author-banner
Azzura Rei
Azzura Rei
Author

Novels by Azzura Rei

Tidak Untuk Dimiliki

Tidak Untuk Dimiliki

Lima tahun kesetiaan dan pengorbanan Kiara dibalas dengan pengkhianatan paling menjijikkan. Di hari ia berencana memberikan kejutan manis, Kiara justru memergoki tunangannya, Rendy, tengah bercumbu panas dengan Vanya yang merupakan putri tunggal pemilik perusahaan tepat di atas meja kerja mereka. Tak cukup menghancurkan hatinya, Vanya memecat Kiara dengan tidak hormat dan merampas seluruh mahakarya desain perhiasan milik Kiara untuk dipatenkan atas namanya sendiri. Dibuang, dirampok, dan diinjak-injak hingga ke dasar jurang, Kiara menolak untuk menangis memohon. Di tengah pelariannya di bawah guyuran hujan badai, takdir nyaris merenggut nyawanya di bawah roda Maybach hitam milik Baskara Adhitama. Baskara adalah CEO Adhitama Group yang dikenal sebagai tiran berdarah dingin. Ia penguasa bisnis yang kejam dan ditakuti, namun terpenjara di atas kursi roda akibat sebuah kecelakaan tragis di masa lalu. Di saat semua orang menatap Baskara dengan ketakutan atau belas kasihan yang memuakkan, Kiara menatapnya sederajat dengan keberanian dan keikhlasan yang tak pernah pria itu temui. Insiden itu membawa Kiara masuk ke dalam sangkar emas sang tiran. Bukan sebagai wanita lemah yang butuh diselamatkan, melainkan sebagai asisten pribadi tangguh yang tak gentar menghadapi amarah badai sang CEO.
Read
Chapter: bab 88
Baskara menggeram, memukul lengan kursi rodanya. "Wanita jalang itu benar-benar mencari mati. Bawa dia ke hadapanku sekarang, Hasbi. Aku sendiri yang akan mematahkan lehernya.""Aku akan membawanya padamu. Tapi sebelum itu..." Hasbi menunduk, menatap lurus ke dalam manik mata Baskara. "Ada rahasia lain yang kutemukan semalam, Bas. Rahasia yang selama dua tahun ini menghancurkan kewarasanmu."Baskara mematung. Sesuatu dari nada bicara Hasbi membuat darah di dalam nadinya terasa berhenti mengalir."Dua tahun lalu," Hasbi memulai penjelasannya dengan suara pelan yang menyayat keheningan, "saat kau mengejar Helena ke bandara di tengah badai... kau pikir kau menabrak Haris Anindita karena kau kehilangan kendali akibat hujan dan kecepatan tinggi, bukan?"Napas Baskara mulai tersengal. Kenangan malam jahanam itu kembali berputar di otaknya bak kaset rusak. "Kenapa kau membahas itu sekarang, Hasbi...""Karena kau tidak membunuh pria itu, Baskara!
Last Updated: 2026-09-22
Chapter: bab 87
Sinar matahari pagi menembus celah gorden penthouse DSG Group, menciptakan pendar keemasan di atas lantai marmer. Pintu utama penthouse terbuka dengan suara klik yang pelan. Baskara meluncur masuk dengan kursi rodanya, wajahnya tampak kelelahan setelah penerbangan pagi buta dari Singapura, namun matanya memancarkan urgensi yang luar biasa. "Kiara?" panggil Baskara pelan, suaranya sedikit serak. Ia tidak melihat Kiara di ruang tamu. Ia meluncur menuju kamar utama, kosong. Kepanikannya mulai naik sebelum akhirnya telinganya menangkap suara alunan musik klasik yang sangat pelan dari arah studio desain. Baskara memutar kursi rodanya mendekat. Di balik pintu kaca yang tidak dikunci, ia melihat Kiara sedang tertidur dengan posisi kepala bersandar di atas lipatan lengannya di atas meja kerja. Kertas-kertas sketsa berserakan di sekitarnya. Di layar monitor, sebuah desain mahakarya kalung berlian yang nyaris selesai tampak begitu memukau. Istrinya begadang semalaman demi membuktikan
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: bab 86
Pukul dua dini hari, koridor apartemen mewah tempat Hasbi tinggal terlihat sepi bak kuburan. Lampu-lampu kristal yang menempel di dinding berlapis wallpaper emas memancarkan cahaya temaram.Sesosok bayangan berbalut jaket kulit hitam bergerak tanpa suara, menyusuri dinding, menghindari jangkauan kamera pengawas yang ia pikir telah ia retas sepuluh menit yang lalu. Pria itu adalah Anton 'Kidal'. Preman bayaran kelas menengah yang merasa dirinya adalah pembunuh bayaran profesional hanya karena pernah menghabisi beberapa target kelas teri.Anton berhenti tepat di depan pintu unit milik Hasbi. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan alat pencungkil elektronik. Hanya butuh waktu kurang dari tiga puluh detik hingga terdengar bunyi klik pelan. Pintu kayu mahoni itu terbuka.Anton menyeringai di balik masker hitamnya. Terlalu mudah, batinnya. Nona Helena membayar terlalu mahal untuk nyawa seorang pesuruh korporat yang bahkan tidak memiliki alarm pintu lapis kedua.Ia melangkah masuk, menutup pintu t
