author-banner
Miss Luxy
Miss Luxy
Author

Novels by Miss Luxy

Ah! Mantap Mas Ramli

Ah! Mantap Mas Ramli

"Ramli, hamili istriku, aku akan membayarmu dua puluh kali lipat dari gajimu!" Ramli, duda anak tiga dari desa, terpaksa bekerja untuk CEO kaya. Namun, kedua majikannya terus bertengkar karena lima tahun ini, mereka tidak dikaruniai anak. Ramli yang butuh uang, tepaksa harus melakukan kerjasama. Perlahan, Vina mulai merasa nyaman dan ketagihan dengan sang pelayan. Hingga akhirnya mereka terjebak dalam hubungan yang sangat rumit. Apalagi saat Vina tahu sang suami telah mengkhianati dirinya dengan memiliki selingkuhan. Yang lebih mengejutkan adalah, Ramli sebenarnya bukan pelayan biasa hingga semua orang terkejut!
Read
Chapter: Bab 237 mimpi basah
"Ramli!" Aland sengaja menyebut nama samarannya dulu. Berharap ia bisa membangkitkan gairah Vina terhadap sosok pelayan itu yang sebenarnya kini sedang berada di hadapannya. "Iya, namanya Ramli bin Sanusi, dia pelayan yang sangat rajin, ulet, dan pekerja keras!" jawab Vina dengan tatapannya yang jauh menerawang. Jika teringat akan Ramli, wanita itu tidak bisa menahan kesedihannya dan juga kerinduannya yang begitu besar pada pria itu. "Sepertinya pelayan itu sangat baik dan bertanggung jawab, sampai-sampai Nyonya berkaca-kaca mengingatnya." "Iya, kamu benar. Dia pelayan yang sangat baik, bahkan saking baiknya dia bersedia untuk memberiku an...!" Vina langsung tersadar dan tidak melanjutkan kata-katanya lagi. "Memberi apa, Nyonya?" tanya Aland pura-pura. "Bukan apa-apa, lupakan! Dan sekarang aku mau ngomong lagi soal tadi!" Vina sengaja mengalihkan pembicaraan karena dirinya tak ingin terlalu larut dalam kesedihannya. "Ya sudah kalau begitu, terserah Nyonya saja. Silakan!"
Last Updated: 2026-01-19
Chapter: Bab 236 anu becek
Vina mengerutkan keningnya, ia tahu jika pandangan mata pelayan itu tertuju ke arah kedua kakinya yang terbuka. "Lihat aku!" Tiba-tiba Vina meminta Aland menatap dirinya. "Nggak apa-apa nih saya lihat, Nyonya!" sahut Aland yang masih belum berani menatap wajah Vina. Ia khawatir wanita itu marah dan berteriak lagi khawatir jika membuat baby Nala menangis lagi. "Iyaaa! Daripada mata kamu jelalatan lihatin kakiku, dasar!" sahut wanita. Seketika Aland mengangkat wajahnya dan terpaksa menatap wajah Vina dengan tatapan canggung. Sengaja ia melakukan itu agar wanita itu tidak menatapnya terlalu dalam, khawatir jika Vina akan mengenali dirinya lewat tatapan mata. "Maaf, Nyonya. Baiklah, apa yang ingin Anda katakan! Mengingat sudah malam dan saya harus pulang, anak-anak saya pasti sudah nungguin di rumah!" kata Aland. "Memangnya di rumah nggak ada ibunya? Sampai-sampai anakmu harus nungguin kamu!" sahut Vina. Aland menggelengkan kepalanya. "Sa-saya duda merana, Nyonya. Istri saya
Last Updated: 2026-01-19
Chapter: Bab 235 jangan dekat-dekat
Aland langsung menundukkan wajahnya dan berpura-pura takut, padahal ia sangat bangga dengan karyanya yang luar biasa. "Maaf, Nyonya. Sa-saya tidak bermaksud untuk melihatnya, saya cuma khawatir sama putri Nyonya, pasti kaget lagi dengar suara ibunya yang kayak petir!" jawab Aland apa adanya. Vina makin geram, ingin rasanya dia menjambak rambut pria itu tapi ia harus tenang karena sedang menyusui bayinya. "Kamu tuh memang pelayan yang menyebalkan, ya!" umpat wanita itu, meskipun begitu ia masih penasaran dengan apa yang terjadi padanya beberapa waktu yang lalu. "Dimohon jangan sering-sering marah, Nyonya. Saya khawatir nanti air susunya mampet, nggak lancar keluarnya, kasihan anak-anak Nyonya masih butuh ASI eksklusif dari Anda!" sahut Aland yang masih menundukkan wajahnya seolah ia sedang berbicara dengan lantai marmer di ruangan itu. Kali ini kesabaran Vina sedang diuji. Pertemuannya dengan pelayan restoran itu memang tidak terduga. Namun entah kenapa dirinya merasa jika pelay
Last Updated: 2026-01-19
Chapter: Bab 234 jejak-jejak cinta
"Memangnya siapa yang ngasih pertanyaan seperti itu! Nihh orang lama-lama bikin emosi saja!" sahut Vina yang makin kesal. "Ya siapa tahu aja Nyonya ngasih pertanyaan seperti itu, kan!" Wajah polos, tanpa dosa, itulah yang Aland andalkan. Padahal, ia adalah pemain yang sangat handal dan sangat berpengalaman. "Ha udah, udah! Nggak usah banyak bicara. Sebaiknya kamu jawab saja pertanyaanku sekarang!" sahut Vina. Namun, ia harus bicara empat mata dengan Aland karena ia tak ingin kedua baby sitter itu mendengarnya. "Sarah, Nancy, bisa kah kalian tinggalkan kami di sini?! Aku ingin bicara sama pria ini!" titah Vina kepada kedua wanita itu. "Baik, Nyonya!" Sarah dan Nancy segera meninggalkan Vina dan Aland berdua saja di ruangan itu. Setelah kedua wanita itu pergi, Vina mulai memberikan pertanyaan kepada Aland yang saat itu masih berdiri memvnggungi nya. "Sekarang jawab pertanyaanku dan kamu nggak boleh bohong!" "Siap!" Aland mengangguk yakin. Vina mengambil napas terlebih dah
Last Updated: 2026-01-18
Chapter: Bab 233 gigitan Mas Ramli
Pria itu tertawa kecil dan ia tahu apa yang sedang dimaksud dengan bekas cupang. Ya, itu memang maha karya dari pria itu. Rasa rindunya pada mantan majikannya itu membuat dirinya begitu liar dan menggigit apa saja termasuk memberikan banyak tanda di payudara Vina. "Pasti kamu kaget melihat gigitan Mas Ramli, Vina! Itu cuma gigitan biasa, belum gigitan di tempat lainnya, bahkan kamu terlalu menikmatinya, Sayang!" batin Aland. Sarah dan Nancy, seketika terdiam dan meminta maaf. "Maaf, Nyonya. Kami tidak bermaksud menertawakan Anda, hanya saja habis makan apa sampai badan Nyonya merah-merah gituu? Perasaan Nyonya tidak punya riwayat alergi atau gatal-gatal!" kata Sarah. Vina kembali panik, ia harus bisa mencari alasan yang tepat agar kedua baby sitter itu tidak berpikiran macam-macam. "Ohhh ini tadi, iya, aku baru saja makan seafood pas makan malam tadi, ya mungkin karena itu jadi merah-merah seperti ini. Ah sudahlah, tidak perlu dibicarakan lagi, nanti juga hilang sendiri setela
Last Updated: 2026-01-18
Chapter: Bab 232 tanda cupang
Vina memutar bola matanya mendengar ucapan pelayan itu. Sementara itu Aland segera mengambil baby Nala dari baby sitter nya. Dengan sangat hati-hati dan penuh kelembutan, Aland menggendong bayi perempuan yang sedang menangis itu dengan sangat lembut. "Em, em, anak cantik, cup, cup sayang... Jangan nangis, ya..." Begitulah cara Aland menimang bayi perempuan itu sambil meletakkan tubuh mungil itu di dadanya, lalu ia menepuk-nepuk lembut punggung Nala agar bayi itu terasa nyaman. Pengalamannya saat di desa waktu Rendra, putranya lahir. Telah membuat Aland menjadi sosok ayah yang siaga dan pandai menenangkan anak bayi. Kemandiriannya waktu itu memberikan pelajaran yang sangat berharga untuknya. Sehingga dirinya bisa menenangkan bayi itu dengan sangat santai. Di sisi lain, Vina yang sedang menggendong baby Nathan cukup termangu melihat bagaimana caranya pelayan itu menenangkan putrinya. Penuh kelembutan bahkan lebih lembut dari cara dirinya menenangkan kedua anaknya. Dan anehnya, t
Last Updated: 2026-01-18
Hasrat Cinta sang Mantan

Hasrat Cinta sang Mantan

"Sentuh aku, Ken! Aku tahu kamu juga sangat menginginkannya, bukan!" "Maksudmu apa?" Kenny tercengang dan menegang atas bawah saat Tasya, sang kakak ipar yang ternyata adalah mantan kekasihnya itu tiba-tiba memintanya untuk menyalakan kembali gelora api cinta terlarang di antara mereka. Cinta lama bersemi kembali di saat Kenny dan Tasya sama-sama sudah memiliki pasangan dan menjadi saudara ipar. Hal apakah yang membuat mereka memutuskan untuk menyalakan kembali api asmara yang dulu sempat padam?
