Chapter: Bab 565 Ulang tahun pernikahan (TAMAT)Sepertinya pertemuan Aland dan Erick itu membawa kebahagiaan tersendiri. Sesampainya di rumah, Aland langsung bercerita kepada sang istri bahwa dirinya bertemu dengan Erick dan anaknya. Apalagi Erick sudah menikah dengan Ani. "Ohhh ya? Jadi Ani dan Erick udah nikah?" sahut Vina yang begitu antusias. "He em, dan sekarang katanya si Ani sedang hamil tua!" jawab Aland lagi. "Ya ampun, udah lama nggak denger kabar mereka. Sekarang mereka sudah menikah. Syukurlah, Ani bisa mendapatkan kebahagiaannya, semoga saja rumah tangga mereka langgeng sampai kakek nenek ya, Mas!" balas Vina. "Ya, aku pun bahagia mendapatkan istri sepertimu. Jika saja kita tidak pernah bertemu. Mungkin aku tidak akan pernah menjadi orang baik. Aku pasti akan tetap menjadi pria brengsek!" balas Aland. Tiba-tiba suasana menjadi melow. Vina menatap wajah suaminya yang sudah enam tahun ini menjadi suaminya. "Jangan bilang seperti itu. Justru, aku yang beruntung memiliki suami pengertian sepertimu. Dulu aku sa
Terakhir Diperbarui: 2026-06-26
Chapter: Bab 564 minta ditabokLucunya, Ezra menjawab pertanyaan Aland langsung. "Makan nasi lah, Om. Masa makan ati!" jawabnya apa adanya'. Aland langsung melongo mendengarnya. Bisa-bisanya bocah itu bicara demikian. "Wah! Iy, iya, bener juga kamu. Makan ati emang nggak enak. Om sering ngerasain itu dulu!" jawabnya ikutan absurd seperti Ezra. Ezra menatap wajah Aland dengan serius. Pipinya yang terlalu gembul membuatnya seperti sedang mengunyah bakso. "Oh iya, Om lupa. Kita belum kenalan, boy!" ucap Aland sambil mengulurkan tangannya pada bocah laki-laki itu. Ezra tersenyum. Sepertinya bocah itu mulai nyaman. Ia membalas uluran tangan Aland dan menyebut namanya. "Saya Ezra, Om. Anaknya ibu Ani sama ayah Erick yang paling ganteng dan paling rajin satu kampung," ucap bocah itu dengan kalimat yang lancar. Sepertinya ia memang sengaja menghafal kata-kata itu. Aland menaikkan kedua alisnya sambil menoleh ke arah Erick. Erick sendiri mengulum senyumnya sambil garuk-garuk pelipisnya. "Ohhh, jadi namamu
Terakhir Diperbarui: 2026-06-24
Chapter: Bab 563 Vina ukuran sachetRaisya tak mau kalah. Bocah perempuan itu mencubit tangan gembul Ezra. Bocah laki-laki itu langsung menangis sambil berjalan ke arah ayahnya. "Huaaa ayah, aku dicubit sama si keriting!" omel Ezra dengan raut wajahnya yang memerah sambil menunjukkan tangannya yang habis dicubit oleh Raisya. Erick memeluk Ezra sambil tertawa kecil. Betapa menggemaskannya anak-anak itu. Sedangkan Aland tampak menasehati putrinya. "Raisya, nggak boleh gitu, Nak! Ayo minta maaf!" ucap Aland. Raisya mengerucutkan bibirnya karena ia merasa tidak bersalah. Ezra lah yang memulainya terlebih dahulu. "Nggak mau! Dia duluan talik-talik lambutku, Yah. Masa Laica yang minta maaf!" sahut bocah itu sambil menyilangkan kedua tangannya seperti orang dewasa. Aland cuma garuk-garuk pelipisnya karena rasanya seperti ia sedang menghadapi Vina, istrinya. "Hah! Rasanya sedang menghadapi kemarahan Emaknya. Ini sih Vina ukuran sachet!" gumam Aland. Namun sebisa mungkin ia merayu putrinya agar mau berdamai dengan E
Terakhir Diperbarui: 2026-06-22
