author-banner
Miss Luxy
Miss Luxy
Author

Novels by Miss Luxy

Ah! Mantap Mas Ramli

Ah! Mantap Mas Ramli

"Ramli, hamili istriku, aku akan membayarmu dua puluh kali lipat dari gajimu!" Ramli, duda anak tiga dari desa, terpaksa bekerja untuk CEO kaya. Namun, kedua majikannya terus bertengkar karena lima tahun ini, mereka tidak dikaruniai anak. Ramli yang butuh uang, tepaksa harus melakukan kerjasama. Perlahan, Vina mulai merasa nyaman dan ketagihan dengan sang pelayan. Hingga akhirnya mereka terjebak dalam hubungan yang sangat rumit. Apalagi saat Vina tahu sang suami telah mengkhianati dirinya dengan memiliki selingkuhan. Yang lebih mengejutkan adalah, Ramli sebenarnya bukan pelayan biasa hingga semua orang terkejut!
Read
Chapter: Bab 565 Ulang tahun pernikahan (TAMAT)
Sepertinya pertemuan Aland dan Erick itu membawa kebahagiaan tersendiri. Sesampainya di rumah, Aland langsung bercerita kepada sang istri bahwa dirinya bertemu dengan Erick dan anaknya. Apalagi Erick sudah menikah dengan Ani. "Ohhh ya? Jadi Ani dan Erick udah nikah?" sahut Vina yang begitu antusias. "He em, dan sekarang katanya si Ani sedang hamil tua!" jawab Aland lagi. "Ya ampun, udah lama nggak denger kabar mereka. Sekarang mereka sudah menikah. Syukurlah, Ani bisa mendapatkan kebahagiaannya, semoga saja rumah tangga mereka langgeng sampai kakek nenek ya, Mas!" balas Vina. "Ya, aku pun bahagia mendapatkan istri sepertimu. Jika saja kita tidak pernah bertemu. Mungkin aku tidak akan pernah menjadi orang baik. Aku pasti akan tetap menjadi pria brengsek!" balas Aland. Tiba-tiba suasana menjadi melow. Vina menatap wajah suaminya yang sudah enam tahun ini menjadi suaminya. "Jangan bilang seperti itu. Justru, aku yang beruntung memiliki suami pengertian sepertimu. Dulu aku sa
Last Updated: 2026-06-26
Chapter: Bab 564 minta ditabok
Lucunya, Ezra menjawab pertanyaan Aland langsung. "Makan nasi lah, Om. Masa makan ati!" jawabnya apa adanya'. Aland langsung melongo mendengarnya. Bisa-bisanya bocah itu bicara demikian. "Wah! Iy, iya, bener juga kamu. Makan ati emang nggak enak. Om sering ngerasain itu dulu!" jawabnya ikutan absurd seperti Ezra. Ezra menatap wajah Aland dengan serius. Pipinya yang terlalu gembul membuatnya seperti sedang mengunyah bakso. "Oh iya, Om lupa. Kita belum kenalan, boy!" ucap Aland sambil mengulurkan tangannya pada bocah laki-laki itu. Ezra tersenyum. Sepertinya bocah itu mulai nyaman. Ia membalas uluran tangan Aland dan menyebut namanya. "Saya Ezra, Om. Anaknya ibu Ani sama ayah Erick yang paling ganteng dan paling rajin satu kampung," ucap bocah itu dengan kalimat yang lancar. Sepertinya ia memang sengaja menghafal kata-kata itu. Aland menaikkan kedua alisnya sambil menoleh ke arah Erick. Erick sendiri mengulum senyumnya sambil garuk-garuk pelipisnya. "Ohhh, jadi namamu
Last Updated: 2026-06-24
Chapter: Bab 563 Vina ukuran sachet
Raisya tak mau kalah. Bocah perempuan itu mencubit tangan gembul Ezra. Bocah laki-laki itu langsung menangis sambil berjalan ke arah ayahnya. "Huaaa ayah, aku dicubit sama si keriting!" omel Ezra dengan raut wajahnya yang memerah sambil menunjukkan tangannya yang habis dicubit oleh Raisya. Erick memeluk Ezra sambil tertawa kecil. Betapa menggemaskannya anak-anak itu. Sedangkan Aland tampak menasehati putrinya. "Raisya, nggak boleh gitu, Nak! Ayo minta maaf!" ucap Aland. Raisya mengerucutkan bibirnya karena ia merasa tidak bersalah. Ezra lah yang memulainya terlebih dahulu. "Nggak mau! Dia duluan talik-talik lambutku, Yah. Masa Laica yang minta maaf!" sahut bocah itu sambil menyilangkan kedua tangannya seperti orang dewasa. Aland cuma garuk-garuk pelipisnya karena rasanya seperti ia sedang menghadapi Vina, istrinya. "Hah! Rasanya sedang menghadapi kemarahan Emaknya. Ini sih Vina ukuran sachet!" gumam Aland. Namun sebisa mungkin ia merayu putrinya agar mau berdamai dengan E
Last Updated: 2026-06-22
Chapter: Bab 562 kawin berjamaah
"Ya nggak lah, Bro. Aku bukan pria seperti itu. Itu anak sambungku dari istri pertamaku!" ungkap Erick. Lagi-lagi Aland menyipitkan matanya. "Istri pertama? Itu artinya masih ada istri-istri yang lain? Eh, kamu ini kawin berjamaah atau gimana?" tanya Aland dengan ekspresi wajah yang serius. Erick tertawa lagi. Sepertinya sepupunya itu belum tahu jika dirinya telah menikahi Ani. Pasalnya saat mereka menikah, Aland dan Vina memang tidak diberitahu dengan alasan tidak ingin merepotkan Aland yang tentunya sibuk dengan pekerjaannya. "Kawin berjamaah, ada-ada saja kamu!" ucap Erick. "Ya itu pokonya, menikahi lebih dari satu wanita, apa sih itu namanya?" Aland terlihat garuk-garuk pelipisnya, mencoba mengingat-ingat. "Poligami!" jawab Erick dengan cepat. "Nah, iya itu. Kamu poligami, bro?" Pertanyaan Aland sungguh serius. Erick menggelengkan kepalanya lagi. "Enggak lah. Istriku masih satu untuk saat ini!" Jawaban Erick lagi-lagi membuat Aland kali ini garuk-garuk tengkuknya. "Masih sa
Last Updated: 2026-06-22
Chapter: Bab 561 bertemu Erick
Aland memang menoleh ke belakang. Tapi pria itu sedang tidak menoleh ke arah tiga wanita itu. Justru, ia terpaku pada seseorang yang sedang bersama seorang anak laki-laki yang seusia putrinya. Iya, dia melihat seorang pria yang sedang menggandeng anak laki-laki yang memakai seragam sekolah yang sama dengan Raisya. Di sisi lain, ketiga wanita itu nampak percaya diri jika Aland sedang melihat mereka. Ketiganya nampak salah tingkah dengan merapikan rambut dan bulu mata mereka. Seolah-olah Aland sedang memperhatikan netes. Nyatanya, kedua mata Aland tertuju pada seorang pria yang sangat dikenalnya. Pria itu nampak akrab dengan seorang anak kecil yang bertubuh gembul. "Erick!" panggil Aland. Ya, sosok itu adalah Erick Hermawan, anak kandung Nyonya Ratna yang tak lain adalah sang Tante. "Erick!" panggil Aland lebih keras. Pria itu pun menoleh. Aland tidak salah lihat karena pria yang diduga Erick itu memang dia. Erick sendiri juga sangat terkejut saat melihat wajah Aland di
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: Bab 560 benar-benar pria idaman
Aland tidak bisa menyangkalnya karena sang istri lebih tahu kekurangannya ketimbang dirinya sendiri. "Udah, udah. Jangan bicarakan rambut lagi. Ayo berangkat! Biar Mama di rumah saja!" ajak Aland pada Raisya. Bocah perempuan itu jingkrak-jingkrak kegirangan karena keinginannya untuk ditemani oleh sang ayah akan dituruti. "Tapi apa kamu nggak ke kantor, Mas? Gimana dengan kerjaan kamu? Katanya ada rapat?" tanya Vina yang sudah tahu jadwal sang suami. "Tidak apa-apa, aku bisa wakilkan ke Romi!" jawab Aland sambil menggandeng tangan putrinya, bersiap untuk mengantarnya pergi ke sekolah. "Jangan khawatir, aku pasti bisa!" imbuh pria ini itu lagi. Vina lebih percaya pada suaminya. Meskipun nantinya orang melihatnya sedikit aneh, orang tua murid laki-laki datang ikut menunggu putrinya yang sedang sekolah. "Ayo, salim dulu sama Mama!" titah Aland kepada anaknya itu. Raisya pun segera menurut, ia salim dan mencium tangan sang ibu. Vina mencium kening putrinya dan memberikan nasehat pada
Last Updated: 2026-06-19
Terlena! Tusukan Mas Juki

Terlena! Tusukan Mas Juki

"Saya memang tukang sate, tapi masalah memuaskan dan menghamili Tante Nadine, saya ahlinya, apalagi dalam hal tusuk-menusuk!!" Nadine, terpaksa meminta seorang pemuda untuk menikah dan menghamilinya demi untuk mendapatkan keturunan sesuai keinginan keluarga besar. Dia sebenarnya sangat cantik dan kaya raya, akan tetapi dia menyamar sebagai tante-tante umur 40-an untuk mencari sosok laki-laki yang tulus. Semua itu disebabkan trauma akan masa lalunya dulu. Semakin tulus Juki, semakin Nadine percaya dengan pria dan cinta itu mulai tumbuh, Nadine mendapatkan sebuah kejutan yang tidak pernah ia sangka. Siapakah Juki? Si tukang sate yang kini menjadi suaminya?