Read
Chapter: Bab 94 kematian Lisa (Tamat)
Lisa tak percaya jika dirinya bertemu dengan Tasya dan Kenny lagi setelah belasan tahun mereka berpisah. Wanita itu mendadak menangis tatkala sang Mama, Nyonya Ana menceritakan tentang pertemuan mereka.Lisa sudah tidak bisa bergerak, hanya kedua matanya yang masih hidup. Sekujur tubuhnya penuh luka bakar karena mobil itu terbakar habis, bahkan pria pasangan Lisa yang merupakan ayah Grace, meninggal dunia.Lisa masih bersyukur diberikan kesempatan untuk hidup dan bertemu dengan Kenny dan Tasya. Entah kenapa, wanita itu merasa jika pertemuan itu adalah pertemuan akhir mereka."Mas Kenny, Mbak Tasya...!" Suara Lisa terdengar lemah memanggil Kenny dan Tasya. Keduanya mendekat dan berusaha untuk memberikan semangat kepada Lisa untuk bertahan dan sembuh."Hai Lisa, jangan banyak bergerak dulu, kamu harus istirahat!" ucap Tasya sambil menatap wajah Lisa yang pucat dan menitikkan air matanya."Mbak Tasya...!" Lisa menyebut nama mantan kakak tirinya dengan suara gemetaran."Jangan bicara dulu
Last Updated: 2025-11-27
Chapter: Bab 93 bertemu Tasya dan Kenny
"Kenny dan Tasya orang tuamu, Nak?" tanya Nyonya Ana hampir tak percaya. Namun, wajah Evan yang sangat mirip dengan Kenny, membuat wanita itu tidak bisa memungkiri nya."Iya, mereka orang tua saya. Memangnya kenapa, Bu? Ibu kenal sama mereka?" balas Evan balik bertanya."Bukan cuma kenal, tapi sangat kenal!" jawab Nyonya Ana. Lalu, wanita itu menceritakan semuanya tentang Kenny dan Tasya kepada Evan. Kisah masa lalu yang rumit dan tentunya membuat wanita itu sangat menyesal.Evan menghela napas panjang, akhirnya terjawab sudah kenapa Nyonya Ana menganggap wajahnya mirip dengan Kenny. Memang benar, Kenny sang Papa adalah mantan suami mamanya Ziva."Begitulah, Nak. Itu artinya aku sedang bertemu dengan putra mereka, kamu benar-benar mirip sekali dengan Papamu... Oh ya Tuhan, mimpi apa aku semalam, engkau mempertemukan aku dengan putra mereka lewat Ziva!" kata Nyonya Ana yang nampak begitu terharu sekaligus malu. Malu karena dirinya sekarang seperti ini."Papa dan Mama pasti senang kalau
Last Updated: 2025-11-27
Chapter: Bab 92 bukan ayahnya Ziva
"Oh nggak apa-apa kok, Nek. Kalau begitu, Ziva pergi dulu ke kamar, mau mandi!" kata gadis itu. Nyonya Ana menganggukkan kepalanya dan membiarkan cucunya pergi. Wanita itu menghela napas, dirinya sudah banyak berubah sejak divonis sakit stroke. Terkadang, wanita itu merasa sangat berdosa kepada Tasya yang dulu sering ia sakiti.Dirinya juga merasa apa yang terjadi pada putrinya adalah karma dari perbuatannya yang sudah membuat Tasya menderita.Sementara itu, Ziva segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Gadis itu merasa sangat kotor dan jijik pada dirinya sendiri. Entah bagaimana nasibnya nanti. Hidupnya sudah hancur, kesuciannya sudah ternoda meskipun Evan berkata akan bertanggung jawab.Sedangkan di luar, setelah Evan melihat kepergian Lisa. Pemuda itu pun berinisiatif untuk menemui Ziva yang saat ini sudah berada di dalam rumah.Terdengar suara orang yang sedang mengetuk pintu. Nyonya Ana yang saat itu sedang berada di ruang tamu, ia pun segera membukakan pintunya de
Last Updated: 2025-11-25