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: bab 85
"Tenang saja, Bos. Kalau harganya cocok, nyawa siapa pun bisa kubuat melayang tanpa jejak," tawa parau pria di ujung telepon itu terdengar mengerikan, berpadu dengan suara bising kendaraan dari tempatnya berada. "Kirimkan datanya sekarang. Aku akan mengurusnya malam ini juga.""Pastikan dia mati," desis Helena, suaranya bergetar antara ketakutan dan ambisi yang mematikan. "Dan yang paling penting... hancurkan semua barang elektroniknya. Ponsel, tablet, laptop... bakar semuanya sampai menjadi abu. Aku tidak mau ada satu pun data yang tersisa dari pria itu. Jika kau berhasil, bayaranmu akan kuliplangandakan dari harga biasa.""Sesuai pesananmu, Nona cantik."Klik. Sambungan diputus.Helena melemparkan ponselnya ke atas kasur empuknya, lalu menjatuhkan diri di sebelahnya. Napasnya memburu cepat, dadanya naik-turun menahan sisa-sisa adrenalin. Ia menatap langit-langit kamarnya sambil tertawa sumbang. Tawa itu perlahan mengeras, menggema di dalam ruangan yang sunyi, memancarkan kegilaan se
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: bab 84
Di dalam mobil yang melaju membelah jalanan sepi Jakarta menuju kawasan SCBD, Hasbi menyalakan musik jazz klasik dengan volume rendah. Ia menyandarkan punggungnya ke jok, menghela napas panjang hingga seluruh otot di tubuhnya yang tadi menegang kini mengendur.Tangan kanannya memijat pelipisnya yang berdenyut pelan. Ia baru saja memainkan pertunjukan psikologis tingkat tinggi yang menguras energinya.Namun, ia berhasil. Ia telah memegang kartu truf terbesar dalam permainan berdarah ini. Nyonya Lidya mungkin berpikir ia memegang kendali atas Baskara dengan menggunakan rahasia kematian Haris Anindita. Tapi Lidya tidak tahu bahwa anjing pelacaknya sendiri Helena telah dipasangi kalung leher oleh Hasbi.Hasbi melirik ponselnya yang diletakkan di atas dashboard. Ia menyentuh layar, memanggil nomor sahabatnya.Hanya butuh dua detik sebelum panggilan itu dijawab dari Singapura."Hasbi? Ada perkembangan?" suara Baskara langsung menyambar, terdengar tegang, tidak ada nada sapaan sama sekali. S
Last Updated: 2026-09-16
Chapter: bab 83
"Aku memang tidak akan memberitahu Baskara," ucap Hasbi datar.Mata Helena membelalak, secercah harapan yang rapuh muncul di balik air matanya yang buram. "B-benar? Kau tidak akan memberitahunya?""Aku tidak akan memberitahunya," ulang Hasbi, suaranya mengalun pelan, merayap masuk ke dalam benak Helena layaknya kutukan abadi. "Selama kau patuh padaku. Mulai detik ini, kau bukan lagi sekutu ibunya Baskara. Kau bukan lagi mantan tunangan yang mencari simpati. Kau adalah anjing peliharaanku, Helena. Dan kau akan menggonggong hanya saat aku menyuruhmu menggonggong."Helena menelan ludah dengan susah payah, mengangguk cepat. Ia rela melakukan apa saja asalkan rahasia berdarah itu tidak sampai ke telinga sang Tiran DSG. "A-apa yang harus aku lakukan? Aku akan melakukan semuanya, Hasbi. Semuanya.""Bagus," Hasbi menyeringai tipis, senyuman yang jauh lebih mengerikan daripada kemarahannya tadi. " Lidya saat ini sedang kalap. Dia berpikir dia memegang kendali atas rahasia masa lalu Kiara dan k
Last Updated: 2026-09-16
Dalam Dekap Hangat Pak Profesor

Dalam Dekap Hangat Pak Profesor

Sasha, seorang mahasiswi yang menyembunyikan pekerjaan malamnya sebagai pemandu karaoke untuk membayar pengobatan neneknya yang sakit parah. Segalanya berubah menjadi mimpi buruk saat ia bertemu tamu VIP yang panas bernama William, yang keesokan harinya ia kenali sebagai profesor filsafat barunya. Dengan ancaman untuk membongkar identitas ganda Sasha kepada universitas dan publik, William menawarkan dana tak terbatas untuk pengobatan neneknya. Namun ada satu syarat: Sasha harus sepenuhnya memuaskan hasrat terlarang William.
Read
Chapter: bab 317
Setelah memastikan istrinya merasa lebih rileks, William berdiri. Ia mulai membuka kancing kemejanya satu per satu, memperlihatkan dada bidangnya, lalu melempar kemeja itu ke kursi terdekat. Ia ikut duduk di samping Sasha, menarik wanita itu ke dalam pelukannya hingga Sasha menyandarkan kepalanya di bahu William.Suasana kembali hening, hanya disela oleh gemeretak kayu bakar di perapian."Kau tahu, Sasha," William memecah keheningan, suaranya kini terdengar lebih tenang dan merenung. "Sepanjang hidupku, aku diajarkan untuk menjadi pria yang tidak tersentuh. Ayahku mendidikku dengan keras. Di dunia bisnis dan profesi yang kujalani, menunjukkan kelemahan berarti mati. Aku terbiasa memaksakan kehendakku, menyingkirkan siapa pun yang membangkang. Menjadi otoriter adalah caraku bertahan hidup."Sasha mendengarkan dalam diam, jemarinya bermain di dada suaminya, menelusuri garis ototnya yang keras."Aku menyadari, sifat itu terkadang membuatku menjadi sosok yang kaku dan menakutkan," lanjut
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: bab 316
Kamar utama pondok itu dihiasi dengan pencahayaan temaram dari lampu tidur yang berada di kedua sisi ranjang besar berlapis seprai putih bersih. Ada aroma mawar samar yang tertinggal di udara, sisa dari persiapan pernikahan tadi pagi. Perapian kecil di sudut ruangan menyala, memancarkan kehangatan yang mengusir hawa dingin pegunungan.Begitu pintu kamar tertutup rapat dan terkunci, atmosfer di antara mereka berubah menjadi lebih pekat. Tidak ada lagi tamu, tidak ada lagi kekacauan, tidak ada lagi musuh. Hanya ada mereka berdua di tempat yang terisolasi dari dunia luar ini.William membalikkan tubuh Sasha hingga menghadapnya. Tanpa membuang waktu, jemari panjangnya yang terbiasa menandatangani kontrak bernilai triliunan itu, kini sibuk menyusuri garis wajah Sasha, menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya."Kau membuatku hampir gila hari ini," William memulai, suaranya berubah serak."Gila kenapa?" tanya Sasha polos, mendongak menatap suaminya."Melihatmu berjalan d
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: bab 315
Angin malam pegunungan berembus semakin kencang, membawa hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Di beranda pondok kayu yang menjadi tempat menginap mereka, Sasha masih berdiri menatap hamparan kerlip lampu kota di kejauhan. Gaun malam sutra yang ia kenakan setelah melepas gaun pengantinnya berkibar pelan.Tiba-tiba, sebuah selimut tebal dan hangat mendarat di bahunya, disusul sepasang lengan kokoh yang melingkar posesif di pinggangnya. Aroma peppermint dan musk yang maskulin, aroma yang sangat ia kenal dan selalu berhasil menenangkan saraf-sarafnya, langsung menguar memenuhi indera penciumannya."Sudah cukup kau menyiksa dirimu dengan udara dingin ini, Sasha," suara bariton William terdengar rendah, menggetarkan telinganya. Nada bicaranya tidak terdengar seperti sebuah saran, melainkan sebuah perintah mutlak yang tidak menerima penolakan.Sasha tersenyum tipis, menyandarkan bagian belakang kepalanya ke dada bidang suaminya. Ia sudah terlalu hafal dengan tabiat pria ini. William Ad
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: bab 314