Read
Chapter: Bab 178 ini enak banget
Soraya yang nampak panik, wanita itu berkacak pinggang melihat eksprei Julian yang taknkunjung pergi. "Kamu tunggu apa lagi, Mas? Katanya mau pergi!" tanya Soraya. Juian terkesiap dan langsung mengangguk."Ah iya, aku akan pergi. Yakin lewat sini aman?" tanya Julian untuk memastikan. "Aman! Pokoknya kamu percaya aku saja!" jawab Soraya. Julian mulai melangkahkan kakinya masuk ke lorong yang gelap itu. "Baikalah, aku pergi sekarang. Jaga dirimu baik-baik!" ucap pria itu sambil mengusap wajah Soraya sebelum dirinya masuk ke lorong. Soraya tersenyum senang. "Kamu juga hati-hati! Jaga dirimu baik-baik!" Julian segera masuk ke dalam lorong itu. Soraya memperhatikan kepergian suaminya dengan penuh doa dan harapan semoga mereka segera bersatu lagi dalam kebahagiaan. Hanya sekitar tiga puluh detik saja. Julian sudah sampai di ujung lorong yang terletak di jalan seberang. Pria itu segera keluar dari sana. Namun apa yang terjadi selanjutnya. Julian dibuat hampir setengah mati saat terden
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: Bab 177 makhluk paling benar
"Em... bukan apa-apa, lupakan!" sahut Julian nampak salah tungkah.Sementara itu di tempat lain, Ana yang sudah sampai di rumahnya. Wanita itu langsung membanting pintu. Rasanya ia ingin sekali membunuh Soraya saat itu juga. "Brengsek kau perempuan jalang! Aku tidak bisa diginiin. Aku sangat yakin sekali jika Mas Julian ada di rumah perempuan itu. Mama! Sepertinya aku harus telepon Mama. Hanya perempuan tua itu yang bisa menolongku!" Ana segera mengambil ponselnya, setelah itu ia segera menelepon nomor Nyonya Ratih untuk mengadu. Hanya dalam bebrapa menit saja, sambungan telepon terhubung. "Halo, sayang! Ada apa lagi? Apa Julian digoda lagi sama perempuan itu?" Suara Nyonya Ratih langsung mendominasi. Ana memulai sandiwaranya. Ia mulai menyiapkan drama air mata buayanya untuk mengelabuhi Nyoya Ratih. "Hiks! Iya, Ma. Mas Julian pergi ke rumah perempuan itu lagi!" jawab Ana dengan memasang suara sedihnya. "Apa! Julian ke rumah perempuan itu lagi? Sepertinya Mama harus tegas dan mel
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: Bab 176 itunya juga sama
Hampir saja jantung Julian copot. Susah payah dirinya berusaha keluar dari rumah Soraya. Justru ada yang memergokinya. Pria itu terdiam sesaaat, ia belum berani membalikkan badannya. Hingga akhirnya, pria itu dibuat lega ketika ia mendengar suara wanita yang sangat dikenalinya."Mas, kamu masih di sini?"Ya, itu adalah suara Nadine. Julian spontan menoleh dan akhirnya ia melihat Carlota yang sedang berdiri di samping Nadine."Carlota! Kamu kok ada di sini?" tanya Julian nampak gugup dan sedikit malu."Ya saya ke sini karena saya resign jadi pelayan Bapak, saya udah nggak cocok lagi bekerja untuk Nyonya Ana. Maaf Pak, saya belum pamitan dulu sama Bapak, saya langsung ke sini aja, Bu Soraya bersedia kok menampung saya!" jawab Carlota apa adanya."Oh, jadi begitu! Nggak masalah, kamu boleh bekerja di sini, selagi Soraya bersedia, aku sih terserah kalian. Senyamanmu saja!"Julian nampak manggut-manggut. Lalu, Carlota bertanya lagi kepada pria itu. Tapi kali ini pertanyaanya cukup membuat
Last Updated: 2026-09-04
Chapter: Bab 175 ditelanjangi Pak Julian
