LOGINSasha, seorang mahasiswi yang menyembunyikan pekerjaan malamnya sebagai pemandu karaoke untuk membayar pengobatan neneknya yang sakit parah. Segalanya berubah menjadi mimpi buruk saat ia bertemu tamu VIP yang panas bernama William, yang keesokan harinya ia kenali sebagai profesor filsafat barunya. Dengan ancaman untuk membongkar identitas ganda Sasha kepada universitas dan publik, William menawarkan dana tak terbatas untuk pengobatan neneknya. Namun ada satu syarat: Sasha harus sepenuhnya memuaskan hasrat terlarang William.
View MoreBu Lastri mengangguk pelan, menatap William dengan rasa sayang yang dalam, meski ada sedikit ketakutan di sana. "Nak William sebenarnya senang melihat ibu ada bersamamu, dia sempat khawatir saat kamu dibawa Bram. Ibu sengaja menghilangkan jejak demi keamanan mu dan tugas ibu selesai saat ibu membawamu kembali padanya. Namun, nasib ibu kurang beruntung. Ibu sakit dan harus menjalani perawatan. Dia membawaku ke rumah sakit terbaik, membiayai semuanya, tapi dia memintaku untuk tetap berada di dekatmu dan Arlan tanpa pernah menyebut namanya."Sasha berdiri, langkahnya terasa berat saat mendekati William. "Will? Kenapa? Kenapa kau menyembunyikan ini dariku? Kau membiarkanku menganggap Ibu sebagai malaikat penolong yang datang dari langit, sementara kau... kau berpura-pura membencinya?"William menarik napas panjang, merapikan lengan kemeja linennya yang sebenarnya sudah sempurna, sebuah gestur mekanis untuk menjaga kewibawaannya yang mulai retak. Suaranya terdengar stabil, dingin, namun m
Keesokan paginya, langit di atas pegunungan masih berselimut kabut tipis saat mobil SUV hitam milik William membelah jalanan berkelok. Di kursi belakang, Arlan tertidur pulas dengan kepala bersandar pada bantal kecil, sementara di kursi depan, suasana hening menyelimuti. Bukan keheningan yang menyesakkan seperti biasanya, melainkan keheningan yang penuh dengan antisipasi dan beban rahasia yang mulai terkikis.William menyetir dengan rahang yang terkatup rapat, jemarinya terkadang mengetuk kemudi dengan ritme yang tidak beraturan tanda bahwa pria itu sedang berperang dengan kecemasannya sendiri. Sasha, yang duduk di sampingnya, hanya menatap hamparan pohon pinus di luar jendela, tangannya sesekali menyentuh lengan William seolah memberikan jangkar agar pria itu tidak hanyut dalam ketakutannya.Tujuan mereka bukan panti jompo biasa, melainkan sebuah paviliun medis khusus di rumah sakit swasta yang tersembunyi di pinggiran kota. Di sanalah William menyembunyikan masa lalunya, membayarnya
“Mana mungkin aku seberani itu,” goda Sasha tapi jemari mengusap pipi William dan memicu hasrat terpendam itu keluar.William tertegun sejenak, napasnya tertahan di tenggorokan saat merasakan sentuhan lembut namun tegas dari jemari Sasha. Sentuhan itu tidak terasa seperti perlawanan, melainkan sebuah undangan yang selama ini ia dambakan namun terlalu gengsi untuk diminta. Ia menangkap tangan Sasha, mengecup telapak tangannya lama, lalu menatap istrinya dengan sorot mata yang tak lagi tajam karena kecurigaan, melainkan redup oleh gairah yang mulai membakar."Keberanianmu adalah hal yang paling berbahaya bagiku, Sasha," bisik William, suaranya kini serak dan rendah. Ia menarik Sasha lebih dekat hingga tidak ada lagi jarak di antara mereka, aroma tubuh Sasha yang menenangkan bercampur dengan udara dingin pegunungan menciptakan kontras yang memabukkan.Sasha hanya tersenyum tipis, membiarkan tubuhnya bersandar sepenuhnya pada dada bidang William."Siapa juga yang menggoda. Aku tidak ingi
Sabtu pagi yang dijanjikan tiba dengan langit yang diselimuti kabut tipis, memberikan kesan misterius pada perjalanan mereka menuju sebuah vila pribadi di lereng pegunungan yang jauh dari hiruk-pikuk kota. William tampak lebih rileks, meski kewaspadaannya tidak pernah benar-benar padam. Di kursi belakang, Arlan duduk dengan tenang, jemarinya menggenggam sebuah buku gambar, sesekali menatap keluar jendela dengan tatapan yang jauh melampaui usianya."Lihat itu, Arlan," ujar Sasha lembut, menunjuk ke arah hamparan kebun teh yang menghijau. "Nanti di sana kita bisa jalan-jalan sebentar. Kamu mau menggambar pemandangan?"Arlan mengangguk pelan, memberikan senyum tipis yang jarang terlihat. William yang sedang mengemudi melirik melalui spion tengah, sebuah kilatan kepuasan muncul di matanya melihat pemandangan keluarga kecil yang "harmonis" itu. Baginya, ini adalah kesuksesan; sebuah keteraturan yang berhasil ia paksakan.Setibanya di vila, Sasha menjalankan perannya dengan sempurna. Ia tid
"Semuanya hancur. Semua gara gara ayah begomu ini, Clarissa!”Clarisa pun dihubungi. Bukan hanya shock, Clarissa pun mendapat imbas dari perbuatan ayahnya. Dia bekerja di perusahaan besar Aditama, membuat dia dalam masalah besar.“Mama gak lagi bercanda kan? Aku baru saja akan naik jabatan.”“Entah
"Banyakk. Termasuk….”William menyesap kopinya perlahan, matanya tidak pernah lepas dari wajah Bramanto yang mulai memucat. Keheningan di ruangan itu terasa mencekik, hanya menyisakan suara detak jam dinding yang seolah menghitung mundur sisa napas ketenangan Bramanto."Tentang golongan darah.Sasha
“Jika benar Sasha masih hidup, aku akan balas kebohongan ini!”William menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil yang empuk, namun pikirannya bekerja dengan kecepatan tinggi. Pantas selama ini dia curiga dengan Bram yang kembali dan meminta belas kasihnya dengan dalih kematian Sasha. Benar ben
Ruangan kerja itu sewangi kayu ek dan aroma kopi arabika yang pekat, namun suasananya sedingin es sama seperti pemiliknya. William duduk di balik meja mahoninya yang luas, jemarinya yang panjang mengetuk-ngetuk permukaan meja dengan irama yang monoton dan presisi. Di kepalanya terisi banyak hal ter






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews