author-banner
Hello Sii
Hello Sii
Author

Novels by Hello Sii

Pengantin Pengganti Tuan CEO

Pengantin Pengganti Tuan CEO

Amora Artawijaya sebenarnya sudah ingin melupakan cinta dan obsesinya untuk mendapatkan Aksen, lelaki yang dicintainya dan juga sangat membencinya. Karena sebentar lagi, lelaki itu akan menikah dengan sepupunya sendiri. Namun tanpa diduga, justru yang menikah dengan Aksen adalah dirinya bukan Aurelia, sepupunya. Mengapa? “Aku yang akan menggantikan Aurelia!” ucap Amora Artawijaya. Sejak kalimat itu Amora ucapkan, hidupnya seketika berubah drastis.
Read
Chapter: Bab 77
Amora termenung di depan gerbang setelah ia keluar dari bangunan itu dan meninggalkan dua orang yang paling Amora benci di dunia. Baron dan Frans sudah divonis hukuman mati oleh pengadilan sesuai tuntutan keluarga korban dan hukum yang berlaku.Setelah ini Amora akan belajar ikhlas atas semuanya. Ayah, ibu, kakek, semua keluarganya sudah tiada. Dan yang sekarang bisa menemaninya hanya keluarga dari sang suami. Mereka begitu terlihat peduli kepada Amora bahkan di kala perempuan itu dalam kesulitan.“Ayo, pulang!” Aksen merangkul pundak Amora dengan lembut.Amora kemudian menoleh. Perempuan itu tersenyum tipis membuat Aksen semakin erat memeluknya. Tak akan pernah Aksen lepaskan lagi seorang istri yang begitu berharga ini dalam hidupnya. Tak akan pernah.Amora kini merasa aman. Bersama orang-orang yang begitu menyayanginya. Seorang suami yang rela berbuat apapun demi menyenangkan hatinya, saudara-saudara yang selalu membuatnya tertawa dan seorang ibu mertua yang mementingkan kebutuhanny
Last Updated: 2024-12-22
Chapter: Bab 76
“Aku sudah tahu tempat persembunyian para bajingan itu!” Aksen mengepalkan tangan kirinya dengan erat setelah mengetahui beberapa hal yang membuatnya sangat jengkel. Sudah beberapa hari Aksen mencoba melayangkan senjata kepada dua bajingan itu tapi entah kesaktian apa yang mereka punya sampai selalu lolos dari segala rencananya.Tapi tidak untuk hari ini. Aksen, Diego, Anna, Riri dan Amora akan menyatukan rencana untuk menjebak Baron dan Frans itu. Amora sudah berangkat dengan beberapa pengawalnya menuju gedung tak terpakai yang beberapa tahun lalu terbakar.Benar sekali, di tengah jalan, Amora diculik oleh dua orang dengan topengnya. Amora berpura-pura pingsan untuk mengelabui musuhnya itu. Terdengar jelas di telinga Amora tawa renyah Frans Baron memenuhi ruangan kedap suara. Ingin sekali Amora menyumpal mulut sialan itu. Tapi ia harus menahan itu semua dan berpura-pura pingsan dulu untuk sementara waktu.“Am, kau merindukan panggilan itu, bukan?” tanya Frans dengan wajah berseri.