Ana langsung memaki-maki Soraya saat wanita itu menyindirnya minta sumbangan."Hei perempuan gatal! Minta sumbangan pala lu! Di mana Mas Julian kamu sembunyikan? Cepat bawa dia padaku!" seru Ana dengan paksa. Soraya tertawa kecil mendengarnya."Suamimu hilang kok datang padaku? Mana aku tahu dia ada di mana!" jawab Soraya dengan santainya."Cuih! KAmu pikir aku percaya? MInggir! Biar aku yang cari sendiri!" Ana memaksa untuk masuk ke dalam rumah Soraya. Namun segera Carlota menarik tangan wanita itu."Nyonya, sebaiknya Anda pulang! Jangan bikin malu. Pak Julian nggak ada di sini!" ucap Carlota sambil terus menahan tangan Ana. Spontan Ana menepis tangan Carlota dengan ketus."Ck! Pelayan nggak tahu diri! Kamu pasti sudah bersekongkol dengan perempuan ini, iya, kan?" umpat Ana dengan menatap Carlota dan Soraya secara bergantian.Carlota benar-benar melindungi Nadine dari serangan Ana. Wanita itu berdiri di depan Nadine dan tidak akan membiarkan Ana menyakiti sang majikan."Saya tidak ak
Last Updated: 2026-09-04
Chapter: Bab 174 melabrak
Akhirnya Carlota tahu kenapa suara Nadine yang terdengar mendesah seperti sorang yang sedang kepedasan. Ia yakin sekali jika Julian bersama wanita itu. Benar saja, saat Ana sudah tiba di rumah Soraya, wanita itu langsung menggedor pintu rumah Soraya tanpa memerdulikan keberadaan Carlota di sana. "Woi, Soraya! Cepat suruh keluar suamiku! Aku tahu dia ada di dalam. Kembalikan suamiku dasar lonte!" teriak Ana dengan keras. Carlota yang berada di sana, wanita itu pun lebih membela Nadine daripada Ana, karena sudah jelas jika Soraya adalah Nadine. "Nyonya nyari Pak Julian? Pak Julian nggak ada di rumah Bu Soraya!1" sahut Carlota. Ana menoleh dengan penuh emosi. "Aku nggak nanya kamu!" sahut Ana dengan ketus. "Anda memang nggak nanya, tapi dari tadi saya ada di sini dan Pak Julian memang nggak ke mari!" imbuh Carlota lagi. "Halah! Nggak usah kamu menutupi kebusukan wanita itu. Aku sangat yakin sekali jika suamiku ada di rumah perempuan sialan ini!" kata Ana yakin. "Memangnya Nyon
Last Updated: 2026-09-03
Chapter: Bab 173 kepedasan
Julian mengentikan gerakannya sejenak saat mendengar dering ponsel Soraya yang ada di samping wanita itu. Soraya langsung meraih ponselnya dengan satu tangannya. Sedangkan tangan lainnya mencengkeram tangan Julian dengan kuat karena Julian masih melanjutkan aktivitasnya.Sambil menahan nikmat, Soraya melihat ke layar ponelnya siapa yang sedang menghubungi dirinya."Carlota!"Julian semakin cepat menggerakkan pinggulnya saat nama Carlota disebut, pelayannya itu tidak akan peduli dengan apa yang sedang dilakukannya. Justru, Carlota pasti akan mendukung perelingkuhan Julian dan Soraya."Ah, Mas. Pelan-pelan, aku mau angkat telepon dulu. Carlota meneleponku!" ucap Soraya sambil menggigit bibirnya. Di sisi lain, Julian cuma tersenyum. Wajahnya yang bergairah tidak bisa membuat pria itu berhenti."Angkat saja!" jawab Julian dengan suara mendesah. Soraya tersenyum dan mengikuti perintah suaminya.Sementara itu Carlota masih sabar menunggu Nadine mengangkat teleponnya. Karena ia sangat yain s
Last Updated: 2026-09-03
Hasrat Cinta sang Mantan

Hasrat Cinta sang Mantan

"Sentuh aku, Ken! Aku tahu kamu juga sangat menginginkannya, bukan!" "Maksudmu apa?" Kenny tercengang dan menegang atas bawah saat Tasya, sang kakak ipar yang ternyata adalah mantan kekasihnya itu tiba-tiba memintanya untuk menyalakan kembali gelora api cinta terlarang di antara mereka. Cinta lama bersemi kembali di saat Kenny dan Tasya sama-sama sudah memiliki pasangan dan menjadi saudara ipar. Hal apakah yang membuat mereka memutuskan untuk menyalakan kembali api asmara yang dulu sempat padam?
