Chapter: 177. Perhatian yang Palsu"Nit, aku sedang lelah. Bisakah kita bicara lain kali saja? Aku harus segera pulang.""Grace, aku sahabatmu. Kenapa kamu harus menghindar seperti ini?"Aku berdiri gelisah di depan Anita. Jujur, dia adalah satu-satunya sahabat yang masih terus mencariku sejak aku menghilang dari peredaran dunia karena aib yang sedang aku tanggung."Kenapa kamu menghilang begitu saja, Grace? Kamu tidak tahu bagaimana aku seperti orang gilamencarimu ke sana ke mari?""Aku bukan menghindar, Anita. Tapi keadaan yang memaksaku seperti ini. Sekarang, biarkan aku pulang.""Pulang ke mana, Grace? Ke rumah mewah di kawasan elit yang kudengar dari desas-desus teman-teman yang lain? Atau pulang ke pelukan pria yang sudah membuatmu seperti ini?" Anita menjatuhkan pandangannya tepat ke arah perutku yang kini terlihat jelas tanpa penghalang."Teman-teman yang mana yang kamu maksud?" tanyaku dengan nada tajam. Perasaan selama ini, aku tidak pernah berhubungan dengan siapa pun. Semua aku tutupi sendiri. Bahkan aku b
Huling Na-update: 2026-07-12
Chapter: 176. Bertemu LagiMataku membelalak melihat siapa yang gerangan wanita itu. Langkah kakinya yang tadinya bersemangat mendadak membeku di ambang pintu. Senyuman hangat yang sempat terbit di bibirnya berangsur pias saat matanya menangkap siluet tubuhku yang duduk di samping Mama, dengan sisa-sisa air mata yang masih membasahi pipi."Grace? Kamu benaran Grace, kan?"Suara itu memecah keheningan yang mencekam. Bukan Natalia. Suara ini milik Anita, sahabat karibku sejak masa kuliah yang berbulan-bulan ini pesannya hanya kubaca lewat baris notifikasi gawai tanpa pernah sekalipun kubalas."Anita?" tanyaku tak percaya. Masih hangat di pikiranku saat bertemu Anita di lobby rumah sakit. Aku janji padanya untuk mengirim pesan atau bertemu hanya sekedar untuk makan siang, tapi tidak pernah aku lakukan karena aku terlalu malu dengan kondisiku saat ini.Aku sengaja memutus kontak, menghilang bak ditelan bumi demi menenggelamkan diri dalam pusaran kontrak rahim yang tabu ini. Namun, takdir rupanya memiliki selera hum
Huling Na-update: 2026-07-11
Chapter: 175. Hentikan Sekarang JugaAku mendongak perlahan, dan pemandangan di depanku seketika meremukkan hatiku. Mama tidak marah. Beliau justru terduduk lemas di lantai, menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan yang kurus, menangis sejadi-jadinya hingga bahunya terguncang hebat. Suara tangisan Mama terdengar begitu sarat akan penyesalan, penderitaan, dan rasa bersalah yang teramat dalam."Ya Tuhan ... Maafkan kami, Grace ... Maafkan Mama dan Papa," ratap Mama di sela-sela isak tangisnya yang memilukan. Beliau memukul dadanya sendiri berulang kali, seolah mencoba meredakan rasa sesak yang menghantamnya. "Kami orang tua yang tidak berguna, sudah buat anak perempuan kami satu-satunya harus mengorbankan tubuh dan masa depannya seperti ini.""Mama, tidak, please, jangan bilang seperti itu, Ma," sahutku panik, ikut menjatuhkan diri di atas lantai dingin."Bagaimana bisa Mama tidak meratap, Nak?!" seru Mama, menatapku dengan mata yang sembab dan penuh dengan air mata penyesalan. "Ma, aku rela lakuin apa saja untuk Ma
Huling Na-update: 2026-07-10
Chapter: 174. Terbongkar"Grace? Mama tunggu penjelasanmu."Jantungku serasa berhenti berdetak saat itu juga. Dingin yang teramat sangat menjalar dari ujung jari kaki hingga ke ubun-ubun, membekukan seluruh pasokan udara di dalam dadaku. Tatapan mata Mama yang begitu tajam sekaligus rapuh, menghujam tepat pada perutku yang membusung. Kamar rawat yang tadinya hening kini menjelma menjadi ruang sidang yang teramat menyiksa."Grace ... katakan pada Mama, Nak." Suara Mama kini bergetar lebih hebat, setitik air mata mulai menggenang di pelupis matanya yang berkerut."Apa yang terjadi? Kenapa perutmu seperti itu? Kamu sakit? Atau berbadan dua?"Kata-kata terakhir Mama membuatku menelan ludah dengan susah payah, mencoba menguasai gemuruh kepanikan yang nyaris membuatku limbung.Kebohongan demi kebohongan yang telah kususun rapi di dalam kepala mendadak menguap tanpa sisa. Namun, melihat tubuh Mama yang ringkih dan Papa yang masih tak berdaya di atas ranjang pesakitan, ego duniaku mencoba bangkit untuk terakhir kalin
Huling Na-update: 2026-07-09
Chapter: 173. Tidak Punya Pilihan"Gabriel? Kamu masih di sana, kan?" suara Natalia kembali memecah keheningan yang tercipta di antara kami.Gabriel membuang napas perlahan, mengalah pada isyarat yang kuberikan. "Ah, ya, Nat. Maaf. Baiklah, nanti siang aku akan menjemputmu di kantor. Tunggu aku.""Benarkah? Terima kasih, Sayang! Sampai jumpa nanti siang!" Suara klik pelan menandakan panggilan itu telah terputus.Begitu gawai itu berpindah ke saku kemejanya, Gabriel langsung menatapku tajam, dipenuhi rasa tidak puas yang tertahan. "Kenapa kamu melakukan itu, Grace? Aku sudah meluangkan waktu hari ini khusus untuk menemanimu ke rumah sakit. Mengapa kamu justru menyuruhku pergi dengannya?"Aku tersenyum tipis, meski di dalam dada, ada rasa perih yang perlahan merambat dan menyayat hati. "Dia istrimu, Gabriel. Dua hari yang lalu aku sendiri yang memintamu untuk memperbaiki hubungan kalian, bukan? Ini adalah awal yang baik. Kamu harus menjaganya.""Tapi fokusku hari ini adalah kamu dan anak-anak kita, Grace! Bagaimana bisa
Huling Na-update: 2026-07-08
Chapter: 172. PergilahGabriel tersentak kaget dan melepas selimut yang menutupi tubuhnya masih polos. Percintaan cepat dengan Natalia tadi pagi membuatnya jatuh tertidur kembali. Namun, alarm yang berbunyi nyaring, menariknya dari dunia mimpi."Aku harus bangun sekarang," gumamnya malas.Setengah jam kemudia, Gabriel sudah menyelesaikan aktivitas paginya. Olah raga, minum kopi, membaca berita dan memeriksa email dari kantor. Pria itu sempat menatap kamar tidur mereka yang berantakan, tempat Natalia melepaskan seluruh pasrahnya tadi pagi.Dia pun mandi dan berganti pakaian. Namun, alih-alih bersiap menuju kantor perusahaannya, Gabriel justru meraih kunci mobilnya dengan gurat wajah yang mendadak berubah serius dan penuh kecemasan.Sebelum memulai hari kerjanya, ada satu tempat lagi yang harus ia kunjungi.***Aku baru saja sarapan pagi saat pesan dari Gabriel kuterima."Bukannya jam segini dia lagi kerja?" pikirku sambil mengelus perutku yang semakin membuncit. Rencananya hari ini aku akan menjenguk Mama da
Huling Na-update: 2026-07-07
Chapter: 291. Triple C“Ssst,” bisik Chloe begitu melihat Mateo yang masuk ke dalam kamar bayi. Rupanya si kembar tiga baru saja mulai tertidur setelah rewel karena rebutan ASI. Chloe bertekad untuk memberikan asi kepada ketiga junior tercintanya. Dia menolak dengan tegas untuk memberikan susu formula.“Kamu terlihat sangat lelah, sayang,” bisik Mateo yang tiba-tiba menggendong istrinya dan membawanya keluar dari kamar bayi. Chloe hampir saja memekik karena kaget, tapi akhirnya dia merangkul leher suaminya dan menikmati perlakuan mesra darinya.“Aku harus memompa air susuku dulu sayang, karena kalau tidak, maka mereka akan rewel lagi saat bangun nanti.”“Tenang saja, aku akan menemanimu memompa susu untuk bayi-bayi kita.”Chloe mengangguk riang. Sudah beberapa malam dia tidak bisa tertidur lelap. Mengurus satu bayi saja sudah sangat melelahkan, apalagi tiga bayi sekaligus. Kadang dia sampai kelelahan dan bisa ketiduran saat sedang makan atau menyusui si kembar.Setelah tiba di kamar, Mateo segera meminta be
Huling Na-update: 2024-10-30
Chapter: 290. Surat untuk Freya“Bolehkah aku meminta selembar kertas lagi?” pinta Jason begitu menyerahkan surat yang sudah dia tulis untuk Samuel.“Untuk apa?” tanya petugas penjara dengan alis bertaut itu sambil menerima surat dari tangan Jason. Baginya, memberikan selembar kertas kepada seorang tahanan adalah ide yang paling buruk. Sudah kejadian beberapa kali para tahanan memakai hal itu untuk melukai tubuh mereka. Bahkan ada yang bisa memotong urat nadi mereka dengan sebuah pulpen atau selembar kertas.“Aku akan menulis sebuah surat lagi,” ucap Jason dengan wajah memelas. Dia sudah capek bermain sandiwara sekarang. Semua usahanya sia-sia.“Hmm, kamu boleh mendapat selembar kertas lagi tapi, tapi dengan satu syarat.”“Apa syaratnya?”“Kamu tulis di sel khusus saja karena aku tidak mengizinkan kamu untuk sendirian di dalam sel-mu.”“Baiklah,” balas Jason pasrah. Dia sudah tidak punya energi lagi untuk berdebat dengan petugas penjara.“Di mana aku akan menulis surat ini?” tanya Jason.“Ikut aku.”Jason mengikuti
Huling Na-update: 2024-10-29
Chapter: 289. Keadilan DitegakkanAlbert duduk terpekur menunggu sang pengacara menghampirinya. Sidang keputusan akhir yang dijadwalkan hari ini, menentukan berapa lama ia akan mendekam dalam penjara.“Ke mana daddy dan mommy?” tanya Albert begitu Mr. Edward, pengacara keluarganya muncul dari balik pintu.Mr. Edward menarik napas panjang, lalu dengan wajah sedih, dia menceritakan tragedi yang telah terjadi di mansion keluarganya. Albert hanya bisa mencengkram pinggiran meja mendengar penuturan pengacaranya.“Sampai saat ini, kami masih terus mencari jejak Mr. Ragnar. Semoga beliau segera ditemukan.”“Siapa yang telah melakukan perbuatan terkutuk itu?” dengus Albert dengan wajah memerah. Selama beberapa hari dia menantikan kabar dari kedua orang tuanya, tapi ternyata mereka sendiri sedang mengalami musibah.“Kami belum tahu siapa yang melakukan penyerangan tersebut, Tuan.”“Bukankah ada kamera CCTV di setiap sudut mansion milik daddy?”“Benar, Tuan, tapi malam itu, semua CCTV telah dikuasai oleh pihak lawan.”Albert m
Huling Na-update: 2024-10-28
Chapter: 288. Surat untuk Samuel“Silahkan tanda tangan di sini, Tuan Jason,” ucap notaris Jason setelah pria itu menulis semua total kekayaan Jason. Semua miliknya akan jatuh ke tangan Samuel saat anak itu berusia delapan belas tahun. “Sebentar, aku akan membaca ulang semuanya terlebih dahulu.” Jason pun membaca surat tersebut dengan serius.“Masih ada satu yang kurang,” cetus Jason sambil mengetuk-ngetuk jari-jarinya di atas meja. “Harta yang mana lagi, Tuan?” tanya sang Notaris yang bernama Mr. Jon“Aku masih mempunyai satu harta lagi yang belum tertera di sini.”Mr. Jon menautkan alisnya dan kembali memeriksa total kekayaan Jason baik harta bergerak maupun tidak bergerak.“Aku masih mempunyai satu rumah di jalan Karl Johan, itu ingin aku wariskan pada Samuel.”“Baiklah, akan saya masukkan ke dalam daftar ini, tapi saya butuh waktu untuk membuat surat wasiat yang baru.”“Bisa selesai besok?”“Bisa, Tuan.”“Hmm, kalau begitu kita buat jadwal untuk besok. Aku juga mau menulis surat untuk anak itu.”Mr. Jon mengangg
Huling Na-update: 2024-10-27
Chapter: 287. Kembalilah pada Mommy dan Daddy“Apa ada apa dengannya?” jerit Chloe semakin panik. Dia sudah tidak memperdulikan lagi dengan perawat dan jarum yang sedang menjahit bagian intimnya yang sudah dilewati tiga kepala bayi beberapa menit yang lalu. Hatinya terasa sakit seperti akan kehilangan sesuatu yang berharga dari hidupnya.Mateo menyerahkan bayi laki-laki yang terlihat seperti tertidur itu, ke dalam gendongan Chloe. “Darling, kamu kenapa? Selamat datang di dunia ini," ucap Chloe lembut. Dia mendekap bayi itu dan mengecup keningnya dengan lembut. Tidak ada reaksi dari bayi itu, bibirnya semakin membiru.“Tolong!” jerit Chloe histeris. “Lakukan sesuatu!” Dia memeluk bayi itu lembut dan menggosok punggung bayi dengan lembut untuk merangsang pernapasan sang bayi. Sambil melakukan hal itu, tak henti-hentinya Chloe menaikkan doa untuk kesembuhan sang putra.“Sepertinya ada sesuatu yang menyumbat hidung dan mulutnya,” celetuk Chloe. Saat hendak membuka mulut sang bayi untuk memberikan napas bantuan, Chloe melihat begitu
Huling Na-update: 2024-10-26
Chapter: 286. Lakukan Sesuatu!Mateo menatap bayi itu dengan mata penuh haru. Namun, kebahagiaannya tertahan oleh kenyataan bahwa Chloe masih dalam proses melahirkan dua bayi lagi. "Sayang, kamu sangat luar biasa …, tapi masih ada dua bayi mungil kita yang bersiap untuk keluar!" bisiknya penuh kekaguman dan ketegangan.Chloe hanya bisa mengangguk lemah, tubuhnya masih bergulat dengan kontraksi berikutnya."T-tolong ..., aku tak tahu bisa berapa lama lagi," ujarnya dengan napas tersengal.“Kamu pasti bisa, sayang. Aku akan berjuang bersamamu.”“Aaaaa, kamu cerewet sekali,” teriak Chloe frustasi. “Coba aja kamu hamil dan melahirkan, biar kamu tahu rasakan sendiri,” tambahnya dengan emosi. Benar juga apa yang dikatakan orang-orang, kalau terlalu cerewet dengan orang hamil yang sedang berjuang untuk melahirkan, yang ada malah didamprat kembali. Mateo hanya bisa nyengir menerima omelan ChloeDengan cepat, Linda membersihkan bayi pertama Chloe dan Mateo, lalu meminta salah satu perawat untuk menyerahkan bayi itu kepada
Huling Na-update: 2024-10-25