LOGINSasha, seorang mahasiswi yang menyembunyikan pekerjaan malamnya sebagai pemandu karaoke untuk membayar pengobatan neneknya yang sakit parah. Segalanya berubah menjadi mimpi buruk saat ia bertemu tamu VIP yang panas bernama William, yang keesokan harinya ia kenali sebagai profesor filsafat barunya. Dengan ancaman untuk membongkar identitas ganda Sasha kepada universitas dan publik, William menawarkan dana tak terbatas untuk pengobatan neneknya. Namun ada satu syarat: Sasha harus sepenuhnya memuaskan hasrat terlarang William.
View MoreKirana menggeser duduknya hingga bahunya bersentuhan dengan bahu Sasha. Ia memperbesar sketsa digital pelataran timur yang baru saja dikirim tim landscape ke grup proyek."Coba lihat ini, Kak," ujarnya antusias sambil menunjuk layar laptop. "Kalau altar dipindah ke sisi timur, saat kalian menikah nanti, matahari pagi bakal muncul tepat dari balik kabut. Cahaya keemasannya langsung mengarah ke altar. Dijamin hasil fotonya bakal luar biasa."Sasha memperhatikan gambar itu dengan saksama. Bibirnya perlahan melengkung membentuk senyum tipis."Indah sekali..."Tanpa sadar pikirannya melayang jauh ke beberapa tahun silam.Ia masih ingat bagaimana canggungnya awal pernikahan mereka. William saat itu bukan pria yang mudah tersenyum. Wajahnya selalu datar, dingin, dan sulit ditebak. Jangankan mengucapkan kata-kata manis, sekadar mengobrol santai dengannya pun terasa seperti sedang berbicara dengan tembok.Sampai akhirnya Arlan hadir.Putra kecil mereka perlahan menjadi jembatan yang mencairkan
Hari Senin kembali membawa ritme kesibukan yang padat.Pukul tujuh pagi, William sudah berangkat lebih dulu setelah mencuri satu kecupan singkat di kening Sasha yang masih sibuk menyiapkan bekal Arlan."Aku pulang cepat," janjinya sambil merapikan kerah jas.Sasha hanya tersenyum tipis."Kalimat itu sudah kamu ucapkan tiga hari berturut-turut."William terkekeh pelan. "Kali ini serius.""Kemarin juga bilang begitu.""Aku sedang berusaha memperbaiki reputasi."Sasha menggeleng geli sebelum membenarkan dasi suaminya."Yang penting hati-hati di jalan."William mengecup keningnya sekali lagi."Always."Sekitar pukul sembilan pagi, rumah kembali sunyi setelah Arlan berangkat sekolah.Sasha baru selesai merapikan ruang keluarga ketika bel rumah berbunyi nyaring."Ting tong!"Begitu pintu dibuka, seorang perempuan berambut panjang langsung mengangkat kedua tangannya."Surprise!""Kirana?"Adik William itu nyengir lebar sambil membawa dua paper bag besar."Aku datang membawa amunisi!""Amunis
Sesampainya di dalam rumah, suasana hangat langsung menyambut mereka. William menggendong Arlan yang kembali pulas setelah sempat terbangun sebentar saat mobil berhenti di garasi. Dengan langkah seringan mungkin, William membawa jagoan kecilnya itu ke kamar, merebahkannya di atas kasur, dan menyelimutinya hingga sebatas dada setelah melepas sepatu dan kupluk wolnya.Sementara itu, Sasha sibuk di dapur, merapikan kembali tas bekal yang mereka bawa dan memasukkan sisa termos ke dalam wastafel. Tubuhnya memang terasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh dan menembus kabut tebal, tetapi hatinya dipenuhi perasaan puas.Saat Sasha sedang membasuh tangannya, sepasang lengan kokoh tiba-tiba kembali melingkar di pinggangnya dari belakang. Aroma tubuh William yang maskulin bercampur sisa wangi kopi instan di lembah tadi langsung menyerbu indra penciumannya. William menyandarkan dagunya di pundak Sasha, mengembuskan napas panjang yang terasa hangat di leher istrinya."Capek?" bisik William ren
"Will..." Sasha berbisik lirih, jemarinya mengusap lengan William yang melingkari pundaknya. "Tadi itu... kenapa tiba-tiba ada Hendri? Bukankah Kirana bilang dia hanya datang sendiri?"William membuka matanya, tatapannya menerawang ke arah jalur setapak tempat mobil Kirana baru saja pergi. "Aku yang memintanya. Hendri adalah asistenku yang bekerja sama dengan Kirana. Dia sengaja datang menyusul untuk memastikan detail teknis jalur logistik yang kita bicarakan tadi. Hanya saja, dia memilih menunggu di pondokan bawah saat aku dan Kirana memeriksa pelataran atas.""Oh, pantas saja," gumam Sasha, kepalanya bergerak sedikit di bahu William, mencari posisi yang lebih nyaman tanpa mengganggu Arlan yang mendengkur halus di pangkuannya. "Aku sempat bingung saat dia tiba-tiba ikut bergabung di meja makan. Tapi syukurlah, bekal yang kubuat cukup untuk kita berlima.""Masakanmu selalu lebih dari cukup, Sayang," balas William hangat. Ia melirik arloji di pergelangan tangannya. Jarum jam sudah mer
Kedua orang tua itu menoleh serentak. Di ambang pintu, Arlan berdiri sambil mengucek matanya yang masih mengantuk. Bocah berusia lima tahun itu memeluk sebuah mainan robot kecil di tangan kirinya, melangkah dengan gontai menuju tempat tidur orang tuanya. Rupanya, suara tawa dan bisikan hangat kedua
Aku ingin tahu kenapa kamu bisa semudah ini berubah,” bisik Sasha. “Aku ingin tahu kenapa kamu bisa semudah ini berubah,” bisik Sasha. Suaranya begitu rendah, nyaris berupa helaian napas yang menyapu permukaan kulit leher William, mengirimkan sensasi menggelitik yang seketika mengacaukan fokus pri
Hari itu bergulir dengan ritme yang lambat dan damai, sebuah kemewahan yang jarang bisa dinikmati oleh keluarga kecil itu sejak William memutuskan untuk mengambil proyek riset besarnya di universitas. Sepanjang siang, ruang tengah mereka berubah menjadi laboratorium mini. Suara tawa Arlan yang mel
“Papa, ada paket!” teriak Arlan pagi pagi.William mengernyit dan melihat sebuah surat diberikan sang anak. Dia melihat Arlan meletakkan di atas meja dan berlari mengambil paket yang lain denban ukuran besqr.“Kamu pesan apa, Will?”William menggeleng seraya mengambil Surat bertuliskan tangan di at






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews