LOGINGrace mengalami perubahan hidup drastis setelah kecelakaan yang menimpa orang tuanya membuatnya harus meminjam uang pada Angkasa Group. Tanpa sadar, Grace menandatangani surat perjanjian yang mengharuskannya menjadi Surrogate Mother bagi keluarga tersebut untuk melunasi utangnya. Gabriel, anak pertama keluarga Angkasa, awalnya menolak keputusan orang tuanya karena ia mencintai istrinya, Natalia, meski Natalia tidak ingin memiliki anak. Namun, Gabriel perlahan luluh terhadap ketabahan Grace, sementara Natalia menjadi cemburu dan merencanakan cara untuk memisahkan mereka. Grace berusaha tetap profesional, namun cinta tumbuh di antara dia dan Gabriel. Kisah ini mengeksplorasi dilema cinta, tanggung jawab, dan rencana jahat Natalia yang berusaha memisahkan pasangan ini.
View More"Nit, aku sedang lelah. Bisakah kita bicara lain kali saja? Aku harus segera pulang.""Grace, aku sahabatmu. Kenapa kamu harus menghindar seperti ini?"Aku berdiri gelisah di depan Anita. Jujur, dia adalah satu-satunya sahabat yang masih terus mencariku sejak aku menghilang dari peredaran dunia karena aib yang sedang aku tanggung."Kenapa kamu menghilang begitu saja, Grace? Kamu tidak tahu bagaimana aku seperti orang gilamencarimu ke sana ke mari?""Aku bukan menghindar, Anita. Tapi keadaan yang memaksaku seperti ini. Sekarang, biarkan aku pulang.""Pulang ke mana, Grace? Ke rumah mewah di kawasan elit yang kudengar dari desas-desus teman-teman yang lain? Atau pulang ke pelukan pria yang sudah membuatmu seperti ini?" Anita menjatuhkan pandangannya tepat ke arah perutku yang kini terlihat jelas tanpa penghalang."Teman-teman yang mana yang kamu maksud?" tanyaku dengan nada tajam. Perasaan selama ini, aku tidak pernah berhubungan dengan siapa pun. Semua aku tutupi sendiri. Bahkan aku b
Mataku membelalak melihat siapa yang gerangan wanita itu. Langkah kakinya yang tadinya bersemangat mendadak membeku di ambang pintu. Senyuman hangat yang sempat terbit di bibirnya berangsur pias saat matanya menangkap siluet tubuhku yang duduk di samping Mama, dengan sisa-sisa air mata yang masih membasahi pipi."Grace? Kamu benaran Grace, kan?"Suara itu memecah keheningan yang mencekam. Bukan Natalia. Suara ini milik Anita, sahabat karibku sejak masa kuliah yang berbulan-bulan ini pesannya hanya kubaca lewat baris notifikasi gawai tanpa pernah sekalipun kubalas."Anita?" tanyaku tak percaya. Masih hangat di pikiranku saat bertemu Anita di lobby rumah sakit. Aku janji padanya untuk mengirim pesan atau bertemu hanya sekedar untuk makan siang, tapi tidak pernah aku lakukan karena aku terlalu malu dengan kondisiku saat ini.Aku sengaja memutus kontak, menghilang bak ditelan bumi demi menenggelamkan diri dalam pusaran kontrak rahim yang tabu ini. Namun, takdir rupanya memiliki selera hum
Aku mendongak perlahan, dan pemandangan di depanku seketika meremukkan hatiku. Mama tidak marah. Beliau justru terduduk lemas di lantai, menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan yang kurus, menangis sejadi-jadinya hingga bahunya terguncang hebat. Suara tangisan Mama terdengar begitu sarat akan penyesalan, penderitaan, dan rasa bersalah yang teramat dalam."Ya Tuhan ... Maafkan kami, Grace ... Maafkan Mama dan Papa," ratap Mama di sela-sela isak tangisnya yang memilukan. Beliau memukul dadanya sendiri berulang kali, seolah mencoba meredakan rasa sesak yang menghantamnya. "Kami orang tua yang tidak berguna, sudah buat anak perempuan kami satu-satunya harus mengorbankan tubuh dan masa depannya seperti ini.""Mama, tidak, please, jangan bilang seperti itu, Ma," sahutku panik, ikut menjatuhkan diri di atas lantai dingin."Bagaimana bisa Mama tidak meratap, Nak?!" seru Mama, menatapku dengan mata yang sembab dan penuh dengan air mata penyesalan. "Ma, aku rela lakuin apa saja untuk Ma
"Grace? Mama tunggu penjelasanmu."Jantungku serasa berhenti berdetak saat itu juga. Dingin yang teramat sangat menjalar dari ujung jari kaki hingga ke ubun-ubun, membekukan seluruh pasokan udara di dalam dadaku. Tatapan mata Mama yang begitu tajam sekaligus rapuh, menghujam tepat pada perutku yang membusung. Kamar rawat yang tadinya hening kini menjelma menjadi ruang sidang yang teramat menyiksa."Grace ... katakan pada Mama, Nak." Suara Mama kini bergetar lebih hebat, setitik air mata mulai menggenang di pelupis matanya yang berkerut."Apa yang terjadi? Kenapa perutmu seperti itu? Kamu sakit? Atau berbadan dua?"Kata-kata terakhir Mama membuatku menelan ludah dengan susah payah, mencoba menguasai gemuruh kepanikan yang nyaris membuatku limbung.Kebohongan demi kebohongan yang telah kususun rapi di dalam kepala mendadak menguap tanpa sisa. Namun, melihat tubuh Mama yang ringkih dan Papa yang masih tak berdaya di atas ranjang pesakitan, ego duniaku mencoba bangkit untuk terakhir kalin
Klik, terdengar bunyi kunci diputar dengan pelan dari arah pintu. Aku berdiri tegang dan menunggu dengan waspada, siapa pun yang masuk lewat pintu tersebut.'Apa yang harus aku lakukan?' pikirku panik. Mataku dengan cepat menjelajahi ruangan yang cukup luas itu, lalu pandanganku tertumpu pada sebua
Gabriel berdiri dengan tidak sabar di dalam kantor bagian IT rumah sakit. Saking groginya, kakinya menghentak-hentak lantai dengan gelisah."Bisa dipercepat videonya, Pak? Kalau bisa, ikuti timeline saat aku meninggalkan Grace di mobil.""Sebentar ya, Pak Gabriel. Saya harus meng-unduh dulu file-fi
Pria itu mendekati dan meraih wajahku. Aroma tubuh dan mulutnya membuat aku ingin muntah. Aku tidak mengenalnya sama sekali. Siapa gerangan pria ini sebenarnya."Diam!! bentaknya kasar.“Kenapa aku harus diam, orang jahat?!” sentakku tak mau kalah."Tutup mulutmu, sebelum aku yang menutupnya."Aku t
Aku menahan napas, jantungku berdegup kencang. Aku harus menyembunyikan kehamilan ini. Tak boleh ada seorang pun yang tahu, termasuk mama. Biarlah aku sendiri yang menanggung semua ini.Tangan mama semakin dekat, dan aku tak tahu harus berbuat apa. Satu gerakan salah saja, semuanya bisa terbongkar.Kr












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore