Chapter: 196. Makan Malam"Banyak orang di dunia ini yang mencoba mengambil apa yang bukan hak mereka, Natalia," jawab Gabriel santai, membelokkan setir memasuki gerbang besi kokoh yang menjulang tinggi di area rumah utama."Memangnya kamu punya musuh yang ingin ambil milikmu?" tanya Natalia dengan wajah pucat."Setiap orang pasti punya musuh, mau sebaik apa pun orang tersebut, tetap akan ada orang yang tak suka padanya.""Iya, aku tahu. Tapi kamu kan orang baik.""Natalia, bukan masalah baik atau jahatnya, tapi orang-orang yang bertindak di luar batas biasanya lupa diri.""Lupa diri?""Yep, lupa diri bahwa sekali perbuatan busuk mereka terungkap, mereka tidak akan menyisakan apa pun selain kehancuran untuk diri mereka sendiri."Natalia menelan ludah dengan susah payah. Rahangnya mengeras.'Apakah dia sedang menyindirku? Tidak. Tidak mungkin. Dia tidak tahu apa-apa,' batin Natalia berusaha menenangkan gejolak panik di dadanya.Natalia memilih untuk tidak membahas lebih lanjut karena takut salah bicara yang akan
Terakhir Diperbarui: 2026-08-16
Chapter: 195. Gado-GadoGabriel tidak membuang waktu. Dendam yang mulai merasuki dadanya tidak diluapkan lewat amukan membabi-buta, melainkan diubah menjadi tindakan dingin dengan langkah yang tepat. Dengan tangan gemetar ia meraih ponsel pribadinya di atas meja rias, lalu menghubungi kepala pengawal kepercayaannya, yang ditugaskan untuk menjaga Grace."Perketat penjagaan di kediaman Grace detik ini juga," perintah Gabriel dingin, suaranya pelan, tapi sarat ancaman yang sanggup meremukkan siapa saja yang telah berkhianat padanya. Pokoknya kali ini Gabriel akan mempertaruhkan apa pun untuk keselamatan Grace dan anak kembarnya."Baik, Tuan. Akan kami laksanakan.""Tambahkan personel terbaik di bagian dalam rumah dan halaman belakang. Jangan biarkan siapa pun, tanpa terkecuali, mendekati lokasi itu tanpa izin langsung dariku.""Baik, Tuan. Kami mengerti. Penjagaan tingkat atas langsung diaktifkan," sahut suara tegas di seberang telepon."Oh, ya, satu hal lagi. Pantau semua pergerakan jaringan di luar kantor. J
Terakhir Diperbarui: 2026-08-13
Chapter: 194. Topeng KesempurnaanGabriel membolak-balik ponsel jadul itu di tangannya."Hmm, coba aku lihat isinya," gumam Gabriel masih dengan wajah penuh tanda tanya. Layar ponsel berdesain usang itu mendadak menyala terang, memutus keheningan walk-in closet. Benda di genggaman Gabriel ternyata adalah ponsel sekali pakai—jenis ponsel burner murahan yang murni hanya berfungsi untuk panggilan suara dan pesan singkat tanpa koneksi internet.Gabriel memicingkan mata. Jarinya menekan tombol navigasi untuk membuka folder pesan, tapi layar sederhana itu mendadak menampilkan permintaan PIN Code."Ah, ada-ada saja. Ponsel jadul kayak gini, masa minta pin code segala," gerutu Gabriel sambil berdecak rendah. Otaknya berputar cepat menerka kombinasi angka yang mungkin digunakan istrinya. Gabriel mencoba memasukkan empat digit tanggal pernikahan mereka.Klik.Ponsel itu terbuka seketika. Mata Gabriel menjelajahi deretan pesan singkat di kotak masuk dan kotak keluar. Namun, satu pesan lama di folder pesan terkirim langsung memb