Chapter: Bab 562 kawin berjamaah"Ya nggak lah, Bro. Aku bukan pria seperti itu. Itu anak sambungku dari istri pertamaku!" ungkap Erick. Lagi-lagi Aland menyipitkan matanya. "Istri pertama? Itu artinya masih ada istri-istri yang lain? Eh, kamu ini kawin berjamaah atau gimana?" tanya Aland dengan ekspresi wajah yang serius. Erick tertawa lagi. Sepertinya sepupunya itu belum tahu jika dirinya telah menikahi Ani. Pasalnya saat mereka menikah, Aland dan Vina memang tidak diberitahu dengan alasan tidak ingin merepotkan Aland yang tentunya sibuk dengan pekerjaannya. "Kawin berjamaah, ada-ada saja kamu!" ucap Erick. "Ya itu pokonya, menikahi lebih dari satu wanita, apa sih itu namanya?" Aland terlihat garuk-garuk pelipisnya, mencoba mengingat-ingat. "Poligami!" jawab Erick dengan cepat. "Nah, iya itu. Kamu poligami, bro?" Pertanyaan Aland sungguh serius. Erick menggelengkan kepalanya lagi. "Enggak lah. Istriku masih satu untuk saat ini!" Jawaban Erick lagi-lagi membuat Aland kali ini garuk-garuk tengkuknya. "Masih sa
Terakhir Diperbarui: 2026-06-22
Chapter: Bab 561 bertemu ErickAland memang menoleh ke belakang. Tapi pria itu sedang tidak menoleh ke arah tiga wanita itu. Justru, ia terpaku pada seseorang yang sedang bersama seorang anak laki-laki yang seusia putrinya. Iya, dia melihat seorang pria yang sedang menggandeng anak laki-laki yang memakai seragam sekolah yang sama dengan Raisya. Di sisi lain, ketiga wanita itu nampak percaya diri jika Aland sedang melihat mereka. Ketiganya nampak salah tingkah dengan merapikan rambut dan bulu mata mereka. Seolah-olah Aland sedang memperhatikan netes. Nyatanya, kedua mata Aland tertuju pada seorang pria yang sangat dikenalnya. Pria itu nampak akrab dengan seorang anak kecil yang bertubuh gembul. "Erick!" panggil Aland. Ya, sosok itu adalah Erick Hermawan, anak kandung Nyonya Ratna Antika tak lain adalah sang Tante. "Erick!" panggil Aland lebih keras. Pria itu pun menoleh. Aland tidak salah lihat karena pria yang diduga Erick itu memang dia. Erick sendiri juga sangat terkejut saat melihat wajah Aland di se
Terakhir Diperbarui: 2026-06-19
Chapter: Bab 560 benar-benar pria idamanAland tidak bisa menyangkalnya karena sang istri lebih tahu kekurangannya ketimbang dirinya sendiri. "Udah, udah. Jangan bicarakan rambut lagi. Ayo berangkat! Biar Mama di rumah saja!" ajak Aland pada Raisya. Bocah perempuan itu jingkrak-jingkrak kegirangan karena keinginannya untuk ditemani oleh sang ayah akan dituruti. "Tapi apa kamu nggak ke kantor, Mas? Gimana dengan kerjaan kamu? Katanya ada rapat?" tanya Vina yang sudah tahu jadwal sang suami. "Tidak apa-apa, aku bisa wakilkan ke Romi!" jawab Aland sambil menggandeng tangan putrinya, bersiap untuk mengantarnya pergi ke sekolah. "Jangan khawatir, aku pasti bisa!" imbuh pria ini itu lagi. Vina lebih percaya pada suaminya. Meskipun nantinya orang melihatnya sedikit aneh, orang tua murid laki-laki datang ikut menunggu putrinya yang sedang sekolah. "Ayo, salim dulu sama Mama!" titah Aland kepada anaknya itu. Raisya pun segera menurut, ia salim dan mencium tangan sang ibu. Vina mencium kening putrinya dan memberikan nasehat pada
Terakhir Diperbarui: 2026-06-19
Chapter: Bab 119 kesempatan besarNadine mengintip di balik jendela. Ada sebuah mobil yang terparkir di depan rumahnya. Wanita itu mengernyitkan dahinya seolah ia mengenali mobil tersebut. "Mobil siapa itu?" gumamnya. Di saat yang bersamaan suara ketukan pintu membuatnya terhenyak. Wanita itu segera membuka pintu untuk memastikan siapa yang sedang bertamu malam-malam begini. Setelah pintu terbuka. Nadine melihat Carlota yang sedang membawa pesan dari satpam penjaga rumah mereka jika ada tamu yang sangat penting yang sedang mengabarkan tentang Julian. "Maaf Nyonya, kata Pak satpam di luar ada orang yang ingin bertemu dengan Nyonya. Katanya ada pesan penting untuk Nyonya dari Bang Juki, eh Tuan Julian maksud saya!" kata Carlota sesuai ucapan satpam. "Pesan penting dari suamiku? Siapa orangnya?" tanya Nadine penasaran. "Waduh, saya lupa tanya, Pak satpam nggak ngomong!" jawab Carlota sambil garuk-garuk kepalanya. Sepertinya Nadine harus keluar untuk melihatnya sendiri. Ia harus memastikan bahwa orang itu memang
Terakhir Diperbarui: 2026-07-23
Chapter: Bab 118 bertamu malam-malamAkhirnya Julian pergi ke rumah kedua orang tuanya. Setelah mendapatkan izin dari sang istri, pria itu pergi untuk melihat keadaan sang Mama.Nadine melihat kepergian sang suami. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa sangat bersalah pada suaminya. Bukan karena hubungannya dengan Daniel yang tidak baik-baik saja. Tapi juga tentang siapa yang sudah menodainya waktu itu. Sampai saat ini Nadine tidak pernah tahu siapa laki-laki itu. Hanya saja ia masih menyimpan arloji pria yang sudah merenggut kesuciannya. Setelah Julian pergi. Nadine pergi untuk melihat arloji yang ditinggal oleh pria brengsek itu. Rencananya ia akan membuang benda tersebut. Nadine ingin melupakan masa lalunya yang pahit. Saat ini ia hanya ingin fokus pada kehidupan barunya. Jam satu malam. Julian pergi ke rumah kedua orang tuanya. Pria itu berharap bisa membuat sang Mama menerima kehadiran istrinya. Meskipun itu cukup sulit setidaknya ia harus berusaha. Saat pria itu berada di dalam perjanjian. Mobil yang dikendarainya b
Terakhir Diperbarui: 2026-07-22
Chapter: Bab 117 mencintaimu segenap jiwa"Bener?" kata Nadine sambil menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya. Julian tersenyum, lalu ia mengangkat wajah istrinya."Tentu saja, mana mungkin aku bohong. Sampai kapan pun aku akan tetap bersamamu, apa pun yang terjadi aku akan tetap mencintaimu!" jawab Julian dengan sangat yakin.Julian memeluk istrinya dengan erat. Pria itu sudah berjanji dalam hatinya. Bahwa, apa pun yang terjadi dan sebesar apa pun cobaan yang dihadapi. Ia akan tetap mencintai istrinya."Dengarkan aku! Tak seorang pun bisa memisahkan kita. Tidak ada yang bisa!" balas pria itu. Tiba-tiba Nadine menangis mendengar pengakuan sang suami. Dirinya benar-benar sangat beruntung memiliki suami seperti Julian."Makasih, Mas. Kamu memang laki-laki yang baik, aku sayang kamu to much!" balas Nadine sambil menyembunyikan wajahnya pada dada bidang suaminya.Di saat yang bersamaan. Mendadak ada telepon dari rumah. Iya, ponsel Julian berdering lagi dan itu adalah telfon dari Tuan Andi."Bentar, aku angkat telpon dulu!"Juli
Terakhir Diperbarui: 2026-07-21
Chapter: Bab 116 Aku tidak akan pergi"Ah, sudah-sudah! Buruan ngomong! Ada apa you bangunin putri salju yang sedang tidur pulas ini? Cepetan! Mataku masih ngantuk ini!" sahut Jenny sambil memijit pelipisnya. Julian terdiam sesaat. Kali ini ia sedang dalam mode serius. Untuk sejenak ia menoleh ke arah istrinya yang sedang tidur. Dilihatnya Nadine masih terlelap sehingga tidak mungkin wanita itu bisa mendengarnya bicara dengan Jenny.Nadine sendiri juga masih berpura-pura tidur padahal wanita itu sudah terjaga."Okeh. Aku sengaja telpon kakak buat minta tolong," jawab Julian. Jenny membuka matanya lebar-lebar. Sepertinya sang adik cukup serius. "Ada apa?" "Tadi ada orang yang ngirimin aku foto Nadine!" kata Julian dengan suara datar tapi cukup mendalam. Mendengar namanya disebut, Nadine langsung membuka matanya dan penasaran, foto dirinya yang seperti apa yang dikirimkan ke sang suami dan siapa yang sudah mengirimkannya? Nadine benar-benar sangat penasaran. "Foto! Foto apa?" gumam Nadine bingung.Jenny sendiri juga te
Terakhir Diperbarui: 2026-07-20
Chapter: Bab 115 Jangan-jangan dia"Shit! Apa jangan-jangan dia!" Juki tak lantas kehilangan akal. Ia lebih percaya pada istrinya. Pria itu pun segera melacak nomor yang baru saja menghubunginya. Sebagai seorang pria pengusaha yang sering mengalami hal seperti ini. Tak ada yang sulit baginya untuk menemukan nomor tak dikenal itu. Segera ia melacaknya. Malam itu, disaat Nadine sedang terlelap tidur. Julian sibuk mencari orang yang telah mengirimkan foto telanjang istrinya. Pasti ada sesuatu yang diinginkan oleh orang itu dan pastinya pengirim itu bukanlah orang asing. Karena ia tahu jika Nadine sedang dekat dengannya, bahkan mungkin sudah tahu jika Julian adalah suaminya. "Siapa dia! Apa tujuannya mengirim foto istriku. Aku tahu ini sangat disengaja. Dia tahu aku dan Nadine sedang bersama!" gumam Julian. Pria itu meminta bantuan Jenny untuk melacaknya. Tengah malam buta, Julian menelpon Jenny yang saat itu sedang terlelap. "Ayolah, kak! Angkat teleponnya!" Julian terlihat panik karena Jenny belum juga mengangkat te
Terakhir Diperbarui: 2026-07-19
Chapter: Bab 114 nomor misteriusJulian menoleh dan memandang wajah istrinya."Kenapa kamu tanyakan lagi? Apa jawabanku masih kurang jelas?" tanya Julian dengan tatapan matanya yang serius dan Nadine menunduk."Entahlah, aku merasa sangat tidak pantas mendapatkan laki-laki yang baik sepertimu. Kamu berhak bahagia bersama wanita yang lebih...!" Belum sampai Nadine melanjutkan kata-katanya. Julian langsung memotong pembicaraan sang istri."Hei, ssssttt! Aku tidak mau mendengar kata-kata itu lagi, faham! Kamu akan tetap menjadi istriku dan tidak akan ada wanita lain yang bisa menggantikan dirimu, tidak ada!" ucap Julian."Tapi, Mas!""Hei stop! Jangan bicara lagi, atau aku cium kamu!" ancam Julian seraya mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri. Sepertinya pria itu memang sedang ingin mencium sang istri. Nadine spontan mendorong pipi Julian sambil memalingkan wajahnya."Ihhh, jangan, Mas! Aku belum cuci muka!" sahut Nadine sambil menggelengkan kepalanya. Tapi Julian terus memaksa untuk mencium bibir wanita itu."Nggak a
Terakhir Diperbarui: 2026-07-18
Chapter: Bab 94 kematian Lisa (Tamat) Lisa tak percaya jika dirinya bertemu dengan Tasya dan Kenny lagi setelah belasan tahun mereka berpisah. Wanita itu mendadak menangis tatkala sang Mama, Nyonya Ana menceritakan tentang pertemuan mereka.Lisa sudah tidak bisa bergerak, hanya kedua matanya yang masih hidup. Sekujur tubuhnya penuh luka bakar karena mobil itu terbakar habis, bahkan pria pasangan Lisa yang merupakan ayah Grace, meninggal dunia.Lisa masih bersyukur diberikan kesempatan untuk hidup dan bertemu dengan Kenny dan Tasya. Entah kenapa, wanita itu merasa jika pertemuan itu adalah pertemuan akhir mereka."Mas Kenny, Mbak Tasya...!" Suara Lisa terdengar lemah memanggil Kenny dan Tasya. Keduanya mendekat dan berusaha untuk memberikan semangat kepada Lisa untuk bertahan dan sembuh."Hai Lisa, jangan banyak bergerak dulu, kamu harus istirahat!" ucap Tasya sambil menatap wajah Lisa yang pucat dan menitikkan air matanya."Mbak Tasya...!" Lisa menyebut nama mantan kakak tirinya dengan suara gemetaran."Jangan bicara dulu
Terakhir Diperbarui: 2025-11-27
Chapter: Bab 93 bertemu Tasya dan Kenny "Kenny dan Tasya orang tuamu, Nak?" tanya Nyonya Ana hampir tak percaya. Namun, wajah Evan yang sangat mirip dengan Kenny, membuat wanita itu tidak bisa memungkiri nya."Iya, mereka orang tua saya. Memangnya kenapa, Bu? Ibu kenal sama mereka?" balas Evan balik bertanya."Bukan cuma kenal, tapi sangat kenal!" jawab Nyonya Ana. Lalu, wanita itu menceritakan semuanya tentang Kenny dan Tasya kepada Evan. Kisah masa lalu yang rumit dan tentunya membuat wanita itu sangat menyesal.Evan menghela napas panjang, akhirnya terjawab sudah kenapa Nyonya Ana menganggap wajahnya mirip dengan Kenny. Memang benar, Kenny sang Papa adalah mantan suami mamanya Ziva."Begitulah, Nak. Itu artinya aku sedang bertemu dengan putra mereka, kamu benar-benar mirip sekali dengan Papamu... Oh ya Tuhan, mimpi apa aku semalam, engkau mempertemukan aku dengan putra mereka lewat Ziva!" kata Nyonya Ana yang nampak begitu terharu sekaligus malu. Malu karena dirinya sekarang seperti ini."Papa dan Mama pasti senang kalau
Terakhir Diperbarui: 2025-11-27
Chapter: Bab 92 bukan ayahnya Ziva "Oh nggak apa-apa kok, Nek. Kalau begitu, Ziva pergi dulu ke kamar, mau mandi!" kata gadis itu. Nyonya Ana menganggukkan kepalanya dan membiarkan cucunya pergi. Wanita itu menghela napas, dirinya sudah banyak berubah sejak divonis sakit stroke. Terkadang, wanita itu merasa sangat berdosa kepada Tasya yang dulu sering ia sakiti.Dirinya juga merasa apa yang terjadi pada putrinya adalah karma dari perbuatannya yang sudah membuat Tasya menderita.Sementara itu, Ziva segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Gadis itu merasa sangat kotor dan jijik pada dirinya sendiri. Entah bagaimana nasibnya nanti. Hidupnya sudah hancur, kesuciannya sudah ternoda meskipun Evan berkata akan bertanggung jawab.Sedangkan di luar, setelah Evan melihat kepergian Lisa. Pemuda itu pun berinisiatif untuk menemui Ziva yang saat ini sudah berada di dalam rumah.Terdengar suara orang yang sedang mengetuk pintu. Nyonya Ana yang saat itu sedang berada di ruang tamu, ia pun segera membukakan pintunya de
Terakhir Diperbarui: 2025-11-25
Chapter: Bab 91 bukan anak haram "Ziva, ya Tuhan. Tolong lindungi dia!" Evan masih mondar-mandir di depan rumah Ziva, pemuda itu sungguh tidak bisa meninggalkan Ziva dalam kondisi seperti itu. Gadis itu pasti sangat tersiksa. Baru saja ia kehilangan keperawanannya, kini ia harus mendapatkan siksaan dari ibu kandungnya. Di sisi lain, Nyonya Ana, yang sekarang sudah sedikit membaik kondisinya meskipun masih berada di kursi roda. Wanita itu muncul dari dalam rumah saat mendengar suara teriakan sang cucu. Wanita itu sangat menyayangi cucunya dan tidak suka jika Lisa terlalu berat menghukum gadis itu. "Lisa, berhenti!" Suara tegas Nyonya Ana seketika membuat Lisa menoleh dan menghentikan penyiksaannya kepada sang anak. "Kamu ini kenapa sihh? Ziva ini anakmu, kamu siksa dia seperti tawanan saja!" kata Nyonya Ana yang tak tega melihat sang cucu, ia pun memanggil gadis itu untuk memeluknya. "Ziva, sini, Nak!" Ziva yang semula meringkuk, pasrah dengan hukuman dari sang ibu, gadis itu pun segera menghampiri sang nenek ya
Terakhir Diperbarui: 2025-11-24
Chapter: Bab 90 Dicambuk Lisa benar-benar melihat wajah Evan yang begitu mirip dengan Kenny. Ya, bak pinang dibelah dua. Sementara itu Evan, pemuda itu segera mengantar Ziva untuk bertemu dengan keluarganya dan tentunya pemuda itu memberanikan diri untuk mengatakan bahwa dirinya akan melamar Ziva. Ziva sendiri nampak takut saat akan menemui sang ibu. Ia tahu bahwa ibunya tidak akan mengampuninya. "Ayo, Va!" kata Evan saat melihat Ziva yang terdiam dan tidak mau melangkah. Sangat jelas terlihat di wajah gadis itu jika ia sangat ketakutan. "Lo jangan takut, ada gue di sini, semuanya pasti baik-baik saja, oke!" Evan berusaha untuk meyakinkan gadis itu. Ziva diantar oleh pemuda itu untuk menghadap Lisa yang nyatanya wanita itu memang sangat marah. Lisa menatap tajam ke arah keduanya, apalagi saat ia melihat putrinya yang ketakutan. Semakin ingin ia menghajar gadis itu. Di sisi lain, Ziva harus bersiap-siap untuk menerima hukuman dari ibunya. Meskipun ia sudah terbiasa mendapatkan hukuman dari Lisa,
Terakhir Diperbarui: 2025-11-22
Chapter: Bab 89 mirip wajah Kenny Ziva langsung menjauh dari pemuda itu sambil meraih apa pun di sekitarnya untuk menutupi seluruh tubuhnya. Gadis itu spontan menangis dengan apa yang baru saja terjadi padanya. "Lo jahat, Van! Kenapa Lo lakuin ini ke gue!" rintih Ziva sambil menangis tersedu-sedu. Evan sendiri juga panik sekaligus bingung. Sejatinya ia tak ada niatan untuk melakukan hal itu. Tapi dorongan dari Ziva sendiri yang membuat pemuda itu khilaf. Pemuda itu juga merutuki perbuatannya yang sudah kelewatan. Bagaimana bisa ia tergoda untuk melakukan hal terlarang itu kepada teman sekolahan. "Oke, gu-gue minta maaf. Gue udah khilaf! Gue pasti tanggung jawab, gue janji!" jawab Evan dengan serius. Ziva masih menangis. Ia merasa kotor dengan dirinya sendiri. "Gue udah hancur, masa depan gue udah nggak berguna lagi!" kata Ziva yang begitu menyayat hati. "Enggak, Lo nggak bakalan hancur, Va. Gue pasti tanggung jawab, suer! Gue akan nikahin Lo, gue janji!" kata Evan makin serius. Ziva sendiri bingung harus
Terakhir Diperbarui: 2025-11-20