakta asal usul Jasmine setelah ia mendapatkan pengakuan dari putrinya , Cerry, tentang gadis itu. Beberapa detik kemudian lampu hijau menyala. Mario lekas menginjak gas dan segera melajukan mobil ke arah sekolah kedua adiknya. Sementara itu karena rasa penasarannya yang tinggi, Pak Purba meminta sopir untuk mengikuti mobil Mario yang sedang melaju ke sekolah Jasmine dan Emma. Setelah mobil berhasil meninggalkan mobil Pak Purba, Jasmine bernapas dengan lega, setidaknya ia bisa sedikit me
Terakhir Diperbarui: 2026-10-21
Chapter: Bab 565 Ulang tahun pernikahan (TAMAT)Sepertinya pertemuan Aland dan Erick itu membawa kebahagiaan tersendiri. Sesampainya di rumah, Aland langsung bercerita kepada sang istri bahwa dirinya bertemu dengan Erick dan anaknya. Apalagi Erick sudah menikah dengan Ani. "Ohhh ya? Jadi Ani dan Erick udah nikah?" sahut Vina yang begitu antusias. "He em, dan sekarang katanya si Ani sedang hamil tua!" jawab Aland lagi. "Ya ampun, udah lama nggak denger kabar mereka. Sekarang mereka sudah menikah. Syukurlah, Ani bisa mendapatkan kebahagiaannya, semoga saja rumah tangga mereka langgeng sampai kakek nenek ya, Mas!" balas Vina. "Ya, aku pun bahagia mendapatkan istri sepertimu. Jika saja kita tidak pernah bertemu. Mungkin aku tidak akan pernah menjadi orang baik. Aku pasti akan tetap menjadi pria brengsek!" balas Aland. Tiba-tiba suasana menjadi melow. Vina menatap wajah suaminya yang sudah enam tahun ini menjadi suaminya. "Jangan bilang seperti itu. Justru, aku yang beruntung memiliki suami pengertian sepertimu. Dulu aku sa
Terakhir Diperbarui: 2026-06-26
Chapter: Bab 564 minta ditabokLucunya, Ezra menjawab pertanyaan Aland langsung. "Makan nasi lah, Om. Masa makan ati!" jawabnya apa adanya'. Aland langsung melongo mendengarnya. Bisa-bisanya bocah itu bicara demikian. "Wah! Iy, iya, bener juga kamu. Makan ati emang nggak enak. Om sering ngerasain itu dulu!" jawabnya ikutan absurd seperti Ezra. Ezra menatap wajah Aland dengan serius. Pipinya yang terlalu gembul membuatnya seperti sedang mengunyah bakso. "Oh iya, Om lupa. Kita belum kenalan, boy!" ucap Aland sambil mengulurkan tangannya pada bocah laki-laki itu. Ezra tersenyum. Sepertinya bocah itu mulai nyaman. Ia membalas uluran tangan Aland dan menyebut namanya. "Saya Ezra, Om. Anaknya ibu Ani sama ayah Erick yang paling ganteng dan paling rajin satu kampung," ucap bocah itu dengan kalimat yang lancar. Sepertinya ia memang sengaja menghafal kata-kata itu. Aland menaikkan kedua alisnya sambil menoleh ke arah Erick. Erick sendiri mengulum senyumnya sambil garuk-garuk pelipisnya. "Ohhh, jadi namamu
Terakhir Diperbarui: 2026-06-24
Chapter: Bab 563 Vina ukuran sachetRaisya tak mau kalah. Bocah perempuan itu mencubit tangan gembul Ezra. Bocah laki-laki itu langsung menangis sambil berjalan ke arah ayahnya. "Huaaa ayah, aku dicubit sama si keriting!" omel Ezra dengan raut wajahnya yang memerah sambil menunjukkan tangannya yang habis dicubit oleh Raisya. Erick memeluk Ezra sambil tertawa kecil. Betapa menggemaskannya anak-anak itu. Sedangkan Aland tampak menasehati putrinya. "Raisya, nggak boleh gitu, Nak! Ayo minta maaf!" ucap Aland. Raisya mengerucutkan bibirnya karena ia merasa tidak bersalah. Ezra lah yang memulainya terlebih dahulu. "Nggak mau! Dia duluan talik-talik lambutku, Yah. Masa Laica yang minta maaf!" sahut bocah itu sambil menyilangkan kedua tangannya seperti orang dewasa. Aland cuma garuk-garuk pelipisnya karena rasanya seperti ia sedang menghadapi Vina, istrinya. "Hah! Rasanya sedang menghadapi kemarahan Emaknya. Ini sih Vina ukuran sachet!" gumam Aland. Namun sebisa mungkin ia merayu putrinya agar mau berdamai dengan E
Terakhir Diperbarui: 2026-06-22
Chapter: Bab 562 kawin berjamaah"Ya nggak lah, Bro. Aku bukan pria seperti itu. Itu anak sambungku dari istri pertamaku!" ungkap Erick. Lagi-lagi Aland menyipitkan matanya. "Istri pertama? Itu artinya masih ada istri-istri yang lain? Eh, kamu ini kawin berjamaah atau gimana?" tanya Aland dengan ekspresi wajah yang serius. Erick tertawa lagi. Sepertinya sepupunya itu belum tahu jika dirinya telah menikahi Ani. Pasalnya saat mereka menikah, Aland dan Vina memang tidak diberitahu dengan alasan tidak ingin merepotkan Aland yang tentunya sibuk dengan pekerjaannya. "Kawin berjamaah, ada-ada saja kamu!" ucap Erick. "Ya itu pokonya, menikahi lebih dari satu wanita, apa sih itu namanya?" Aland terlihat garuk-garuk pelipisnya, mencoba mengingat-ingat. "Poligami!" jawab Erick dengan cepat. "Nah, iya itu. Kamu poligami, bro?" Pertanyaan Aland sungguh serius. Erick menggelengkan kepalanya lagi. "Enggak lah. Istriku masih satu untuk saat ini!" Jawaban Erick lagi-lagi membuat Aland kali ini garuk-garuk tengkuknya. "Masih sa
Terakhir Diperbarui: 2026-06-22
Chapter: Bab 561 bertemu ErickAland memang menoleh ke belakang. Tapi pria itu sedang tidak menoleh ke arah tiga wanita itu. Justru, ia terpaku pada seseorang yang sedang bersama seorang anak laki-laki yang seusia putrinya. Iya, dia melihat seorang pria yang sedang menggandeng anak laki-laki yang memakai seragam sekolah yang sama dengan Raisya. Di sisi lain, ketiga wanita itu nampak percaya diri jika Aland sedang melihat mereka. Ketiganya nampak salah tingkah dengan merapikan rambut dan bulu mata mereka. Seolah-olah Aland sedang memperhatikan netes. Nyatanya, kedua mata Aland tertuju pada seorang pria yang sangat dikenalnya. Pria itu nampak akrab dengan seorang anak kecil yang bertubuh gembul. "Erick!" panggil Aland. Ya, sosok itu adalah Erick Hermawan, anak kandung Nyonya Ratna yang tak lain adalah sang Tante. "Erick!" panggil Aland lebih keras. Pria itu pun menoleh. Aland tidak salah lihat karena pria yang diduga Erick itu memang dia. Erick sendiri juga sangat terkejut saat melihat wajah Aland di
Terakhir Diperbarui: 2026-06-19
Chapter: Bab 560 benar-benar pria idamanAland tidak bisa menyangkalnya karena sang istri lebih tahu kekurangannya ketimbang dirinya sendiri. "Udah, udah. Jangan bicarakan rambut lagi. Ayo berangkat! Biar Mama di rumah saja!" ajak Aland pada Raisya. Bocah perempuan itu jingkrak-jingkrak kegirangan karena keinginannya untuk ditemani oleh sang ayah akan dituruti. "Tapi apa kamu nggak ke kantor, Mas? Gimana dengan kerjaan kamu? Katanya ada rapat?" tanya Vina yang sudah tahu jadwal sang suami. "Tidak apa-apa, aku bisa wakilkan ke Romi!" jawab Aland sambil menggandeng tangan putrinya, bersiap untuk mengantarnya pergi ke sekolah. "Jangan khawatir, aku pasti bisa!" imbuh pria ini itu lagi. Vina lebih percaya pada suaminya. Meskipun nantinya orang melihatnya sedikit aneh, orang tua murid laki-laki datang ikut menunggu putrinya yang sedang sekolah. "Ayo, salim dulu sama Mama!" titah Aland kepada anaknya itu. Raisya pun segera menurut, ia salim dan mencium tangan sang ibu. Vina mencium kening putrinya dan memberikan nasehat pada
Terakhir Diperbarui: 2026-06-19
Chapter: Bab 94 kematian Lisa (Tamat) Lisa tak percaya jika dirinya bertemu dengan Tasya dan Kenny lagi setelah belasan tahun mereka berpisah. Wanita itu mendadak menangis tatkala sang Mama, Nyonya Ana menceritakan tentang pertemuan mereka.Lisa sudah tidak bisa bergerak, hanya kedua matanya yang masih hidup. Sekujur tubuhnya penuh luka bakar karena mobil itu terbakar habis, bahkan pria pasangan Lisa yang merupakan ayah Grace, meninggal dunia.Lisa masih bersyukur diberikan kesempatan untuk hidup dan bertemu dengan Kenny dan Tasya. Entah kenapa, wanita itu merasa jika pertemuan itu adalah pertemuan akhir mereka."Mas Kenny, Mbak Tasya...!" Suara Lisa terdengar lemah memanggil Kenny dan Tasya. Keduanya mendekat dan berusaha untuk memberikan semangat kepada Lisa untuk bertahan dan sembuh."Hai Lisa, jangan banyak bergerak dulu, kamu harus istirahat!" ucap Tasya sambil menatap wajah Lisa yang pucat dan menitikkan air matanya."Mbak Tasya...!" Lisa menyebut nama mantan kakak tirinya dengan suara gemetaran."Jangan bicara dulu
Terakhir Diperbarui: 2025-11-27
Chapter: Bab 93 bertemu Tasya dan Kenny "Kenny dan Tasya orang tuamu, Nak?" tanya Nyonya Ana hampir tak percaya. Namun, wajah Evan yang sangat mirip dengan Kenny, membuat wanita itu tidak bisa memungkiri nya."Iya, mereka orang tua saya. Memangnya kenapa, Bu? Ibu kenal sama mereka?" balas Evan balik bertanya."Bukan cuma kenal, tapi sangat kenal!" jawab Nyonya Ana. Lalu, wanita itu menceritakan semuanya tentang Kenny dan Tasya kepada Evan. Kisah masa lalu yang rumit dan tentunya membuat wanita itu sangat menyesal.Evan menghela napas panjang, akhirnya terjawab sudah kenapa Nyonya Ana menganggap wajahnya mirip dengan Kenny. Memang benar, Kenny sang Papa adalah mantan suami mamanya Ziva."Begitulah, Nak. Itu artinya aku sedang bertemu dengan putra mereka, kamu benar-benar mirip sekali dengan Papamu... Oh ya Tuhan, mimpi apa aku semalam, engkau mempertemukan aku dengan putra mereka lewat Ziva!" kata Nyonya Ana yang nampak begitu terharu sekaligus malu. Malu karena dirinya sekarang seperti ini."Papa dan Mama pasti senang kalau
Terakhir Diperbarui: 2025-11-27
Chapter: Bab 92 bukan ayahnya Ziva "Oh nggak apa-apa kok, Nek. Kalau begitu, Ziva pergi dulu ke kamar, mau mandi!" kata gadis itu. Nyonya Ana menganggukkan kepalanya dan membiarkan cucunya pergi. Wanita itu menghela napas, dirinya sudah banyak berubah sejak divonis sakit stroke. Terkadang, wanita itu merasa sangat berdosa kepada Tasya yang dulu sering ia sakiti.Dirinya juga merasa apa yang terjadi pada putrinya adalah karma dari perbuatannya yang sudah membuat Tasya menderita.Sementara itu, Ziva segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Gadis itu merasa sangat kotor dan jijik pada dirinya sendiri. Entah bagaimana nasibnya nanti. Hidupnya sudah hancur, kesuciannya sudah ternoda meskipun Evan berkata akan bertanggung jawab.Sedangkan di luar, setelah Evan melihat kepergian Lisa. Pemuda itu pun berinisiatif untuk menemui Ziva yang saat ini sudah berada di dalam rumah.Terdengar suara orang yang sedang mengetuk pintu. Nyonya Ana yang saat itu sedang berada di ruang tamu, ia pun segera membukakan pintunya de
