Cinta dalam Rahim Sang Madu
Grace mengalami perubahan hidup drastis setelah kecelakaan yang menimpa orang tuanya membuatnya harus meminjam uang pada Angkasa Group. Tanpa sadar, Grace menandatangani surat perjanjian yang mengharuskannya menjadi Surrogate Mother bagi keluarga tersebut untuk melunasi utangnya. Gabriel, anak pertama keluarga Angkasa, awalnya menolak keputusan orang tuanya karena ia mencintai istrinya, Natalia, meski Natalia tidak ingin memiliki anak. Namun, Gabriel perlahan luluh terhadap ketabahan Grace, sementara Natalia menjadi cemburu dan merencanakan cara untuk memisahkan mereka. Grace berusaha tetap profesional, namun cinta tumbuh di antara dia dan Gabriel. Kisah ini mengeksplorasi dilema cinta, tanggung jawab, dan rencana jahat Natalia yang berusaha memisahkan pasangan ini.
Read
Chapter: 196. Makan Malam"Banyak orang di dunia ini yang mencoba mengambil apa yang bukan hak mereka, Natalia," jawab Gabriel santai, membelokkan setir memasuki gerbang besi kokoh yang menjulang tinggi di area rumah utama."Memangnya kamu punya musuh yang ingin ambil milikmu?" tanya Natalia dengan wajah pucat."Setiap orang pasti punya musuh, mau sebaik apa pun orang tersebut, tetap akan ada orang yang tak suka padanya.""Iya, aku tahu. Tapi kamu kan orang baik.""Natalia, bukan masalah baik atau jahatnya, tapi orang-orang yang bertindak di luar batas biasanya lupa diri.""Lupa diri?""Yep, lupa diri bahwa sekali perbuatan busuk mereka terungkap, mereka tidak akan menyisakan apa pun selain kehancuran untuk diri mereka sendiri."Natalia menelan ludah dengan susah payah. Rahangnya mengeras.'Apakah dia sedang menyindirku? Tidak. Tidak mungkin. Dia tidak tahu apa-apa,' batin Natalia berusaha menenangkan gejolak panik di dadanya.Natalia memilih untuk tidak membahas lebih lanjut karena takut salah bicara yang aka
Last Updated: 2026-08-16
Chapter: 195. Gado-GadoGabriel tidak membuang waktu. Dendam yang mulai merasuki dadanya tidak diluapkan lewat amukan membabi-buta, melainkan diubah menjadi tindakan dingin dengan langkah yang tepat. Dengan tangan gemetar ia meraih ponsel pribadinya di atas meja rias, lalu menghubungi kepala pengawal kepercayaannya, yang ditugaskan untuk menjaga Grace."Perketat penjagaan di kediaman Grace detik ini juga," perintah Gabriel dingin, suaranya pelan, tapi sarat ancaman yang sanggup meremukkan siapa saja yang telah berkhianat padanya. Pokoknya kali ini Gabriel akan mempertaruhkan apa pun untuk keselamatan Grace dan anak kembarnya."Baik, Tuan. Akan kami laksanakan.""Tambahkan personel terbaik di bagian dalam rumah dan halaman belakang. Jangan biarkan siapa pun, tanpa terkecuali, mendekati lokasi itu tanpa izin langsung dariku.""Baik, Tuan. Kami mengerti. Penjagaan tingkat atas langsung diaktifkan," sahut suara tegas di seberang telepon."Oh, ya, satu hal lagi. Pantau semua pergerakan jaringan di luar kantor. J
Last Updated: 2026-08-13
Chapter: 194. Topeng KesempurnaanGabriel membolak-balik ponsel jadul itu di tangannya."Hmm, coba aku lihat isinya," gumam Gabriel masih dengan wajah penuh tanda tanya. Layar ponsel berdesain usang itu mendadak menyala terang, memutus keheningan walk-in closet. Benda di genggaman Gabriel ternyata adalah ponsel sekali pakai—jenis ponsel burner murahan yang murni hanya berfungsi untuk panggilan suara dan pesan singkat tanpa koneksi internet.Gabriel memicingkan mata. Jarinya menekan tombol navigasi untuk membuka folder pesan, tapi layar sederhana itu mendadak menampilkan permintaan PIN Code."Ah, ada-ada saja. Ponsel jadul kayak gini, masa minta pin code segala," gerutu Gabriel sambil berdecak rendah. Otaknya berputar cepat menerka kombinasi angka yang mungkin digunakan istrinya. Gabriel mencoba memasukkan empat digit tanggal pernikahan mereka.Klik.Ponsel itu terbuka seketika. Mata Gabriel menjelajahi deretan pesan singkat di kotak masuk dan kotak keluar. Namun, satu pesan lama di folder pesan terkirim langsung memb
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: 193. Makanan Kesukaan"Loh, ke mana ponsel kecilku?" bisik Natalia sambil mencari benda itu, tapi apa yang dicarinya tidak ditemukannya sampai di sudut tas terdalam. "Astaga! Aku kan ganti tas tadi pagi." Natalia langsung menepuk jidatnya. "Apa aku pulang aja ya?" Natalia berjalan mondar-mandir sebentar sebelum akhirnya memutuskan untuk ke rumah dulu sebelum Gabriel menjemputnya. *** Sementara di kantor Gabriel, pria itu memandang layar komputer dengan tatapan kosong. Dari pagi dia sama sekali tak bisa berkonsentrasi. Lengannya yang terluka masih berdenyut sakit. Gabriel memutuskan untuk menemui sekretarisnya. "Tolong kirim daftar schedule rapat hari ini?" perintah Gabriel. Entah kenapa, dia ingin pulang lebih cepat hari ini, bukan untuk menjemput Natalia, tapi dia ingin melakukan sesuatu untuk Grace. "Baik, Pak. Saya cek dulu» Sekretaris itu segera memeriksa catatannya. «Dari jadwal yang ada, hanya tersisa dua rapat lagi yang harus Bapak hadiri. Satunya setelah makan siang, dan satunya lagi
Last Updated: 2026-08-09
Chapter: 192. Keluar dari Sini!Natalia menyentuh dada Jason yang masih naik-turun memburu, lalu mendorong tubuh pria itu pelan tapi tegas."Bangun, Jason. Sudah cukup," ujar Natalia dengan suara yang mendadak berubah dingin dan tanpa emosi.Jason mengerjap lambat, mendongak menatap Natalia dengan raut wajah kebingungan. Kehangatan yang baru saja mereka bagi seolah menguap dalam hitungan detik."Natalia? Ada apa? Kamu …""Rapikan pakaianmu," potong Natalia singkat. Ia menegakkan tubuhnya, duduk di tepi meja marmer lalu menurunkan roknya yang tersingkap. Jemarinya yang lentik bergerak gesit membenahi blousenya, seolah merapikan kembali topeng kesempurnaan yang sempat terlepas.Jason berdiri kaku di samping meja."Rapikan celanamu," sentak Natalia kesal. "Jangan sampai orang masuk ke sini dan salah sangka.""Hah?" celetuk Jason bingung. Namun, dia melakukan apa yang diucapkan Seleba. Dengan cepat dia membetulkan letak celananya dan menarik risleting dengan raut wajah yang tersinggung."Natalia, aku pikir setelah apa ya
Last Updated: 2026-08-08
Chapter: 191. HampaPergulatan panas di atas meja itu berlangsung tanpa ampun. Suara gesekan kain, napas yang memburu, dan desahan pasrah Natalia saling bersahutan memecah keheningan ruang kerja yang tertutup rapat."J-Jason ... ahh! Ini terlalu ..." jerit Natalia tertahan, jemarinya beralih mencengkeram kencang bahu jas Jason saat gerakan pria itu kian liar."Nikmati, Natalia. Kamu menyukainya, bukan?" bisik Jason serak. Ia mendongak sejenak, menatap wajah Natalia yang memerah sempurna dengan deru napas yang tak beraturan."Lihat dirimu. Tubuhmu tidak bisa berbohong padaku. Kamu ingin dimanja dan disentuh seperti ini. Diperlakukan seperti Ratu. Aku akan melayanimu kapan saja kamu pengin dimanja, Natalia."Natalia hanya bisa memejamkan mata rapat-rapat, tidak sanggup membalas kata-kata Jason. Rasa nikmat yang membakar menyapu bersih seluruh akal sehatnya, menggantikan ingatannya tentang Gabriel dengan sentuhan nyata pria yang sedang berlutut di hadapannya ini.Jason kembali membenamkan wajahnya, melancar