Last Updated: 2024-12-21
Chapter: Bab 75
Beberapa orang suruhan Diego dan Amora berhasil disebarkan untuk mencari keberadaan Aksen. Meskipun Amora nampak berdiam diri saja di rumah, tapi otak dan bawahan-bawahannya tidak pernah diam untuk terus menggali informasi perihal Aksen.Sehari berlalu, Amora belum mendapatkan kabar apapun dari Aksen. Hatinya semakin tak tenang dan otaknya sudah buntu tak bisa berpikir lagi. Apalagi ketika mendengar kabar terbaru dari televisi yang mengabarkan jika Baron dan Frans tidak terlacak kembali keberadaannya.Diego yang beberapa kali mencoba menghubungkan koneksi pelacak pun tetap tidak berhasil. Baron dan Frans sepertinya telah menyusun segala cara sebagus mungkin untuk hari ini dan hari-hari berikutnya demi menangkap Amora. Beberapa kali Diego berpesan untuk Amora tetap berjaga-jaga meskipun ia berdiam diri di rumah.Malam ini seperti biasa Amora tak berhasil memejamkan matanya. Pikiran yang terus berkecamuk dan kepala yang terasa pusing semakin membuatnya tak bisa tidur. Sesekali Amora men
Last Updated: 2024-12-18
Chapter: Bab 74
Amora mondar mandir tidak jelas sejak tadi karena pikirannya yang mulai kacau semenjak acara televisi menyajikan berita tentang berkeliarannya dua orang buronan yang kabur dari keamanan. Tentu saja mereka itu adalah Baron dan Frans.Sesuatu yang begitu mengoyakkan hati Amora kala ia mengetahui jika kedua orang itu merupakan ayah dan anak. Frans merupakan anak Baron sebelum ia menikahi ibunya Aurelia. Sungguh sangat lembut permainan Frans waktu itu, hingga membuat Amora tidak bisa melihat mana rekayasa mana nyata.Tentulah sekarang Amora paham mengapa Frans begitu jahat padanya. Ya, semua itu karena Baron dan dirinya menginginkan harta kakeknya Amora yang begitu banyak dan melimpah. Namun tidak semudah itu, setelah membunuh Artha mereka juga mesti menyingkirkan Amora terlebih dahulu untuk mendapatkan harta itu.Amora menggigit jari telunjuknya mencoba menenangkan diri. Meski dirinya sekarang berada di tempat yang aman yaitu di rumah ibu mertuanya. Tapi yang lebih membuat Amora panik ad
Last Updated: 2024-12-16
Chapter: Bab 73
“Amora kau harus mati!”“Amora kau harus mati!”“Amora kau harus mati!”“Huaa ...” Dada yang kembang kempis tak beraturan begitu terlihat disertai wajah ketakutan Amora. Perempuan itu menoleh ke samping dimana ada suaminya tengah memandang khawatir padanya. Bahkan tangan Aksen masih menjadi bantalan kepala istrinya.Untung saja semua itu hanya mimpi. Seseorang mendatanginya bahkan terbawa ke alam bawah sadarnya. Dia datang ingin merenggut nyawa dengan tanpa alasan. Amora sungguh ketakutan hingga tak sadar tangannya menggenggam lengan Aksen. “Ada apa, Mora?” Aksen mencoba menyadarkan istrinya yang terlihat kebingungan selepas sadar dari pingsannya.Menyadari dirinya begitu menempel ke tubuh Aksen, Amora segera berusaha duduk dan membenarkan posisinya. Meskipun dalam keadaan tak baik-baik saja, ia tak akan memperlihatkannya kepada Aksen. Saking gengsinya ia tak akan pernah merendahkan harga dirinya lagi di depan Aksen. “Mora, kau baik-baik saja?”Amora menghela napas panjang beberapa
Last Updated: 2024-11-10
Chapter: Bab 72
“Katakan, apa maumu? Aku tidak mempunyai waktu luang cukup lama untukmu,” ujar Amora langsung pada intinya ketika mereka sudah dihidangkan beberapa makanan di atas meja.“Mora, aku bukan klienmu. Sekarang ini aku berperan sebagai suamimu, apa pantas bicara begitu?”Amora menatap tanpa ekpresi ke arah suaminya. Aksen kini selalu menyebalkan di depan matanya. “Aku tak suka bertele-tel-““Makan dulu,” potong Aksen seraya menyodorkan sepotong beefsteak ke mulut Amora hingga perempuan itu terdiam.Melihat istrinya yang sama sekali tidak membuka mulut untuk melancarkan suapannya, Aksen menaikkan sebelah alisnya seolah bertanya dengan isyarat. Beberapa detik kemudian Amora mengambil garpu yang dipegang Aksen kemudian menyuapkan potongan daging itu oleh tangannya sendiri.Aksen hanya tersenyum menanggapinya.“Tidak ada hal penting, aku hanya ingin makan siang bersamamu.” Aksen mulai menyuapkan potongan daging kepada mulutnya.Amora terdengar menghela napas panjang. Wanita itu tiba-tiba berdi
Last Updated: 2024-10-13
Pah, cari mama yuk!