Terakhir Diperbarui: 2026-08-11
Chapter: 193. Makanan Kesukaan"Loh, ke mana ponsel kecilku?" bisik Natalia sambil mencari benda itu, tapi apa yang dicarinya tidak ditemukannya sampai di sudut tas terdalam. "Astaga! Aku kan ganti tas tadi pagi." Natalia langsung menepuk jidatnya. "Apa aku pulang aja ya?" Natalia berjalan mondar-mandir sebentar sebelum akhirnya memutuskan untuk ke rumah dulu sebelum Gabriel menjemputnya. *** Sementara di kantor Gabriel, pria itu memandang layar komputer dengan tatapan kosong. Dari pagi dia sama sekali tak bisa berkonsentrasi. Lengannya yang terluka masih berdenyut sakit. Gabriel memutuskan untuk menemui sekretarisnya. "Tolong kirim daftar schedule rapat hari ini?" perintah Gabriel. Entah kenapa, dia ingin pulang lebih cepat hari ini, bukan untuk menjemput Natalia, tapi dia ingin melakukan sesuatu untuk Grace. "Baik, Pak. Saya cek dulu» Sekretaris itu segera memeriksa catatannya. «Dari jadwal yang ada, hanya tersisa dua rapat lagi yang harus Bapak hadiri. Satunya setelah makan siang, dan satunya lagi
Terakhir Diperbarui: 2026-08-09
Chapter: 192. Keluar dari Sini!Natalia menyentuh dada Jason yang masih naik-turun memburu, lalu mendorong tubuh pria itu pelan tapi tegas."Bangun, Jason. Sudah cukup," ujar Natalia dengan suara yang mendadak berubah dingin dan tanpa emosi.Jason mengerjap lambat, mendongak menatap Natalia dengan raut wajah kebingungan. Kehangatan yang baru saja mereka bagi seolah menguap dalam hitungan detik."Natalia? Ada apa? Kamu …""Rapikan pakaianmu," potong Natalia singkat. Ia menegakkan tubuhnya, duduk di tepi meja marmer lalu menurunkan roknya yang tersingkap. Jemarinya yang lentik bergerak gesit membenahi blousenya, seolah merapikan kembali topeng kesempurnaan yang sempat terlepas.Jason berdiri kaku di samping meja."Rapikan celanamu," sentak Natalia kesal. "Jangan sampai orang masuk ke sini dan salah sangka.""Hah?" celetuk Jason bingung. Namun, dia melakukan apa yang diucapkan Seleba. Dengan cepat dia membetulkan letak celananya dan menarik risleting dengan raut wajah yang tersinggung."Natalia, aku pikir setelah apa ya
Terakhir Diperbarui: 2026-08-08
Chapter: 191. HampaPergulatan panas di atas meja itu berlangsung tanpa ampun. Suara gesekan kain, napas yang memburu, dan desahan pasrah Natalia saling bersahutan memecah keheningan ruang kerja yang tertutup rapat."J-Jason ... ahh! Ini terlalu ..." jerit Natalia tertahan, jemarinya beralih mencengkeram kencang bahu jas Jason saat gerakan pria itu kian liar."Nikmati, Natalia. Kamu menyukainya, bukan?" bisik Jason serak. Ia mendongak sejenak, menatap wajah Natalia yang memerah sempurna dengan deru napas yang tak beraturan."Lihat dirimu. Tubuhmu tidak bisa berbohong padaku. Kamu ingin dimanja dan disentuh seperti ini. Diperlakukan seperti Ratu. Aku akan melayanimu kapan saja kamu pengin dimanja, Natalia."Natalia hanya bisa memejamkan mata rapat-rapat, tidak sanggup membalas kata-kata Jason. Rasa nikmat yang membakar menyapu bersih seluruh akal sehatnya, menggantikan ingatannya tentang Gabriel dengan sentuhan nyata pria yang sedang berlutut di hadapannya ini.Jason kembali membenamkan wajahnya, melancar
Terakhir Diperbarui: 2026-08-06
Chapter: 107. Selamat Datang di Milan!Pria itu mengenakan setelan hitam tanpa lambang klan apa pun, wajahnya tertutup topeng kain rapat. Di tangan kanannya, sebuah peredam senjata panjang teracung lurus ke arah dada Don.Namun, yang membuat Don mematungkan langkahnya bukan senjata itu, melainkan pria kedua yang melangkah masuk secara perlahan di belakang sang penyergap.Pria tua itu berjalan menggunakan tongkat perak berukir khusus. Rambut peraknya tertata rapi, dan matanya memancarkan kejamnya aura dingin yang teramat dikenal oleh Don sejak kecil."Luar biasa, Cucuku." Suara pria tua itu bergema rendah, penuh celaan yang menusuk."Kau menghancurkan keluarga Delaros hanya karena umpan murahan dari seorang gadis kasir?"Don menyipitkan mata, rahangnya mengeras hingga otot-otot lehernya menegang hebat."Dante Mackenzie?"Pria tua itu menyunggingkan senyum sinis yang mampu mendinginkan udara di sekitar. Dante Mackenzie, paman kandung Don, yang seharusnya sudah diasingkan ke
Terakhir Diperbarui: 2026-10-13
Chapter: 106. Mati Listrik'Pengumuman tentang kehamilan ini tidak boleh berhenti sampai di sini saja," titah Kakek Vargas.'Apa kita perlu membuat gala dinner?' tanya Don bersemangat.'Tepat sekali. Dengar! Minggu depan, aku menggelar Pesta Besar Pengukuhan Pewaris Utama di kediaman Tuscany. Seluruh petinggi klan, sekutu internasional, dan para musuh dalam selimut, termasuk Eleanora dan Julian, wajib hadir.''Kakek mau memancing mereka keluar?' tanya Don, matanya berkilat menangkap maksud sang kakek.'Aku mau menunjukkan ke seluruh Eropa siapa pemilik takhta Mackenzie yang sesungguhnya," sahut Kakek Vargas tanpa ragu sedikit pun.Selena tersenyum puas mendengar ucapan Kakek Vargas. Dia tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah 180 derajat hanya dalam sekejap mata.'Baik, Kakek.''Bagus! Bersiaplah. Pesta minggu depan bukan sekadar perayaan, tapi panggung pembantaian politik untuk siapa pun yang masih
Terakhir Diperbarui: 2026-10-12
Chapter: 105. Istri CerdikMangkuk porselen berukir emas yang tadinya berisi sup itu kini hampir bersih. Selena menyandarkan punggungnya di sudut sofa, menikmati kehangatan kaldu gurih yang perlahan mengusir sisa mual danpusing di kepalanya.Di sisinya, Don masih duduk memagari, satu tangannya mengelus pinggang Selena, sementara jemari satunya mengusap lembut punggung tangan wanitanya.Bzzzt ... Bzzzt ...Ponsel khusus milik Don yang biasa dipakai khusus untuk orang-orang terdekat bergetar hebat. Layar hitamnya menyala, menampilkan satu nama tanpa nomor yang seketika mengubah garis wajah Don menjadi kaku: Kakek Vargas."Angkat saja, Honey. Siapa tahu penting," gumam Selena yang sudah duduk dalam posisi enak, matanya sampai merem-melek. Perut kenyang, hati senang.Don menatap layar itu selama dua detik sebelum menggeser tombol hijau dan menempelkan gawai ke telinganya."Hello. Apa kabar, Kakek?"Suara di seberang sana tidak dibuka dengan sapaan hangat. Yang terdengar adalah desis napas tua yang berat, diiringi
Terakhir Diperbarui: 2026-10-12
Chapter: 104. Gurih"Rasanya? Hmm ... enak sekali," gumam Selena seraya memejamkan mata menikmati rasa gurih yang sempurna."Baguslah kalau kau suka.""Don, ternyata supnya jadi jauh lebih nikmat kalau ada drama Pengawal Posesif di awalnya.""Jangan mulai, Selena," tegur Don, meski jemarinya dengan telaten menyeka setitik kaldu yang menggaris tipis di sudut bibir Selena menggunakan ibu jarinya. "Kau hampir saja menenggak minyak racun dari teh tadi.""Tapi aku tidak menenggaknya, kan?" potong Selena cepat, matanya mengunci tatapan Don yang masih dipenuhi sisa-sisa kepanikan tersembunyi. Selena meraih pergelangan tangan Don yang kokoh, mengusap kulit hangat suaminya dengan penuh kelembutan. "Aku punya kau yang selalu sigap pasang badan. Jadi buat apa aku takut?"Sentuhan halus Selena seketika melelehkan ketegangan di bahu tegap Don. Pria itu menatap istrinya dalam-dalam, merintahkan rasa hangat yang meluap di dalam dadanya."Kau ini," bisik Don parau, menyendokka
Terakhir Diperbarui: 2026-10-11
Chapter: Bab 103. Sup DagingTak sampai tiga puluh menit, pintu suite kembali diketok pelan. Dua pelayan koki berbusana putih bersih masuk membawakan nampan perak berisi mangkuk porselen berukir emas."Masuk!" perintah anak buah Don yang bertugas di depan pintu. Kepulan uap sup daging sapi hangat beraroma rempah segar dan kaldu kental seketika merebak, mengikis sisa-sisa bau tegang pasca-diseretnya Valerie dari sana. Marco sendiri belum terlihat batang hidung."Terima kasih, ditaruh di meja saja," ujar Selena lembut.Begitu sup itu diletakkan di depannya, Selena yang sudah tidak sabar dari tadi langsung mengulurkan tangan mengambil sendok perak di samping mangkuk.Namun, sebelum jemari Selena menyentuh gagang sendok, sebuah tangan kekar bergerak secepat kilat menyambar alat makan tersebut.Don menarik nampan perak itu mendekati dirinya, menatap mangkuk sup yang masih mengepul dengan pandangan tajam bagaikan sedang memeriksa bom aktif.Selena menaikkan sebelah alisnya, melipat kedua lengan di bawah dada. "Don? It
Terakhir Diperbarui: 2026-10-10
Chapter: 102. Pingsan Wajah Valerie sedikit membeku. "Oh, itu, emm, itu khusus untuk ibu hamil, Selena. Aku tidak perlu minum karena aku kan tidak hamil.""Apoteker Swiss pasti cuma memakai bahan herbal alami, kan?" pangkas Selena datar seraya menatap Valerie tanpa berkedip."Tentu saja!""Makanya, tidak mungkin ada bahan berbahaya di dalam ramuan murni untuk penerus klan.""Selena, masa kau tak percaya padaku. Aku pasti akan memberikan yang terbaik untuk penerus klan Mackenzie. Semua bahannya ada di kertas petunjuk.""Really? Memang ada di kertas petunjuk. Tapi aku yakin pasti ada campuran lain yang lupa kau sebutkan."Don yang menangkap perubahan nada suara Selena seketika berdiri. Insting kewaspadaan dalam tubuhnya langsung meyala. Don melangkah mendekat dan berdiri tepat di samping Selena, menatap Valerie bagaikan iblis yang siap mencabut nyawa."Ke-kenapa kau bicara begitu, Selena?" cicit Valerie, langkah kakinya refleks mundur satu langkah saat melihat tatapan Don. "Aku berniat baik!""Kalau berniat
Terakhir Diperbarui: 2026-10-08
Chapter: 291. Triple C“Ssst,” bisik Chloe begitu melihat Mateo yang masuk ke dalam kamar bayi. Rupanya si kembar tiga baru saja mulai tertidur setelah rewel karena rebutan ASI. Chloe bertekad untuk memberikan asi kepada ketiga junior tercintanya. Dia menolak dengan tegas untuk memberikan susu formula.“Kamu terlihat sangat lelah, sayang,” bisik Mateo yang tiba-tiba menggendong istrinya dan membawanya keluar dari kamar bayi. Chloe hampir saja memekik karena kaget, tapi akhirnya dia merangkul leher suaminya dan menikmati perlakuan mesra darinya.“Aku harus memompa air susuku dulu sayang, karena kalau tidak, maka mereka akan rewel lagi saat bangun nanti.”“Tenang saja, aku akan menemanimu memompa susu untuk bayi-bayi kita.”Chloe mengangguk riang. Sudah beberapa malam dia tidak bisa tertidur lelap. Mengurus satu bayi saja sudah sangat melelahkan, apalagi tiga bayi sekaligus. Kadang dia sampai kelelahan dan bisa ketiduran saat sedang makan atau menyusui si kembar.Setelah tiba di kamar, Mateo segera meminta be
Terakhir Diperbarui: 2024-10-30
Chapter: 290. Surat untuk Freya“Bolehkah aku meminta selembar kertas lagi?” pinta Jason begitu menyerahkan surat yang sudah dia tulis untuk Samuel.“Untuk apa?” tanya petugas penjara dengan alis bertaut itu sambil menerima surat dari tangan Jason. Baginya, memberikan selembar kertas kepada seorang tahanan adalah ide yang paling buruk. Sudah kejadian beberapa kali para tahanan memakai hal itu untuk melukai tubuh mereka. Bahkan ada yang bisa memotong urat nadi mereka dengan sebuah pulpen atau selembar kertas.“Aku akan menulis sebuah surat lagi,” ucap Jason dengan wajah memelas. Dia sudah capek bermain sandiwara sekarang. Semua usahanya sia-sia.“Hmm, kamu boleh mendapat selembar kertas lagi tapi, tapi dengan satu syarat.”“Apa syaratnya?”“Kamu tulis di sel khusus saja karena aku tidak mengizinkan kamu untuk sendirian di dalam sel-mu.”“Baiklah,” balas Jason pasrah. Dia sudah tidak punya energi lagi untuk berdebat dengan petugas penjara.“Di mana aku akan menulis surat ini?” tanya Jason.“Ikut aku.”Jason mengikuti
Terakhir Diperbarui: 2024-10-29
Chapter: 289. Keadilan DitegakkanAlbert duduk terpekur menunggu sang pengacara menghampirinya. Sidang keputusan akhir yang dijadwalkan hari ini, menentukan berapa lama ia akan mendekam dalam penjara.“Ke mana daddy dan mommy?” tanya Albert begitu Mr. Edward, pengacara keluarganya muncul dari balik pintu.Mr. Edward menarik napas panjang, lalu dengan wajah sedih, dia menceritakan tragedi yang telah terjadi di mansion keluarganya. Albert hanya bisa mencengkram pinggiran meja mendengar penuturan pengacaranya.“Sampai saat ini, kami masih terus mencari jejak Mr. Ragnar. Semoga beliau segera ditemukan.”“Siapa yang telah melakukan perbuatan terkutuk itu?” dengus Albert dengan wajah memerah. Selama beberapa hari dia menantikan kabar dari kedua orang tuanya, tapi ternyata mereka sendiri sedang mengalami musibah.“Kami belum tahu siapa yang melakukan penyerangan tersebut, Tuan.”“Bukankah ada kamera CCTV di setiap sudut mansion milik daddy?”“Benar, Tuan, tapi malam itu, semua CCTV telah dikuasai oleh pihak lawan.”Albert m
Terakhir Diperbarui: 2024-10-28