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: 291. Triple C“Ssst,” bisik Chloe begitu melihat Mateo yang masuk ke dalam kamar bayi. Rupanya si kembar tiga baru saja mulai tertidur setelah rewel karena rebutan ASI. Chloe bertekad untuk memberikan asi kepada ketiga junior tercintanya. Dia menolak dengan tegas untuk memberikan susu formula.“Kamu terlihat sangat lelah, sayang,” bisik Mateo yang tiba-tiba menggendong istrinya dan membawanya keluar dari kamar bayi. Chloe hampir saja memekik karena kaget, tapi akhirnya dia merangkul leher suaminya dan menikmati perlakuan mesra darinya.“Aku harus memompa air susuku dulu sayang, karena kalau tidak, maka mereka akan rewel lagi saat bangun nanti.”“Tenang saja, aku akan menemanimu memompa susu untuk bayi-bayi kita.”Chloe mengangguk riang. Sudah beberapa malam dia tidak bisa tertidur lelap. Mengurus satu bayi saja sudah sangat melelahkan, apalagi tiga bayi sekaligus. Kadang dia sampai kelelahan dan bisa ketiduran saat sedang makan atau menyusui si kembar.Setelah tiba di kamar, Mateo segera meminta be
Last Updated: 2024-10-30
Chapter: 290. Surat untuk Freya“Bolehkah aku meminta selembar kertas lagi?” pinta Jason begitu menyerahkan surat yang sudah dia tulis untuk Samuel.“Untuk apa?” tanya petugas penjara dengan alis bertaut itu sambil menerima surat dari tangan Jason. Baginya, memberikan selembar kertas kepada seorang tahanan adalah ide yang paling buruk. Sudah kejadian beberapa kali para tahanan memakai hal itu untuk melukai tubuh mereka. Bahkan ada yang bisa memotong urat nadi mereka dengan sebuah pulpen atau selembar kertas.“Aku akan menulis sebuah surat lagi,” ucap Jason dengan wajah memelas. Dia sudah capek bermain sandiwara sekarang. Semua usahanya sia-sia.“Hmm, kamu boleh mendapat selembar kertas lagi tapi, tapi dengan satu syarat.”“Apa syaratnya?”“Kamu tulis di sel khusus saja karena aku tidak mengizinkan kamu untuk sendirian di dalam sel-mu.”“Baiklah,” balas Jason pasrah. Dia sudah tidak punya energi lagi untuk berdebat dengan petugas penjara.“Di mana aku akan menulis surat ini?” tanya Jason.“Ikut aku.”Jason mengikuti
Last Updated: 2024-10-29
Chapter: 289. Keadilan DitegakkanAlbert duduk terpekur menunggu sang pengacara menghampirinya. Sidang keputusan akhir yang dijadwalkan hari ini, menentukan berapa lama ia akan mendekam dalam penjara.“Ke mana daddy dan mommy?” tanya Albert begitu Mr. Edward, pengacara keluarganya muncul dari balik pintu.Mr. Edward menarik napas panjang, lalu dengan wajah sedih, dia menceritakan tragedi yang telah terjadi di mansion keluarganya. Albert hanya bisa mencengkram pinggiran meja mendengar penuturan pengacaranya.“Sampai saat ini, kami masih terus mencari jejak Mr. Ragnar. Semoga beliau segera ditemukan.”“Siapa yang telah melakukan perbuatan terkutuk itu?” dengus Albert dengan wajah memerah. Selama beberapa hari dia menantikan kabar dari kedua orang tuanya, tapi ternyata mereka sendiri sedang mengalami musibah.“Kami belum tahu siapa yang melakukan penyerangan tersebut, Tuan.”“Bukankah ada kamera CCTV di setiap sudut mansion milik daddy?”“Benar, Tuan, tapi malam itu, semua CCTV telah dikuasai oleh pihak lawan.”Albert m