Chapter: Bab 91 bukan anak haram
"Ziva, ya Tuhan. Tolong lindungi dia!" Evan masih mondar-mandir di depan rumah Ziva, pemuda itu sungguh tidak bisa meninggalkan Ziva dalam kondisi seperti itu. Gadis itu pasti sangat tersiksa. Baru saja ia kehilangan keperawanannya, kini ia harus mendapatkan siksaan dari ibu kandungnya. Di sisi lain, Nyonya Ana, yang sekarang sudah sedikit membaik kondisinya meskipun masih berada di kursi roda. Wanita itu muncul dari dalam rumah saat mendengar suara teriakan sang cucu. Wanita itu sangat menyayangi cucunya dan tidak suka jika Lisa terlalu berat menghukum gadis itu. "Lisa, berhenti!" Suara tegas Nyonya Ana seketika membuat Lisa menoleh dan menghentikan penyiksaannya kepada sang anak. "Kamu ini kenapa sihh? Ziva ini anakmu, kamu siksa dia seperti tawanan saja!" kata Nyonya Ana yang tak tega melihat sang cucu, ia pun memanggil gadis itu untuk memeluknya. "Ziva, sini, Nak!" Ziva yang semula meringkuk, pasrah dengan hukuman dari sang ibu, gadis itu pun segera menghampiri sang nenek ya
Last Updated: 2025-11-24
Chapter: Bab 90 Dicambuk
Lisa benar-benar melihat wajah Evan yang begitu mirip dengan Kenny. Ya, bak pinang dibelah dua. Sementara itu Evan, pemuda itu segera mengantar Ziva untuk bertemu dengan keluarganya dan tentunya pemuda itu memberanikan diri untuk mengatakan bahwa dirinya akan melamar Ziva. Ziva sendiri nampak takut saat akan menemui sang ibu. Ia tahu bahwa ibunya tidak akan mengampuninya. "Ayo, Va!" kata Evan saat melihat Ziva yang terdiam dan tidak mau melangkah. Sangat jelas terlihat di wajah gadis itu jika ia sangat ketakutan. "Lo jangan takut, ada gue di sini, semuanya pasti baik-baik saja, oke!" Evan berusaha untuk meyakinkan gadis itu. Ziva diantar oleh pemuda itu untuk menghadap Lisa yang nyatanya wanita itu memang sangat marah. Lisa menatap tajam ke arah keduanya, apalagi saat ia melihat putrinya yang ketakutan. Semakin ingin ia menghajar gadis itu. Di sisi lain, Ziva harus bersiap-siap untuk menerima hukuman dari ibunya. Meskipun ia sudah terbiasa mendapatkan hukuman dari Lisa,
Last Updated: 2025-11-22
Chapter: Bab 89 mirip wajah Kenny
Ziva langsung menjauh dari pemuda itu sambil meraih apa pun di sekitarnya untuk menutupi seluruh tubuhnya. Gadis itu spontan menangis dengan apa yang baru saja terjadi padanya. "Lo jahat, Van! Kenapa Lo lakuin ini ke gue!" rintih Ziva sambil menangis tersedu-sedu. Evan sendiri juga panik sekaligus bingung. Sejatinya ia tak ada niatan untuk melakukan hal itu. Tapi dorongan dari Ziva sendiri yang membuat pemuda itu khilaf. Pemuda itu juga merutuki perbuatannya yang sudah kelewatan. Bagaimana bisa ia tergoda untuk melakukan hal terlarang itu kepada teman sekolahan. "Oke, gu-gue minta maaf. Gue udah khilaf! Gue pasti tanggung jawab, gue janji!" jawab Evan dengan serius. Ziva masih menangis. Ia merasa kotor dengan dirinya sendiri. "Gue udah hancur, masa depan gue udah nggak berguna lagi!" kata Ziva yang begitu menyayat hati. "Enggak, Lo nggak bakalan hancur, Va. Gue pasti tanggung jawab, suer! Gue akan nikahin Lo, gue janji!" kata Evan makin serius. Ziva sendiri bingung harus
Last Updated: 2025-11-20
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status