Read
Chapter: Bab 94 kematian Lisa (Tamat)
Lisa tak percaya jika dirinya bertemu dengan Tasya dan Kenny lagi setelah belasan tahun mereka berpisah. Wanita itu mendadak menangis tatkala sang Mama, Nyonya Ana menceritakan tentang pertemuan mereka.Lisa sudah tidak bisa bergerak, hanya kedua matanya yang masih hidup. Sekujur tubuhnya penuh luka bakar karena mobil itu terbakar habis, bahkan pria pasangan Lisa yang merupakan ayah Grace, meninggal dunia.Lisa masih bersyukur diberikan kesempatan untuk hidup dan bertemu dengan Kenny dan Tasya. Entah kenapa, wanita itu merasa jika pertemuan itu adalah pertemuan akhir mereka."Mas Kenny, Mbak Tasya...!" Suara Lisa terdengar lemah memanggil Kenny dan Tasya. Keduanya mendekat dan berusaha untuk memberikan semangat kepada Lisa untuk bertahan dan sembuh."Hai Lisa, jangan banyak bergerak dulu, kamu harus istirahat!" ucap Tasya sambil menatap wajah Lisa yang pucat dan menitikkan air matanya."Mbak Tasya...!" Lisa menyebut nama mantan kakak tirinya dengan suara gemetaran."Jangan bicara dulu
Last Updated: 2025-11-27
Chapter: Bab 93 bertemu Tasya dan Kenny
"Kenny dan Tasya orang tuamu, Nak?" tanya Nyonya Ana hampir tak percaya. Namun, wajah Evan yang sangat mirip dengan Kenny, membuat wanita itu tidak bisa memungkiri nya."Iya, mereka orang tua saya. Memangnya kenapa, Bu? Ibu kenal sama mereka?" balas Evan balik bertanya."Bukan cuma kenal, tapi sangat kenal!" jawab Nyonya Ana. Lalu, wanita itu menceritakan semuanya tentang Kenny dan Tasya kepada Evan. Kisah masa lalu yang rumit dan tentunya membuat wanita itu sangat menyesal.Evan menghela napas panjang, akhirnya terjawab sudah kenapa Nyonya Ana menganggap wajahnya mirip dengan Kenny. Memang benar, Kenny sang Papa adalah mantan suami mamanya Ziva."Begitulah, Nak. Itu artinya aku sedang bertemu dengan putra mereka, kamu benar-benar mirip sekali dengan Papamu... Oh ya Tuhan, mimpi apa aku semalam, engkau mempertemukan aku dengan putra mereka lewat Ziva!" kata Nyonya Ana yang nampak begitu terharu sekaligus malu. Malu karena dirinya sekarang seperti ini."Papa dan Mama pasti senang kalau
Last Updated: 2025-11-27
Chapter: Bab 92 bukan ayahnya Ziva
"Oh nggak apa-apa kok, Nek. Kalau begitu, Ziva pergi dulu ke kamar, mau mandi!" kata gadis itu. Nyonya Ana menganggukkan kepalanya dan membiarkan cucunya pergi. Wanita itu menghela napas, dirinya sudah banyak berubah sejak divonis sakit stroke. Terkadang, wanita itu merasa sangat berdosa kepada Tasya yang dulu sering ia sakiti.Dirinya juga merasa apa yang terjadi pada putrinya adalah karma dari perbuatannya yang sudah membuat Tasya menderita.Sementara itu, Ziva segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Gadis itu merasa sangat kotor dan jijik pada dirinya sendiri. Entah bagaimana nasibnya nanti. Hidupnya sudah hancur, kesuciannya sudah ternoda meskipun Evan berkata akan bertanggung jawab.Sedangkan di luar, setelah Evan melihat kepergian Lisa. Pemuda itu pun berinisiatif untuk menemui Ziva yang saat ini sudah berada di dalam rumah.Terdengar suara orang yang sedang mengetuk pintu. Nyonya Ana yang saat itu sedang berada di ruang tamu, ia pun segera membukakan pintunya de
Last Updated: 2025-11-25
Chapter: Bab 91 bukan anak haram
"Ziva, ya Tuhan. Tolong lindungi dia!" Evan masih mondar-mandir di depan rumah Ziva, pemuda itu sungguh tidak bisa meninggalkan Ziva dalam kondisi seperti itu. Gadis itu pasti sangat tersiksa. Baru saja ia kehilangan keperawanannya, kini ia harus mendapatkan siksaan dari ibu kandungnya. Di sisi lain, Nyonya Ana, yang sekarang sudah sedikit membaik kondisinya meskipun masih berada di kursi roda. Wanita itu muncul dari dalam rumah saat mendengar suara teriakan sang cucu. Wanita itu sangat menyayangi cucunya dan tidak suka jika Lisa terlalu berat menghukum gadis itu. "Lisa, berhenti!" Suara tegas Nyonya Ana seketika membuat Lisa menoleh dan menghentikan penyiksaannya kepada sang anak. "Kamu ini kenapa sihh? Ziva ini anakmu, kamu siksa dia seperti tawanan saja!" kata Nyonya Ana yang tak tega melihat sang cucu, ia pun memanggil gadis itu untuk memeluknya. "Ziva, sini, Nak!" Ziva yang semula meringkuk, pasrah dengan hukuman dari sang ibu, gadis itu pun segera menghampiri sang nenek ya
Last Updated: 2025-11-24
Chapter: Bab 90 Dicambuk
Lisa benar-benar melihat wajah Evan yang begitu mirip dengan Kenny. Ya, bak pinang dibelah dua. Sementara itu Evan, pemuda itu segera mengantar Ziva untuk bertemu dengan keluarganya dan tentunya pemuda itu memberanikan diri untuk mengatakan bahwa dirinya akan melamar Ziva. Ziva sendiri nampak takut saat akan menemui sang ibu. Ia tahu bahwa ibunya tidak akan mengampuninya. "Ayo, Va!" kata Evan saat melihat Ziva yang terdiam dan tidak mau melangkah. Sangat jelas terlihat di wajah gadis itu jika ia sangat ketakutan. "Lo jangan takut, ada gue di sini, semuanya pasti baik-baik saja, oke!" Evan berusaha untuk meyakinkan gadis itu. Ziva diantar oleh pemuda itu untuk menghadap Lisa yang nyatanya wanita itu memang sangat marah. Lisa menatap tajam ke arah keduanya, apalagi saat ia melihat putrinya yang ketakutan. Semakin ingin ia menghajar gadis itu. Di sisi lain, Ziva harus bersiap-siap untuk menerima hukuman dari ibunya. Meskipun ia sudah terbiasa mendapatkan hukuman dari Lisa,
Last Updated: 2025-11-22
Chapter: Bab 89 mirip wajah Kenny
Ziva langsung menjauh dari pemuda itu sambil meraih apa pun di sekitarnya untuk menutupi seluruh tubuhnya. Gadis itu spontan menangis dengan apa yang baru saja terjadi padanya. "Lo jahat, Van! Kenapa Lo lakuin ini ke gue!" rintih Ziva sambil menangis tersedu-sedu. Evan sendiri juga panik sekaligus bingung. Sejatinya ia tak ada niatan untuk melakukan hal itu. Tapi dorongan dari Ziva sendiri yang membuat pemuda itu khilaf. Pemuda itu juga merutuki perbuatannya yang sudah kelewatan. Bagaimana bisa ia tergoda untuk melakukan hal terlarang itu kepada teman sekolahan. "Oke, gu-gue minta maaf. Gue udah khilaf! Gue pasti tanggung jawab, gue janji!" jawab Evan dengan serius. Ziva masih menangis. Ia merasa kotor dengan dirinya sendiri. "Gue udah hancur, masa depan gue udah nggak berguna lagi!" kata Ziva yang begitu menyayat hati. "Enggak, Lo nggak bakalan hancur, Va. Gue pasti tanggung jawab, suer! Gue akan nikahin Lo, gue janji!" kata Evan makin serius. Ziva sendiri bingung harus
Last Updated: 2025-11-20
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status