Last Updated: 2024-10-28
Chapter: 288. Surat untuk Samuel“Silahkan tanda tangan di sini, Tuan Jason,” ucap notaris Jason setelah pria itu menulis semua total kekayaan Jason. Semua miliknya akan jatuh ke tangan Samuel saat anak itu berusia delapan belas tahun. “Sebentar, aku akan membaca ulang semuanya terlebih dahulu.” Jason pun membaca surat tersebut dengan serius.“Masih ada satu yang kurang,” cetus Jason sambil mengetuk-ngetuk jari-jarinya di atas meja. “Harta yang mana lagi, Tuan?” tanya sang Notaris yang bernama Mr. Jon“Aku masih mempunyai satu harta lagi yang belum tertera di sini.”Mr. Jon menautkan alisnya dan kembali memeriksa total kekayaan Jason baik harta bergerak maupun tidak bergerak.“Aku masih mempunyai satu rumah di jalan Karl Johan, itu ingin aku wariskan pada Samuel.”“Baiklah, akan saya masukkan ke dalam daftar ini, tapi saya butuh waktu untuk membuat surat wasiat yang baru.”“Bisa selesai besok?”“Bisa, Tuan.”“Hmm, kalau begitu kita buat jadwal untuk besok. Aku juga mau menulis surat untuk anak itu.”Mr. Jon mengangg
Last Updated: 2024-10-27
Chapter: 287. Kembalilah pada Mommy dan Daddy“Apa ada apa dengannya?” jerit Chloe semakin panik. Dia sudah tidak memperdulikan lagi dengan perawat dan jarum yang sedang menjahit bagian intimnya yang sudah dilewati tiga kepala bayi beberapa menit yang lalu. Hatinya terasa sakit seperti akan kehilangan sesuatu yang berharga dari hidupnya.Mateo menyerahkan bayi laki-laki yang terlihat seperti tertidur itu, ke dalam gendongan Chloe. “Darling, kamu kenapa? Selamat datang di dunia ini," ucap Chloe lembut. Dia mendekap bayi itu dan mengecup keningnya dengan lembut. Tidak ada reaksi dari bayi itu, bibirnya semakin membiru.“Tolong!” jerit Chloe histeris. “Lakukan sesuatu!” Dia memeluk bayi itu lembut dan menggosok punggung bayi dengan lembut untuk merangsang pernapasan sang bayi. Sambil melakukan hal itu, tak henti-hentinya Chloe menaikkan doa untuk kesembuhan sang putra.“Sepertinya ada sesuatu yang menyumbat hidung dan mulutnya,” celetuk Chloe. Saat hendak membuka mulut sang bayi untuk memberikan napas bantuan, Chloe melihat begitu
Last Updated: 2024-10-26
Chapter: 286. Lakukan Sesuatu!Mateo menatap bayi itu dengan mata penuh haru. Namun, kebahagiaannya tertahan oleh kenyataan bahwa Chloe masih dalam proses melahirkan dua bayi lagi. "Sayang, kamu sangat luar biasa …, tapi masih ada dua bayi mungil kita yang bersiap untuk keluar!" bisiknya penuh kekaguman dan ketegangan.Chloe hanya bisa mengangguk lemah, tubuhnya masih bergulat dengan kontraksi berikutnya."T-tolong ..., aku tak tahu bisa berapa lama lagi," ujarnya dengan napas tersengal.“Kamu pasti bisa, sayang. Aku akan berjuang bersamamu.”“Aaaaa, kamu cerewet sekali,” teriak Chloe frustasi. “Coba aja kamu hamil dan melahirkan, biar kamu tahu rasakan sendiri,” tambahnya dengan emosi. Benar juga apa yang dikatakan orang-orang, kalau terlalu cerewet dengan orang hamil yang sedang berjuang untuk melahirkan, yang ada malah didamprat kembali. Mateo hanya bisa nyengir menerima omelan ChloeDengan cepat, Linda membersihkan bayi pertama Chloe dan Mateo, lalu meminta salah satu perawat untuk menyerahkan bayi itu kepada
Last Updated: 2024-10-25
Chapter: 49. SialanSelena meremas punya Don sehingga pria itu mengerang nikmat. Perlahan, dia menuntun milik Don, menerobos ke tempat terdalamnya. Don mengisinya dengan perlahan, sampai milik Selena menelan kejantanannya utuh."Akkkhhh, Don ..." rintih Selena ketika milik Don berkedut liar di dalamnya."Masih sakit," tanya Don sambil memompa dengan ritme yang berbeda-beda."Sedikit, tapi aku akan terbiasa.""Bertahanlah, aku akan menghujammu lebih dalam dan keras lagi, menyentuh dinding-dindingmu yang paling nikmat dan sensitif."Selena ingin menjawab, tapi dorongan Don yang begitu dalam membuatnya mengerang hebat. Ada sensasi panas, perih dan nikmat secara bersamaan.Rasa sakit itu perlahan berganti menjadi gelombang kenikmatan yang memabukkan, Selena mulai menggerakkan pinggulnya pelan, menyambut Don. Gerakan mereka mulai seimbang."Ah, Selena. Kau menyiksaku," erang Don serak saat rasa hangat dan rapatnya tubuh Selena mencengkeram kelakiannya begitu erat."Bukankah kau yang menginginkan ini, Tuan Maf
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: 48. Peganglah"Aaahh ..." Selena melempar kepalanya ke belakang saat jemari Don yang lihai menyusup lebih jauh, menyentuh titik paling sensitif di antara pahanya yang terlindung kain tipis. Gelombang panas merayapi seluruh saraf Selena, membuatnya meremas bahu Don sekuat tenaga.Don yang masih ingin bermain-main, menarik sisa pakaian Selena, sehingga memperlihatkan keindahan tubuh wanitanya yang polos tanpa selembar benang."Tuan Mafia," desah Selena sambil mengelus lengan Don yang berotot dan kokoh.Don tersenyum lembut, tatapannya terpaku pada bagian dada Selena yang terekspos sempurna. Pria itu menahan napasnya sejenak, matanya berkilat penuh kagum dan damba."Sempurna ..." gumam Don serak, suaranya bergetar karena gairah. "Semuanya tentangmu benar-benar sempurna.""Jangan cuma dilihat, Tuan Vargas," bisik Selena menggoda, keberaniannya kian meletup di bawah dominasi dan kejantanan Don.Don menyunggingkan senyum liar yang menggoda. "Dengan senang hati, Wanitaku."Dia menundukkan kepalanya, menya
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: 47. Kau MilikkuGedung City Hall hampir tutup saat mobil Don berhenti tajam di pelataran parkir. Mengabaikan tatapan heran orang-orang di sekitar, Don menarik Selena masuk ke dalam gedung.Seorang pejabat catatan sipil yang baru saja hendak mengemas barang-barangnya mendadak membeku saat Don membanting pintu ruangan. Pria tua itu gemetar hebat melihat siluet tegap Don yang mengintimidasi dengan jas hitam dan pistol yang tercetak jelas di balik jasnya."Pernikahan kilat. Sekarang," perintah Don singkat, suaranya bak titah raja yang tak menerima bantahan.Selena hanya bisa menggelengkan kepala terkekeh pelan di antara rasa keterkejutannya. Keberanian dan ketenangan gadis itu kembali tegak. Dia menatap pejabat yang gemetar itu, lalu melirik Don dengan kerlingan mata nakal."Kau benar-benar tidak sabaran, Tuan Mafia," bisik Selena menggoda."Aku sudah cukup sabar menahan diri sejak di kapal, Piccola," balas Don serak, membuat jarak mereka semakin dekat, lalu mendaratkan kecupan singkat tapi penuh rasa ke
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: 46. Seberapa Tersiksa?"Tuan tidak sedang berbaik hati, kan?" celetuk Selena, matanya berkilat cerdas."Menurutmu?" Tuan Vargas balik bertanya seakan menguji sampai di mana batas kesabaran gadis cantik itu."Tuan menyerahkan klan ini karena tahu cuma Don yang sanggup meremukkan klan utara. Dan Tuan merestui kami berdua karena tahu, cuma aku yang bisa mencegah Don menghancurkan klan ini dari dalam."Tuan Vargas menatap Selena lama, lalu menyunggingkan senyum miring yang misterius."Kau membaca papan caturku dengan sangat tajam, Gadis Kasir."Don terkekeh rendah, suara tawa tebal yang bergetar dari dadanya. Pria itu menarik pinggang Selena rapat-rapat ke samping tubuhnya, merengkuhnya di hadapan sang ketua klan."Kami ambil kotaknya, Kakek," kata Don dengan nada dingin yang tegas. "Tapi ingat, istana itu akan kubangun kembali dengan aturanku. Siapa pun yang menatap wanitaku dengan cara yang salah, akan kupastikan kepalanya terpisah dari leher sebelum dia sempat berkedip."Tuan Vargas mengangguk pelan, lalu be
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: 45. Bukan KelemahanDua hari kemudian, keadaan Don semakin membaik. Sedangkan keadaan Kakek Vargas berbanding terbalik. Pria tua itu sedang duduk di sebuah kapel tua.Lampu kristal tak ada di bangunan itu. Semua kemewahan dan kemegahan yang biasanya menemani Tuan Vargas, kini lenyap tak berbekas. Hanya sinar matahari sore yang menerobos kaca patri berdebu, membiaskan warna merah dan biru di atas ubin batu kapel yang tak terpakai.Di depan altar tua, pria tua itu bersandar pada tongkat berkepala perak. Garis-garis luka goresan kecil membekas di pipi kirinya, sisa dari ledakan kaca di ruang kontrol dua hari lalu. Tidak ada pengawal di sekelilingnya.Pintu kayu kapel berdecit berat saat Don dan Selena melangkah masuk. Don mengenakan jas hitam tanpa dasi, tangannya yang tegap mengunci erat jemari Selena yang berjalan anggun di sampingnya dengan gaun hitam sederhana."Kau datang tanpa membawa senapan laras panjang, Don?" buka Tuan Vargas, suaranya yang parau menggema di ruangan yang sepi."Aku tidak butuh sen
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: 44. Aku Tidak Main-MainDon membelalak pelan, terkekeh serak mendengar gurauan berani Selena. "Jangan memancing iblis yang sedang terkunci, Piccola. Kau tidak akan sanggup berjalan besok pagi jika berani meniupnya di sana.""Aku tidak takut," pamer Selena seraya memberikan remasan lembut yang tepat, membuat 'junior' Don berkedut makin hebat di balik celananya."Awas, Piccola. Aku tidak main-main.""Don, aku baru saja membalikkan racun klan Vargas bersamamu. Menurutmu aku takut pada senjatamu yang satu ini?""Ngggh ... Selena ..." Don memejamkan matanya erat-erat, kepalanya mendongak saat sensasi nikmat merayapi seluruh sarafnya. Pria itu menyandarkan dahinya ke bahu telanjang Selena, meremas pergelangan tangan Selena yang masih sibuk mengelusnya.Otot-otot di lengan tegap Don menegang keras. Sekuat tenaga Don menahan gairah yang ada agar tidak merobek sisa gaun Selena dan bercinta dengannya saat ini juga.Dia tahu Selena lelah dan tubuhnya sendiri masih penuh luka. Namun, perlakuan manis dan elusan jemari Se
Last Updated: 2026-08-26