Terakhir Diperbarui: 2025-11-25
Chapter: Bab 91 bukan anak haram "Ziva, ya Tuhan. Tolong lindungi dia!" Evan masih mondar-mandir di depan rumah Ziva, pemuda itu sungguh tidak bisa meninggalkan Ziva dalam kondisi seperti itu. Gadis itu pasti sangat tersiksa. Baru saja ia kehilangan keperawanannya, kini ia harus mendapatkan siksaan dari ibu kandungnya. Di sisi lain, Nyonya Ana, yang sekarang sudah sedikit membaik kondisinya meskipun masih berada di kursi roda. Wanita itu muncul dari dalam rumah saat mendengar suara teriakan sang cucu. Wanita itu sangat menyayangi cucunya dan tidak suka jika Lisa terlalu berat menghukum gadis itu. "Lisa, berhenti!" Suara tegas Nyonya Ana seketika membuat Lisa menoleh dan menghentikan penyiksaannya kepada sang anak. "Kamu ini kenapa sihh? Ziva ini anakmu, kamu siksa dia seperti tawanan saja!" kata Nyonya Ana yang tak tega melihat sang cucu, ia pun memanggil gadis itu untuk memeluknya. "Ziva, sini, Nak!" Ziva yang semula meringkuk, pasrah dengan hukuman dari sang ibu, gadis itu pun segera menghampiri sang nenek ya
Terakhir Diperbarui: 2025-11-24
Chapter: Bab 90 Dicambuk Lisa benar-benar melihat wajah Evan yang begitu mirip dengan Kenny. Ya, bak pinang dibelah dua. Sementara itu Evan, pemuda itu segera mengantar Ziva untuk bertemu dengan keluarganya dan tentunya pemuda itu memberanikan diri untuk mengatakan bahwa dirinya akan melamar Ziva. Ziva sendiri nampak takut saat akan menemui sang ibu. Ia tahu bahwa ibunya tidak akan mengampuninya. "Ayo, Va!" kata Evan saat melihat Ziva yang terdiam dan tidak mau melangkah. Sangat jelas terlihat di wajah gadis itu jika ia sangat ketakutan. "Lo jangan takut, ada gue di sini, semuanya pasti baik-baik saja, oke!" Evan berusaha untuk meyakinkan gadis itu. Ziva diantar oleh pemuda itu untuk menghadap Lisa yang nyatanya wanita itu memang sangat marah. Lisa menatap tajam ke arah keduanya, apalagi saat ia melihat putrinya yang ketakutan. Semakin ingin ia menghajar gadis itu. Di sisi lain, Ziva harus bersiap-siap untuk menerima hukuman dari ibunya. Meskipun ia sudah terbiasa mendapatkan hukuman dari Lisa,
Terakhir Diperbarui: 2025-11-22
Chapter: Bab 89 mirip wajah Kenny Ziva langsung menjauh dari pemuda itu sambil meraih apa pun di sekitarnya untuk menutupi seluruh tubuhnya. Gadis itu spontan menangis dengan apa yang baru saja terjadi padanya. "Lo jahat, Van! Kenapa Lo lakuin ini ke gue!" rintih Ziva sambil menangis tersedu-sedu. Evan sendiri juga panik sekaligus bingung. Sejatinya ia tak ada niatan untuk melakukan hal itu. Tapi dorongan dari Ziva sendiri yang membuat pemuda itu khilaf. Pemuda itu juga merutuki perbuatannya yang sudah kelewatan. Bagaimana bisa ia tergoda untuk melakukan hal terlarang itu kepada teman sekolahan. "Oke, gu-gue minta maaf. Gue udah khilaf! Gue pasti tanggung jawab, gue janji!" jawab Evan dengan serius. Ziva masih menangis. Ia merasa kotor dengan dirinya sendiri. "Gue udah hancur, masa depan gue udah nggak berguna lagi!" kata Ziva yang begitu menyayat hati. "Enggak, Lo nggak bakalan hancur, Va. Gue pasti tanggung jawab, suer! Gue akan nikahin Lo, gue janji!" kata Evan makin serius. Ziva sendiri bingung harus
Terakhir Diperbarui: 2025-11-20