SUV hitam itu membelah jalanan menurun yang diselimuti kabut pekat. Di balik kemudi, raut wajah William perlahan mengendur. Urat-urat kemarahan di lehernya mulai mereda, digantikan oleh rasa lelah namun lega. Ancaman terbesar telah disingkirkan dengan tuntas.Ia menekan tombol panggilan di kemudi mobilnya, menyambungkan telepon kepada asisten kepercayaannya."Hendri, ini aku.""Ya, Pak. Bagaimana situasinya?""Ganti semua lapisan keamanan di gerbang bawah malam ini juga. Hubungi tim dekorasi, minta mereka bekerja semalaman penuh untuk membangun ulang altar kaca dan menata ulang bunganya. Bayar mereka tiga kali lipat. Besok pagi, aku ingin tempat itu terlihat seolah tidak pernah terjadi apa-apa.""Baik, Pak. Segera saya laksanakan. Lalu... bagaimana dengan Valeria?""Dia sudah selesai," jawab William dingin. "Kirimkan draf pengunduran dirinya dan surat pelepasan saham besok pagi. Jika dia menunda tanda tangan satu jam saja, rilis semua bukti audit ke polisi."William memutus panggilan
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: bab 312
Langkah William yang pelan namun pasti terdengar seperti ketukan palu godam di telinga Valeria. Tanpa sadar, wanita itu memundurkan tubuhnya hingga punggungnya membentur sandaran kursi. Aura dingin yang memancar dari pria di hadapannya seolah melumpuhkan sisa keberanian yang masih ia miliki.William mencondongkan tubuh, menumpukan kedua telapak tangannya di atas meja. Tatapannya yang tajam mengurung Valeria tanpa celah untuk menghindar."Cinta?" Suaranya begitu rendah, nyaris seperti bisikan, tetapi setiap katanya mengandung racun yang mematikan. "Kau masih berani menggunakan kata itu setelah menjual data rahasia perusahaan kepada kompetitor di Singapura demi ambisimu sendiri? Kau menyebut pengkhianatan menjijikkan itu sebagai cinta, Valeria?"Napas Valeria tercekat. Wajahnya yang semula memerah karena emosi perlahan kehilangan warna hingga sepucat kapas. Selama ini ia yakin William tidak pernah mengetahui detail pengkhianatan yang telah dilakukannya.Runtuhnya Sebuah Topeng"A-Aku me
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: bab 312
Sasha menggenggam cangkir tehnya yang telah lama mendingin. Pandangannya tak lepas dari William yang baru saja mengakhiri percakapan dengan Hendri. Kalimat terakhir suaminya masih terngiang di kepalanya, menghantam ketenangan yang sejak tadi berusaha ia pertahankan."Siapa, Wil?" suara Sasha tercekat. "Siapa yang tega melakukan hal seperti ini di Bukit Asri? Tempat itu bahkan jauh dari keramaian."William mengembuskan napas panjang. Rahangnya mengeras, menahan amarah yang mulai memenuhi dadanya."Aku belum tahu pasti, Sha. Hendri bilang pelakunya memanfaatkan kelengahan penjaga saat sore, ketika kabut mulai turun. Aku harus ke sana sekarang."Belum sempat Sasha menjawab, langkah kaki kecil terdengar berlari dari dalam rumah.Arlan muncul sambil menggenggam robot di tangan kanannya."Papa! Lihat, robotnya mau aku kasih nama—"Kalimat bocah itu terhenti ketika melihat wajah kedua orang tuanya. Senyumnya perlahan memudar."Papa mau pergi lagi?"William segera berlutut hingga sejajar deng
Last Updated: 2026-06-29
You May Also Like
Istri Tawanan Sang Mafia
Istri Tawanan Sang Mafia
Romansa · Hanabi_Letzy
3.5K views
Gairah Suami Kedua
Gairah Suami Kedua
Romansa · Danea
3.5K views
Bukan Cinta Buta
Bukan Cinta Buta
Romansa · Nandreans
3.5K views
Triple Z's Love Story
Triple Z's Love Story
Romansa · Siti Indah Lestari
3.5K views
Aku Dijual Ibuku
Aku Dijual Ibuku
Romansa · Bumi Artavika
3.5K views
My Possesive Boss
My Possesive Boss
Romansa · Liliosh
3.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status