Chapter: 288. Surat untuk Samuel“Silahkan tanda tangan di sini, Tuan Jason,” ucap notaris Jason setelah pria itu menulis semua total kekayaan Jason. Semua miliknya akan jatuh ke tangan Samuel saat anak itu berusia delapan belas tahun. “Sebentar, aku akan membaca ulang semuanya terlebih dahulu.” Jason pun membaca surat tersebut dengan serius.“Masih ada satu yang kurang,” cetus Jason sambil mengetuk-ngetuk jari-jarinya di atas meja. “Harta yang mana lagi, Tuan?” tanya sang Notaris yang bernama Mr. Jon“Aku masih mempunyai satu harta lagi yang belum tertera di sini.”Mr. Jon menautkan alisnya dan kembali memeriksa total kekayaan Jason baik harta bergerak maupun tidak bergerak.“Aku masih mempunyai satu rumah di jalan Karl Johan, itu ingin aku wariskan pada Samuel.”“Baiklah, akan saya masukkan ke dalam daftar ini, tapi saya butuh waktu untuk membuat surat wasiat yang baru.”“Bisa selesai besok?”“Bisa, Tuan.”“Hmm, kalau begitu kita buat jadwal untuk besok. Aku juga mau menulis surat untuk anak itu.”Mr. Jon mengangg
Terakhir Diperbarui: 2024-10-27
Chapter: 287. Kembalilah pada Mommy dan Daddy“Apa ada apa dengannya?” jerit Chloe semakin panik. Dia sudah tidak memperdulikan lagi dengan perawat dan jarum yang sedang menjahit bagian intimnya yang sudah dilewati tiga kepala bayi beberapa menit yang lalu. Hatinya terasa sakit seperti akan kehilangan sesuatu yang berharga dari hidupnya.Mateo menyerahkan bayi laki-laki yang terlihat seperti tertidur itu, ke dalam gendongan Chloe. “Darling, kamu kenapa? Selamat datang di dunia ini," ucap Chloe lembut. Dia mendekap bayi itu dan mengecup keningnya dengan lembut. Tidak ada reaksi dari bayi itu, bibirnya semakin membiru.“Tolong!” jerit Chloe histeris. “Lakukan sesuatu!” Dia memeluk bayi itu lembut dan menggosok punggung bayi dengan lembut untuk merangsang pernapasan sang bayi. Sambil melakukan hal itu, tak henti-hentinya Chloe menaikkan doa untuk kesembuhan sang putra.“Sepertinya ada sesuatu yang menyumbat hidung dan mulutnya,” celetuk Chloe. Saat hendak membuka mulut sang bayi untuk memberikan napas bantuan, Chloe melihat begitu
Terakhir Diperbarui: 2024-10-26
Chapter: 286. Lakukan Sesuatu!Mateo menatap bayi itu dengan mata penuh haru. Namun, kebahagiaannya tertahan oleh kenyataan bahwa Chloe masih dalam proses melahirkan dua bayi lagi. "Sayang, kamu sangat luar biasa …, tapi masih ada dua bayi mungil kita yang bersiap untuk keluar!" bisiknya penuh kekaguman dan ketegangan.Chloe hanya bisa mengangguk lemah, tubuhnya masih bergulat dengan kontraksi berikutnya."T-tolong ..., aku tak tahu bisa berapa lama lagi," ujarnya dengan napas tersengal.“Kamu pasti bisa, sayang. Aku akan berjuang bersamamu.”“Aaaaa, kamu cerewet sekali,” teriak Chloe frustasi. “Coba aja kamu hamil dan melahirkan, biar kamu tahu rasakan sendiri,” tambahnya dengan emosi. Benar juga apa yang dikatakan orang-orang, kalau terlalu cerewet dengan orang hamil yang sedang berjuang untuk melahirkan, yang ada malah didamprat kembali. Mateo hanya bisa nyengir menerima omelan ChloeDengan cepat, Linda membersihkan bayi pertama Chloe dan Mateo, lalu meminta salah satu perawat untuk menyerahkan bayi itu kepada
Terakhir Diperbarui: 2024-10-25