Pah, cari mama yuk!

Zio, duda anak satu terus dituntut anaknya untuk menikah lagi. Bukan tanpa alasan, Ayya-anaknya, begitu menginginkan sosok seorang ibu dalam hidupnya karena sedari kecil tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Akhirnya dalam perjalanan panjang mereka bertemu dengan Inggit, perempuan berhati baik dan sayang kepada Ayya. Namun disisi lain, ternyata Zio masih dibayang-bayangi mantan istrinya. Apakah Inggit bisa menerima itu dan melanjutkan hidup menjadi mama Ayya? happy reading:) by hellosii
Read
Chapter: 6 tahun kemudian
Semua yang terjadi kemarin ternyata hanya halusinasi Inggit yang begitu menginginkan anaknya sadar dari keadaan koma. Ia baru ingat, semalam sebelum dirinya tak sadarkan diri dokter mengatakan kalau Ayya telah tiada. Setelah mengingat semuanya, Inggit terisak pelan dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Isakan yang awalnya pelan langsung terdengar naik oktaf ketika Zio merengkuhnya dengan lembut memberikan ketenangan.“Mas ...” panggil Inggit disela-sela isakannya. “Ayya masih ada, mas ...”Zio hanya terdiam tak bisa melakukan apapun untuk menenangkan perempuan dalam pelukannya itu. Zio begitu mewajarkan kesedihan Inggit karena rasa sayang wanita itu lebih besar kepada Ayya dibanding dirinya. “Mas ... Ayya kemarin bilang supaya kita tetap ada saat dia bangun. Tapi kenapa dia gak bangun lagi?”Isakan dan ucapan Inggit berhasil membuat Zio ikut mengeluarkan air matanya. Sesak yang begitu nyata, sakit yang amat terasa, sekaligus datang mempora-porandakan hatinya. Seakan dada
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Berita paling buruk
Suasana sangat hening ketika pemeriksaan oleh dokter dilakukan. Inggit yang terus memejamkan matanya seraya berdo’a dan Zio mengatur napasnya untuk tidak terlihat panik. Tadi Ayya sempat membuka matanya kembali dan Inggit memanggil dokter dengan cekatan.Alhasil sekarang Ayya sedang diperiksa lagi keadaannya oleh dokter. Mata Ayya kini masih membuka, dan Inggit harap mata itu akan terus membuka tidak menutup lagi. “Syukurlah. Keadaannya sudah lumayan membaik, coba ibu bapak untuk ajak dia berinteraksi agar tubuhnya semakin merespon rangsangan,” jelas dokter itu langsung diangguki oleh Inggit dan juga Zio.Setelahnya, para tenaga medis itu keluar meninggalkan mereka bertiga di ruangan. Inggit tersenyum haru seraya menghampiri Inggit dan mengecup pelan dahi anak itu penuh sayang. “Makasih udah mau membuka matamu, nak. Makasih ...” gumam Inggit dengan menitikan satu air matanya.“Mama ...”“Iya sayang?”“Mama jangan nangis” Ayya berucap begitu lemas. Tangannya terangkat ingin mengusap
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Kondisi Ayya memburuk
“Mama ...”Inggit sontak menoleh ketika suara lemas Ayya terdengar di telinganya. Senyuman merekah Inggit langsung terlihat begitu saja ketika melihat Ayya menatap lemas padanya. Anak itu spertinya ingin berkata sesuatu tapi begitu sulit.“Sayang .... kamu sudah bangun?” Mata Inggit nampak berkaca-kaca.Ayya tak lagi bersuara. Mulutnya terbungkam dengan tangan lunglai dan berhenti bergerak. Mata indah yang tadi terbuka kini perlahan menutup kembali. Menutup rapat hinga membuat Inggit sangat panik.“Ayya ... sayang!”Dengan langkah panik, Inggit berlari keluar memanggil dokter untuk mengecek keadaan anaknya. Dokter yang sedang jaga langsung menghampiri dan memeriksa keadaan Ayya. Selama pemeriksaan, Inggit terus memejamkan matanya berdoa untuk kesembuhan Ayya. “Bagaimana, dok?” tanya Inggit begitu panik.“Begini bu, tadi keadaan anak ibu hanya membaik sesaat. Sekarang keadaannya kembali seperti sebelumnya,” jelas dokter itu.Inggit memejamkan matanya menahan rasa sangat sesak di dad
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Untuk Ayya
Dua hari berlalu setelah Ayya masuk ke rumah sakit. Hari ini kondisinya lumayan membaik hingga bisa dipindahkan dari ruang ICU ke ruang rawat inap. Rasa lega Inggit semakin meluas ketika dokter memberikan informasi bahwa Ayya sudah mulai membaik.Namun rasa cemasnyanya masih saja tak berkurang. Melihat Ayya terbaring lemah di atas brankar membuat Inggit seketika merasa kesal dengan dirinya sendiri. Ia belum bisa menjadi ibu yang baik untuk Ayya hingga tak mampu menjaga kesehatan anaknya itu.“Sayang, masih mau istirahat ya? Cepet sembuh, nak.” Inggit berucap dengan bibir bergetar hebat. Tubuhnya ikut melemas melihat keadaan Ayya yang jauh dari kata baik-baik saja itu.Ia merindukan keceriaan Ayya, merindukan usil Ayya, merindukan pujian Ayya, ia merindukan semuanya tentang Ayya. Rasanya jika bisa, Inggit ingin menggantikan posisi anaknya ini berbaring di atas ranjang rumah sakit. Biarkan dia yang merasakan rasa sakitnya, jangan Ayya.Seketika, satu butir air matanya mengalir di sepanj
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Ayya sakit
Seharian ini akhirnya Inggit tidak berani kemana-mana meninggalkan Ayya. Dari tadi siang sampai sekarang malam pun Ayya masih berada di sampingnya menggenggam erat lengannya. Anak itu sepertinya sangat gelisah sekarang.“Sayang, jangan terlalu dipikirkan ucapan tante tadi, ya. Mama akan selalu lindungi kamu dari siapapun yang akan merebutmu dari mama. Begitupun papazi, dia sedang berusaha supaya kamu tetap tinggal bersama mama dan papazi,” hibur Inggit hanya dibalas anggukan oleh Ayya.“Ayya mau minum?” tanya Inggit berusaha mengajak ngobrol Ayya yang tidak mau bersuara dari tadi. Ayya menggeleng. Inggit menghela napas melihat Ayya begitu murung. Padahal tadi pagi di acara pestanya, anak itu sangat ceria dan bahagia. Tapi setelah kedatangan ibu kandungnya, ia menjadi murung dan tak bersemangat.Inggit merasa iba kepada Ayya dengan umurnya yang masih kecil justru diberikan ujian hidup yang luar biasa hebatnya. Lebih merasa kesalnya karena Inggit benar-benar tidak bisa berbuat apapun u
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Siapa dia?
Kue coklat dengan lilin angka 6 di atasnya sudah siap bertengger di meja putih. Hari ini adalah hari ulang tahun Ayya yang ke-6. Sudah pasti anak itu meminta orang tuanya untuk menyiapkan pesta bersama teman-teman sekolahnya.Bunyi riuh lagu ulang tahun yang dinyanyikan oleh teman-temannya, menggema di taman pinggir rumah mereka. Ayya memakai dress pink dengan tema princess, sementara anak-anak lainnya memakai baju warna pink tanpa tema.Setelah nyanyian ulang tahun selesai, Ayya langsung meniup lilin angka 6 itu dengan senyuman yang tak pernah luntur. Semua orang bersorak sorai dan mengucapkan selamat padanya. Inggit dan Zio berdiri sebelahan ikut tersenyum melihat teman-teman Ayya yang begitu antusias dengan perayaan ulang tahun Ayya.“Kue pertama, buat mama!” ujar Ayya menghampiri Inggit dengan membawa sepiring kecil potongan kue yang ia poting sendiri tadi.“Makasih sayang, semoga panjang umur ya nak” Inggit mengambil piring berisi potongan kue itu kemudian mengecup pelan puncak k
Last Updated: 2026-07-10
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status